
hari ini adalah hari pemakaman nene sally ,sungguh aku begitu sangat terpukul dengan kepergian nene ku ini apalagi aku tidak bisa ikut serta untuk mengantarkan nene ketempat istirahatnya terakhir , aku sangat gelisah menunggu rido pulang , aku mencoba menenangkan diriku .
rani pun tak berani mengajaku bercanda sesekali rani memeluk ku dia mengusap air mataku , ibu menyuruhku menyusui anak-anak ku , ibu juga meminta ku untuk tidak bersedih berlarut-larut karena kondisi anak ku yang sedang bersama ku.
"sayang , jangan terlalu memikirkan nene yang sudah tenang ya , kamu sekarang harus lebih fokus dengan anak-anakmu " sembari meletakan anak ku dipangkuanku
"baik , bu maafkan aku ya bu . aku sudah merepotkan ibu " jawabku dengan mata yang berkaca-kaca
"kaka, kenapa kok nangis lagi " rani bertanya sembari mengelus pipiku
aku menggendong anak perempuanku ku tatap wajah mungilnya yang sedang tertidur itu dia tersenyum begitu indah ku lihat , ada cahaya surga dimata nya aku melihat senyum nya seperti nene sally , aku meletakan anak-anakku dihadapanku bermaksud untuk mengirimkan foto melalui pesan bergambar kepada rido .
*sayang \, cepatlah pulang mereka ingin kau peluk . akupun merindukanmu* [pesanku pada rido]
rido tak membalas pesanku , aku mulai gelisah ku lihat sudah 30menit pesanku tak dibaca oleh nya aku pun mencoba menelpon tuan dhan , untuk menanyakan sedang apa rido disana karena sepertinya pemakaman sudah selesai , tetapi tuan dhan tidak mengangkat sambungan telepon dari ku
aku mengirimi pesan kembali ke telepon selular rido karena tak seperti biasa nya rido tak membalas pesanku .
*sayang \, kau dimana mengapa tak membalas pesanku* [pesanku kepada rido]
akhirnya setelah lama menunggu rido pun membalas pesanku dengan panggilan telepon .
Rido : halo assallamualaikum sayang , maafkan aku tadi telepon gengamku ketinggalam dikamar , tadinya setelah dari makam aku akan menghampirimu terlebih dahulu.
aku : oh gak apa-apa suamiku , aku khawatir takut kamu kenapa-kenapa . (jawabku dengan gusar)
Rido : jangan khawatir sayang , aku akan segera ke rumah sakit menghampirimu . katakan pada mereka tunggu papa datang ya.
aku : baiklah , hati-hati sayang . loveyou
rido : loveyou too , ( membalas kecupanku)
telepon pun terputus , rani mengajak ku mengobrol dia tak henti-hentinya memandangi anak-anak ku ... rani juga memberikan ku kabar yang mengejutkan aku merasa tak percaya dibuatnya ..
rani ; kaka... kalo aku menikah bagaimana?
aku : dengan siapa kau menikah ? katanya kau putus dengan pacar sma mu itu ?
rani : memang , tapi kan lelaki banyak yang menunggu ku ?!!.
aku : ya kalau memang sudah ada jodohnya segeralah menikah ran..
rani : tapi ,...
rani sepertinya tak ingin melanjutkan nya , rani seperti malu untuk mengungkapkan nya
aku tertawa melihat wajah rani yang berubah menjadi merah seperti tomat merah itu. aku melanjutkan percakapan itu dengan bertanya kepada rani yang membuat rani semakin tegang.
aku : tapi kenapa hah? kau akan menikah dengan siapa ? dengan tuan dhan ya ?
rani : apasih kak , eng...engga deh...
aku dan rido memang tadinya ingin menjodohkan tuan dhan dengan lira tapi rido mencium bahwa dhan menyukai adik ku , setelah mereka mengobrol lama pada saat rani menemani nya didapur rumah sungguh ini sangat mengejutkan sekali.
__ADS_1
aku pun menggoda rani kembali dengan gusarnya rani mengalihkan pembicaraan kami dan meminta ibu untuk memarahiku karena telah menggodanya.
aku : ayolah ran , jujur saja sama kaka ..kamu sudah love love dengan dhan kan ?? ' godaku sembari mengedipkan mata bengkakku
rani : kaka , sudahlah kenapa kah menggodaku...
aku : orangnya sedang berada dalam perjalanan kesini lohh...
rani : ibu lihatlah kaka mulai menggoda ku , ku mohon hentikanlah bu, tolong marahi kaka bu ( dengan manjanya rani menggoyangkan lengan ibu )
ibu : sudahlah ,kenapa kalian ini seperti anak kecil... kalo memang tuan dhan menyukai mu , ibu harap tuan dhan segera mengajak mu menikah (ibu juga menggoda rani)..
rani terlihat sangat malu dengan godaan kami , rani terdiam membisu apalagi setelah rido dan dhan datang , aku dan ibu pun langsung tertawa melihat tingkah nya rani yang sesekali merasa salah tingkah dengan keberadaan dhan yang ada bersama kami.
" sayang kenapa dengan adik ku ini " tanya rido kepadaku .
"dia...... (belum selesai ku berbicara rani sudah memotong pembicaraanku)
" sudahlah kak , kau membuatku malu " sahut rani yang mulai meninggikan suaranya
aku pun tertawa geli dibuatnya , rido tak segan mencium dan memeluk ku walaupun didepan rani juga ibu , dia bertanya tentang keadaan ku dan juga anak ku sembari rido menggendong anak nya bergantian dia melihat ku , menatapku dengan penuh cinta .. rido pun membisikan kata kata indah di telingaku
" ILoVEYou , aku akan selalu mencintaimu sayang"
aku pun membalasnya dengan berbisik-bisik ditelinganya , ibu dan rani bahagia melihatku yang sulit jatuh cinta ini.. ibu dan rani berpamitan pulang karena ingin melakukan ritual mandi dan segera menghampiri mama dan papa dirumah tentunya diantar oleh dhan wkwkwkwkw
entahlah mengapa aku sangat bahagia rani mulai menyukai dhan , apalagi kalau menikah dengan dhan.. karena aku tau dhan begitu sangat baik , dhan juga setia ...haaaaahhhh
aku harap rani bisa bahagia sepertiku mendapatkan cinta yang tulus dari lelaki seperti rido .
setelah ibu dan rani pulang diantar dhan , rido juga menyuruh lira untuk pulang beristirahat tinggalah kami berdua rido memberikanku hadiah kecil yang tak sempat nene berikan , aku sangat senang mendapatkan , nene begitu sangat mencintaiku .....
"apa itu sayang " tanyaku pada nya dengan penaran sembari memiringkan badanku , aku berharap bisa melihatnya
"kamu tutup dulu matanya , ini pasti hadiah yang sangat berharga untukmu " sembari mencium keningku
"baiklah sayang ' aku tutup mataku , aku rasakan rido seperti memakaikan kalung padaku .
"apa ini ? " sembari melihat kalung dengan gantungan hati ditengahnya , rido juga memakaikan gelang dikaki ku .
"sayang ini adalah hadiah dari nene , ini kalung yang diberikan mendiang kakek ku pada nene , sewaktu nene melahirkan ayah ,, nene belum pernah memberikannya pada siapapun termasuk mama dan tante merry .. nene menulis juga surat ini , kalau gelang kaki ini dari aku sebagai ucapan terimakasih ku untuk kamu ... " rido berbicara sungguh dari hatinya ... dia tak sengaja meneteskan air mata kulihat luka nya sangat dalam tapi dia berusaha tegar di depan ku
aku menangis dan sedikit ku lontarkan senyuman kepada rido , begitu spesialnya kah aku dimata nene sally ,
aku sungguh tak percaya sesayang itukah nene pada ku ...
aku harap aku bisa menjadi sosok wanita seperti nene , aku adalah orang yang paling beruntung
mulai sekarang tidak akan bersedih atas kepergian nene , doaku untuk nene akan terselip selalu .
"loveyou more and more nee"
aku mulai membuka surat dari nene untuk ku , yang nene buat sebelum nene meninggal .. sebelumnya nene sudah berpesan pada mama tentang hadiah dan surat itu , nene akan memberikannya jika nene sudah tiada ,, mungkin itu salah satu firasat sebelum kepergian nene .
untuk cucuku tersayang
__ADS_1
nene sangat menyayangi mu , nene akan selalu menyayangi mu , setelah kau hadir dalam hidup rido
nene semakin bersemangat untuk sembuh , nene berharap kau dan rido akan hidup bersama selamanya
cintailah ,hormatilah suami mu sebagaimana kau menghormati yang mencintai orang tuamu ,
kamulah penyemangat hidup rido , nene sayang kamu ... jangan pernah meninggalkan rido ya sayang
rido sangat mencintaimu , begitupun dengan nene ...
dari ku
~nene sally
aku tersenyum bahagia , nene sangat menyayangiku , aku yakin nene sudah bahagia ..
nene sudah taak merasakan sakit lagi , aku memeluk rido , menciumnya , mendekapnya
aku harap pelukan ini akan selalu ada untuk ku ,
Ridoooo ku kau benar-benar mengubahku , mengubah jalan pikirku sekarang kamulah orang yang benar-benar aku cintai .... aku ingin kamu selalu ada didalam hidupku.
__ADS_1