TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
kekhawatiran PAPA


__ADS_3

HARI ini aku dan rido meminta waktu untuk jalan berdua kepada bu nina dan mbak las . syukurlah mereka sangat menyayangiku dan memintaku untuk tak mengkhawatirkan anak-anak , aku dan rido segera melakukan perjalanan untuk melepaskan rasa penatku , kami memakai memakai mobil sport terbuka sehingga udara segar pun bisa kami hirup dengan bebas .


" sayang apa kamu senang ? " tanya nya pada ku


" aku senang sayang , aku senang dimanapun asal ada kamu disisi ku " gombalku padanya ,


rido tersenyum dan mencium punggung tanganku beberapa kali . rido terlihat sangat senang di raut wajahnya terpancar kebahagiaan . entahlah apa yang membuat nya sesenang itu yang aku tahu aku merasa nyaman jika didekatnya ..


*DIdalam kendaraan menuju villa kami*


PAPA sedang berbicara bersama ayah dan menceritakan semua yang telah terjadi , papa dan ayah memang tidak pernah melepas komunikasinya apalagi menyangkut anak-anaknya , ayah dan papa sangat terlihat kompak dari segi apapun , aku tahu itu karena nene saaly sempat menceritakannya . ayah adalah sahabat terbaik papa .


papa yang sekarang pun tak lepas dari semua peran ayah sebagai support system terbaik papa .


" apapun yang terbaik untuk mereka , aku akan selalu mendukungnya gus " ucap ayah menenangkan papa


" ya wan , rasa takut saya sangat lah besar , saya takut kehilangan rido yang merupakan anak satu-satunya " ucap papa yang terlihat sangat gusar .


" baiklah ayo kita turun , sepertinya sudah sampai " ucap ayah


" tapi mengapa sepi sekali yah " tanya ibu dengan gusar


" rumah sebesar ini hanya mereka tinggali pasti sepi bu " ucap ayah .


mereka pun tidak mengetahui aku dan rido sedang melakukan jalan-jalan sore untuk mengusir kepeenatan . bu nina dan mbak last memberitahukan mereka bahwa kami sedang jalan-jalan keluar rumah dan saat papa mengetahui ku dan rido tidak sedang berada di dalam rumah , papa terlihat panik sekali , ku dengar dari suara nya ditelpon yang segera menghubungi kami .


" halo pap ? kami sedang >>>>>> suara rido sepertinya dicegat papa


" kamu dimana nak , pulanglah papa merindukanmu ' istrimu sedang apa . ayo pulang .. apa papa perlu menjemput kalian ?" suara papa terdengar sangatlah gusar seperti mengkhawatirkan sesuatu .

__ADS_1


" papa tenanglah kami baru sampai ini < aku kira papa dan ayah tidak secepat ini " ucap rido , speaker ponsel yang rido aktifkan membuat ku mendengar suara papa yang terdengar sangat gusar


" tidak .. sayang sekarang beritahu posisi kalian berada dimana , biar papa dan ayah menyusul kalian " ucap papa


" yaudah pah , rido pulang sekarang juga .. mengapa papa sepanik ini sih . rido kan hanya ingin mengajak may jalan-jalan " ucap rido


" baik sayang tidak apa-apa katakanlah dimana kalian saat ini biar kami menyusul kalian " ucap papa dengan nada yang sedikit tenang


" tidak perlu pap , ini rido sudah menuju rumah kembali data-tomark-pass >> sampai jumpa disana " ucap rido mengakhiri panggilan .


rido mendengus terlihat kekesalan diwajahnya itu . aku mencoba untuk menenangkannya .


" sudahlah sayang , jangan kesal dengan kekhawatiran papa , mungkin papa takut kehilangan anak nya kembali apalgi sudah dua kali papa kehilangan anaknya , cobalah mengerti... " ucapku sembari membelai lembut wajah rido


" iya sayang , maafkan aku ... date kali ini hancur .. aku janji akan membawa mu ketempat yang lebih indah " mencium keningkuy dan mulai menancapkan gasnya .


" duduklah , sebentar lagi rido dan maypasti pulang " ucap mama yang mencoba menenangkan papa


papa hanya terlihat mondar-mandir didepan ayah , ibu dan mama .. ayah memberikan segelas air yang ada dihadapannya untuk membuat papa tenang.


" gusti , minumlah ini dulu ... jangan membuat dirimu sakit " ucap papa yang sembari menyodorkan segelas air hangat.


" maafkan aku , aku hanya tidak ingin hendra mencelakai rido , hendra adalah orang jahat " ucap papa


" tidak akan ada orang yang mau menyakiti lagi ridoku , kumohon tenanglah sayang " ucap mama setengah menahan tangisnya


" es , ayolah kau pun harus bersikap tenang " ibu menangkan mama dengan memeluknya


aku pun dan rido telah sampai didepan rumah , aku kaget dengan berlarinya papa dan segera memeluk kami yang sedang menuju masuk kepintu utama .

__ADS_1


" sayang papa , apa kalian tidak kenapa-kenapa " sembari memeluku dan juga rido


" ayolah pap, aku dan istriku telihat baik bukan ? " jawab rido yang segera melepaskan pelukan papa


" aku baik kok pah , papa tenang ya " mecoba menenangkan papa


" mengapa sikap papa akhir-akhir ini sangat berubah " tanya rido kepada papa


" tidak sayang , papa tidak apa-apa hanya saja akhir-akhir ini rasa sayang papa sangatlah besar untuk kalian , papa harap kalian mengerti , bahwa papa tidak ingin kalian terluka " ucap papa


" memangnya siapa yang ingin menyakiti ku dan rido pah " tanya ku dengan penuh penasaran


" sudah -sudah apa kamu akan tetap memeluk papa , dan tidak ingin memeluk ayah ?" ayah mengalihkan pembicaraan papa .


" baiklaah .... " aku melepaskan papa dan memeluk ayah


" kau akan terus berdiri disana , tidak ingin memeluk ayah mertuamu ini " ucap ayah kepada rido , dan rido segera menghampiri ayah dan memeluk ayah .


 


kami pun segera masuk dan mulai bercengkramah sekaligus menunggu makan malam selesai dibuat oleh bu ester.


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2