TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
rencana busuk


__ADS_3

Didalam Ruangan besar miliknya, Rido masih terdiam melamun memikirkan apa yang sedang ingin Rani bicarakan. Rido memikirkan setiap perkataan Rani menurutnya, Rani memiliki beban yang amat sangat mendalam .


Drrrt... ponsel Rido bergetar, Ia membuka layar ponselnya. 1 pesan yang May kirim untuknya segera ia baca.


(MAYLOVA)


~ Aku gak ke kampus, Mereka semua sedang mengantar Nenek kerumah sakit. sepertinya NeneK Anfal tadi subuh.


(Rido Replay message)


~ Mengapa kamu baru mengabariku sayang?, setelah makan siang aku akan mengunjungi Nenek ke rumah sakit. Love you (emot cium)


(MAYLOVA)


~ Aku merasa meriang! mungkin, karena masuk angin. Terimakasih sudah mau mampir untuk melihat Nenek. Sampai bertemu Nanti. (emothati)


(Rido replay message)


~ Aku jemput kamu ya, sekalian kamu periksa ke dokter. Jangan menolak! aku Khawatir. Love You.


(MAYLOVA)


~ tidak usah jangan merusak meeting besarmu itu ,aku sudah tidak apa-apa sebentar lagi badanku enakan ko.


(Rido replay message)


~ Tidak, jangan menolak. Dan jaga dirimu baik-baik, aku menyayangimu sayangku.


begitulah isi percakapan pesan singkat May dan Rido. Rido sangat mencintai May, Rido pun kembali memikirkan Apa yang sedang Rani sembunyikan bahkan, Pertanyaan-pertanyaan itu selalu terlintas kala ia mengingat calon Istrinya.


Rido Sedang menunggu waktu untuk meeting besar bersama clientnya dan sekitar jam empat nanti Client lainnya pun sudah memiliki janji dengannya Namun Rido memiliki perasaan yang sudah tidak enak karena merasa khawatir dengan kondisi may Apalagi Rido selalu terngiang kala Rani menangis dihadapannya.


" Dhan, Batalkan saja semua meeting Hari ini. Sepertinya aku ingin sekali bertemu dengan May " Pintanya, Dhan menganggukan kepalanya.


" Oh iya Dhan. Tolong belikan sebucket bunga untuk Calon istriku. " Pintanya kembali.


" Baik Tuan Muda, Saya permisi " Pamit Dhan seraya meninggalkan Ruangan Tuan mudanya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


*****


Rumah Sakit Bina Sehat


Mereka semua sedang menunggu Dokter memeriksa kesehatan Nenek, Hanya Aku yang tak ikut bersama mereka. Om Danu menatap Rani dengan Tatapan Tajam. Rani merasa ada hal yang akan om Danu lakukan kepadanya Namun, Rani mengingat keadaanku yang sedang seorang diri di Rumah.


Ayah merangkul Ibu karena sedari tadi menangis mengkhawatirkan keadaan Nenek. Ibuku memang menantu yang cukup dekat dengan Nenek ku bahkan Tante Intan yang sedari tadi memeluk Om joe pun merasakan hal yang sama.


" Mengapa dokter belum keluar juga? " Tanya Rani, Ayah menatap Rani dan melebarkan tangannya seakan meminta Rani mendekat kepadanya.


" Sabar Sayang, Nenekmu pasti baik-baik saja" Seru Om joe sembari mengusap kepala Rani dengan lembut.


" Kak Wan, Ka Intan. Danu kayanya pulang duluan iya " Ucapnya.


" Loh Dan, Jangan dong temani Kak wan. Kaka harus pulang Doni kan hari ini ada turnamen. Besok giliran Kaka yang jaga " Jawab Tante Intan.


" Gak Apa-apa kan Kak " Tanya Tante Intan kepada Ayahku.


" Gak apa-apa Tan, kamu juga kan baru saja sembuh " Seru Ayah, Karena Tante Intan baru saja sembuh Pasca operasi sakit ginjal yang dideritanya. Om Danu seperti Anak ayam yang sedang mencari induknya, Ia seperti sedang memikirkan sesuatu. Tak lama kemudian Tante Intan dan Om joe pun berpamitan pulang.


" Nah Kamu kenapa Mau pulang? kamu kurang sehat Dan " Tanya Ayah kepada Om Danu, Om Danu menghela Nafasnya dengan berat seperti orang yang sedang kebingungan.


" Iya aku ingin tidur sebentar dari semalam aku belum tidur Kak " Jawabnya.


" Mmmh.mm!, jika Kak Es mau boleh ikut Danu " Basa-basinya saat itu.


" Tidak, Kakak akan menemani Kakakmu disini. Rani saja yang ikut." Jawab ibu, Rani merasa tak tenang saat mendengar akan berada satu mobil bersama Harimau buas itu.


" mMh-mmm aku sama Ibu dan Ayah saja " Tolak Rani saat itu.


(' Sebentar,Sebentar!! Kaka sendiri dirumah dan lagipula bibi sedang libur bekerja. Ya tuhan aku mencium bau tak sedap yang akan dilakukan om Danu. Apa aku harus segera mengabari kak Rido. Jika berbicara dengan Ayah sepertinya Ayah tak akan mempercayainya. -batin Rani seraya berpikir dengan Keras.)


" baiklah. nanti setelah kamu bangun, mandi dan langsung bergantian kesini ya kasian kakak Iparmu ini terlihat lelah" Ucap Ayah, Om Danu tersenyum Sinis sembari menatap Rani. Ayah dan ibu tak melihat senyuman sinisnya itu Namun, Rani semakin merasa khawatir Saat Om Danu segera berpamitan untuk pulang.


" Kakak, beneran gak akan pulang. " Tanya nya kembali, Ibu menggelengkan kepalanya dan kembali bersandar di bahu Ayah.


" Baiklah kalau begitu Danu Pamit Iya" Pamitnya kembali. Dia menatap Rani dengan Tatapan tajam, tersenyum kembali dengan senyuman sinisnya. dan berlalu meninggalkan Ayah, Rani dan Juga ibu.


Ayah mengajak ku dan Ibu untuk makan ke kantin, Karena menunggu dokter sangatlah lama. Observasi nenek memang terbilang cukup lama.


" Aku belum tenang kalau belum melihat senyum ibu, sudahlah kalian pergi saja sendiri " jawab ibu kepada Ayah dan Rani.


Ibu memutuskan untuk ikut Rani dan Ayah ke kantin. batin Rani bergejolak memikirkanku, Rani ingin sekali menceritakan semuannya Namun melihat kondisi Ibu yang sedang kacau karena memikirkan kondisi Nenek, Ranipun mengurungkan niatnya untuk bercerita kepada Ayah dan Ibu.

__ADS_1


(' Aku harus bagaimana, sebentar lagi Om Danu pasti sampai. Aku sangat mengkhawatirkan Kaka. ' - batin Rani )


" Sayang, Kamu kenapa? kok dari tadi bengong sih!. " Tanya Ayah, Rani menggelengkan kepalanya.


" Aku Pamit sebentar ke toilet iya Ayah,Ibu " Seru Rani, Rani segera menghubungi Rido melalui panggilan Telepon.


" Hallo. " Sapa Rani, Rani menangis dan segera menceritakan semuanya.


" Iya Kak, Aku lanjut lewat pesan Iya. Takutnya Ibu dan Ayah mencariku" Jawab Rani seraya mematikan ponselnya.


Rani kembali menghampiri Ayah dan ibu, sembari terus melakukan Pesan Chat bersama Rido. Rani terlihat sangat kebingungan.


( ' ya ampun aku jadi khawatir!. Apa aku cerita saja dengan ayah dan ibu tapi apa ini tepat disaat Nenek sedang sakit.aku gak mau nenek makin parah kondisinya ,aku harus gimana ini ' - batin Rani kembali bergumam )


Ibu merasakan hal yang aneh dengan tingkah Rani, Ibu menggenggam tangan Rani dan memeluknya.


" Sayang kenapa? Apakah kamu sakit nak?." Tanya ibu, Rani terdiam mendengar pertanyaan itu. Pandangannya kosong.


" enggak Buu, Rani cuma pusing aja " Jawab Rani.


(' ada yang gak beres dengan Rani kenapa ya anak ini aneh sekali dari kemarin 'gumam ibu dalam hati)


mysis : kak..Kaka sedang apa ?


mysis : kakak sudah minum obat.


mysis : kakak kenapa ko gak balas..


Kurang lebih Rani mengirimkan pesan singkat itu sebanyak 10 pesan, dan mencoba menghubungi ku enam kali panggilan suara tapi tidak ada jawaban dari sama sekali dan Rani semakin merasa khawatir. Tidak lama kemudian Akupun mencoba menghubunginya kembali.


mysis calling, rani mengangkat telpon nya


" Ran tolong kakak !!! " Seru ku


Panggilan terputus...


" Kak, Halooo kak. Kaka kenapa ? " Rani mencoba menghubungiku kembali Namun aku tak mengangkatnya. Ibu dan Ayah menatap kaget dan mengerutkan dahinya.


" ada apa sayang? " Tanya mereka kepadaku.


" kakak Bu,Ayah. Ranu Harus segera pulang " sahut Rani yang kebingungan. Ayah dan ibu pun mengikuti langkah Rani.


" Rani sebentar Ayah akan berbicara sebentar kepada suster " Ucap Ayah, Rani dan ibu menghentikan Langkahnya. Ayah tak lupa meminta ijin kepada suster untuk memberitahukan kepada nya apabila terjadi apa-apa terhadap Nenek.


" Rani kamu kenapa ayo cerita sama ayah " Pinta Ayah. Rani yang duduk dibelakang pun hanya menangis dan mengeluarkan keringat dingin.


(' apa jadinya kalau ayah tau yang sebenarnya,aku gak mau ayah dan ibu kecewa ya tuhan tolong aku , kak Rido kenapa tidak mengabari ku sama sekali - batin Rani )

__ADS_1


mobil pun melaju kencang menuju rumah kediaman ayah, ayah terlihat sangat kesal dan ibu hanya menangis.


__ADS_2