
LIMA bulan sudah berlalu kejadian yang sangat menguras tenaga juga emosi . rido meminta ku untuk tetap menetap di negara Inggris sampai rani melahirkan anak nya dan kembali ke tanah air seusai rani melahirkan .
aku dan anak-anak ku sudah tidak menempati pulau tersebut karena semenjak masalah itu mencuat garis polisi dipasang dan di tutup untuk sementara waktu . jadi papa memberikan kunci rumah nya untuk kami tempati sementara .
" kaka , mengapa perut bawah ku selalu keram dan sekarang terlalu sering sekali buang air kecil membuatku lelah mondar-mandir ke kamar " keluh rani kepadaku yang saat ini sedang menyusui anak bontot ku .
" sayang , sabar ia tinggal hitungan hari kok kamu pasti lahiran " ucap tante jully yang belakangan ini selalu bersama ku juga rani dan membuat boutique nya menjadi nomer dua dikehidupannya.
" kamu banyakin jalan aja dek , lagian itu kan posisi sudah bagus dan banyakin sholawat dalem hati " seru ku seraya tersenyum manis kepadanya , aku berniat menenangkannya .
rani memondar-mandirkan kaki lenjangnya itu . karena, menurut rani anak di dalam kandungan nya berhenti bergerak jika rani menggerakan kaki nya untuk melangkah .
" baiklah nak , seperti nya kau memang sudah ingin keluar ia .. hmmm papih mu pasti sangat senang " gerutunya sendiri sembari mengusap lembut perut yang sudah sangat besar .
aku terdiam melihat tingkah nya itu terlebih aku sangat merindukan rido ku yang sudah satu minggu jauh dariku . aku dan rido hanya bisa saling menatap wajah melalui sambungan video ponsel kami . memang rido yang memintaku untuk menemani rani disaat-saat melahirkannya karena ibu tidak bisa selalu bersama rani dan tante jully juga terkadang masih sesibuk dulu walaupun sudah seminggu ini tante jully banyak meluangkan waktu untuk kami.
'cintaku , tidak ada hari yang indah selain melihat senyum indahmu .. tersenyumlah untuk ku " ( pesan rido)
aku tersenyum melihat isi pesan yang rido kirim untuk ku , dan aku segera menghubungi ponselnya seketika itu.
" tutt...................tuuuttt " ( ponsel terhubung)
" loh kok suara ponsel rido bisa aku dengar " gumamku dalam hati seraya kebingungan , aku segera merebahkan tubuh anak ku yang sudah mulai menyerupai kue apem itu dan aku mulai mencari bunyi ponsel itu .
" haloooo.... ini dengan nyonya maisya alfisha istri dari tuan rido ??? " ucapnya sembari berdiri dihadapanku dan menggenggam ponsel ditangannya
" iyaa , maaf anda siapa iaa ? " tanya ku seraya membalas aktingnya itu .
" emm akuuu .. aku lupa aku siapa , tolong ingatkan aku .. kalau aku ini siapa ?" tanya nya yang membalikan badannya seraya membelakangi tubuh ku yang berdiri dihadapannya .
" ridooooo... kau mengapa tak ingin memeluk ku " manjaku kepadanya sembari memeluknya dari belakang , rido membalikan badannya kembali dan mendekap ku dengan erat .
" sayaaang , aku kangen banget sama kamu " bisiknya ditelingaku membuatku merasa kegelian .
" baiklah , ayo ke kamarrr " ajak ku padanya , rido menarik lenganku dan mengajak ku ke kamar.
__ADS_1
rido menoleh kearah alea yang tertidur di ranjang dan mulai menciumi leherku dengan nakal.
" aku kangen sayang " ucapnya kembali , aku pun membalas ciuman nakalnya . aku merasakan bahwa adik rido sudah mulai mengeras , rido segera membuka resleting daster busuiku tak lupa rido melepas kerudung hitam yang aku kenakan agar dia bisa lebih leluasa mencium leherku . belum sempat rido melepas pakaian ku dan pakaiannya aku mendengar teriakan rani yang sangat kencang memanggilku dengan sangat keras dan membuatku juga rido terdiam sejenak . mataku dan mata nya saling memandang memecahkan libido kami yang sedang naik .
" awrggggggggggggggggggh mamiiii ..... kaka .... kenapa perut ku sakit " teriak rani ..
" sayang , pakai kembali pakaianmu kurasa rani akan melahirkan anak nya " ucap rido sembari memasang kembali resleting celana PDL nya itu , aku pun segera memakai kembali kerudungku . rido menggendong alea yang sedang tertidur dan memindahkan nya ke ranjang milik alea .
" kenapa tante ,, aduh ini mau lahiran .. air ketubannya sudah banyak keluar " ucap ku yang setengah berlar ke arah rani , rani terlihat sangat kesakitan .
" gimana sayang , aku harus apa ini ? " tanya rido
" bawa mobil , eh dhan aja siapin mobil .. alea temenin sama siapa ya.. bawa aja alea .. faaz dan fizzi ada bu nina juga lira . aduh ko panik ini " kepanikan ku membuat ku meracau , aku tak sanggup melihat raut wajah rani yang terlihat sudah sangat kesakitan .
" mami , bawa tas keperluan itu ... aduh apasih " tanya tante jully .
" iya udah ambil aja tante , biar ido gendong rani ke mobil dan menghubungi richard " ucap rido seraya menggendong rani . aku bingung dengan kondisi alea dan aku memutuskan untuk lira menjaga nya jika alea menangis atau terbangun lira bisa membawanya untuk menemui ku .
kami sudah berada didalam mobil , mobil yang dikemudikan oleh dhan melaju dengan sangat cepat membuat kami semakin panik , tetapi sangat wajarlah karena jalanan yang kami lalui memang terlampau kosong dan membuat kami sangat beruntung .
" dhan , kau lambat sekali.. mengapa kau masih marah denganku hah " seru rani yang terlihat sudah tidak sabar atas dorongan serta gelombang cinta dari si baby . dhan yang sudah melupakan luka lama hanya tersenyum dan fokus didalam kemudinya .
" sepertinya sedang ada .... " belum sempat menjawab ponsel rido berdering ...
'derrrtttttttttttdrrrttttt "
" halo aku menuju rumah sakit tempat kau bertugas , karena rani akan segera melahirkan " ucap rido yang berbicara dengan nada yang tinggi kepada richard seraya merasakan panik .
" apa ??? ya ampun ..baiklah aku akan menyiapkan ranjang dorong untuk rani " ucap richard yang segera memutuskan sambungan ponselnya .
sesampainya di rumah sakt richard sudah terlebih dahulu berdiam di depan pintuk masuk unit gawat darurat dan membawa istrinya untuk masuk ke dalam ruangan bersalin . richard terlihat sangat panik namun richard masih bisa menyembunyikan rasa paniknya dengan senyuman diwajahnya yang menyeringai .
" kuatkan dirimu sayang , percayalah kepada tuhan kau akan menjadi ibu dan aku akan menjadi ayah " seru richard seraya menguatkan rani yang akan berjuang ,
__ADS_1
" ayo tarik nafas , buang kembali dan tanamkan basmalah dalam hatimu.. kamu pasti bisa " ucapnya kembali sembari mengusap peluh keringat diatas dahinya itu .
" kaka./..... ku mohon beradalah disampingku " pinta rani , richard memintaku untuk masuk keruangan bersalin untuk menemaninya juga menemani rani karena tante jully sama sekali tidak ingin masuk mengingat tante sangat takut jika melihat darah .
" ayoo keluarkan tenaganya nyonya , tarik nafas lalu buang kembali dan tekanan harus berada disini .. tidak boleh gigit bibir dan tidak boleh menaikan mata keatas " ucap dokter angel dengan bahas inggris yang sangat aduhai..
" uuuhh... aaaah eurrrrrrrrrrrrrrrghhhhhhhhhhhhhh... " ucap rani 3 kali dan qodarullah ...
" eaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..eaaaaaaaa..eyaaaaaaaa " ( suara tangisan bayi yang sangat kencang membuat rani juga richard menangis mengeluarkan air matanya dokter memberikan ke atas dada rani , aku mengusap air matanya kucium lembut keningnya dan aku memeluk rani juga richard yang terlihat sangat bahagia )
" selamat ya dok , bayi nya laki-laki.. dia sehat juga gemuk ..ibunya pasti membuat nya sehat " seru dokter angel yang membantu proses kelahirannya.
" ini kah anak ku , sayang lihat dia tampan sepertiku " ungkap richard segera mengadzani anak lelaki nya itu .
rani sudah berada di dalam kamar rawat inap nya , dia duduk bersandar keatas ranjang dan sedang memakan makanan yang ia pesan kepada suaminya itu , aku sudah mengabari semua anggota keluarga dan mereka semua sangat terlihat bahagia .
" mau kau namakan siapa chard ? " tanya rido
" kayanya gimana kamu aja do , aku minta saran dari kalian " pinta richard yang duduk menggendong bayi mungil nan tampan itu .
" mami punya ide gak ? " tanya rani kepada tante jully
"i dont know darling , mami merasa masih degdeg gimana ini " ungkap tante jully
" yaudah aku nyumbang nama deh mau dipake atau engga juga gpp " ucap rido tersenyum kepada richard
' udahlah kalian aja kenapa si emangnya ? kalian juga kan orang tua anak gw " ucap richard seraya memohon kepada rido .
'' okey lah ,AHMAD MAEL DARMAWAN aja gimana ? " RIDO memberikan nama yang indah , entahlah aku tidak tahu apa arti dari nama itu yang jelas rido berharap nama yang ia berikan akan menjadi doa yang baik untuk anak rani juga richard .
" oke bagus juga , yaudah kapan gw bisa resmiin nikah sama rani " tanya richard
" kalem aja napasih kak , lagian udah ini ya kaka harus nunggu selama 40 hari ?? " ucapku sembari tertawa puas kepada richard
" dan rasanya itu BAGEL kaya sekarang " ucap rido seraya meluapkan isi hatinya , aku tertawa geli mengingat apa yang akan kami lakukan gagal karena teriakan rani dan sudahlah ini aib bagi kami . aku dan rido hanya tertawa kecil dan saling memandang membuat richard menoleh dengan raut waja geli kepada kami .
__ADS_1