TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. Perasaan yang sulit dan pernikahan Faaz.


__ADS_3

Sore itu Natasha sudah berdandan dengan sangat Rapi, Natasha begitu cantik dengan balutan kain putih yang sangat elegan dan polesan natural make up membuatnya semakin menawan. Natasha sedang sendiri, Natasha memandang disekitar taman melalui kaca jendela kamar Faaz. MaliQ pun menghampiri Natasha dan mengungkapkan isi hatinya sebelum ia benar-benar kehilangan natasha.


Natasha memang mengagumi Tuan Faaznya namun tak menyangka isi hati Natasha memang sudah mulai menyukai MaliQ dan Natasha tak pernah berpikir jika MaliQ sudah menyukainya.


"Natasha, apa kau bahagia menikah dengan kaka ku ?." Tanya MaliQ sembari berjalan menuju natasha yang sedang berdiri di hadapan kaca transparant itu.


"emmm Tuan MaliQh sejak kapan anda masuk ?." tanya Natasha menimpali pertanyaan Maliq.


"Sejak tadi, dan aku melihat air mata menetes di pelupuk matamu !!!" seru MaliQ sembari memegang tangan Natasha, Natasha hanya terdiam menatap MaliQh dengan penuh rasa kebingungan.


"NATASHAA, apa kau mencintai kaka ku?, dan apakah ada perjanjian dibalik pernikahan ini ?." Maliq bertanya dengan sangat serius, Mata Maliq menyiratkan rasa penasarannya.


"Katakanlah Nat?, jika kau tak menginginkannya bicaralah!, biar aku yang meminta kaka untuk membatalkan pernikahan ini" ucap MaliQ dengan penuh harap, berharap Natasha mengiyakan pertanyaannya. Natasha masih terdiam membisu, Natasha seperti tak ingin menukas pertanyaan Maliq.


"Oke baiklah jika kau memang mencintai kaka ku, aku berharap kau hidup bahagia dengannya. aku memang terluka tetapi kebahagiaanmu tak jauh lebih penting dariku dan semenjak kau hadir didalam hidup ku, Aku sungguh mulai menyukaimu dan rasa ini semakin bertambah setiap hari nya." Ungkap Maliq, wajahnya terlihat sendu.


"Aku sungguh mencintaimu Nat, " ungkap MaliQh dengan menggenggam tangan Natasha, Natasha terkejut dengan apa yang di ungkapkan NaliQ namun, Natasha sudah berjanji akan melanjutkan pernikahan ini karena aaleesya sudah terlanjur menunjukan rasa bahagianya ketika mengetahui papa nya akan menikah dengan ibu perinya.


"Tuan MaliQ maaf, tetapi ini sudah di luar batas. aku tidak mencintaimu hanya saja aku menghargaimu karena kamu terlalu baik kepadaku. kuharap kau mengerti!!." ucap Natasha penuh dengan penekana, Ia merasa bimbang dengan perasaannya.


"Baiklah Nat, aku sangat mengerti dan jika kaka menyakitimu aku pastikan kau akan menjadi milik ku " ucap MaliQ seraya mengultimatum Natasha, Natasha menahan air mata yang sudah dibendungnya semenjak MaliQ mengutarakan perasaannya itu.


Saat MaliQ sedang menatap Natasha, Fizzy datang menghampiri mereka dan melihat MaliQ sedang menggenggam tangan Natasha.


"Sedang apa kau maiQ ?" Tanya Fizzy, MaliQ melepaskan genggaman tangannya. Natasha menoleh kearah kaca untuk menyembunyikan air mata yang hendak jatuh itu.


"Aku kesini untuk mengucapkan selamat untuk Natasha " jawab MaliQ sembari melengoskan badannya dan pergi meninggalkan Fizzy juga Natasha.


"Kamu kok sedih Nat? " tanya Fizzy.


"Enggak nona, Aku hanya ingat alm mama ku dan juga papa ku. kalau saja mama melihatku memakai gaun cantik ini pasti aku akan lebih senang dan papa... " Natasha menangis dalam pelukan Fizzy dan tak ingin melanjutkan pembicaraannya.


"Natasha, sudahlah aku janji akan membawa papa mu untuk berobat disini. dan kau hanya perlu untuk berdoa sekarang supaya pernikahanmu lancar dan papa mu juga masih bisa diobati percayalah padaku" Ucap Fizzy sembari menyeka air mata Natasha, Natasha tersenyum dan fizzy berpamitan karena Fizzy merasa ada kekurangan didalam pernikahan Natasha dan Faaz.


('TUAN MALIQ maafkan aku telah melukai hatimu , aku juga menyukaimu karena kau memang lelaki yang baik hanya saja aku sempat salah menilaimu semoga tuan Faaz bisa mencintaiku seperti kau mencintaiku dan aku berharap kau temukan gadis yang lebih baik dariku - batin Natasha )


ditempat lain Faaz sedang memakai jass nya . Faaz bersiap-siap dengan jaz yang sangat elegant berwarna putih tulang dan sangat terlihat tampan, Aliq datang menghampirinya dan memberinya selamat. Najam AliQ adalah adik tiri dari Rayna istri pertama Faaz, AliQ begitu sangat menyayangi Faaz karena baginya Faaz adalah pahlawan baginya.


"Selamat Faaz, kau memang pantas bahagia. lupakanlah kakak ku kau sudah sangat lama berjuang dan kau sudah harus melepaskan" ucap AliQ


"Kau datang adik ipar kesayanganku, terimakasih sudah datang ke pernikahanku dan ku harap kau juga selalu bahagia. " Seru Faaz memeluk aliQ dan menepuk bahunya.


"Faaz apakah kau menikah dengannya bukan karena terpaksa, ku harap kau memang mencintainya seperti kau mencintai Rayna!" tukas aliQ sembari menepuk bahu Faaz.


"Aku belum bisa menjanjikan jika aku harus melupakan dan melepaskan Rayna tetapi aku akan mencobanya liq, oh iya bagaimana hubungan mu chavi apakah akan segera menyebar undangan ?" tanya Faaz sembari menyeruput lemon tea hangat kesukaanya.


"Aku sudah lama tak berhubungan dengan nya, dia juga akan menikah akhir tahun ini.sebenarnya aku tak pernah memiliki hubungan apapun dan aku masih menyukai Alea walaupun alea masih sangat cuek kepadaku" seru AliQ sembari menyenderkan kepalanya di atas sofa.

__ADS_1


"Tenang saja aku akan mencoba mendekatkanmu dengan Alea lagipula alea memang seharusnya secepatnya di nikahkan karena Alea sudah banyak berbuat aneh disini. Namun, Fizzy harus menikah dulu sudah selesai itu aku akan menikahkan Alea" ucap Faaz.


"Kalau begitu aku saja yang melamar adik mu, apakah boleh Faaz ? " tanya AliQ


"Tenang saja, aku akan membantu mu" seru Faaz sembari tersenyum.


"Aku sudah tau jika AliQ memang masih saja menyukai adik ku, baiklah aku akan mengalah dan sepertinya aku harus segera menikah agar alea bisa secepatnya dinikahkan. bagi kami alea memang beban dengan pergaulan dan tingkah nya selalu membuat kami jengah " Gerutu Fizzy di dalam hati saat mendengar percakapan antar AliQ dan Faaz .


.


.


.


.


"Lihatlah dia tertidur" Ucap ayana seraya tertawa kecil, Mael tersenyum melihat tingkah Ayana yang seperti anak kecil itu. Mael menatap Ayana dengan sangat tajam dan membuat ayana kesal melihat Pandangan yang Mael tujukan untuknya.


"Mael mengapa memandangku seperti itu, kau seperti sedang menatap seekor mangsa saja" seru ayana kembali dengan manja karena tersadar melihat tatapan Mael yang sangat lekat.


"kau sangat cantik memakai gaun ini , aku kagum melihat kecantikanmu" Puji Mael untuk Ayana, Ayana terlihat salah tingkah di hadapan Mael.


"Sudahlah Mael tak perlu Gombal kepadaku, Aku adukan kau kepada daddy ku dan juga papih mu supaya mereka menghukum mu" Ujar Ayana sembari mengerucutkan bibir kecil nya


"Kau begitu sangat menggemaskan Ayana" Ucap Mael kembali.


"Mael, Ayo Acaranya sudah di mulai" Ajak Ayana, Mereka segera pergi untuk menyaksikan acara pernikahan Natasha dan Faaz.


Upacara pernikahan sedang berlangsung dengan sangat sakral dan juga khidmat, semua anggota sudah hadir hanya keluarga uncle yofie yang memang berhalangan hadir. Karena sebelumnya, Rido sudah melakukan panggilan video bersama dengan mereka, mereka sangat senang dan menikmati acara melalui panggilan video yang Ayana lakukan.


beberapa saat kemudian, Natasha sah menjadi istri Faaz. Faaz mencium kening Natasha dan Natasha mencium punggung tangan Faaz, "Terima kasih Nat, sudah mau menjadi istriku" Ungkap Faaz, semua bahagia melihatnya.


Mereka semua Memberikan ucapan Selamat untuk kedua mempelai namun, hanya MaliQh yang tidak mengucapkan selamat kepada kaka nya dan Alea tidak terlihat menghadiri acara pernikahan kaka nya itu.


"Papa Alea kemana, mengapa Faaz tidak melihatnya ?" tanya Faaz seray amelihat kekiri juga ke kanan.


"Papa juga tidak tahu, mungkin adik mu sedang berada dikamar karena seharian ini dia sedang tidak enak badan " Jawab Rido.


"Aku senang akhirnya Tuhan mengabulkan doaku yang setiap hari aku kirim kepadanya" ungkap Aaleesya membuat Faaz menitikan air mata, Faaz tahu betul Jika anaknya memang sangat menginginkan seorang ibu bahkan aaleesya selalu ingin meminta menemui ibunya namun Faaz selalu memberikan alasan.


"Faaz sayang selamat iya aunty sangat senang, jika ibumu masih hidup dia pasti juga merasa bahagia." seru Rani.


"Dia pasti bahagia walaupun tak ada disini tetapi dia selalu berada dihatiku, dan Natasha ( menoleh kearah natasha ) sekarang panggil aku Papa jangan memanggil ku dengan sebutan Tuan lagi. kau juga putriku sekarang" Pinta rido sembari memeluk Natasha.


"Baik TU...emmm maaf.... Maksudku Papa Rido" seru Natasha sembari menunduk malu karena Faaz memandangnya dengan tatapan penuh harap, disisi lain Natasha melihat ada pandangan yang lain seraya memandangnya dengan lekat yaitu MaliQ yang memandangnya dengan penuh cinta.


Rido melihat tatapan kekecewaan saat MaliQ menatap wajahnya, MaliQ memilih untuk pergi memakai mobil sportnya dan meninggalkan pesta walaupun belum selesai. tak lama kemudian Alea keluar tanpa memakai gaunnya dan terlihat seperti kebingungan untung saja beberapa tamu undangan sudah berpamitan pulang terlebih dahulu.

__ADS_1


"Papa apakah acaranya belum di mulai ?" Tanya Alea, dengan sangat kebingungan.


"kamu kenapa sayang?, apa kamu baik-baik saja. papa tadi ke kamarmu dan papa berniat untuk membangunkanmu namun papa urungkan niat papa karena melihat mu tertidur dengan sangat lelap " jawab papa sembari merangkul Alea yang terlihat sangat lemas.


(' *Alea maafkan kaka jika saja kamu bisa berprilaku baik , kaka tidak akan membuatmu tertidur - batin FIzzy )


(' Alea jika saja mael tak memiliki ide itu aku dan kak Fizzy pasti akan kerepotan mengurus tingkahmu yang sangat menyebalkan - batin Ayana* )


Faaz memandang saudara kembarnya dengan tatapan penuh dengan kecurigaan begitupun dengan menatap Ayana juga Mael karena Mael tak bisa menyembunyikan gelak tawa kecilnya melihat tingkah Alea yang seperti orang kebingungan .


"Aku Lemas kaka, papa" -


dan Braaak ....


Alea jatuh pingsan didalam pelukan Rido dan AliQ seketika itu menggendongnya membawa Alea untuk direbahkan di kasur empuknya, Rido juga mengikuti langkah kaki AliQ dengan perasaan kagum melihat aliQ yang sangat sigap.


Fizzy menatap AliQ dengan perasaan cemburunya. Namun, Faaz menarik lengan Fizzy untuk berbicara dengannya begitupun dengan Ayana dan Mael yang ikut dengan Faaz karena Faaz menggoyangkan kepalanya seraya mengajak mereka untuk ikut bersamanya.


"Duduk kalian" Titah Faaz dengan penuh emosi.


Fizzy menatap Faaz dengan penuh Harap agar Faaz tak memarahinya dan meminta Faaz untuk tenang, "Pergilah Faaz, temani istrimu!! kasihan dia," Faaz terus menatap Wajah Fizzy.


"Diam !!!!!!" Bentak Faaz.


mereka semua merasa terkejut mendengar Teriakan Faaz, Apa ada yang bisa jelaskan mengapa Alea bertingkah seperti itu." seru Faaz sembari bertanya kepada mereka, Faaz menajamkan matanya seakan bola mata miliknya akan keluar dari sarangnya itu.


"Ayoo jawab mengapa kalian diam?" Tanya Faaz kembali sengan penuh penrkanan, mereka masih terdiam. dan terlihat Ayana sepertinya takut jika Faaz sudah marah begitupun dengan Mael.


"Oke aku cerita  Faaz, " tukas Fizzy sepertinya Fizzy juga meredam emosinya karena telah melihat pertunjukan yang membuat hatinya luka.


"Baiklah ceritakan kepadaku, aku akan mendengar kan" Pinta Faaz, Namun Fizzy terlihat buyar dan Faaz berteriak kembali" Ayo Cepatttt, " Teriak Faaz sembari duduk dihadapan mereka, Faaz melingkarkan kakinya dan menahan dagunya dengan sebelah tangan dalam hatinya Faaz sangat mencemaskan adik nya itu walaupun Alea sangat nakal dan membuat semua kesal akan tingkahnya.


"Saat itu aku mendengar jika Alea akan berusaha menggagalkan pernikahan mu dengan natasha dan bukan hanya aku, tetapi Mael dan Ayana pun sempat mendengarnya lalu aku menegurnya karena tak ingin itu terjadi dan itu malah membuatnya. dan Mael menyarankan agar membuat Alea tertidur selama pernikahanmu dan kami melakukannya" Jelas Fizzy seraya menjelaskan apa yang terjadi.


"Aku meminta temanku untuk mengirimkan obat tidur kepada Alea karena sebelumnya aku dan Mael mendengar jika Alea meminta bibi moley untuk mengantarkan makanan kekamarnya " Timpal Ayana sembari gugup.


"Dan aku yang menyuruh abrar untuk memberikan makan sebelumnya aku yang menaburi bubuk obat tidur kemakanan Alea, dan 30 menit kemudian aku menyelinap memeriksa keadaan Alea dan melihat Alea tertidur dengan sangat pulas. Maafkan aku Faaz!! " ucap Mael dengan mengatupkan kedua tangannya.


"Siapa yang menyuruh kalian, tidak mungkin Jika ini memang ide kalian saja" Tanya Faaz Kembali.


"Aku Yang memberikan ide itu, Mael dan aku" Ucap AliQ yang datang menghampiri Faaz, Faaz terkejut dengan apa yang AliQ katakan .


"Maafkan aku Faaz karena sebelumnya Alea memintaku untuk bekerja sama, Alea memintaku menculik istrimu karena bagi Alea dia tak ingin kau menggantikan Posisi Rayna namun aku Tak yakin jika Rayna... " AliQ mendesah dan melanjutkan pembicaraannya.


"Sekali lagi maafkan aku Faaz" seru AliQ sembari mengatupkan kedua tangannya, Dan menundukan kepalanya.


"Sudahlah, jika kalian tidak berbuat seperti itu mungkin aku akan lebih kerepotan karena harus mencari natasha dan papa pasti mengalami serangan Jantung kembali. Terimakasih kalian sudah menjaga jantung Papa walaupun papa sebenarnya sudah sehat tetapi bisa saja itu terjadi jika Papa mendapat tekanan " ucap Faaz,

__ADS_1


"Faaz maafkan aku iya" Seru Fizzy sembari memeluk saudara kembarnya, Ayana dan Mael juga memeluk Faaz. AliQ tersenyum sembari memasukan kedua tangannya kedalam saku.


__ADS_2