TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
kesedihan may


__ADS_3

pagi ini aku masih terdiam dikamar anak ku , aku beranjak dari sofa menuju kamar utama ku , aku mencoba melupakan hal semalam meskipun aku sangat kesal dengan rido yang mengbungkamkan bibirnya untuk tidak menjelaskan padaku , aku akan meminta ijin nya melalui pesan singkat bahwa aku akan menginap dirumah ibu , kulihat rido masih berada di kamar , rido sedang melakukan ibadah dipagi hari .


aku menyiapkan pakaian untuk ia kenakan ketika pergi ke kantor , kusimpan kemeja dan celana juga sepatu dan kaus kaki nya , aku segera meninggalkan kamar untuk kembali ke kamar anak ku , lira sudah datang untuk menemani ku pergi kerumah ibu karena sebelumnya aku sudah memberikan pesan singkat untuk lira lebih awal datang ke rumah , akupun duduk tanpa mengeluarkan suara , lira mencoba mengajak ku bicara


"nona muda apa nona sedang dalam keadaan tidak baik ?" tanya nya padaku


"tidak lira , hanya saja aku sedang tidak berselera makan " jawabku


"apa mau aku bawakan sesuatu , teh hangat atau susu hangat , barangkali nona ingin memakan sesuatu" tawar lira kepadaku


belum sempat aku menjawab rido datang untuk berpamitan pergi ke kantor tak lupa rido juga melihat keadaan anak-anak ku, rido juga mencium keningku .. aku hanya terdiam tanpa mengeluarkan suara dan lira pun memilih keluar ruangan anak ku mungkin maksud lira ingin memberikan waktu untuk ku karena lira tau aku sedang ada masalah dengan rido ,, yaa aku menceritakannya melalui pesan singkatku , hanya lira yang saat ini aku percayai dan lira pun salah satu orang yang bisa menjaga rahasia .


"aku berangkat ke kantor ya , ada clien yang sangat penting datang ke kantorku "ucap rido kepada ku


"aku juga akan pulang terlambat , kamu kalau makan gak usah tunggu aku"rido masih berbicara dengan tegang , rido mencium keningku dan menoleh melihat anak-anak ku , tak lupa rido menggendong dan mencium anak-anak ku secara bergantian tak lama rido pun keluar dari kamar , aku tak kuat membendung air mata ku


aku terdiam dan duduk merenung kembali aku menutup wajahku dengan kedua tanganku dan aku menundukan kepalaku kebawah , tak sadar air mataku jatuh berjatuhan dan akupun tak sadar akan kehadiran mbak lastri , bu nina dan lira sudah berada dihadapanku.


"menangislah nona , saya tahu hati anda sedang kacau " bu nina mengagetkan ku


aku segera berdiri dan memeluk bu nina , merekalah orang-orang yang menguatkan ku , aku tak tahu apa yang harus aku lakukan yang aku tahu hati ini sangat sakit , aku tak percaya rido yang melakukan ini ,


(aku gak percaya tuan seperti ini , ada hal yang tuan muda tutupi ' gumam lira dalam hatinya sembari meneteskan air matanya)


(nona aku tak kuat melihat wanita secantik nona seperti ini , dari apa tuhan membuatkan hati nona 'gumam mbak lastri)


"nona , saya tau nona sedang dalam keadaan yang sangat kacau tapi mereka membutuhkan nona , " bu nina menenangkan ku dan menepuk lembut punggungku


****DITEMPAT LAIN****


RIDO terlihat sangat khawatir dengan keadaan nya dan may saat ini , setelah mereka bertengkar dini hari itu , rido langsung dengan sangat kesal menghubungi shalom , rido terlihat mengernyitkan dahinya dan berbicara dengan pelan di kamar mandi .

__ADS_1


"ha..haloo " suara shalom terdengar seperti mengantuk


"untuk apa kau mengirimi pesan begitu kepadaku" tanya rido geram


"rii...dooo, maaf do aku hanya mengkhawatirkan mu " jawab shalom dengan rasa takut akan kemarahan rido


"aku mohon jangan hubungi aku seperti tadi , apalagi may sedang bersamaku" rido berbicara dengan nada kesal


"maafkan aku do , aku akan segera menjelaskan semua kepada may"jawab shalom


"tidak , tidak perlu aku mohon shal, tidak usah hubungi may dan menjelaskannya' rido menjawab dengan ketus dan memutuskan sambungan telpon tersebut , rido juga memilih untuk mengambil air wudhu dan segera beribadah agar menenangkan hatinya .


pagi hari rido masih terdiam di depan laptop nya , rido juga menghubungi dhan assistennya untuk segera mengatur waktu meeting nya agar dipercepat , karena tadinya rido akan meliburkan diri untuk istirahat , rido tak kuasa melihat may , rido memutuskan untuk segera bergegas mandi dan pergi ke kantor . selesai beribadah dipagi hari rido melihat ada beberapa pakaian yang telah disiapkan oleh istrinya walaupun istrinya tidak memberikan sepatah kata apapun tapi rido sangat mengerti dengan keadaan istrinya itu ,


(istriku , dalam keadaan tersakitipun kamu masih tau kewajiban mu sebagai istriku , kamu memang wanita pilihanku yang allah takdirkan untuk ku , aku meminta maaf telah melukai hatimu , aku tak ingin seperti ini tapi aku sudah terlanjur tidak jujur kepada mu , aku tak ingin kau mengkhawatirkanku , aku sangat mencintaimu ) 'gumam rido sembari memakai perlengkapan yang telah disiapkan may


rido bergegas ke kamar baby twin nya untuk pergi ke kantornya , tak lupa rido pun mencium dan melepaskan rasa sayang nya ke anak-anak nya . rido juga melihat raut wajah yang sedang kecewa dan sedih itu dari wajah istri yang dicintainya , rido keluar dari kamar dan melangkahkan kaki nya menuju mobil , dhan sudah berdiri dengan tegap di depan mobil , dhan memanggutkan kepala nya ketika melihat rido , dan membukakan pintu mobilnya


sesampainya dikantor rido hanya diam sesekali melemparkan senyum nya yang sedang tidak hangat itu kepada seluruh karyawannya , rido memang sosok yang profesional dalam bekerja , rido bisa menutupi kekesalannya dan kemarahannya demi karyawannya yang sudah susah payah bekerja , rido juga tak melihatkan bahwa dia sedang kacau di area kantornya itu . dhan sudah tau betul sebagaiman baik nya tuan nya itu ,


didalam ruangan utama rido , rido sedang duduk dan menyenderkan badannya disofa besar miliknya , dhan juga duduk melihat tuan nya itu dengan hati yang sangat kacau , tentu saja dhan sudah tau karena rido pun bercerita tentang pertengkaran semalam .


"tuan muda saya sudah siapkan makan siang anda , dan jangan lupa...." dhan berbicara kepada tuannya itu , belum selesai dhan berbicar rido langsung membangunkan badannya dan menghentikan badannya


"sudahlah dhan aku juga tau , aku sedang malas makan ...kamu saja yang makan " sahutnya dengan mengusel-ngusel mukanya


"tapi tuan...." lagi lagi rido menghentikan dhan berbicara


"aku sedang tidak ingin makan apapun , kamu taukan maksudku dhan ..." jawabnya tegas


dhan tidak bisa lagi membantahnya , dhan berpikir lebih baik diam saja dari pada dhan harus meninggalkan rido  , dhan pun mencoba untuk melihat tuannya itu , rido sangat lelah hingga tertidur disofa.

__ADS_1


dhan melihat pesan masuk di ponselnya , pesan itu dikirim oleh may


.tuan dhan , tolong sampaikan kepada suamiku  bahwa saya akan menginap beberapa hari dirumah ibu , (nn.may)


.baik nona akan segera saya sampaikan (dhan membalas)


(tuan , mengapa kau membiarkan pernikahan mu hancur , apakah kau lupa bahwa sudah 11 tahun lama nya kau menantikan nona, apakau sudah tak mencintainya lagi'gumam dhan dalam hati seraya mentap tuan nya yang sedang tidur kelelahan)


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


****maaf untuk kalian kalo cerita nya ngebosenin \, ini aku nulis dari hatiloo.....aku juga masih gak percaya aku bisa nulis sepanjang ini \, karena kalian aku semangat . loveyoufull*****


 

__ADS_1


 


__ADS_2