
aku dan rido sedang menunggu suster membawa anak kembar kami , rido memberikan nama muhhamad alfaza davinsyah untuk puteraku dan maryamah alfizi untuk nama putriku , rido begitu sangat bahagia menyambut kedua anak kami , dia sesekali menatapku dengan penuh cinta , dia menciumku segenap hatinya tapi aku juga melihat kesdihan diujung matanya , aku melihat hal yang tak biasa di pelupuk mata nya . dia menyembunyikan sesuatu hal dari ku , aku tidak berani bertanya padanya .
taklama ayah juga ibu menghampiri kami yang sedang menunggu buah hati kami datang .
"sayang , apa kamu sudah membaik " ayah bertanya dan menghampiriku ayah juga mencium keningku tak sadar dia meneteskan air mata nya , begitupun dengan ibu yang memeluk ku erat .
"baik ayah , ibu kenapa menangis , aku bahagia bisa memberikan kalian cucu yang sehat , tak tanggung-tanggung allah menghadiahiku dua malaikat kecil yang akan menyempurnakan aku" ucapku sembari memegang tangan ayah dan juga ibun
aku melihat rido mengalihkan pandangan nya dan juga mengusap air mata di pipinya , aku sangat heran dibuatnya
aku bertanya pada ayah dan ibu , keberadaan mama dan papa yang juga kabarnya menunggu ku
"papa dan mamah kemana yah , bukankah mereka bersama ayah dan ibu " menolehkan pandanganku kedepan pintu
"a....ada sayang nanti sebentar lagi papa dan mama menuju keruangan ini , mungkin mereka masih makan barusan , ibu tak sabar ingin melihat mu jadi ibu pamit terlebih dahulu " ucapny ibu berbohong kepada ku
pandanganku tetap teralihkan kearah pintu , pintu pun terbuka dan ternyata suster memabawa anak ku memakai ranjang dorong bayi yang mini , terlihat dari pintu suster tersenyum kepada ku , suster memberikan anak ku seketika kepada ku dan juga rido , sungguh kuasamu ya illahi robby .. aku sangat bahagia melihat wajah mungil mereka yang tanpa dosa , mereka tertidur dipangkuan ku , aku meminta rido umtuk bertukan gendongan nya itu
rido tersenyum memberikan anak laki-laki ku kepada ku .
"sayang , lihatlah dia sepertimu sangat cantik dan menawan , pasti nanti sudah besar jadi wanita shalihah sepeerti ibumu ya nak " menaatap menuduk dan mencium anaknya
"anak lelaki ku kau tampan sekali , kau akan mewarisi ketampanan ayahmu , kau akan menjadi lelaki yang bertanggung jawab , kau akan menjadi pemimpin yang bijaksana dan kau akan mencintai aku , ayahmu juga adikmu dengan sepenuh hati " ucapku yang disusul dengan airmataku menetes.
ibu dan ayah begitu terkesima melihat aku yang sudah dewasa ini , perubahan ku sangat drastis sekali , ibu dan ayah saling berpelukanan terlihat rona bahagia diwajahnya , papa dan mama pun akhirnya datamg ke kamarku tapi aku melihat rona sedih di wajahnya yang mereka tutupi dengan senyuman untuk melihatku yang sedang bahagia.
mereka memelukku dan menciumku , mereka juga bergantian menggendong anak-anak ku .
(dalam hatiku "mata mama sembab sekali papa juga sama , ada apa ini dengan mereka )
kini papa duduk di kursi dekat ranjangku , dia memegang tangan ku dia mulai menagis dan ingin memeluk, matanya seperti ingin menyampaikan sesuatu , sungguh aku merasakan ada hal yang berat yang mereka ingin sampaikan .
PAPA : SAYANG , papa mohoin jaga emosi mu , kesehatan mu sangat penting untuk anak-anak mu ,
aku : kenapa pah ? papa mau menyampaikan sesuatu ???
PAPA : anak ku sayang , papa tidak ingin menyakitimu , tapi papa tidak bisa menutupi ini semua.
papa mulai menangis dihadapan ku begitu juga mama dan rido . ayah dan ibu saling berpelukan
anak ku disimpan kembali diranjang nya , PAPA melanjutkan pembicaraan nya padaku
PAPA : nene mu sedang koma , dia terjatuh saat tau kau akan melahirkan , bu nina saat itu sedang mengambilkan nene minum ... nene yang inginj menghampirimu tak kuat karena kakinya tak kuasa menahan beban badannya.
aku hanya menangis mendengar itu , aku tak kuasa mendengar semua itu , papa ,masih melanjutkan ceritanya
__ADS_1
PAPA ; hari ini dokter sudah meminta papa menyudahi untuk melepaskan alat bantu pernapasan nene , papa urungkan karena papa ingin kau melihat dan menghampiri nya .. papa berharap ada keajaiban disana.
aku nangis dalam pelukan rido , aku meminta rido mengantarkan ku keruangan nene yang juga dirawat dirumah sakit yang sama , sehari sudah nene koma ,itu artinya nene koma pada saat aku sedang berjuang melahirkan anak-anak ku , pada saat itu aku seperti bermimpi nene sally ada didekatku , mencium keningku dan mengungkapkan rasa sayang nya kepadaku,
akupun diantar memakai kursi roda untuk menemui nene sally , kini nene ada dihadapan ku
dengan berderai air mata aku mengahampiri nene yang sangat lemah itu , aku mencium nya aku mencoba interalsi kepadanya , aku melihat tidak ada tanda-tanda kehidupan lagi . nene sudah membungkam mulutnya ... air mata mya sepertinya kering tak ada setetes pun yang keluar dari matanya ,
nene , apakah nene tau may sudah melahirkan garis keturunan nene , apa nene senang , nene bangunlah , aku tau nene sedang bermimpi tapi nene sudah cuplah mimpinya kumohon , bukalah matanya .. apa nene merindukanku ku ulangi terus kata-kataku sembari menangis ku dekap tubuh nene yang serasa tidak ada hangatnya aku menoleh ke arah papa , mama dan rido
' pah , mah ayo bangunkan nene ,, apakah nene sudah tau anaku sudah lahir , ayolah do ku mohon '
rido memeluk ku , tangisan ku pecah mengingat nenek yang tak ada respon sama sekali aku tak kuasa melihatnya , kenapa nene tak bisa melihat ku terlebih dahulu memberikan cucu untukknya ,
"sayang , katakan pada nene kami sudah iklas , kami ingin nene tenang semoga nene ditempatkan disurga " ucap rido
aku tak kuasa mengatakan kalimat itu , aku menangis dan terus menangis ku , kali ini ku dekap tubuh mama dan menangis dipelukan nya , rido menhampiri nene , dan membacakan kalimat ditelinga nya . mesin pun berbunyi
~tuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt~ kulihat garis panjang dilayar njya .
aku lihat itu digaris wajahnya .
kami menangis , kulihat papa anak kandung nene lebih tegar dari kami ..papa mencium kening nene dan mengelus pipi indahnya nene..
~chapter yang mana yang paling menyahat hati ,, ~
terimakasih sudah bersedia membaca novelku dengan sabar .
__ADS_1
__ADS_1