TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
rasa penasaran may


__ADS_3

sebulan sudah semenjak rido memberi kebebasan rido , yofie dan rido semakin dekat begitupun dengan zain yang selalu meminta saran kepada rido . zain sedang menyelesaikan sidang skripsi nya ' zain yang selalu meminta bantuan kepada ku dan juga rido tak pernah seharipun terlewati untuk bertemu kami dan mengajak main anak-anak kembarku zain juga sering memberikan hadiah kecil untuk anak kembarku . yofie yang sekarang memulai bisnis nya dengan rido dan juga jimmy sering sekali menghabiskan waktu bersama begitupun dengan richard .


saat itu richard , aku , juga rani sedang membungkus bingkisan untuk kami bagikan pada saat hari ulang tahun anak ku , ya memang hanya acara syukuran bersama anak yatim yang akan kami adakan dan malam nya kami akan mengadakan acara barbeque untuk anggota keluarga . aku yang kebingungan melihat zain yang datang membawakan hadiah besar untuk anak-anak ku


" hay , keponakan om yang ganteng juga cantik .... lihat lah om mu yang ganteng bawa apa ? :" gumam zain


" ya ampun , jadinya merepotkanmu zain " ucapku yang merasa tidak enak terhadap zain .


" tidak , mengapa meski begitu aku kan yang menginginkannya dan  aku merasa tidak direpotkan " ucap zain sembari menggendong faaz


zain yang membawa boneka besar seukuran dengan tubuh fizzi dan memberikannya untuk fizzi dan zain membelikan mobil besar yang bisa ditumpangi faaz dan memberikannya untuk faaz. dan faaz begitu juga fizzi sangat nyaman jika zain mengajak nya bermain .


" mengapa zain begitu sangat dekat dengan anak-anak ku dan sudah sebulan ini zain sangat sering sekali mandatangiku juga rido , apa zain mengetahui masalah itu - batinku


' heyy .. mengapa melamun seperti itu  " richard mengagetkanku tapi ternyata richard menyadarkan rani dalaqm lamunan nya , rani pun menjadi salah tingkah seperti ada hal yang rani tutupi .


" kamu kenapa , kamu sakit ran ? " tanya richard


" engga kak , aku cuma lagi kurang bersemangat aja " ungkap rani


" kangen dhan pasti dia mah kak " goda ku


" ah apasih kak , dhan aja gak kangen aku " ucap rani tak bersemangat


" emang udah sampai mana sih persiapan acara pernikahan kamu ? " tanya richard penasaran


' belum kak , aku masih menunggu kepastian lagian ayah sama ibu juga sibuk nya bukan main " jawab rani

__ADS_1


' bentar ya kaka mau ke kamar dulu , mau bawa ponsel takutnya kaka iparmu mencoba menghubungi kaka ' pamitku pada mereka , zain yang mengajak anak-anak ku bermain pun tersenyum kepadaku .


.


.


.


.


.


saat aku kembali ke lantai bawah dimana tempat mereka sedang membantuku menyiapkan perintilan kecil untuk acara anak kembar ku , aku melihat rani yang sedang mengobrol serius bersama kak richard dan setelah rani tersdar akan kehadiranku juga lira dia seperti sedang mengakhiri sesi curhatnya bersama richard .


aku yang tidak ingin mengetahui apapun dibuat penasaran dengan keadaan rani yang sedang terlihat bersedih itu .


 


.


.


.


lira yang saat itu terlihat sangat bahagia , menyapa kami dengan senyuman nya


" hay apa kabar ? maaf lira terlambat datang " ucapnya menyapa richard dan rani dengan senyuman

__ADS_1


" nona maaf kan saya , tadi saya diminta tuan muda ke kantor nya untuk membawakan file yang tertinggal , jadi maafkan saya sudah membuat nona menunggu " ucap lira kepdaku


" sudahlah lupakan saja raaa , lagian nanti kamu kok yang bakalan banyak sibuknya " godaku kepada lira mengundang tawa dari richard , tidak untuk rani yang hanya terdiam seperti ketus kepada lira .


" raaa , ini tolong ya kamu pesankan , terus juga catering biar bu dona saja seperti pada saat syukuran kesehat rido itu " pintaku kepada lira .


" baik nona muda , akan saya laksanakan " jawab lira dengan tersenyum


' oh iya sudah sampai mana file kamu tentang hak asuh anak mu , apa sudah masuk ke kejaksaan " tanya ku kepada lira


" sudah , kami tinggal tunggu tanggal persidangannya " jawab richard


" kalau bukan karena tuan richard , saya tidak akan mampu masuk kedalam ruangan itu " jawab lira


" tenang saja , papa dan mama menitipkanmu kepadaku jadi tak usah sungkan ya


" ya ampun dengan apa lagi aku harus membayar ini kepada tuan besar , nyonya besar juga tuan muda sepertinya hutangku sudah menumpuk banyak " gumam lira yang mengundang gelak tawa kami dan kau melihat rani yang masih terdiam diposisi nya itu tak mau tersenyum ataupun tertawa .


 


" hmmmmm , mengapa kau rani " tanyaku sedikit berbisik


" aku hanya lelah kak, dan kangen ibu " jawab rani


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2