TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. Peran Penting


__ADS_3

Maliq terdiam saat Noni menerima panggilan suara dari ayahnya yaitu Dokter Hans.


Noni menghubungi Ayahnya dan memberitahu bahwa dia sedang berada di dalam kediaman Rido, dan Dokter Hans menyambut hangat putrinya yang berniat ingin membantu perawatan Alea.


"Terimakasih Daddy, karena kau mempercayai ku!, " Ucapnya seraya mematikan panggilan pada ponselnya tersebut.


"Noni, apa yang akan kau lakukan kepada Kaka ku?, " Tanya Maliq.


"Aku dan Daddy hari ini akan melakukan Hypnotherapi atau psikotherapy untuk Alea" Jawabnya.


"Untuk apa? apa kakak ku sangat parah keadaannya?,, " Tanya Maliq kembali,


"Nanti aku jelaskan setelah kedatangan Daddy ku?," Tutur Noni,


"Jelaskan sekarang, Aku mohon" Paksa Maliq, Nini tersenyum.


"Baiklah, sebelum Aku menjelaskannya.. Aku ingin kau menjawab pertanyaan ku" Pinta Noni disambut senyuman Maliq, tanda ia mengiyakan keinginan Noni.


"Apa kau pernah bermasalah dengan kakak mu yaitu Alea?," Tanya Noni.


"Kau punya adik?, " Tanya Maliq kembali seraya membalikan pertanyaan nya.


"Aku sedang bertanya kepadamu Tuan Kejam!, kau malah menanyakan pertanyaan kembali kepada ku!!" keluh Noni


"Itu dia, pantas saja. kau tak mengerti!! setiap adik kakak pasti ada permasalahan, ya jawabannya pernah lah!, " jawab Maliq.


"Baiklah, " jawab Noni tak bersemangat,


"Yasudah jelaskan!!," Tegas Maliq meminta penjelasan kepada Noni.


"Apa kau tadi tidak mendengar istilah penyakit skizofrenia? " Tanya Noni dengan nada yang terdengar kesal, "Dan apakah kau tak tahu penyembuhannya bisa melalui psikoterapi? " Tanya Noni kembali.


"Dengar, kau juga kan sudah menjelaskannya!, " Sahut Maliq.


"Aku hanya ingin kau menjelaskan metodenya saja" Gumam Maliq kembali.


"Baiklah, Aku akan menjelaskannya kepada Calon Dokter kandungan hebat seperti mu!!, "


"Psikoterapi adalah salah satu metode penanganan yang umum dilakukan untuk menangani berbagai masalah kejiwaan, seperti stres berat, depresi, dan gangguan cemas. Psikoterapi biasanya dilakukan perorangan, tapi terkadang juga bisa dilakukan secara berkelompok."


"Psikoterapi merupakan salah satu langkah penanganan yang paling sering dilakukan oleh psikiater dan psikolog untuk menangani gangguan emosional atau masalah psikologis yang dirasakan oleh pasien."


"Karena Alea Merasa putus asa atau sedih yang luar biasa selama beberapa bulan, misalnya karena depresi, Rasa cemas, takut, atau khawatir yang berlebihan yang menyebabkan kesulitan dalam menjalani aktifitas seperti sekarang sehingga perubahan suasana perasaan atau mood yang ekstrim"


"Dan Mulai menunjukkan perilaku negatif, seperti mudah marah, lalu memiliki halusinasi dan memiliki obsesi karena permasalahan di rumah yang membuat kesadarannya setengah hilang begitu saja, maka Seorang psikolog harus segera memberinya terapy."


"Apa terapy nya akan membuat nya kesakitan?" Tanya Maliq.


"Tidaklah!!, " Tukas Noni.


"Alea akan menjalani terapi psikoanalitik dan psikodinamik" Gumam Noni,


"Apa itu?, " Tanya Maliq.


"Jenis psikoterapi ini akan menuntun pasien melihat lebih dalam ke alam bawah sadarnya. Pasien akan diajak untuk menggali berbagai kejadian atau masalah yang selama ini terpendam dan tidak disadari. Dan mudah-mudahan dengan cara ini, pasien dapat memahami arti dari setiap kejadian yang dialaminya. Pemahaman baru inilah yang akan membantu pasien dalam mengambil keputusan dan menghadapi berbagai masalah." Jelas Noni, Maliq pun mendengarkan apa yang sedang ia jelaskan.


"Lalu, jika merasa gagal kami akan melakukan jenis terapi kedua yaitu terapi interpersonal" Tutur Noni, "Jenis psikoterapi ini akan menuntun pasien untuk mengevaluasi dan memahami bagaimana cara pasien menjalin hubungan dengan orang lain, misalnya keluarga, pasangan, sahabat, atau rekan kerja. Terapi ini akan membantu pasien menjadi lebih peka saat berinteraksi atau menyelesaikan konflik dengan orang" Jelas Noni kembali.


"Yang terakhir adalah Hipnoterapi. " Ucap Noni.


"Nah, bagi ku jenis terapi inilah yang sangat dibutuhkan oleh kakak mu!, namun Daddy berucap kita harus memulai metode dari awal" Ungkapnya.


"HIPNOTERAPI adalah teknik psikoterapi yang memanfaatkan hipnosis untuk membantu pasien agar bisa mengendalikan perilaku, emosi, atau pola pikirnya dengan lebih baik. Metode psikoterapi ini cukup sering dilakukan untuk membuat pasien lebih rileks, mengurangi stres, meredakan nyeri, hingga membantu pasien berhenti melakukan kebiasaan buruknya, misalnya merokok atau makan berlebihan."


"Karena, untuk menangani masalah kejiwaan, psikoterapi sering kali dikombinasikan penggunaan obat-obatan, misalnya obat anti-depresan, antipsikotik, obat pereda cemas, dan penstabil mood (mood stabilizer), tergantung apa diagnosis penyakit atau masalah kejiwaan yang diderita pasien."


"Selain itu, hasil dari psikoterapi pun akan berbeda pada tiap individu. Jenis psikoterapi tertentu mungkin cocok untuk satu pasien, namun belum tentu efektif jika diterapkan pada pasien yang lain." Jelas nya kembali.


"Thank, Noni. terimakasih sudah mau menjelaskan" lirih Maliq, ia memikirkan apa yang di tanyakan di awal oleh Noni.


"siap Tuan, kau harus menemani nya menjalani terapi ini" ujar Noni..


"Aku harus menemaninya, karena mungkin awal permasalahan semua ini adalah Aku! " Ujar Maliq di dalam hatinya.


"Kalian disini rupanya?, " Tanya Faaz kepada Noni dan Maliq,


"I.. Iya Kak Faaz" Jawab mereka bersamaan.


"Fizzy akan pergi sebentar, Aku juga harus menuju rumah sakit. Ayana dan Mael akan menemui Aunty Rani. aku mohon temani Maliq untuk menjaga Alea sebentar, bisakah kau membantu ku Noni?, " Tanya Faaz.


"Bisa Kak, Noni gak ada kerjaan juga kok!, " jawabnya sembari tersenyum.


"Ya sudah, Maliq titip Papa dan Om jimmy juga iya"


"Kak Fizzy mau kemana kak? " Tanya Maliq


"Dia dan Aliq mau mengantarkan Rayna untuk sementara tinggal bersama nya di Apartemen."


"Oh, baiklah"


Mereka memutuskan untuk membawa Rayna dan menyembunyikan nya dari jangkauan Alea sampai penyelidikan kepolisian mengetahui jika Rayna terlibat atau tidak.


awalnya Rayna meronta, tidak mau Aliq dan Fizzy membawanya. namun mereka menjelaskan kondisi Alea yang sangat berbahaya jika bertemu dengan nya, Rayna juga belum mengetahui jika sosok lelaki yang terlibat itu telah tertangkap.


Ia hanya tahu jika permasalahan ini sudah di tutup oleh pihak keluarga, dan mereka sengaja membohongi Rayna.

__ADS_1


Faaz kembali menoleh ke arah Noni, "Noni, terimakasih lagi dan lagi aku ucapkan, terimakasih sudah membantu kami" Ucap Faaz.


"Iya Kak, tak usah sungkan. Noni seneng malah jadi gak kesepian" Ucapnya kembali.


"Ya sudah, Kaka berangkat sekarang iya."


"Iya Kak, hati-hati dijalan. kabari saja jika adik Kaka butuh darah kembali" Jawab Noni kembali, Noni menatap Maliq.


"Kau mau kemana?, " Maliq bertanya kepada Noni yang dengan sigap melangkahkan kaki meninggalkan Maliq,


"Aku mau ke kamar Alea, " jawabnya.


"Ya sudah Aku ikut, "


"Oh Iya.. Tuan kejam, siapa Rayna?" Tanya Noni.


"Istri Kaka ku!, " Jawab Maliq singkat, mereka berjalan dengan pelan dan saat Noni mendengar jawaban Maliq, Noni pun terdiam menghentikan langkahnya. Noni terlihat terkejut


"Hah!," mulutnya menganga.


"kenapa?, " Tanya Maliq,


"Istri Kak Faaz?, " Tanya Noni kembali.


"Iya. " Noni tetap terdiam, ia merasa bingung karena saat Faaz berada di rumah sakit. Faaz menceritakan, bahwa dia juga sedang menunggu kepulihan istrinya.


"bukannya istri nya di rumah sakit" Gumam Noni di dalam hati, "Apa istrinya dua?, Ya ampun" Gumamnya kembali di dalam hati sembari menggelengkan kepalanya kecil.


"kenapa? bingung iya?, " Tanya Maliq, membuat Noni mengangguk pelan.


"Kak Rayna adalah istri pertama kak Faaz, waktu itu.... " Maliq melanjutkan cerita mengenai Faaz dan Rayna dengan sangat detail, entah mengapa Maliq mau terbuka mengenai permasalahan dirumahnya kepada Noni. padahal sebenarnya, Maliq adalah orang yang paling tidak mau bercerita mengenai keluarga nya kepada siapapun.


Noni mendengarkan dengan seksama mengenai cerita yang sedang Maliq ceritakan...


**


Faaz sudah sampai di suatu tempat, Faaz memang berbicara ingin pergi ke rumah sakit. namun sebenarnya Faaz pergi untuk menemui Aidil, Faaz memarkirkan mobil mewahnya itu.


tak lama kemudian Faaz masuk ke dalam Gedung Apartemen yang di tinggali oleh Aidil.


di hadapan Kamar 505 itu, Faaz terdiam sejenak. ia juga terlihat memejamkan matanya sebentar.


Faaz memencet bel nya, tak lama kemudian Aidil keluar dari dalam kamarnya.


"Faaz, " Aidil terkejut atas kedatangan Faaz.


Brugg..


Faaz memukul Aidil dengan sangat keras hingga Aidil tersungkur ke atas lantai, "bangun.. Lawan Aku jika mau?! " Gumam Faaz.


"Berhentilah bersikap tidak tahu!!, " Gumam Faaz, "Kau, " tunjuk Faaz dengan geram.


"Aku tak mengerti dengan maksudmu Faaz, mengapa kau datang lalu memukul ku seperti ini" sergahnya membuat Faaz semakin bertingkah geram, Faaz kembali menghampiri Aidil, mendekatinya lalu kembali mendaratkan kembali pukulan.


"Kau masih tidak ingin mengakui apa kesalahan mu?, Apa harus aku yang menjelaskan apa yang sudah kau lakukan di belakangku?!!" Ungkap Faaz, tatapan sarkas dan lekat itu membuat Aidil bertingkah celingukan. sembari menahan sakit, Aidil mencoba beranjak untuk berdiri. walaupun bubuh tubuh nya merasa sakit karena mendapat pukulan dari Faaz, Ia tak mampu membalas karena ia tahu bagaimana kemarahan Faaz itu.


"Kau sudah berusaha untuk menghancurkan pernikahan Adik ku, kau berpura-pura mencintainya.. Iya kan?" Tanya Faaz, "Padahal sebenarnya wanita yang kau cintai adalah Rayna!! Rayna istriku!!" Jelas Faaz.


"Kau ingin menikahi Fizzy karena ingin tahu keadaan Rayna!, kau ingin kembali mendekatinya, tanpa Aku tahu!!, " Gerutu Faaz disambut diam oleh Aidil, matanya pun menyiratkan kebohongan nya yang saat ini di beberkan oleh Faaz.


"Lalu, kau akan memanfaatkan Fizzy!! beruntunglah Aku!!, beruntung Aku menikahkan Fizzy dengan Aliq bukan dengan mu!! " Gumam Faaz kembali.


"Faaz sudahlah, Aku mohon" Tangan Faaz menyetop langkah Aidil yang ingin menghampirinya, "Diam, atau kau aku pukul kembali!!" Gumam Faaz.


"Dengar Aidil, Aku pun tau.. Kau sudah berniat untuk membunuh adik ku!, dan calon anak yang ada di dalam kandungan Natasha!! mengaku lah Aidil!!! " Tegas Faaz penuh dengan penekanan.


"Tidak" Sergah Aidil, "Kau salah paham" Aidil mencoba tidak mengakui apa yang sudah ia lakukan, Aidil merasa terhimpit saat melihat tatapan tajam Faaz.


Faaz menarik kerah baju Aidil dengan sangat kasar ia berucap, "Kau ingin membuat keluarga ku berantakan, kau harus melangkahi dulu mayat ku!!, " ucapan Faaz bernada geram, ia memang sudah menyimpan lama permasalah diantara dia dan Aidil.


"Faaz, Aku.. " Faaz kembali memukul Aidil tepat di dasar wajahnya, hingga hidung Aidil sedikit mengeluarkan darah segar.


"Apa alasan mu Aidil?, Apa alasan mu berbuat seperti itu?" Teriak Faaz, Ia juga menatap tajam mata Aidil. Aidil tak mampu menatap mata Faaz, Ia pun merunduk malu hingga rasa takut terselip di dasar wajahnya.


"ingatkah siapa yang memberikan bahunya saat Ayah mu meninggal!! " Aidil tertunduk terus menerus, "Jika alasan nya karena Istri ku Rayna, Ambilah!!, aku sudah mengetahui perselingkuhan kalian!! " serah Faaz, Ia melepaskan tangannya yang saat itu menggenggam keras kerah baju milik Aidil.


"Aku sudah melepaskan nya!!, dan kau bisa menikah hingga hidup bahagia bersamanya!,"


"Maafkan Aku Faaz, Maafkan aku.. " Aidil berlutut dihadapan Faaz, Ia seakan meronta dan memohon agar Faaz memaafkan dirinya.


"Aku tidak akan memaafkan mu jika terjadi sesuatu kepada Qabil dan juga istriku!, kau membuat orang yang tak berdosa menanggung semua nya!!, "


"Aidil jika saja saat kau tahu Aku menjalin hubungan dengan Rayna, dan kau jujur kepadaku bahwa dia kekasih mu!!, aku akan melepaskannya!, " Ungkap Faaz, "Kau sahabatku kan, kita kecil bersama-sama. lalu mengapa hanya karena Wanita kau membuat persahabatan ini hancur lebur" Air mata Faaz menetes, Aidil tak kuasa melihatnya.


"Aku minta maaf Faaz, Aku mohon maafkan Aku. " Gumam Aidil, "Maafkan Aku!, " Ia kembali berlutut di hadapan Faaz, Faaz seakan tak ingin menggubrisnya bahkan Faaz tak membuat Aidil berdiri.


"Kau telah melukai hati Papa ku Aidil!, dan Aku tak bisa memaafkan mu begitu saja."


"Bawa Rayna menemui keluargaku, akuilah apa yang kau lakukan dibelakang ku bersama Rayna!! "


"Aku akan memaafkan mu dan melupakan permasalahan kemarin, dan Aku akan mencabut tuntutan atas ku kepada mu di sana!! " Ujar Faaz kembali, Ia membalikan badannya dan berlalu meninggalkan Aidil.


"Faaz, Maafkan Aku.. Mataku tertutup untuk cinta hingga membuat persahabatan kita hancur lebur." Gumam Aidil, "Maafkan Aku, Maafkan Aku Faaz!! " Aidil mengingat betul saat-saat indah bersama Faaz, Faaz sosok sahabat yang baik. dan saat Ayahnya meninggalkan dirinya, Rido dan May lah yang memberikan tangan terbuka untuk Aidil hingga menyekolahkan Aidil dan memberikan kehidupan untuk ibunya.


Aidil pun merasa sudah sangat mengecewakan Rido dan keluarga, Aidil merasa malu dengan apa yang sudah dilakukan nya.

__ADS_1


Suara Rido berbisik di telinga Aidil, Ia seakan mengingat masa-masa kecilnya. "Sini Aidil, panggil Aku Papa, kau dan Faaz kini saudara!, ingat jaga dan sayangi Aid Faaz, anggap dia seperti adik mu!!." Lalu suara May terdengar olehnya, menelisik masuk seakan masa itu ada dihadapannya..


"Nak, Apa yang sedang kau lakukan. tidak baik bersedih hingga lama seperti ini, Mama mu akan baik-baik saja di Indonesia, kau harus belajar dengan giat bersama saudara-saudara mu! Mama akan membantu mu sayang" Tutur May, Aidil pun mendapat pelukan dari keduanya.


"Mama, Papa... maafkan Aidil!! " Ucapnya Lirih, ia menyesal karena sudah membuat Faaz dan Rido kecewa.


"Andai saja aku berbicara jujur kepada nya, mungkin saat ini Aku dan Faaz tidak akan memiliki masalah!!, Faaz maafkan Aku... " Aidil menangis, dalam ingatannya wajah Faaz dan Rido terlintas. senyuman May yang sering di berikan kepada nya pun terlihat sangat jelas di dalam pikir nya.


**


Alea terlihat tertidur dengan lelap, Noni dan Maliq pun berada di kamar Alea bersama Karena sebelumnya Noni mengajak Maliq untuk menemani Alea di dalam kamarnya, Maliq seakan tak ingin melepaskan pandangan nya terhadap Alea.


Matanya meneteskan air mata kesedihan, Maliq memang orang yang paling merasa bersalah dengan keadaan kakaknya.


Dulu sewaktu Alea mencoba memulihkan rasa traumanya karena kehilangan sosok May, Maliq lah yang sangat sering mengingatkan kejadian itu. Mengingatkan nya penuh dengan rasa kebencian, Maliq merasa jika kematian ibunya disebabkan oleh Alea walaupun di dalam kenyataannya memang betul Alea lah penyebabnya.


Namun Maliq tak menduga jika permasalah ini akan menyangkut masa depan Kakaknya, kakaknya yang di kenal sangatlah Arogan.


"Benar apa kata Noni, keluarga memiliki peranan penting dalam proses penyembuhan, diantaranya sebagai faktor penyaring dan deteksi awal terhadap gangguan jiwa, pemberi perawatan ODGJ saat di rumah dan mencegah terjadinya kekambuhan. Karena Keluarga adalah Rumah yang berperan penting terhadap gangguan jiwa entah menjadi penyebab dari gangguan jiwa ataupun proses pengobatan dan penyembuhan individu atau anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa" Ucap Maliq kembali di dalam hatinya.


Ia mencoba menyembunyikan rasa bersalah dan rasa bersedih nya, "andai saja waktu dapat aku putar, Kak Lea.. aku akan menjadi sosok orang yang paling melindungi mu!! " Ucap Maliq penuh dengan penekanan, Noni merasa aneh dengan ucapan Maliq. Ia dapat merasakan rasa penyesalan di dalam kalimat itu, Noni menatap wajah Maliq.


"Kau kenapa Tuan muda Kejam?," Tanya Noni, "Apa kau sedang memiliki masalah?, " Tanya Noni kembali.


"Berhentilah memanggil ku dengan sebutan itu!, Nama ku Maliq" Ucapnya dengan nada yang ketus dan sedikit berteriak.


"Sssshhhhh!!!, berisik sekali dirimu Tuan Maliq!!, kau akan membuat Alea terbangun dan jika itu terjadi, suntikan penenang akan aku berikan kepada mu!!, " Gumam nya seraya menakut-nakuti Maliq.


"Kau yang harusnya aku berikan suntikan itu!!, dengarkan Aku!!, berhentilah memanggil ku dengan Tuan Muda kejam, Aku tidak sekejam yang kau bayangkan Nona Noni!!, " Pekik Maliq membuat Noni tertawa nakal, ia sedikit mengedipkan matanya.


"Baiklah kalau begitu, kita harus memperkenalkan diri dari awal lagi. Anggap saja jika pertemuan kita yang lalu adalah sebuah mimpi! " Tuturnya, Maliq menggelengkan kepala nya dengan pelan.


"Bagaimana Tuan Muda Ke.. "


Maliq pun menyela kalimat pertanyaan yang di berikan olehnya, "Aku Maliq, dan kau? "


Senyuman Maliq membuat Noni terpana, "Ya Tuhan, Maliq memang sangat tampan!!, pantas saja banyak gadis yang menyukainya" Gumam Noni di dalam hati.


Ia menatap lekat dan terus menatap nya semakin lekat, mungkin saat ini dunianya hanyalah wajah Maliq. Sebenarnya sudah lama sekali Noni mengetahui tentang Maliq, karena Maliq adalah salah satu sahabat dekat Shawn yang juga saudara sepupu Noni.


Noni juga tahu betul, jika Maliq adalah pria yang sangat baik. Bahkan, Noni tahu betul bahwa gosip-gosip yang bertebaran mengenai hubungan Maliq dengan mantan pacarnya yang bernama Sahila itu tidak benar adanya.


Sedikit cerita, saat itu Maliq dan Sahila memutuskan untuk mengakhiri hubungan nya. Dan saat itu Sahila bercerita jika dia dan Maliq sering sekali menghabiskan waktu berdua di dalam Apartemen miliknya, bahkan Maliq juga di duga telah mencoba menghamili Sahila dan meminta Sahila untuk menggugurkannya. Namun semua itu hanyalah karangan Sahila semata, dan Maliq hanyalah menjadi pemuas fitnahan batin Sahila saja.


Shawn juga sempat menceritakan permasalahan Maliq dengan kakak kandung nya, namun saat itu Shawn hanya menceritakan setengah permasalahannya saja.


Tanpa di duga Noni yang sudah mulai melupakan permintaan maaf yang sangat ingin ia ucapkan kepada Maliq itu seketika mereka harus di pertemukan kembali di dalam rumah sakit, karena saat itu Noni sedang menjenguk salah satu pasien nya yang mencoba mengakhiri hidupnya.


Dan pertemuan itu membuat Noni merasa lega, akhirnya orang yang selama ini ingin sekali Ia temui dapat bertemu kembali walaupun dengan keadaan berbeda.


"Ya Tuhan, mengapa aku malah merasa penasaran dengannya" Gumam Noni kembali di dalam batinnya, "Jelas-jelas dulu aku hanya ingin meminta maaf kepadanya" Gumam Noni kembali,


"Hello Nona?" Maliq mencoba menyadarkan Noni dari lamunan nya itu, "Hello ... " sembari melambaikan tangan Maliq juga mengernyitkan dahi nya, Maliq merasa aneh dengan tatapan yang diberikan oleh Noni itu. Baginya ada sesuatu hal yang membuat Noni menatapnya, Maliq pun malah menggoda nya dan Noni terlihat sangat gugup saat menerima godaan yang Maliq berikan.


"Noni, " panggil Maliq di dekat telinganya.


"Ah Iya!, kenapa?, " Tanya Noni gugup, "Apa kau bisa menjauhkan sedikit wajahmu dari wajah ku?, " Tanya nya, Maliq masih menatap wajah Noni dengan tatapan Nakalnya.


"Kau menatapku hingga kau melamun jauh, apa yang sedang kau pikirkan hah? " Pertanyaan Maliq membuat Noni merasa malu, "Pipi mu merah merona seperti buah tomat, dan ini (menunjuk kening) kau terlihat mengeluarkan keringat dingin!!" gumam Maliq kembali.


"Aku rasa kau mulai menyukai ku Nona!! " Wajah Noni terlihat resah saat Maliq mencoba menggodanya, "Apa kau sedang memikirkan sesuatu tentang ku?, " Tanya Maliq.


"Bagiku, kau terlalu percaya diri Tuan!!, " Ucapnya kembali.


"Percaya diri itu hal yang wajar Nona!, lagipula kau tak bisa membohongi dirimu bahwa kau terpana dengan ketampanan ku!! "


"Cih!" Noni mendecih kesal, mata nya pun mendelik. Ia tahu jika Maliq sedang mencoba menggodanya, Maliq memang sosok lelaki yang baik dan Noni tahu itu. Namun, saat ini Maliq sedang menjadi lelaki yang nakal dihadapan wanita belia itu.


"Dengar Tuan, kau boleh nakal kepadaku!! Tapi maaf Aku tak bisa membalas perlakuan nakal mu, kau sama sekali buka tipikal ku!" Gumam Noni..


"Begitu Kah Nona?, kita lihat saja nanti. Kau akan jatuh cinta kepadaku dan saat itu aku akan tertawa melihat mu!!, " Gumam Maliq.


"Jahat sekali anda tuan!, aku yang akan membuat mu jatuh cinta. Ingat Aku wanita dan tidak mungkin memulai mencinta, jadi aku pastikan kau yang akan mencintaiku terlebih dahulu!!! " Ujar Noni sembari tertawa.


"Baiklah, kita lihat saja nanti. Aku tidak mungkin mencintai wanita aneh seperti mu, dan jelas-jelas kau bukan tipikal ku!!," Seru Maliq.


"Oh iya?, lihat saja nanti Tuan!!, " Ucap Noni diiringi delikan matanya.


"Aku yang akan membuat mu jatuh cinta Nona Noni!!, " Batin Maliq bergumam, tawa kecil pun mengiringi gumaman Maliq.


Dan Noni pun berucap di dalam hatinya, "Kau yang akan mulai mencintai ku Tuan Maliq, dan aku akan buktikan pada semua gadis yang mengejar mu bahwa kau akan bertekuk lutut dan membuka hati mu untuk ku terlebih dahulu" senyuman seringai terlihat di wajah cantik nya, Maliq pun duduk kembali dan memutuskan untuk menunggu Alea hingga sadar.


"Tidak Maliq... Tidak Kakak!!, Mama Maafkan Alea, Qabil kau kemana!!! Apa kita akan menikah segera?? " Cetus Alea tanpa jeda, Noni melihat kegundahan di dalam mimpi Alea. Maliq pun merasa sedih saat ia mendengar Alea mengucapkan kata "Tidak Maliq" karena kalimat penolakan itu yang sering Alea tukas saat Maliq mencoba mengingatkan kejadian meninggalnya May..


"Mama... Papa... " Panggil Alea dengan teriak, di dalam kelopak matanya terlihat tanda legam hitam.


.


.


.


Hay temen-temen Author harap kalian semua tetap sehat selama berpuasa dan selalu menjaga kesehatan jangan lupa terus membaca ❤


#RidoMay..

__ADS_1


__ADS_2