
malam yang masih sangat panjang , aku masih melakukan aktifitas menyusui ku , bu nina dan mbak lastri yang sudah datang ke kamar anak-anak ku meminta ku kembali ke kamar untuk merebahkan badanku , aku pun berpamitan untuk kembali ke kamarku , kulihat jam dinding sudah menunjukan pukul 03.00 aku melihat rido masih tertidur dengan pulas , aku merasa segan untuk membangunkanya padahal rido memintaku membunyikan alarm karena rido akan solat malam , alarm di ponsel rido pun berbunyi , aku berniat untuk mematikan alarm tersebut kulihat layar ponselnya ada beberapa pesan masuk , salah satunya dari dokter richard teman sekolah nya rido dulu , aku tak bermaksud untuk mengintai ponsel rido tapi mengapa aku merasa sangat penasaran dengan ponsel rido tersebut , aku menggeserkan layar pesan di ponsel rido ku lihat ada beberapa pesan masuk dari "shall" , aku pun segera membacanya ... yang ku tahu nama itu adalah nama shalom , ku baca isi pesan dari shalom kepada rido .
*do , kamu dimana ? (shal)
*do apa kamu baik-baik saja ?(shal)
*aku baik , jangan memikirkanku (rido)
*bagaimana dengan may (shal)
*baik , tak perlu khawatir (rido)
*baiklah , segera hubungi aku apabila kamu sudah berada disana ,jaga kesehatanmu (shal)
*terimakasih (rido)
itu isi percakapan dari rido dan shalom..
dan ada juga beberapa pesan masuk yang belum sempat dibaca rido.
*do , maafkan aku . aku harap may tau semuanya , aku tidak ingin may tau dikemudian hari. kumohon !! aku menyayangimu .
*do mengapa kamu tidak membalas , apa semua dalam keadaan baik.
*ku harap semua baik-baik saja , biarlah may tau yang sebenarnya agar kamu tidak selalu merasa khawatir.
__ADS_1
begitulah isi pesan yang dikirim oleh shalom , hatiku panas seperti terbakar , kali ini aku marah dan ingin meluapkan emosi ku, aku sudah tidak bisa menutupi kemarahanku.
rasanya ingin sekali aku meluapkan emosiku , rasanya ingin sekali aku membangunkan nya.
aku menangis tak kuasa menahan tangis ku , seperti ada bom yang meledak didalam jantungku , dada ku sesak , aku terdiam duduk di sofa kamarku , menangis meratapi kesedihanku sembari melihat tajam ke arah rido.. aku tak menyangka semua ini terjadi dengan sangat mudahnya . aku memang dulu mengikhlaskan rido untuk menikahi shalom tapi dengan sangat jelas rido menolak nya ,
dalam benak ku dan pikirku terlintas saat rido mengutarakan tak ingin membuatku menangis , rido tak sanggup menduakanku , rido selalu menjadikan ku bidadari dihatinya , hanya aku yang di cintainya ..
(nene .... inikah cucu nene yang mencintaiku sedari dulu , inikah cucu nene yang sangat nene banggakan , inikah cucu nene yang selalu nene ceritakan mengapa tega menghianati ku setelah aku merelakan cintaku untuk nya , setelah aku memberikan dua malaikat kecil untuk nya , nene ku mohob jawablah 'gumamku dalam hati)
aku tak henti menangis , dengan suara terbata-bata aku meluapkan emosiku dengan pelan , ku tekuk kakiku dan mulai membenamkan wajah ku di kedua lututku
aku memanggil ayah ibu dengan lirih , aku menangis hingga tak sadar rido terbangun dari tidurnya .
"stop, jangan sentuh may lagi !!!" ucapku dengan penuh amarah.
"mengapa denganmu , mengapa kau marah ?" tanya nya dengan heran kepadaku
"aku tidak mau melihatmu rido , aku tidak bisa menerima pengkhianatan mu" jawabku dengan suara yang terbata-bata
"pengkhianatan apa maksudmu ? aku tidak mengerti maksudmu sayang ?" jawabnya seraya memegang lenganku
"lepasin may do , bawa may pulang kerumah ibu .. may tidak ingin tinggal disini" pintaku padanya
rido mencoba mendekapku , aku mencoba untuk tidak menerima sentuhan darinya ,
__ADS_1
"kamu kenapa , kenapa kamu bersikap seperti ini , apa salahku may ? " bentaknya padaku seraya memegang kepalanya
"aku tau kamu sudah tau maksudku , aku tau do jangan pikir aku bodoh, AKU INGIN PULANG ¡!!!!!!" pintaku padanya menekankan pikirnya
"baiklah , kamu duduk dulu kita bicarakan ini baik-baik , aku mohon jangan buat dirimu sakit sayang , aku mohon " pinta rido sembari mendekap kedua tangannya
aku berlalu ke kamar anak ku , rido menghentikanku , rido memegang tanganku dengan sangat kuat , aku tak kuasa menahan nya , kini aku dipeluknya didekap dengan penuh kehangatan , dia mengelus punggungku.
"tenanglah dulu sebentar ,maafkan aku tadi membentakmu sayang , maafkan aku ,kumohon" pintanya yang sembari menenangkanku
aku kembali membangunkan tubuh ku dari dekapannya , aku menatap tajam matanya , diapun memandangiku dan mencoba menjelaskan padaku .
"baiklah sayang , kebapa kamu menangis dan begitu marah kepada ku" tanya rido
"lihat ini , apa maksud isi pesan singkat dia kepada mu do ? apa ini maksudnya" tanya ku sembari menunjukan ponsel rido
"bacalah isi pesan ini " aku menimoali lagi
rido hanya terdiam membisu melihatku mengeluarkan emosiku , melihatku menunjukan jari pada ponsel rido
"do kalo kamu ingin membuat ku menangis aku akan menangis , tapi jika kamu membuat ku menangis dengan cara yang salah ada baiknya kita saling intropeksi dulu..." ucapku padanya
aku berjalan menuju ruang kamar baby twin ku , aku berniat untuk melepaskan bebanku dengan melihat senyuman diwajahnya itu sembari mengepak baju-baju anak-anak ku , aku putuskan besok akan menginap dirumah ibh , tentunya aku akan ijin terlebih dahulu dengan papa dan mama.
(rido sama sekali tidak ingin menyusulku , mungkun rido memang melakukan penghianatan ini "gumannku dalam hati)
__ADS_1