
Keesokan hari nya papa dan ayah sudah memutuskan untuk membawa rido untuk melakukan perawatan intensif dirumah , papa pun meminta richard yang membantu merawat rido tentunya richard tidak menolak mengingat rido lah yang selalu memberikan semangat saat richard sudah ingin meninggalkan sekolah kedokterannya , alat-alat bantu pun sudah dibeli oleh mama untuk membantu kesembuhan rido tak lupa mama minta richard memilihkan dua perawat khusus untuk membantuku merawat rido , sebelum papa memutuskan ini , ayah dan papa datang menghampiri jimmy yang sedang lepas tugas dan sedang bersantai dirumah nya yang megah .
tok...toookkk (papa mengetuk pintu)
jimmy membukakan pintu dan menyapa papa juga ayah ,
"om silahkan masuk ," ucapnya menyapa papa yang berdiri dan melihat ayah diapun menyapa ayah 'ayah silahkan masuk yah " dengan senyuman yang menyeringai di wajahnya ia mempersilahkan masuk ayah juga papa .
papa pun duduk dan bersandar di sofa empuk miliknya ,
"bagaimana kabarmu ? om tadi ke rumah sakit untuk memindakan perawatan rido , kamu tidak ada " seru papa dengan mata yang menyoroti wajahnya , dia pun terlihat salah tingkah
"tidak usah banyak basa basi gus , sudahlah keintinya saja . saya muak liat wajah dia ! ' seru ayah sembari mendokakan kedua bola matanya
"ada apa ini om ,ayah ? mengapa kalian terlihat sangat marah kepada ku "tanya tanpa merasa berdosa
"kau tau siapa yang akan kau bunuh ? dialah anak ku , anak kesayanganku " sembari mengebrak meja didepannya
"untuk apa aku membunuh rido om , sedangkan aku tau om adalah orang yang membuatku seperti ini , ayah dan om lah yang merawatku ketika kaka ku sedang terpuruk dipenjara " ungkapnya sembari menangis
"hapus air matamu yang kotor bedebah , lupakan semua yang pernah aku lakukan .. aku menolong orang bukan binatang seperti mu !!!' papa sangat marah hingga mengeluarkan kata-kata kotor
papa sudah menarik kerah kemeja yang digunakan oleh jimmy , papa pun menampar jimmy dengan sangat kencang , beruntung 2 orang polisi segera datang untuk menangkap jimmy , karena bukti-bukti kejahatan jimmy sudah sangat kuat , ditempat lain yopie yang sedang berada dikantornya sudah di jemput paksa oleh polisi , untuk zain ' zain hanya dijadikan seorang saksi tetapi zain tetap dimintai keterangannya .
"aku tidak bersalah om , yah tolong lepaskan ku , bagaimana dengan karirku ..ku mohon" sembari polisi memakaikan borgol ditangannya dia merengek memohon agar papa mencabut laporannya
"anda bisa jelaskan di kantor tuan jimmy" sahut pak polisi kepada jimmy sembari menarik tangan jimmy yang sudah terikat itu ,
papa memeluk ayah dan menangis dipelukannya , ayah tau betapa papa sangat menyayangi rido , ayah pun tak kuasa menahan tangisnya , mereka berpelukan sangat erat . setelah mereka merasa tenang mereka melanjutkan perjalanan mereka untuk menjemput rido di rumah sakit , dan memberikan surat penahan jimmy kepada kepala rumah sakit , tentunya di temani oleh kepala polisi juga pengacara pribadi papa .
***RUMAH SAKIT***
__ADS_1
aku dan kak shalom juga richard sudah menunggu di rumah sakit tempat rido dirawat , aku harap rido masih bisa melakukan perawatan dirumah seperti yang mama inginkan , tapi semua keputusan ada ditangan om rus , om rus sedang berbincang dengan kepala rumah sakit dan menjelaskannya begitupun dengan roni yang turut serta menjelaskan , roni juga sedang menunggu gilirannya dijemput oleh polisi , tentunya roni sudah sangat pasrah akan nasib nya , roni sudah sangat berterimkasih kepada papa juga ayah yang tetap akan membantu membiayai keluarganya , roni pun berharap bisa ikut bekerja setelah selesai masa hukumannya .
papa dan ayah sudah datang dan segera masuk ke ruangan kepala rumah sakit , papa juga tersenyum kepada ku dan mengisyaratkan "kamu harus kuat " , aku membalas senyuman papa , namun kulihat wajah mereka seperti sudah meluapkan emosinya , emosi kesal nya dan beban dihatinya .
" ka shalom , apakah rido akan baik-baik saja " ungkapku seraya menyenderkan kepalaku dibahunya
" may kamu kan kuat , rido pasti kuat demi kamu " ucapnya menenangkanku sembari mengusap daguku dengan lembut
" terima kasih ya kak sudah mau membantuku " ucapku padanya sembari tersenyum manis
**45 menit kemudian mereka sudah kembali dari ruangan kepala rumah sakit , aku melihat tuan ramsyid (kepala rumah sakit) memeluk papah dan ayah bergantian , akupun melihat pak polisi sudah merangkul dan mengajak roni pergi , roni terhenti didepan ku dan membungkukan badannya didepan ku seketka aku merasa tidak nyaman .
'' sudah pa roni , tidak perlu begitu " membangunkan badan roni
" maafkan saya nyonya , maafkan saya 'saya harap nyonya mau memaafkan kesalahan saya" ucapnya yang menangis dihadapanku
" terimakasih sudah mau jujur akan kesalahan mu " jawabku tersenyum padanya
om rus mengajak ku untuk melihat rido , aku meilhat semua sudah melucuti alat yang ada di badan rido hanya oksigen saja yang tidak dilepasnya , om rus membawa kertas hasil pemeriksaan rido dan mulai menjelaskannya padaku , ayah dan juga papa . richard pun membantu melihat kondisi rido , kak shalom yang sedari tadi merangkulku ikut mendengarkan penjelasan om rus.
" apa rido akan segera sadar , dan rido sudah stabil om " tanyaku
" untuk stabil kembali membutuhkan waktu yang sangat lama bisa satu bulan bahkan lebih , maksudku rido bisa dirawat dirumah sementara , ya memudahkan kamu juga untuk melakukan aktifitas sebagai ibu dan juga istri " jawab om rus kepadaku
"syukur alhamdulilaah om , aku senang mendengarnya " jawabku
" baiklah jagoan kita akan pulang , kamu harus tetap bertahan untuk istrimu dan anak-anak mu " richard bergumam sembari mencium kening rido
" siapkan ambulance sekarang juga sus " titah nya kepada suster yang membantu disana
aku memegang tangannya yang penuh dengan tanda ungu , aku melihat sekujur tubuhnya yang sudah sangat kurus , aku melihat nya seperti memberikan senyuman , " ridooooo >>>> panggilku lirih tepat ditelinganya
__ADS_1
(aku janji akan merawatmu sampai kamu bisa menghidupkan lagi canda tawa kita 'gumamku dalam hati)
" may sayang , ini ronald anak buah ku , dia adik kelas ku saat ku kuliah , dia orang yang bisa kupercaya saat ku tak ada , dia bisa membantumu , mengecek rido , memeriksa rido " richard menjelaskan padaku
"baik kak , apa kaka akan tetap disini sampai rido sembuh " tanyaku pada richard
" tentu saja adik ku , kamu gak perlu khawatir , dan ini suster carry dia sahabat ku dan diapun mengenal rido dengan baik " jelasnya padaku
" kamu jangan sungkan kepadanya , dia istri rido dia juga sudah ku anggap adikku " ucapnya memberitahu carry
" jangan sungkan nona , saya akan selalu siap membantu anda " ucapnya tersenyum padaku
" baiklah aku juga punya 1 baby sitter dan 1 ibu perbantuanku , mereka merawat anak-anak ku , dan kami cukup dekat kuharap aku dan kalian bisa sedekat dengan mereka " ucapku penuh harap
" tentu saja nona , kami akan senang membantu anda " ucap ronald padaku
" apalagi tuan rido sering membantu ku saat aku kuliah , dia bagai malaikat bagi kami nona " ucap carry
(sayang lihatlah kebaikanmu jugalah yang menolongmu "gumamku dalamhati sembari tersenyum manis pada mereka)
__ADS_1