TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. Mengingat


__ADS_3

Malam itu cuaca sangat dingin, Natasha terbangun dari tidurnya berniat untuk membuat Lemon tea hangat untuk menghangat kan tidurnya. dia memakai senter di ponselnya untuk berjalan kearah dapur karena jika malam arah untuk menuju dapur selalu dimatikan oleh Faaz dan hanya dapat penerangan kecil dari lampu diluar taman.


 


“uhh dingin sekali, tadi siang sampai sore aku merasakan kesejukan tetapi mengapa malam ini sangat dingin" gerutu natasha sembari berjalan menuju dapur, Natasha tak tahu jika Faaz sedang berada di dapur untuk membuat lemon tea hangat juga. Faaz memang sangat menyukai apapun yang selalu menjadi kesukaan ayah dan ibunya.


“Maaf tuan, saya mengira jika tuan tidak sedang berada di dapur” ucap Natasha yang berbicara dengan nada yang terbata-bata seakan gugup melihat tatapan yang Faaz berikan.


 


“Tidak apa-apa, aku hanya ingin membuat minuman Hangat" jawab Faaz sembari berjalan kearah kompor, Ia berjalan sembari menatap Natasha yang sedang tertunduk.


 


Saat Faaz mengambil panci kecil, Natasha dengan sigap menawarkan diri untuk membantu Faaz. “Biar saya yang membuatnya Tuan” Ucap Natasha, Faaz menarik sebelah alisnya, Ia memundurkan langkah.


”baiklah Apa yang akan kau buat?” Tanya Faaz sembari menatap wajah Natasha, kini mereka saling menatap satu sama lain. Kontak mata itu terjalin sangat hangat, Tangannya pun masih saling bertumpu bersama tangan Natasha.


”saya berniat untuk membuat Lemon tea hangat untuk menghangatkan tubuh. karena, cuaca nya sangat dingin” Jawab Natasha yang masih saja saling bertatapan tanpa melepas tumpuan tangannya yang tersimpan diatas tangan Faaz.


”Okeylah, silahkan!” Ucap Faaz, Natasha tak melepaskan pandangan nya itu ia malah semakin lekat menatap wajah Faaz. Faaz pun memberinya kode melalui matanya. “Bisakah, Kamu melepaskan ini?” Tanya Faaz, Natasha terlihat sangat Gugup, ia segera melepaskannya.


 


Faaz terdiam saat mengetahui bahwa Natasha akan membuat Minuman yang sama, Faaz memandang wajah natasha yang sedang menyiapkan air diatas kompor lalu mengiris lemon dan menuangkan sedikit gula dicangkirnya. Faaz sungguh melihat sosok ibunya ada pada Natasha, Faaz tak melepaskan pandangannya saat Natasha sedang memotong beberapa lemon diatas tatakan itu. rambut panjangnya tergerai dan jatuh menghalangi pandangannya. Faaz segera membantu menyingkapkan rambut panjangnya itu dan Natasha merasa jantung nya berdegup kencang menerima perlakuan itu dari Tuannya.


 


“airnya sudah mendidih” ujar Faaz dengan sangat ketus, membuat Natasha semakin gelagapan. Ia segera menuangkan air panas kedalam dua cangkir lalu mengaduknya memakai sendok dan memberikan satu cangkir lemon tea hangat untuk Faaz dan satu nya lagi untuk dirinya, “Ini Tuan,” Tangannya terlihat gemetar, dan Ia tak mampu menyembunyikannya.


 


“Maaf, saya permisi” ucap natasha seraya menundukan pandangannya.


 


Natasha membuka balkon atas yang dekat dengan kamarnya itu, dia duduk di kursi lalu melihat pemandangan kota sydney yang indah. karena rumah megah itu memang di desain dengan sangat baik oleh Rido sesuai keinginan istrinya. kelap kelip lampu kota dan terlihat pegunungan yang sangat jauh walaupun masih dapat dipandang menbuat suasana semakin indah, Rumah Rido memang terletak tidak jauh dari Jindabyne jadi tak salah jika cuacanya sangat dingin.


 


“Kamu seneng liat pemandangan disini ?.” tanya MaliQh, Ia menghampiri Natasha yang sedang memegang secangkir lemon tes hangat tersebut.


“iya, Tuan maaf jika mengganggu anda. saya akan segera menutup kaca balkon ini” Jawab Natasha dengan menundukan pandangannya lagi.


 


“Panggil aja MaliQ, kita kan seumuran" seru MaliQ sembari berdiri disamping Natasha, Natasha terlihat sangat canggung berada disamping Maliq.


”Maaf Tuan, saya harus segera kembali " Sahut Natasha, karena teringat ancaman Alea. bahwa Natasha tidak boleh banyak menampakan diri di depan wajah kaka juga adiknya, " ehh natasha , aku akan mengadukan mu kepada kaka jika kau tak mau menemaniku disini " ancam Maliq, Natasha terlihat seperti sedang merasa serba Salah. Di satu sisi Natasha takut akan Ancaman Alea, disisi lain Natasha takut dengan Ancaman lainnya.


 


“Baik Tuan, jika anda meminta saya. saya akan tetap diam disini” Ungkapnya sembari terlihat kedinginan, MaliQ tersenyum mendengar kalimat dari bibir Natasha.


 


“kamu baru ke australia iya?.” tanya MaliQ.


 


“saya baru kali ini Tuan dan saya baru pertama kali nya merasakan cuaca yang sangat dingin” Jawab Natasha.


 


“rumah ku ini terletak di tengah kota tetapi lebih dekat ke Jindabyne.” seru maliQ seraya memberitahu Natasha, Natasha mencoba mencermati Informasi yang diberikan oleh MaliQ.


 

__ADS_1


“Jindabyne adalah pintu gerbang menuju Snowy Mountains dan hanya menempuh jarak enam jam ke arah sydney selatan, dan sekarang sudah memasuki musim dingin kau harus selalu memakai pakaian hangat mu" ucap MaliQ sembari melepaskan pakaian hangat yang sedang ia pakai dan memakaikan di tubuh Natasha, “Tidak usah Tuan, Saya tidak terlalu merasa dingin” Ujar Natasha, Natasha mencoba menolaknya tetapi Maliq memaksanya agar tetap memakai jacket tebal itu.


“pakailah, Kau nanti sakit jika kedinginan, bagaimana kau akan mengurus keponakanku jika kau sakit” Seru MaliQ, Natasha pun tersenyum mendengar ucapan MaliQ.


“apa akan ada salju Tuan, karena saya ingin sekali melihat salju” tanya Natasha polos, MaliQ tersenyum dan menjawab pertanyaan Natasha. ia menjelaskan dengan sangat detail, “ Salju di Sydney sangat jarang terjadi Natasha, Salju mungkin juga turun di sejumlah wilayah regional New South Wales termasuk Blue Mountains, Orange, dan Upper Hunter. jika kau mau kesana aku akan meminta cuti satu hari untuk mu kepada kaka dan aku akan mengajak mu kesana” ucap MaliQ sembari menatap lembut ke arah Natasha.


 


“Tidak tuan, jika saya harus meninggalkan nona kecil sendiri saya tidak mau Tuan. nanti saja jika sudah terdapat waktunya tuhan akan mengabulkan keinginan saya” ungkap Natasha yang semakin tak nyaman mendapat tatapan dari tuan mudanya itu.


 


“hmmm” Faaz berdehem dengan pelan, membuat mereka terkejut dan merasa gugup.


 


“Maiq sedang menemani Natasha Kak” Ucap MaliQ, ia menghela nafasnya dan melanjutkan kembali kalimat yang sempat terpotong itu, “Natasha seperti almarhum mam, dia sangat suka menikmati pemandangan dari sini " ucap MaliQ kembali dengan sangat gugup. karena, MaliQ tahu jika kakanya tidak menyukai adik-adik nya atau papa nya yang masih terjaga di jam malam seperti ini. Faaz terdiam menatap maliQ dan Natasha secara bergantian sepertinya penjelasan maliQ tidaklah cukup baginya.


 


 


“aku pamit tasha, selamat malam” pamit Maliq yang mengerti bahwa tatapan kaka nya adalah kodenya untuk meminta adiknya segera masuk.


 


“Maaf tuan saya akan kembali ke kamar” ucap Natasha sembari melewati Faaz yang sedang mematung menatapnya.


 


“Natasha ..............” panggil Faaz, “Iya Tuan” jawab Natasha seraya menoleh kearah Faaz.


 


“kamu mau saya yang menutup pintu kaca balkon itu?.” tanya Faaz dengan sangat tegas dan menatap Natasha dengan tatapan tajam nya sehingga membuat ia semakin merasa gugup, “ma.ma..af tuan” Nataha menutup pintu kaca dan menutup tirai yang sudah seharusnya menutup lalu tak sengaja kakinya tercegat oleh kain keset sewaktu melangkah kearah tuan Faaz nya dan tak sengaja ia terjatuh tetapi Faaz dengan sigap menahan badan Natasha dan mereka saling berpandangan kembali.


 


 


”yaa ampun apa yang sedang kamu lakukan natasha , mengapa jantung ini berdegup kencang ” didalam batin Natasha.


 


”Lain kali hati-hati jika kau terjatuh disaat menggendong anak ku, aku tak akan segan-segan menghukum mu dengan memotong uang gaji mu” ucap Faaz yang mencoba menyeimbangkan tubuh Natasha. ia segera menundukkan kepalanya, “maafkan saya Tuan.” seru Natasha, Faaz meninggalkan Natasha tanpa menjawab permintaan maaf nya.


 


”Gadis yang malang” gerutu MaliQh saat melihat pemandangan yang tak biasa itu, ”mengapa bukan aku yang menyelamatkan natasha malah kaka ku yang sudah dingin dengan perempuan“ ungkapnya sembari menutup pintu kamarnya.


 


*********


Di dalam kamarnya, Faaz sedang menyandarkan kepala nya dibahu Sofa. Ia mengingat masa-masa indah bersama Rayna istrinya. Haluannya mengenai Rayna sedang terlintas jelas di dalam pikirnya.


 


Flasback ON.


 


”RAYNA, MALAM KU SANGAT LAH INDAH JIKA KAU MAU MENEMANI KEINDAHAN ITU DAN PAGI KU SANGATLAH BERMAKNA JIKA MATAKU TERBANGUN DAN MELIHAT MU DI SISIKU!!, SIANG DAN SORE KU AKAN SELALU BERMAKNA JIKA KAU MEMBUAT HARI KU INDAH. RAY... MAUKAH KAU MENJADI ISTRI KU??” Ungkap Faaz seraya bertanya kepada Rayna, Ia bertekuk lutut dihadapan kekasihnya itu. malam itu diatas dermaga ia mengungkapkan perasaannya yang menginginkan Rayna Menjadi istrinya.


”KING FAAZ, KAU LAH MATAHARI DAN BULAN UNTUK KU. AKU MENCINTAIMU DAN SANGAT MENCINTAIMU AKU AKAN BERSEDIA MENJADI KEKASIHMU SELAMANYA” Balas Rayna seraya mengungkapkan perasaannya terhadap Faaz, saat itu Faz sedang mencoba melamar Rayna. Ia sangat senang mendengar jawaban yang diberikan oleh kekasih nya yang selama dua tahun membantunya mengurus adik-adiknya juga papa nya , karena saat ibunya meninggal Faaz dan rayna belum sempat menemui May.


saat itu faaz belum berani membicarakan kisah asmara nya karena May dan Rido selalu memintanya untuk Fokus kuliah dan setelah itu menikah dengan melakukan Ta'aruf tetapi Faaz sudah terlanjur menjadikan Rayna cinta nya satu-satunya. karena, saat itu banyak sekali para muda mudi yang mengeja-ngejar keduanya dan membuat Faaz menjadikan Rayna kekasihnya agar mereka tak berani mengganggu Rayna ataupun dirinya.

__ADS_1


Rayna adalah anak pengusaha kaya di istanbul Yang juga sahabat dan rekan bisnis Rido, Namun Rayna besar bersama oma dan juga opa nya di Sydney, AUstralia. Rayna memiliki adik bernama najam AliQ, AliQ adalah lelaki tampan yang sangat banyak dikagumi oleh wanita. termasuk oleh Rachel sahabat dari Alea. namun aliQ sangat menyukai Alea dan Alea selalu saja menolaknya Bahkan,Fizzy kaka dari Alea sangat menyukai AliQ karena menurutnya AliQ adalah lelaki yang sama sepertinya ( lebih mengutamakan karier).


Rayna menikah dengan Faaz saat dua tahun meninggal ibunya lebih tepatnya sebulan sebelum peringatan hari meninggalnya May, dan beberapa bulan kemudian Rayna mendapati bahwa dirinya sedang Hamil anak dari Faaz.


mereka sangat bahagia menyambut buah cinta mereka. Rayna juga sempat mengalami komplikasi, SEMINGGU SETELAH MELAHIRKAN ANAKNYA .... Aaleesya fazaa daviniah yakni aaleesya atau Esya.


 


 


ONE MONTH LATER .....


 


 


”kakak ... ” panggil Alea yang mengagetkan kakak nya saat memandang album Foto pernikahannya bersama istrinya.


 


 


”Iya Alea , ada apa ?.” tanya Faaz sembari menyeka air matanya, “Apa Kaka menangis?” Tanya Alea, Faaz tersenyum lalu menjawab kembali, “Ada apa sayang?”.


 


”Kaka, aku ingin memberitahu kaka bahwa masa hukuman ku sudah berakhir.” seru alea dengan mengelayut di lengan kekar kakaknya itu.


 


”baiklah akan kaka berikan dengan satu syarat?, Kau tak boleh mengulanginya dan kau tak boleh menggoda aaleesya anak ku” pinta Faaz sembari mencubi gemas hidung adiknya.


 


”baiklah aku janji, kalau saja kak ray masih ada disini aku tak akan mendapatkan hukuman seberat ini” gerutu Alea sembari mengerutkan dahi dan mengerucutkan bibirnya.


 


”Tapi jika ada Ray, tak akan terjadi perkelahian antar kau dan MaliQ. dan jika ada Ray Kau pun tak akan berani menggoda Ayana dan jika ada Ray aku tak akan kesepian seperti ini“ ujar Faaz sembari memandang kembali foto istrinya.


 


 


”baiklah jika begitu kau cari sosok Kak Rayna kembali, aku juga merindukannya kak”  ucap adiknya itu sembari menyeka air mata yang akan jatuh.


 


”iya sudah, ini kuncinya dan ini semua kartu kamu. kaka tak menutupnya atau memblokirnya hanya saja kaka memberikanmu sedikit hukuman agar kau bisa merasakan hidup yang penuh kesusahan seperti itu agar kau mau menghargai orang-orang disekitarmu” Ucap Faaz kepada adiknya itu.


 


 


( Apanya yang sedikit hukuman itu membunuhku hoaaammm - gumam Alea dalam hatinya )


 


”baiklah aku pamit, semoga hari kaka selalu menyenangkan“ seru Alea sembari mencium pipi kakanya.


 


 


”MAMA, KAKA JANJI AKAN MENJAGA SEMUA KEUTUHAN CINTA YANG PERNAH MAMA DAN PAPA BERI UNTUK KAMI, KAKA MENCINTAIMU MAMA, KAKA JANJI AKAN MENJAGA PAPA UNTUK MU MAA!, SEMOGA MAMA TENANG DISURGANYA ALLAH” GUMAM FAAZ SEMBARI MEMEJAMKAN MATANYA , TERLINTAS WAJAH MAY YANG SEDANG TERSENYUM DIDALAM PIKIRNYA.


 

__ADS_1


__ADS_2