
Rido dan anggota keluarga lainnya sudah menunggu di depan rumah, mereka ingin menyambut kedatangan Alea yang akan pulang dari rumah sakit bersama Mael dan Noni.
"Lihatlah, Papa dan yang lainnya sudah menunggu kita" Ucap Maliq memberitahu Alea beserta Noni.
Mata Alea terlihat sendu, "Maliq rasanya aku sangat malu!, " Ucap Alea.
"Tidak usah malu Kak, Maliq aja gak malu natap Noni kaya gini" Goda Maliq kembali kepada Noni, Noni terlihat memelototi Maliq.
Maliq tersenyum, "Tenanglah Noni, Aku hanya bercanda" Maliq memarkirkan mobil miliknya tepat di hadapan Rido dan yang lainnya berdiri.
"Tunggu Kaka jangan dulu keluar, " Pinta Maliq,
"Kenapa Maliq?, " Tanya Alea.
"Karena Kaka untuk Maliq adalah orang yang sangat spesial, jadi Maliq harus membukakan pintu mobil saat kakak keluar. tunggulah sebentar" Paksa Maliq kepada Alea, Alea tertawa kecil dan merasa sangat bahagia. karena kini, adik kesayangan sangat menyayanginya.
"Silahkan kesayangan Maliq! " Ujar Maliq, Noni tersenyum saat melihat apa yang dilakukan Maliq kepada Alea dan terlihat sekali Alea sangat bahagia mendapat perlakuan dari Maliq.
Alea berjalan, Rido menyambutnya dengan sebuah pelukan.
Alea memeluk Rido, ia jatuh kedalam dekapan sang Ayah. dekapan yang selalu dirasakan olehnya sebuah ketenangan, "Papa, Maafkan Alea" Ucapnya.
"Sudah, sudah.. kita masuk dulu iya" Ajak Zain, Rido pun berjalan sembari memeluk Alea.
Mereka duduk bersama-sama di ruang keluarga, Alea masih terbenam di dalam pelukan sang Papa kesayangan nya itu,.
Rido menarik dagu Alea, Ia menatap lekat wajah anaknya. "Dengarlah, apapun yang terjadi kepadamu. itu adalah sebuah ujian yang harus kau lewati, Tuhan menyayangi mu dan ingin kau menjadi umatnya. Tuhan merindukan Alea, bersimpuh meminta ampun dan mendekat kepada-Nya."
"Papa gak marah kan? " Tanya Alea.
"Tidak, Papa tidak marah. Papa ingin kau lebih dewasa menyikapinya, jangan buat bayi ini merasa sedih dengan apa yang selalu Alea pikirkan! " Ucapnya.
"Alea udah mulai sayang, dan merasa bersalah Pah! "
"Jelas nak, harus kau lakukan. semoga hal ini tidak pernah terjadi lagi, Semoga kamu dan bayi ini selalu bahagia. hanya itu doa Papa" Ujar Rido.
"Sayang, kita semua sangat menyayangimu" Ucap Rani, Alea memeluk Rani. Alea merasakan pelukan seorang May jika memeluk tubuh Rani, jelas saja walaupun mereka tidak sedarah tapi Rani dan May selalu saja dibilang anak kembar dan mereka memiliki ikatan yang sangat kuat.
"Uncle juga sangat menyayangimu, selalu dan selamanya. Uncle pernah janji kan kalau Alea kelak menjadi ibu, Uncle akan memberikan gelang ini untuk Alea. Uncle akan memberikannya sekarang!," Ujar Richard, ada dua buah gelang peninggalan Risa. mantan istrinya yang juga adik Rido, Richard memakaikan gelang tersebut untuk Alea.
Wajah Alea sedikit mirip dengan Risa, dan Richard selalu senang jika menatap wajah cantik keponakannya itu.
"Dan satunya lagi untuk Ayana!, " Ucap Richard, "Nanti Papih pakaikan saat Ayana menikah dengan Mael iya" Sambungnya, Rani tersenyum melihat wajah Alea yang sangat bahagia saat mendapatkan hadiah.
"Alea juga dapet kado, sepasang sepatu mungil untuk Baby dari Maliq dan Noni" Ucap Alea, wajahnya terlihat sangat bahagia.
Fizzy yang baru datang segera mendekat dan memeluk adiknya, "Alea, Kaka sangat bahagia melihat wajah Alea yang tersenyum seperti ini" Ujar Fizzy, Alea membalas pelukan dari kakaknya itu.
Air mata kembali berderai seakan tak ingin lagi mengering, " Alea bahagia karena Kakak mau maafin Alea, Maafin kesalahan Alea iya kak! " Ucap Alea.
"Kakak selalu menyayangi Alea." Ucap Fizzy.
__ADS_1
"Alea tahu gak, ada kejutan lainnya loh! " Ucap Aliq
Alea merasa sangat penasaran dengan apa yang akan di berikan Aliq, "Lihatlah, Alea mengandung tidak sendiri." Sembari menunjukkan hasil Usg, Aliq tersenyum sangat bahagia.
"Ini calon anak Kak Fizzy dan Kak Aliq? " Semua takjub dan merasa bahagia.
"Iya, Tuhan sekaligus memberikan Papa cucu 3" Celetuk Fizzy membuat bibir Rido menganga tak percaya.
"Kak Fizzy hamil anak kembar? " Tanya Ayana, "Ahh Selamat untuk kalian" Sembari melangkahkan kaki nya Ayana segera memeluk kakak-kakak perempuannya.
"Alhamdulilah, terimakasih Tuhan" Ucap Rido sembari mengusap lembut wajah nya itu, "Papa sangat senang sekali, Kalian harus jaga dengan baik cucu-cucu Papa iya"
Dalam batin Rido, "Dhan, mungkin jalannya saja yang terlihat salah. tapi aku yakin, Tuhan ingin terus menerus membuat kita dekat, kita akan memiliki cucu dari Alea dan Qabil. mereka akan memiliki anak, " Mau tidak mau Rido melupakan perjalanan Alea yang hamil tanpa ikatan pernikahan, Rido mencoba menerima nya namun Rido tetap ingin membimbing Alea untuk lebih dekat dengan Tuhan.
"Alea, selamat iya sayang. jangan lupa minum Vitamin dan makan yang banyak, pokoknya Alea atau pun Fizzy harus jaga kesehatan" Ucap Natasha.
"Aku ngidam disuapin Kakak, bolehkan? " Tanya Alea dengan manja, "Boleh, ayo. mau makan apa? " Jawab Natasha.
"Apa aja asal Kak Natasha yang suapin! " Ucap Alea.
"Baiklah, kalau begitu Aku siapin iya" Alea kembali merasa bahagia, mereka semua benar-benar sangat menyayangi Alea.
"Aku juga mau Nat! " Pinta Fizzy.
"Yaampun, senengnya. keluarga kita pasti akan selamanya bahagia, kita tidak akan merasa sedih lagi iya kan Kak? " Tanya Rido.
Ayana menyeletuk kesal, "Iya dong Mamih, orang yang membuat keluarga kita susah kan juga udah gak ada. pastinya kita akan damai lagi kaya dahulu" Ayana seakan lupa jika Aliq adalah adik dari Rayna, bagaimanapun Rayna adalah Kakaknya dan terlihat sekali Aliq merasa sangat tersinggung saat mendengat perkataan Ayana.
"Ayana, " Mael menatap mata Ayana dan berusaha menyadarkan Ayana, Ayana merasa tidak enak karena telah menyinggung perasaan Aliq.
"Tidak apa-apa ko Ayana, karena memang begitu adanya kan? " Tutur Aliq.
***
5505.. Nomer Apartemen itu terlihat di depan mata Aidil, Aidil berniat untuk menghampiri Rayna yang masih tinggal di Apartemen Aliq dan Fizzy.
Ia berulang kali ingin menekan tombol bel itu, namun ia kembali mengurungkan niatnya.
Saat Aidil akan pergi meninggalkan pintu Apartemen tersebut, Rayna datang dari arah Lift. karena sepertinya Rayna baru saja datang daru luar Apartemen.
"Aidil!! " Wajahnya terlihat kesal namun hatinya merasa senang atas kedatangan Aidil.
"Syukurlah kau datang, " Ia merogoh tasnya, mengambil Access Card Apartemen yang ia simpan di dalam tasnya.
Ia segera membuka kunci Apartemen tersebut, "Aidil, masuklah. ada hal yang harus aku bicarakan dengan mu! " Ucap Rayna, tanpa berbasa-basi Aidil segera menuruti keinginan Rayna.
Aidil duduk di atas sofa, "Kau mau minum apa?, " Tanya Rayna, Aidil tak menjawab pertanyaan Rayna. hanya tatapan penuh kebencian yang ia berikan kepada Rayna, namun masih terselip rasa iba saat menatapnya.
"Kemarin Aku bertemu dengan Sehda, Ia memberikan aku satu buah Wine, ia memarahi ku tapi tetap saja selalu menyayangiku" Ucap Rayna.
"Kau tahu Aidil, Sehda masih ingat wine kesukaan kita. Penfolds grange hermitage tahun 1992, oh iya dia titip salam buat kamu" Cerocos Rayna tanpa henti sembari menyiapkan segelas Wine untuk Aidil.
__ADS_1
"Aku ingin kau berubah!! " Ucap Aidil dengan memandang Rayna lurus, sorot mata nya seakan sangat serius. Rayna terdiam saat mendengar apa yang Aidil minta, "Kau harus melupakan balas dendam mu pada Papa Rido dan Faaz"
"Dia sama sekali tidak bersalah!! " Ucap Aidil.
"Rido dan Istrinya sangat bersalah!!! " Tukas Rayna, Ia seolah merasa tersinggung dengan apa yang diucapkan Aidil.
"Aku tidak akan membuat Keluarganya bahagia Aidil, dan kau tahu itu! " Teriak Rayna, otot leher terlihat menegang. sepertinya ia tidak mampu menerima keinginan Aidil, "Kau tidak perlu membantuku!! karena aku sudah mendapatkan apapun keinginanku!! "
"Kau tahu betapa kejamnya mereka!!, mereka membuat Papa dan Mami ku bercerai dan saat Papa menikah dengan wanita itu, mereka terlihat sangat bahagia" Gerutu Rayna.
"Dan andai saja kau tahu, bagaimana wanita itu memperlakukan ku! " Ujar Rayna, "Papa lebih mendengar keinginannya dibandingkan Aku!! dan aku tidak bisa menerima itu semua!! "
"Rayna, kau salah paham. Ibu Aliq itu baik, dia sangat menyayangi mu dan permasalahan di dalam rumah tangga ibu mu dan ayah mu. Papa Rido sama sekali tidak mengetahuinya, Papa Rido hanyalah seorang teman yang membantu temannya kala temannya itu membutuhkan biaya untuk bangkit"
"Dan andai saja kau tahu siapa yang selalu memberikan biaya untuk mengobati ibu mu serta mengirimkan segala kebutuhan nya, kau akan malu!! " Ucap Aidil, ia mencoba membuat Rayna mengerti.
"Tidak!, Aku tidak ingin kalah Aidil!!! " Seru Rayna penuh penekanan, "Aku tidak ingin kalah!!" Serunya kembali.
"Tolong jangan ganggu mereka Ray!! " Pinta Aidil, "Kau boleh melampiaskan amarah mu kepadaku, tapi hentikan membuat mereka menderita!, Aku mohon Ray!! " Aidil mengatupkan kedua tangannya seraya memohon dihadapan Rayna.
"Tidak Aidil, kau tidak tahu yang sebenarnya!! " Ucap Rayna.
"Kau yang tidak tahu sebenarnya Rayna!!! " Bentak Rayna.
"Sejak kapan Papa mu mengajarimu melakukan kejahatan, sejak kapan Papa mu menginginkan mu melakukan hal konyol!! " Gerutu Aidil kembali.
"Apa kau lupa Aidil, Papa selalu menghinamu! Papa selalu tidak setuju saat aku bersamamu. Papa ku memiliki otak yang picik, dia malah lebih setuju aku menikah dengan Faaz"
"Karena saat itu Papa Harry menjadi seorang Ayah yang sesungguhnya, Papa mu tidak ingin kau hidup sengsara dan aku mengerti keadaan ku saat ini" jelas Aidil kembali, "Tolong sadarlah Ray, kau tak perlu melakukan balas dendam lagi sudah cukup, Papa mu dan ibu Aliq sangatlah menyayangi mu! "
"Percayalah padaku Ray!!
Rayna menggelengkan kepalanya, Ia tak ingin menuruti keinginan Aidil. Rayna malah mengusir Aidil dari dalam Apartemennya, "Pergilah Aidil, kau memang sudah tidak berguna untuk ku. saat ini aku sama sekali tidak mengenal dirimu! " Gumam Rayna kesal, Ia mendengus kesal karena melihat Aidil yang sudah tak mau berpihak kepadanya.
"Aku mohon Ray, jangan kau buat dirimu susah dengan melakukan hal-hal itu"
"Pergi Aidil, pergilah jika tidak aku akan teriak dan mengadu pada Security disini jika kau akan mencelakai ku! " Anc Rayna, Aidil merasa takut saat mendengar ancamannya itu. Ia pun segera bergegas pergi meninggalkan Rayna seorang diri.
Rayna merasa kalah, "Argggghhhjh" Teriaknya dengan kencang.
"Lihat saja Aidil, kau sudah bukan siapa-siapa untuk ku. kau mengubah hidupku, aku merasa kau menjadi lelaki ku tapi kini kau sama saja dengan Faaz!! "
"Kau memang membuat hatiku merasa sakit, kalian sama saja" Rayna memecahkan gelas yang berisikan wine itu, Ia meneguk wine langsung dari dalam botol tersebut.
Ia meminumnya seakan seperti meminum sirup tanpa alkohol, ia terlihat sangat frustasi karena merasa Aidil telah membuangnya.
Rayna mulai mabuk, ia berceloteh kesal.
"Kalian semua target ku!! " Hahahah teriaknya dengan kencang, Rayna benar-benar tidak bisa mengontrol emosinya.
"Apalagi kau Natasha, Alea. kalian target Utama untuk ku" Ucapnya di iringi gelak tawa tanpa henti, Ia juga meneguk kembali wine tersebut hingga habis tak bersisa.
__ADS_1
"Haaaa, Rayna yang sangat malang" Ia seolah mengasihani dirinya sendiri, Rayna sudah tidak. merasa kuat. tepat di area Dapur, Rayna tak sadarkan diri hingga tertidur pulas. pintu Apartemennya pun tidak terkunci dan saat itu Aliq yang datang untuk mengecek keadaan Rayna terlihat sangat mengkhawatirkan Kakaknya.
"Rayna! " Panggil Aliq dengan sedikit berteriak.