TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
KABAR TERBAIK


__ADS_3

Yofie dan Shaloom masih menginap dirumahku, dan rencana nya mereka akan berlibur sampai dua pekan kedepan tak hanya itu zain juga akan mendatangi kami untuk berkumpul bersama. Kami sedang berbincang santai bersama, sepertinya ada hal penting yang ingin Yofie ucapkan kepada kami.


"berikan saja Ayana kepadaku, aku akan menidurkannya di dalam!" pinta Zain, aku memberikan Ayana yang tertidur dipangkuanku kepada Daddy nya.


"Kakak, bolehkah aku jujur mengenai Shahila." Tanya Yofie, Yofie menundukan kepalanya.


"Jujurlah, jujur itu adalah kebaikan!" Seru Rido.


"Kakak, maafkan aku. "


"Aku yang harus nya meminta maaf kepada Rido. karena kebohongankulah, Rido sempat menderita" Ucap Shaloom, Shaloom menggenggam tanganku dan menatapku lekat.


"sudahlah Shaloom, berhenti menyalahkan masa lalu yang seharusnya sudah kamu lupakan" Ucap Rido.


"Kak shaloom, dengan kamu berubah. Kami sangat bahagia" Timpalku, Shaloom memelukku dengan erat.


"Katakanlah Yof Apa yang membuatmu gundah seperti ini?" Tanya Rido, Yofie menangis dihadapan kami begitupun dengan Shaloom.


"Kaka, Sebenarnya shahila adalah Anak ku!" Ungkap Yofie.


"Apa?, Apa yang kau ucapkan Yof?" Tanya Rido, kami sangat terkejut mendengar pengakuan Yofie.


"Aku salah, saat itu Aku ingin membuat kau menikahiku. Aku terlalu berharap kau menikahiku" Shaloom menangis tersedu-sedu.


"Saat itu, Aku menemani Shaloom. Shaloom terlalu mabuk dan aku sangat mencintainya, Aku memanfaatkan keadaan shaloom dan membuatnya hamil." Ungkap Yofie.


"Tapi yofie ingin bertanggung jawab kepadaku, Namun Aku menolaknya" Timpal Shaloom.


"Sudahlah, lupakan masalah itu. sekarang Ajaklah shahila untuk hidup bersama kalian"


"kau, harus mendidiknya untuk menjadi manusia yang jauh lebih baik" Ucap Rido kembali.


"Kami kesini berniat untuk meminta kalian mencabut Hak wali Asuh Shahila" Ucap Yofie.


"Ini hasil Dna kami dengan Shahila, Aku sangat mengucapkan terimakasih karena Kakak mau menanggung beban kami selama ini"


"Anak, adalah Anugrah. tidak boleh menyebutnya dengan beban. Baiklah aku mengizinkannya" Ucap Rido.


"Aku akan meminta Willis (pengacara pribadi rido) mengurus semuanya, dia tetap anak ku juga may aku akan tetap menyayanginya " ucap Rido


"Semua anakmu, dan lihat anak mu yang satu ini sudah mulai menggemaskan bukan. Aku sudah menidurkannya Tapi dia mendengar suara mu lalu menangis kembali " seru Zain yang datang menggendong ayana.

__ADS_1


"Ayana sayang,  sini tidurlah kembali dipangkuan Mama" Zain memberikan kembali Ayana kedalam dekapanku.


Yofie bercerita bahwa akan membawa anak Shaloom dan meminta ijin untuk mencabut hak asuh atas diriku dan Rido. Aku menerimanya karena memang sudah saatnya dia di asuh oleh Ayah dan Ibu kandungnya. Aku sangat senang sekali dengan pengakuan yang Yofie berikan kepada kami. Walaupun sebelumnya Mama sherly dan Papa hendra sudah terlebih dahulu menceritakannya.


 


"Aku sangat merindukan Mama, Mama Sher, Ibu, papa Hendra, papa Gusti, Juga Ayah" ucap Rido yang menyipitkan kedua matanya, satu persatu Ia sebutkan, Aku juga merindukan mereka. sangat merindukan mereka.


"Kita memang harus segera menyusun rencana untuk berkumpul kembali, Aku juga sudah lama tak mendengar kabar dari jimmy " ucap Yofie.


"Iya, aku baru inget Yof, kapan kamu terakhir kali menghubunginya ? " Tanya Rido


"Aku sempat menghubunginya kabar terakhir, Satu bulan yang lalu" ucap zain, menjawab pertanyaan Rido.


"Ya,sudah kapan-kapan kita pergi untuk menemuinya " ucap Rido.


drrt drrrrt drrrrt . ( ponsel bergetar )


"assallamualaikum Tuan Muda Rido" Sapa Dhan dibalik ponsel miliknya.


"Wa'aalaikum salam" Jawab Rido sembari tersenyum, Rido mengaktifkan tombol speaker di layar ponsel miliknya.


"Bagaimana kabarmu Dhan?, Sudah seminggu kau tak menghubungiku Dan kata bilal kau sedang jatuh cinta" Goda Rido kepada Dhan, terdengar sangat sayu saat Dhan menjawab ucapan Rido.


"Alhamdulilah, kabarku baik"


"Tuan muda, Aku sudah mengirimkan File melalui email."


"Sudahlah, berikan semua pekerjaanmu kepada Bilal. Kau kan akan sibuk mempersiapkan hari spesialmu" Ucap Rido menggoda Dhan kembali.


"Ii,iya Tuan. saya akan segera menikah." Ungkapnya tersipu malu, Aku dan yang lainnya tersenyum kala mendengar kalimat itu.


"syukurlah akhirnya kau menepati janjimu, istanbul Sangat indah makadari itu kau mendapatkan jodoh sejauh itu" Goda Rido kembali, Dhan tertawa kecil saat mendengar celetukan tuan mudannya.


"Dhan dengarlah, saat kau menikah aku akan kesana dan Aku sudah meminta tolong kepada Bilal untuk mencarikan rumah yang bagus, dengan pemandangan yang indah. Dan jika Bilal sudah mendapatkannya segera hubungi kamu, dan kamu segera beli untuk ku" Pinta Rido kepada Dhan, Walaupun Bilal kini orang yang Rido percayai selain Dhan, Rido tetap meminta Campur tangan Dhan untuk kenyamanan kami.


"Aku dan may ingin berlibur dan tinggal dengan nyaman." Ungkap nya sembari melirik kearah ku.


"Baik tuan, Akhir bulan ini pernikahanku digelar dan ku harap Tuan dan Nona, bersedia datang. saya juga akan segera mengirim kabar kepada Tuan besar dan yang lainnya."


"Kami pasti datang Dhan" Ucap Yofie dan Zain dengan kompak.

__ADS_1


"Kau dengar itu kami pasti datang, kau tak perlu khawatir sampai jumpa Dhan"


(sambungan terputus)


('Aku bahagia Dhan mendengar kabar ini, semoga kau bahagia dengan pendampingmu hingga akhir hayat dan kau akan selalu menjadi saudara ku selamanya. ya tuhan terimakasih engkau selalu mengabulkan doa-doa hamba. - batin RIDO.)


.


.


.


.


.


.


.


" LIHAT LAH SAYANG MEREKA SEDANG BERKUMPUL , AKU INGIN SEKALI KESANA " pinta rani kepada richard setelah rani melihat foto yang dikirim oleh zain ke ponselnya.


"Kita kan baru pulang 2 minggu yang lalu, lain kali kita kesana lagi iya" bujuk Richard untuk istrinya yang manja itu.


"Baiklah kalau begitu, terimakasih suamiku" Seru Rani seraya tersenyum manis.


.


.


.


.


.


.


 


 

__ADS_1



Dhan & Fahriye .


__ADS_2