
Faaz masuk kedalam kamar Rayna, terlihat Rayna sedang tertidur. sebenarnya Rayna memang berpura-pura tertidur dan Anfal Nya tadi memang Ia sengaja untuk mendapat rasa kasihan dari semua Anggota keluarga di rumah.
"Aku harap Kau berubah seperti dulu Faaz" Batin Rayna bergumam.
"Andai saja kau tahu Ray, Aku tahu ini semua hanya kepura-puraan" Faaz menatapnya dengan sini, Faaz flashback masa lalu Rayna.
#Flashback On.
Rayna adalah seorang bintang kampus dan Dia terkenal dengan gaya cantiknya, postur tubuh yang bagus dan gaya bicara yang sangat sopan. banyak lelaki yang sangat tergila-gila kepadanya, termasuk Faaz sendiri.
Faaz sendiri sangat ingin menjadikan Rayna sebagai kekasihnya, Namun saat itu Faaz yang memiliki jiwa Introvert lebih memilih untuk mengagumi tanpa Rayna tahu.
seketika itu, Rayna mulai menyukai Faaz namun Rayna selalu menganggap semua lelaki hanya ingin mendapatkan kepuasan tubuhnya saja hingga saat itu Rayna tak sengaja bertingkah Aneh kala Ia meneguk minuman di gelas yang diberikan seorang lelaki. saat itu Acara Party ulang tahun sahabatnya Azri yang juga sahabat dari Faaz, Faaz melihat Rayna seolah menari-nari riang di atas meja.
"Bentar Az," Ucap Faaz ia berjalan menghampiri Rayna yang sedang menari itu, lekuk tubuh Rayna membuat siapapun penasaran dengan isi dalam baju nya. Faaz merasa iba saat melihat perempuan yang ia sukai Menari bebas dan di lihat oleh banyak lelaki. Faaz menghampiri Rayna.
"Faaaaazzzz" Panggil Rayna yang terlihat sangat Mabuk, Faaz menarik lengannya namu Rayna menolak. semua orang tak berrani menghalangi keinginan Faaz.
"Turun, " Faaz menarik tangan Rayna, Ia memakaikan Jas miliknya ditubuh Rayna dan menggendongnya menuju mobil. Rayna meracau berbicara seakan Faaz telah merenggut masa-masa indahnya.
"Om Harry kalau tau lo kaya gitu, dia bisa-bisa marah." Ucap Faaz, Faaz mengantarkan nya ke sebuah Apartemen. di sana Aliq sudah menunggu dan Faaz segera mengantarkan Rayna ke kamarnya dibantu oleh Aliq.
"Thank iya Faaz, gw harap lo gak bilang sama bokap gw." ucap Aliq,
"Tenang aja liq," Faaz pun mengiyakan dan berpamitan pulang. singkat cerita saat itu Rayna mulai mendekati Faaz, Rayna mulai menyukai Faaz. Faaz juga tak kalah terkenal di sekitaran kampus itu, Namun Faaz terkenal dengan sikap Introvert nya dan banyak sekali wanita yang ingin sekali dekat dengan Faaz.
Faaz memiliki prinsip tidak akan menjalin pacaran terlebih dahulu, karena itu merupakan sebuah amanah dari Ibunya. Dan hubungan Faaz dan Rayna mulanya hanya berteman, namun saat itu Rayna selalu menganggapnya sebagai kekasih Faaz.
suatu seketika Faaz mengetahui jika Rayna bertemu dengan seorang lelaki misterius, Lelaki tersebut yang sering Rayna hubungi. Faaz ingin sekali mencari tahu lelaki itu, namun sangat disayangkan Faaz sama sekali tidak mendapat akses untuk mengetahui lelaki yang selalu menghubungi Rayna.
"Aku sangat mencintaimu Rayna, Tapi ada apa ini?. kau menghubungi lelaki itu?." Tanya Faaz saat mulai merasa kecewa. sedikit cerita mengenai Rayna, lelaki itu yang di duga Faaz sebagai mantan kekasihnya beberapa tahun lalu, "jika kau memang ingin bersamanya, maka kita tidak usah menikah." Gerutu Faaz.
"Dia yang menghubungi ku sayang, Aku mohon jangan membuat ku menderita dengan membatalkan pernikahan ini." Tutur Rayna, tak lama kemudian Faaz berbicara mengenai pernikahannya bersama Rayna kepada Rido, Faaz berucap ingin menikahi gadis yang sangat ia cintai selama 2tahun ke belakang. dan Faaz melihat Rayna banyak sekali perubahan selama bersama dengannya walaupun selama dua tahun ini Faaz menganggap hanya menjadi teman dekat tanpa berpacaran.
Rido hanya bisa menyetujuinya apalagi, Rido tau Rayna kecil. Rayna anak perempuan dari sahabat serta rekan bisnisnya, Rido pun menikahkan Rayna bersama Faaz. dan saat Malam pertama, Faaz dan dia akan memulai Malam pertamanya. Namun dia terhenti kala Faaz mulai menciumi tengkuk lehernya, "Faaz.." lirih Rayna memanggil Faaz sembari menatap sayu wajahnya.
"Kenapa?," Tanya Faaz..
"Aku ingin jujur perihal sesuatu kepadamu Faaz." Ucap Rayna.
"Apa?," Rayna menelan ludahnya, "Apa sayang?, katakanlah kau tak usah ragu."
"Kau tidak akan marah kepadaku kan?" Tanya Rayna.
"Tidak, " jawab Faaz singkat sembari tersenyum, Ia menghapus keringat yang ada di dahi Rayna.
"Aku sudah bukan Virgin Faaz, Maafkan Aku."
Bagaikan tersambar petir di siang hari, sebenarnya Faaz tidak mempermasalahkan perihal keperawanan. hanya saja Faaz kecewa mengapa Ia tidak jujur dari Awal kepadanya.
"Kau sedang bercanda?" Tanya Faaz, Ia mencoba menahan amarahnya.
"Tidak," Rayna tertunduk lemas, wajah nya pun terlihat sangat malu.
__ADS_1
"Tidurlah, kau mungkin lelah." Ucap Faaz.
"Tidak mau, Kau harus melanjutkan itu" Ucap Rayna seraya memohon, "Jika tidak Aku akan membuat diriku sendiri menderita dihadapan mu." Ancam Rayna, Faaz pun segera melakukannya dengan perasaan kecewa.
Singkat cerita kembali, Rayna Hamil itupun 2minggu setelah hari pernikahan bersama Faaz, dan Sebenarnya Faaz sudah menaruh curiga. Rayna berucap jika Ia sedang hamil 1 bulan dan wajar saja jika dia hamil di 2minggu pernikahan, namun saat Ia memeriksakan kandungannya bersama Faaz, dokter berucap jika kandungan Rayna sudah hampir 3 bulan.
Faaz yang malang, tertutup oleh cintanya kepada Rayna hingga Ia pun tanpa sadar menutupi kerisauannya. dan yang lebih disayangkan, ternyata lelaki misterius itu adalah Aidil, Sahabat Faaz yang juga Anak dari seorang supir pribadi Rido selama di Australia. bahkan saat itu Aidil menjadi supir yang menemani Faaz kemanapun Ia bepergiaan.
Rayna enggan bercerita kepada Faaz, Ia sekuat tenaga menutupi semuanya. hingga Akhirnya Faaz mendapati sebuah chat pada Telegram milik istrinya, "Aku ingin mengusap perutmu, Dia anak ku kan?." ucap lelaki itu.
"Aku Ingin kau tahu, bahwa Aku mampu memberi mu seperti suami ku berikan." Ucap lelaki itu, dan lebih sakit hati lagu. Ayana melihat jika selama Faaz berada di kantor, Rayna selalu menyambungkan ponselnya bersama lelaki itu bahkan saat itu Ayana selalu dibuat penasaran karena dengan sapaan Cinta Rayna memanggilnya.
Tepat kehamilan 8 bulan menurut Faaz, Ia mulai menyadari hal yang sangat janggal. namun Rayna berucap jika Ia sengaja melakukan Prank itu untuk membuat satu kejutan kepada Faaz, lagi dan lagi Faaz mempercayainya hingga kecemasan itu hilang dari ingatannya.
suatu hari Ia mendapat berita dari Papanya mengenai Rayna yang sengaja memeluk Aidil di depan gudang belakang dan itu tertangkap Kamera bahkan, Abrar pun sempat melihatnya. Faaz menanyakan hal itu namun, Rayna berdalih jika saat itu Dia akan terjatuh dan Aidil menyelamatkannya. mereka mencoba percaya, Namun tidak dengan Faaz hingga kelahiran itu tiba dan benar saja Aaleesya bukan anak biologis Faaz.
#Flashback Off
Rayna membuka matanya, "Faaz." panggil Rayna dengan suara pelan.
"Tidurlah, Aku akan menemani mu disini." Sembari duduk di atas sofa, Faaz pun memasang wajah ketusnya.
"kau harus tidur di sampingku, " pinta Rayna, "Aku ingin memelukmu Faaz." Rayna seakan memohon kepada Faaz.
"Tidurlah, jika kau memaksa Aku akan pergi keluar meninggalkan mu." Ancam Faaz, "Baiklah." jawab Rayna dengan Singkat.
"Faaazzz" Panggil Rayna dengan nada yang sangat manja.
"Aku akan merebut kembali hatimu Faaz," - batin Rayna.
"Aku memberikan hati dengan sepenuhnya, namun yang kudapat hanyalah goresan luka yang membuatku enggan merasakan cintamu lagi." Gumam Faaz dalam hatinya, "Bahkan saat itu, Aku menyia-nyiakan setidaknya satu jam per hari untuk berbaring di tempat tidur. Lalu aku menyia-nyiakan waktuku untuk mondar-mandir. Lalu untuk berpikir, serta diam dan tak mengatakan apa pun karena aku takut akan merasa gagap dengan membicarakan kejelekanmu"
***
Di dalam kamar Sepasang pengantin, Angin kecil yang keluar dari celah-celah jendela itu membuat hawa kamar menjadi sejuk. Fizzy terdiam menatap Aliq yang sedang sibuk mengepak pakaiannya.
"Aliq biar Aku saja, " Ucap Fizzy.
"Biarkan saja, kamu tadi udah beresin pakaian kamu yang segudang itu kan?." Tolak Aliq saat ia mendapat bantuan sari Fizzy.
"Baiklah, " Jawab Fizzy, "Jadi kita akan pindah esok saja." Aliq mengangguk pelan, Fizzy pun beranjak dari ranjangnya. ia mengganti pakaiannya dengan memakai pakaian yang biasa ia pakai untuk tidur.
"Aliq, Aku tidur duluan iya." Ucap Fizzy, Ia menumpukan guling di tengah ranjang sebagai sekat untuk tempat tidur Aliq nanti.
"Fizzy, " Panggil Aliq.
"kenapa?." Tanya Fizzy.
"kau mengapa membuat sekat itu lagi." Ucap Aliq.
"Tidak apa-apa!, biar kau tidur nya leluasa aja." Aliq pun beranjak dari duduknya, Ia mengambil guling dan melemparnya ke atas sofa. Fizzy merasa heran saat melihat Aliq bertingkah aneh seperti itu.
"Mengapa kau melemparnya?." Tanya Fizzy.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, biar kau tidur nya leluasa aja." Jawaban Aliq seakan sama dengan jawaban Fizzy sebelumnya.
"Dasar Aneh!" seru Fizzy, Aliq duduk kembali di atas sofa dan membereskan kembali pakaian nya.
"Aliq." panggil Fizzy pelan, "Hmmm" Jawab Aliq
"Kau tidak ngantuk?." Tanya Fizzy
"Tidak." Aliq menjawab dengan singkat, Fizzy membangunkan badannya. Ia terlihat duduk menatap kearah Aliq.
"Kau sendiri mengapa tidak tidur?," Tanya Aliq.
"Tidak, Aku tidak mengantuk."
"Ya sudah, " Aliq bangun dan beranjak sembari menggeliatkan badan Atletisnya, Ia membuat Fizzy terkesima dengan badannya itu.
"Kenapa kau melihat ku seperti itu, ngiler iya?." Dengan pedenya Aliq bertanya demikian dan pertanyaan Aliq membuat Fizzy merasa malu.
"Eng..enggak Apaan sih?." Sembari terbata-bata Fizzy menjawab pertanyaan Aliq.
"Muka kamu kok gitu." Aliq mendekat membuat Fizzy semakin merasa malu, "Bentar, Lihatlah mengapa dengan wajahmu itu Fizzy." Fizzy sontak merasa kaget, Ia berlari kembali ke kamar mandi dan melihat kaca. entah apa yang membuat Fizzy berlari demikian.
"Hey mengapa kau berlari Fizzy?." teriak Aliq dengan nada sedikit pelan.
"Tidak, Apa-apa." Sahut Fizzy.
"Mengapa dengannya?." Gumam Aliq. Fizzy keluar dari kamar mandi, Ia menampakan wajahnya yang terlihat memerah.
"Wajahku tidak apa-apa kan Aliq?, memangnya ada apa di wajahku." Tanya Fizzy dengan polosnya.
Aliq menghampiri dan berkata "Sebentar," Ia melihat wajah Fizzy dengan lekat, Wajah mereka saling berdekatan satu sama lain. mata nya pun saling bersahutan dengan sangat lembut, Jantung keduanya terdengar berdegup kencang.
"Aliq, Kau mengapa sedekat ini menatap ku?." Tanya Fizzy, Ia mengerutkan dahinya. Aliq tersenyum, tangan kirinya merangkul pinggang Fizzy. Ia terlihat semakin merasa gugup kala mendapat perlakuan itu, nafasnya terlihat tersengal. Aliq semakin dekat dan semakin dekat.
"Aliq, " Panggil Fizzy, "Kau mau Apa?." tangannya semakin bergetar.
Fizzy menutup matanya, Ia seakan gugup "Sepertinya ada debu halus yang akan menghalangi mata mu, Aku ambilkan iya." Ucap Aliq
"Nah sudah," Ucapnya, Fizzy terlihat menghela nafasnya dengan sangat berat.
"Huuuuuu..." Nafasnya terdengar sangat kencang, "Aku kira...?" Fizzy menghentikan kalimat yang ingin Ia ucapkan.
"Kira apa?," Tanya Aliq.
"Enggak, Aku mau tidur. Permisi" Ucap Fizzy, Ia segera merebahkan dirinya di atas ranjang. Tak hanya itu Fizzy juga menarik selimutnya hingga keatas dada miliknya. Fizzy juga meyampingkan badanya dengan sangat sarkas membuat selimut itu melilit di sekujur tubuhnya dan hasilnya Fizzy tak bisa bergerak dengan leluasa.
"Dasar Aneh," Umpat Aliq kembali.
"Kau yang Aneh!!!" tukas Fizzy dalam hatinya.
.
.
__ADS_1