
enam bulan sudah berlalu , aku sama sekali tak pernah mendapatkan kabar dari gesya mengenai kakak nya itu , jujur aku sangat penasaran beberepa kali aku menyinggung tentang masalah itu rido hanya terdiam tak menghiraukan ku , rido ingin aku fokus pada kehamilan bahkan skripsiku pun tertunda karena aku sering merasa kelelahan mungkin karena kondisi janin kembarku yang makin hari makin membesar , dokter pun memintaku untuk memperbanyak istirahat sesekali aku diperbolehkan berjalan ditempat , janin ku diperkirakan lahir sebulan lagi tentunya aku sangat senang ,
pagi itu rido memutuskan untuk tidak berangkat ke kantor , rido meminta dhan mengirimkan semua file yang harus ditandatangani nya ke rumah karena rido tidak ingin meninggalkan ku dirumah .
" aaahhhh sayang , kamu membuatku semakin sayang saja " gumamku dalam hati
ibu mengabari ku tentang kelulusan adik ku yang akan tinggal beberapa hari lagi . tentunya aku tidak bisa menghadiri acara itu karena kondisi ku yang sangat tidak memungkinkan untuk pergi keluar kota .
rido sedang asyik mengobrol bersama dede bayi dalam perutku sembari mengusap lembut perutku yang sudah sangat besar itu , sesekali dia tersenyum dan tertawa kulihat rona bahagia menyelimuti wajah suamiku tersayang
" sayang , papah tak sabar ingin memeluk kalian " Ucap Rido sembari mendekatkan bibirnya kehadapan perutku berharap anaknya mendengar celotehannya
" sayang kok diam , giliran dengan mami mu saja kau bergerak dengan sangat kencang " senyumnya sangat menawan saat menatap kearahku.
aku hanya tersenyum geli melihat tingkah rido yang sangat menggemaskan itu .
" dia selalu saja menggemaskan sepertinya aku ingin mencubit pipi halusnya yang seperti pantat bayi itu ckckckc " gumamku dalam hati seraya tersenyum melihat rido.
rido masih asyik dengan tingkahnya yang menggemaskan itu...
" anakku sayang , papa mau dong kalian tendang " pintanya sambil menciumi perutku
duggg.. duggg 2 kali kurasakan tendangan yang sangat keras menghantam muka rido . aku tertawa terbahak-bahak melihat rido yang terlihat sangat kaget mendapat tendangan dari dalam perutku .
" 'ya aampun nak , kalian mengagetkan papah yaa . ayo sekali lagi anak baik ...nanti papah belikan kamu mainan yang banyak , ayolah sayang kau akan menuruti papa kan " masih dengan posisi yang sama , dia berbicara seraya memohon .
__ADS_1
" sudahlah sayang mungkin baby kita sudah lelah jangan kamu ganggu terus , kasian anak ku " jawabku sambil menjulurkan lidahku
" anak ku juga bukan anakmu saja ?? " matanya melebar sembari mendekatkan wajahnya didekat wajahku...
" emmmm, riii...dooo udah ah becanda nya mengapa kau melototiku " jawabku dengan gusar
" tidaak sayangku....akuuu hanya ingin .................. "
dia menyodorkan mukanya seraya ingin menciumku , dia melumat bibirku dengan lembut ,, jujur saja aku sebenarnya sedang tak ingin melakukan ini tapi mengingat sudah lama rido tidak mendapatkan nya aku pun pasrah saja...
"sayang pelan-pelan ya " pintaku sembari mngernyitkan dahi
"iyaaa sayang , kamu relax ya ... kakaknya ingin melihat adik-adiknya" (masih aja bercanda dasar manis)
" rido ..... lepaskan dulu perutku sakit ditendang-tendang sikembar " pintaku
" sebentar lagi sayang " terlihat di mata rido sangat puas sekali mengerjaiku.
" masih sakit ? tanya rido kepada ku...
" tidak sayang , tadi pusarku sakit sekali , sepertinya dia senang ditengok kakaknya " wkwkw ketawa dengan geli
" lagi aja kalo begitu ??? boleh gak ?? " pintanya sembari memperlihatkan muka mesumnya
" udah ahhh sayang aku lelah... nanti lagi ya sayang " mengedipkan mataku
__ADS_1
" baiklah !! kalo begitu aku mandi dulu ya sebentar lagi waktunya sembahyang " sembari pergi ke kamar mandi
dia terhenti dan menoleh ke arah ku .
"terima kasih sayang , muachhhh" Ucap rido seraya memberikan ciuman lewat tangannya.
Rido juga mengedipkan matanya dan akupun tersenyum melihat tingkahnya yang seperti anak kecil.
" ya ampun rido....ridooo
kalau aku mengingat `10 bulan yang lalu pada saat aku baru bertemu dengan nya rasa nya aku tak membayangkan akan melakukan hal ini bersama nya . mungkin tadinya aku akan membuat rido tak menyukai ku tapi semua diluar dugaanku . sekarang aku mencintainya , aku menyayanginya seperti separuh nafasku " Gumamku seraya menatapnya lembut.
aku menghela nafas , kenapa anak ku sangat aktif sekali . banyak sekali gerakannya , apa mungkin karena aku merasa bahagia dan mereka juga merasakan kebahagiaan nya .
" anakku cepatlah hadir mommy sudah menunggu mu semoga kau terlahir dalam keadaan baik dan di waktu yang baik ya " doaku sembari mengusap perutku
rido keluar dari kamar mandi , aku memperhatikan nya dia sangat tampan , badannya sangat bagus , putih mulus dan wajahnya terlihat sangat bahagia.. dia menyanyikan lagu cinta untuk ku dan mencium keningku .
" sudahlah aku juga mau mandi , jangan terus menggodaku sayang , kau membuatku malu " pintaku sembari mencubit perutnya dengan lembut ( mukaku pasti merah)
" okay sayang , ayo keramas biar aku lihat rambutmu yang basah itu dan kakak akan menemui adiknya kembali " goda nya
'dasar mesum" akupun tertawa dibuatnya
(cantikku kau penyemangat ku entah sampai kapan aku akan terlena dengan kecantikanmu yang hampir sempurna .... aku harap selama nya rasa cinta ini utuh , jangan pernah tinggalkan aku ) gumam rido sembari melihat istrinya yang sedang mandi itu... dia sangat suka melihat istrinya mandi walaupun perut istri nya membuncit bagi dia , may tetap sexy awrghhhhh ###
__ADS_1