TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
semakin cinta


__ADS_3

aku sudah melahirkan anak ke empatku, rido memberikan nama MALIQH ALESYAH KURNIA.


kami sangat bahagia menyambut kelahirannya itu bagiku dan rido anak-anak adalah titipan tuhan yang harus selalu kami jaga.


"Sayang, lalu Apa arti dari nama itu?" Tanya ku, Rido sekilas mencium punggung tanganku.


"MaliQ itu raja yang berkuasa, Alesyah nama Kakek dari Papa gusti dan kurnia nama Ayah, yang berartikan karunia tuhan"


"Raja yang berkuasa dan karunia tuhan?" Tanyaku sembari tersenyum dan sedikit mengernyikan dahiku.


"Iya sayang, Apa kamu senang dengan nama yang aku berikan?" Tanya Rido sembari tak lepas menciumi punggung tanganku.


"Aku senang sayang, apapun itu karena, kamu yang memberikannya" Jawabku kepadanya, kami memandangi bayi mungil yang berada dihadapan kami, Alea tertidur dipangkuan Rido. Faaz dan Fizzy pun tak jauh berada didekat kami.


"Sayang, Lihatlah dia tampan seperti mu dan juga seperti Kak Faaz " ucapku sembari mencium kening anak bungsuku.


"hidungnya seperti mu sayang" seru rido sembari mencubit hidungku, rasanya kami tak ingin melepaskan pandangan kami dari wajah bayi mungil ini. Rido merebahkan Alea di samping adiknya. Rido menatapku dan memegang tengkuk leherku, Rido mencium bibirku kilas.


"Sayang, aku mencintaimu dan semakin mencintaimu!"


"Lihatlah mereka adalah bukti cintaku kepadamu" Godanya kepadaku, Aku merasa bahagia kala mendengar kalimat yang ia ucapkan ditelingaku. Entahlah saat ini Aku sangat senang mendengar pengakuannya untuk ku bagiku rido adalah lelaki kedua setelah ayah yang sangat mencintaiku, dia mampu membuatku sangat mencintainya, dia pun mampu mengubahku menjadi sosok wanita penyayang.


 


('Ahh Entahlah aku hanya berharap, Aku bisa hidup dengannya sampai kami menua bersama' - batinku)


.


.


.


"Hey, kalian udah dong pandang-pandangannya" Seru Richard sembari datang bersama Rani juga Mael yang sudah bisa berjalan. Mael terlihat tampan dengan rambut ikalnya ia berjalan didelam genggaman Richard.


"Hai anak om yang manis kamu sangat cantik iya" ucap Richard yang mencium dan menggendong alea.


"kalo ini jagoan aunty iyaa" ucap Rani sembari memeluk Faaz, Fizzy tampak kagum kala melihat Uncle dan aunty kesayangannya datang untuk berkunjung.


"Fizzi juga princesnya Aunty." ucap Rani kembali seraya mencium pipi Fizzy.

__ADS_1


 


"Kalian kapan datang?" Tanya Ku, Aku terkejut dengan  kedatangan mereka yang begitu secara tiba-tiba.


"Barusan." Jawab polos Richard, Richard mengernyitkan dahinya.


"Iya tau, maksudku kalian langsung kesini apa nginep dihotel atau hotel dibandara?" Tanyaku seraya menggoda mereka, Rido tertawa geli mendengar pertanyaan yang keluar dari mulutku.


"Ah udahlah lupakan, May hanya bercanda." Tukasnya, Akupun tertawa saat melihat wajah Richard yang penuh tanda tanya. candaanku memang sangatlah garing Xixixi... tidak seperti Richard yang mampu memberikan Jokes nya.


 


"selamat iya Kak, Aku gak bisa bayangin gimana panik nya Kak Ido saat Kaka melahirkan kemarin." Ucap Rani.


 


"Kaka benar-benar hebat tanpa ditemani Ayah ataupun yang lainnya bisa setegar itu seneng deh" celoteh Rani kembali.


"Udah deh jangan buat gw Melow, sini ah peluk, kaka kangen tau" seruku sembari melebarkan tanganku sebelah, karena aku sedang menggendong MaliQ ditangan kiriku. Rani mendekat dan mencium kedua pipiku juga keningku .


 


"Eh Iya, ini kado dari kaka mael iya maiQ" Ucap Richard yang memberikan bungkusan besar dan menyimpannya di ujung kasur milik ku.


"Aduh makasih iya Kak Mael, Maaf jika kami merepotkan" Ucap Rido, sembari tersenyum hangat kearah kami.


"Makasih iya kalian, semoga Kaka Mael cepet punya adik biar ada temennya" Timpalku sembari memberikan serangkaian doa lainnya untuk mereka.


"Tidak begitu merepotkan, kami senang bisa melihat kebahagiaan ini" Ucap Richard.


"Iya, malah kami ingin sekali sebelum kelahiran Maliq sudah berada disini, setidaknya untuk menemani Kaka dan Kak Ido" Timpal Rani.


Rido mengajak richard untuk berbincang diluar rumah, Aku sangat senang mendengar cerita Rani saat dia menghampiri Richard dan membuat Richard sangat bahagia di depan semua teman dokternya.


"Terus gimana lagi Chard?"


"Dia datang dan mereka menyangka jika Rani ini adikku, mereka terkekeuh menilai Rani adalah adik ku dan kau pasti tidak akan percaya saat rani mengungkapkan cintanya untuk ku didepan teman-temanku dikantin."


"Apa yang Rani ucapkan?" Tanya Rido.

__ADS_1


"Dia memang kakak ku, dia panutanku Namun yang lebih akan aku Akui adalah Dia adalah Suamiku yang paling aku cintai. Aku takut kehilangan cintanya, cinta nya terlalu sempurna untuk ku"


"Iya, begitulah kurang lebih yang Rani ungkapkan" Ucap Richard, Rido mendengar getaran diponselnya. ia menatap layar ponselnya. satu pesan yang Dhan kirimkan menambah penasaran Rido. Rido segera menggeser layar kunci di ponselnya dan segera membaca pesan singkat yang Dhan berikan.


"Tuan Muda, SELAMAT ATAS KELAHIRAN ANAK KE EMPAT NYA SEMOGA MENJADI ANAK YANG SHALIH PENERANG TUAN DAN NONA DI SURGA " ( PESAN DARI DHAN)


rido tersenyum melihat ponselnya itu , richard melihat senyuman rido dan mulai menggodanya .


"kamu udah banyak berubah iya sekarang, mungkin karena sudah jauh" ucap Richard dengan tegas kepada Rido membuat Rido kaget dengan perkataan sahabatnya itu.


"chad, kamu kenapa?, Aku membacaa pesan dari Dhan. Maafkan jika aku tidak terlihat sopan" Jawab Rido dengan sangat rendah hati, Rido merasa jika sahabatnya merasa tersinggung karena Rido membuka ponselnya saat sedang berbincang bersama Richard.


"Sudahlah! kau memang bukan sahabat lagi bagiku" ucap Richard kembali, membuat Rido tertunduk lemas.


"Chad jangan begitu dong  kamu bercandanya sangat kelewatan" Rido mendecih dan mengerutkan dahinya lalu tersenyum manis " becanda kan " ucapnya kembali, Richard menggelengkan kepalanya.


"Bercanda dong?" Tanyanya kembali.


"Entahlah aku merasa kecewa kepadamu do" Ucap Richard kembali.


"Baiklah maafkan aku sudah membuatmu tersinggung, karena kau sedang mengajakku mengobrol lalu aku malah membuka pesan seseorang memang sepertinya tidak sopan. Maafkan aku iya " ucap Rido kembali, Richard tersenyum dan menertawakan wajah rido yang sekilas memelas.


"mengapa kau tertawa ?" tanya Rido.


"Aku melihat mu seperti saat kau sedang meminta maaf karena menumpahkan soup milik ku" Gumamnya, membuat Rido berpikir keras mencoba mengingat kejadian dimasa lalu itu.


"ingatkah kau saat kita masih berusia 7 tahun, kau meminta maaf dan menangis lalu memeluk ku. Namun sebenarnya aku tak sekejam itu yang akan menyekik mu seperti ini" Richard memeragakan tingkah Rido saat itu membuat Rido tertawa terbahak-bahak,


"lalu kau tak akan menarik perkataan mu barusan ?" Tanya Rido


"kau memang bukan sahabat ku . cih!" Ucap Richard kembali, Richard menggodannya dengan mendokakan kedua bola matanya dan menatap Rido tajam.


"Lalu, mengapa kau seperti itu. apa salahku hah ?" Tanya rido kembali


"karena kau kaka iparku sekarang, apa kau lupa Do ?" Richard membuat rido semakin tertawa kegelian, Mereka memang seperti sepasang kekasih jika sedang berdua. canda guraunya mengalahkan dua orang yang sedang dimabuk asmara terkadang aku merasa geli melihat kemesraan mereka, ckckck bercanda sayang!!!!


"Dasar kau chad, jiwa komedi mu masih saja sama" ucap Rido kembali seraya tertawa bersama dengan Richard .


 

__ADS_1


 


__ADS_2