
hari ini dokter rus mengijinkan ku dan bayi kembarku untuk pulang dari rumah sakit , aku sangat tak sabar ingin berkumpul dan menikmati hari - hari ku dirumah meskipun akan terasa hampa tanpa adanya suara nene yang setiap saat memanggil ku denga sebutan "mayloviii" , tapi aku berpikir sudah cukup untuk ku bersedih mengingat papa dan rido yang begitu tegar .
aku lihat sudah ada ayah , ibu , rido dan juga dhan yang akan membawa ku pulang , ibu menggendong fizi dan ayah menggendong faza , luka ku mungkin belum kering rido memutuskan untuk membawa ku memakai kursi roda , rido juga sudah memberikanku baby sitter untuk membantuku tentunya sebelumnya aku menolak , karena aku ingin mengurus anak-anak ku sendiri , tapi pasti sangat repot sekali aku mengurus dua anak sekaligus rido begitu sangat antisipasi untuk kami.. rido memang suami dan ayah yang baik juga siaga
sampailah kami dirumah , papa dan mama menyambutku dengan sangat hangat , papa memeluk ku dan mengusap kepalaku dengan lembut , mama juga memeluk ku dan mencium keningku tak lupa mereka juga memberikan ucapan terimakasih kepada , aku melihat sekitar rumah yang sangat sunyi ada beberapa karangan bunga yang masih terpajang .. aku pun mulai melangkah kan kaki ku kedalam kulihat tante merry yang dengan cepat menghampiriku dan memeluk ku , tante tidak menangis hanya saja aku lihat ada mata yang sangat sudah lelah menangis memang papa sudah meminta sebelumnya untuk tidak menangis didepanku , karena papa tau itu akan membuatku cengeng ,,
aku lihat ada kado yang sangat besar dihadapanku , aku bertanya kepada papa kado siapa ini ?
"pah , ini kado siapa ?? kulihat kenapa tulisannya seperti ada nama ku " tanya ku sembari memegang lengan papa
"coba buka kamu pasti suka , papa belum siapkan kado apa-apa itu dari mama mu " ucap papa sembari mencubit pipiku
"sayang , maaf ya mama ga nemenin kamu disana pasti kamu marah sama mama kan " mama memegang tangan kanan ku dan mencubit hidungku dengan gemas semua tersenyum melihat tingkah mama kepadaku
"engga kok mah , aku mengerti dengan keadaan kita saat itu , aku malah ingin pulang segera " jawabku
"sekarang pasti dirumah sini rame ada tangisan bayi kalian , kapan-kapan nginep ya dirumah ayah" kata ayah sembari nada memohon
'pasti yahh , nanti giliran ya .... kata rido sembari mengedipkan matanya kepadaku
aku pun meminta mang asep membuka kado yang mungkin saja berat , kardus yang terikat pita itu selesai dibuka oleh mang asep , ternyata sebuah lukisan yang sangat indah disitu ada aku yang berdiri dan nene sedang duduk di kursi rodanya , didalam lukisan itu nene sedang mendekatkan telinganya kebagian perut besarku ,, di dalam lukisan tersebut melihatkan isi perutku dengan 2 bayi kembarku ... kata mama itu pintanya nene untuk dipajang dikamar nene , tapi karena baru selesai hari kemarin , mama langsung meminta om hans pelukis itu mengirim nya hari ini juga , sungguh indah sekali lukisan ini , aku melihat nya dengan sangat dekat aku raba isi lukisan itu , nene memang sangat sering memintaku berdiri dipinggir nya dan nene mulai mendekatkan telinganya ke perutku untuk menanyakan kapan kau lahir cicitku sayang , aku terbayang akan tingkah nene , papa segera menyadarkan ku karena melihat ku yang akan menangis .,.
"hey , papa buang saja ya lukisannya " sembari memegang pundak ku
"engga pah , jangan may mohon .. may janji ko gakan nangis lagi " jawabku dengan mendekapkan kedua tanganku di hadapan papa
"baiklah sep , kamu panggil juga pa salim dan pa jajang , antarkan lukisan ini dii kamar sikembar .. pajang saja ditembok .. "pintanya kepada mang asep
"baik tuan , akan saya pajang sekarang " sahutnya mang asep
aku pun tersenyum melihat papa yang tersenyum padaku
" hampir lupa kan , cucuku mana wan " tanya nya pada ayah
"monggo , digendong gus cucunya ... ini cucuku ya " goda nya ayah pada papa sambil memberikan anak ku
__ADS_1
"lah iki kan cucu saya wan , saya kakeknya yang ganteng " papa menimpali
"sudah-sudah aku ini papanya loh , mereka ada stemple hak kepemilikanku " jawab rido yang memicu semua orang tertawa
rido mengajak ku untuk istirahat , dan membiarkan para kake dan nene mengasuh anak-anak kami , rido menggendongku menuju kamar dan merebahkan badanku di ranjang besar kami , dia mulai menciumku , melumat bibirku , rasanya seperti sudah lama dia tak menikmati bibir merah ku , aku mengeliatkan badan ku dan terasalah rasa sakit di area bekas operasi ku ,
"awwwrg sakit .... kataku
"sayang , aku gak sengaja ...maaf ya ' ucap rido sembari terlihat khawatir
"boleh cium tapi jangan gitu ihh , kamu harus puasa dlu 3 bulan tau " aku membohonginya ku lihat rona wajahnya yang mulai memancarkan rasa kecewanya
"yaaaa , ga dikurangin gitu sebulan aja jadi puasanya 2 bulan aja ." pintanya sembari memohon kepadaku
" ya mungkin bisa dipertimbangin asal aku kb dulu ya " pintaku ke rido
" engga ,, engga ... apa kb gak ahhh ga boleh " rido melarangku
' sayang ko gak boleh sih .... nanti gimana kalo hamill lagi >>>>
akupun tertawa melihat mimik mukanya yang memelas kepada ku , kami pun tidur berpelukan rasanya sangat lelah dan kasur yang berada dirumah sakit tak membuatku tidur dengan nyaman.
__ADS_1
__ADS_1