
" ya ampun sudah besar sekali perut nona muda , faaz tampannya kamu sayang " ucap lira yang memberikan sentuhan lembut di perutku, lira sangat cantik memakai gaun pengantin berwarna putih dengan sentuhan magic di wajahnya ... rambutnya terangkat keatas menambah kesan yang sangat elegant .
" iya lira sudah sangat engap dan kehamilanku kali ini sangat susah makan " ucapku kepada lira
" tapi tetap cantik ko nona " seru lira sembari tersenyum kepada ku
sebenarnya kami mengendus kabar tak sedap mengenai jimmy dan lira , mereka terkena penipuan oleh orang yang menjadi partner bisnis nya tetapi rido melarangku untuk menanyakan perihal itu karena jimmy akhir-akhir ini menjadi orang yang sangat tertutup .
kami semua berkumpul , dhan yang sempat mengalami tragedi sesaat sebelum penerbangan berhasil melewati masalahnya dengan sangat apik hingga dhan dapat menyaksikan adiknya menikah .
selesai acara yang mereka gelar kami masih berbincang bersama kecuali papa hendra dan mama serly juga yofie yang harus segera melakukan penerbangan ke inggris .
" lira kamu cantik sekali dan sekarang aku tegas kan sekali lagi ,, ku mohon kau jangan memanggilku nona atau tuan lagi, panggil kami kaka saja itukan lebih enak didengar " pintaku kepada lira .
" lira , kau gemukan sekarang terlihat dari pipi mu yang sudah bengkak itu " seru dhan sembari mencubit gemas pipi adiknya itu , kami tersenyum melihat keakraban diantara mereka . mael anak rani tertawa kegirangan melihat kami yang lagi-lagi tertawa melihat pertengkaran kecil mereka .
__ADS_1
" lihat jim, kak dhan mengejek ku gemuk " manja lira kepada jimmy , membuat jimmy merangkul dan membelanya .
" gak apa kok sayang , yang penting kamu dan anak kita sehat " ucap jimmy keceplosan membuatku terkejut dengan kabar ini .
" benarkah ??? ya ampun kenapa kamu gak cerita lira , hmm berbulan-bulan aku tak berada di indo banyak hal yang kami tak tahu iya " ucap ku menggoda lira dan jimmy .
" habisnya kita malu dengan keadaan ini nona " ucap lira memberitahu kami
" sudahlah , itu kan urusan kalian kita tidak akan mencampurinya " ujar zain yang mencoba menenangkan jimmy juga lira , zain menepuk bahu jimmy yang tertunduk malu .
" ayoo kita bersulang ,, " ajak zain , bukan minum alkohol atau minuman memabukan iya kami hanya minum orange juice kok .. tenang sajaaaa hehehehe
kami bercerita kesibukan masing , aku melihat dari kejauhan papa sedang berbincang hangat dengan ayah , ibu , mama juga om rusli sedikit info iya om rusli memang belum pernah menikah tetapi om rusli sudah memiliki anak asuh yang di besarkan bersama papa juga ayah ..dia adalah richard hak asuh resmi richard jatuh ketangan om rusli saat itu tetapi richard tidak pernah melupakan papa ataupun ayah yang pernah berjasa dalam hidupnya .
" lihatlah canda tawa anak-anak kita , dulu aku selalu membayangkan bahwa aku bisa melihat anak-anak ku dewasa dan sekarang aku merasakannya " ungkap om rusli seraya menitikan air matanya melihat kami yang sedang tertawa terbahak-bahak
__ADS_1
" anggaplah mereka anak-anak mu , kau pantas menjadi ayah dari mereka rus " ucap ayah kepada om rusli
" terimakasih sudah selalu menganggapku saudara kalian walaupun dulu kita berbeda keyakinan tetapi kau dan gusti selalu menghargaiku " ungkap om rusli kembali
" kau juga selalu menghargai kami , kita sama dan tak ada perbedaan apapun " ucap papa yang segera memeluk om rusli .
mereka sedang asyik berbincang , om rusli melihat raut wajah letycia yang sudah hingar bingar seperti menahan rasa sakit diperutnya . om rusli mendekat dan bertanya keadaan letycia .
' apakau baik-baik saja anak ku ? tanya om rusli yang datang menghampiri kami , kami terdiam melihat wajah letycia yang sudah terlihat pucat pasi .
" kamu gak apa kan sayang ? kita pergi kerumah sakit saja iya " tanya zain
" om apa cia akan segera melahirkan ? " tanya zain kembali kepada om rusli.
om rusli memegang nadi letycia dan meminta agar zain menggendong letycia dan membawanya kemobil bersama om rusli , aku meminta bu nina dan carry menunggu di hotel tempat ku menginap karena perjalan dari rumah papa ke gedung tempat jimmy menikah sangat jauh . kami memutuskan untuk pergi bersama kerumah sakit untuk menemani zain yang sudah sangat kebingungan .
__ADS_1
" kamu tenang ya zain , cia bakalan baik-baik aja kok " ucap rido
cia terlihat sudah tak sadarkan diri dan mengeluarkan banyak darah dari area vitalnya , sebelumnya cia memanggil-mangil nama ku dan rido dan menggenggam tangan kami dengan erat tapi om rus membawa segera cia keruang operasi dan memisahkan gengaman tangannya dengan tangan kami .