
seminggu sudah aku menikah dengan rido , aku pun dan rido memutuskan untuk menunda bulan madu kami , karena sesuatu hal ,nene sally nene nya rido masuk rumah sakit ,aku dan rido yang sudah menuju airport terpaksa membatalkan penerbangan kami , mama dan papa begitupun tante nya rido menyuruh kami untuk tetap melanjutkan acara bulan madu kami , kami menolak karena aku tau sedekat apa rido dengan nene nya
Rido : sayang kamu gak marah kan ? "tanya padaku
aku : enggak , aku juga merasa tidak bersemangat , aku mau pastikan dulu nene sehat .."jawabku kepada nya
aku dan rido terlihat akur , tapi tetap saja dalam hatiku masih saja tersimpan rasa penasaran karena sampai detik ini tidak ada penjelasan dari mulut rido mengenai isi pesan itu, dan mengenai hubungan nya dengan shalom
aku pun memutuskan untuk tidak membahasnya , aku juga tak akan memaksa untuk rido menjelaskan tentang semua privasi walaupun selama kami menikah rido tak segan melihat isi ponsel ku, rido juga selalu memintaku untuk mengecek isi ponsel nya , tapi aku selalu tidak mau tahu. ( gengsi sih sebenernya padahal aku ingin rido yang memulai menceritakannya )
sampailah kami di rumah sakit , dhan membukakan pintu untukku dan untuk rido .
Dhan : silahkan tuan , nona "tersenyum sambil membukakan pintu
akupun tersenyum dan mengucapkan terimakasih ,
(apa aku tanyakan saja tentang shalom kepada dhan , dhan mungkin tidak akan keberatan menjelaskan nya kepadaku , ahhh tidak tidak.. dia kan setengah hidupnya rido ... pasti dia tidak akan ada di pihak ku , ucapku dalam hati seraya berjalan keruangan nene )
dilorong rumah sakit itu rido mangalungkan tangan nya di pundakku , rido sesekali berbisik kepada ku.
(aku mau malam ini ya ?? kamu cantik banget ?? aku sayang kamu bisiknya ditelingaku membuatku tersenyum geli)
terlihat papa , mama dan tante ada di depan pintu icu.. separah itukah nene ..?? "tanyaku dalam hati
aku menguatkan papah , aku peluk mama juga papa , tak lupa kucium kening papa dan mama ..
mereka memang tak membuatku sungkan untuk aku melakukan hal itu , papa pun terlihat lebih bersemangat disaat kedatangan kami , papa mulai mengajak ku dan rido bercanda dengan pertanyaan konyol ..
papa : apa kalian sudah siapakan adonan untuk membuatkan papamu yang tua ini cucu ?? "bertanya sambil menggoda rido
mama : papa issshhh jangan gitu liat anak perempuam kita sudah memerah wajahynya , " sambil mencubit batang hidungku..
rido : sepertinya malam ini , kalau terjadi itupun pah ??? " mengedipkan mata nya kearah mataku
aku hanya terdiam , aku malu dengan keberadaan tante dan om disitu... aku pun terdiam sesekali aku membenarkan posisi kerudungku yang rasanya tidak nyaman karena celotehan mereka , hihihi
aku masih saja kaku terhada suami ku ini .. yang jelas itu salah satu kewajiban ku sebagai seorang istri..
tak lama kemudian dokter keluar dari dalam ruangan nene .. memanggil kami sebagai keluarganya ..
dok : keluarga ny , sally
papa : saya jim , "tersenyum menghampiri dokter
__ADS_1
dok : om gusti , ya ampun maaf om saya gak tau kalo , ibu yang didalam adalah orang tua om ..
papa : gimana keadaan ibu dokter muda ?
dok : syukurlah om , ibu sally baik-baik saja .. hanya tekanan darah nya saja tinggi , itu mengakibatkan tangan kanan nya sulit digerakan , saya sudah tangani sebaik mungkin om , om jangan khawatir ya .. "menenangkan papa
papa : tapi ibu gak akan lama kan dirawatnya / "tanya papa
dok : kita observasi dulu ya om untuk hasil bisa kami lihat 2 atau 3 hari kedepan , " jawabnya
dokter jimmy melihat kearah ku yang sedang duduk disamping rido dan mama .
dok : lohh maisya disini ? apa kabar ? "tanya nya kepada ku
aku : eh kak jim , nugas disini ... " tanya ku sambil terlihat gugup
dok : iyaa , kamu kelihatan cantik banget sekarang udah pakai hijab , oh iya om wan gimana kabarnya ?
(dia kenal istriku, dia juga mengenal ayah .. siapa may ya ini orang " menggerutu dalam hatinya ")
aku : eh kenalin ini rido .. suamiku .. dan papa gus itu mertuaku...
yasudah saya pamit keruangan saya dahulu ya , kalo ada apa-apa bisa hubungi saya om , nomer ponsel saya masih yang lama kok ,"berbicara kearah papa
dok jimmy pun berpamitan kepada kami tak lupa papa mama juga mengucapkan terimakasih , tidak dengan rido , rido hanya terdiam sepertinya rido terlihat penasaran kenapa jimmy begitu mengenal ku dan mengapa jimmy tau tentang perjodohan ini ..
(dalam hati rido "siapa dia ?? kenapa dia mengenal may lebih dulu daripada aku , mengapa dia juga mengenal papa dan ayah , dan mengapa dia tau tentang perjodohan ini ... mengapa dia terlihat seperti menyukai istriku)
dokter jimmy itu adalah mantan calon adik ipar tante jully , dia adalah adik kandung dari om sammy , dia sangat menyukaiku , dia juga sudah mengutarakan nya kepada ayah , tetapi ayah menolak karena dia lebih memilih rido ,, dia mengenal papa tentu saja pada saat om sammy di dalam penjara papa dan ayah lah yang berusaha meluruskan jalan kak jimmy , yang aku tau sebagian biaya sekolah kak jimmy juga dari sumbangan papa dan ayah ..kak jimmy pun tahu , diam-diam kak jimmy mengembalikan nya tanpa papa dan ayah tau dengan menjadi donatur di panti asuhan dengan mengatasnamakan ayah dan papa , dia juga terlihat menerima keputusan ayah yang menolak lamaran nya untukku ..rido sih belum tau pasti dia menyangka nya yang tidak-tidak hehehehe
rido pun terlihat diam duduk sambil memainkan ponsel nya , aku sih cuek aja toh aku merasa tidak memiliki salah apapun ,aku juga terdiam di dalam pangkuan mama , aku sangat lelah makanya aku menyenderkan kepala ku dipangkuan mama , mama mengusap lembut kepala ku , mama menitikan air mata dan mencium pipiku dan membisikan kata lembut " anak perempuan mama , terimakasih sudah hadir untuk memeluk mama"
aku terkejut mama sesayang itu kepada ku , akupun terbangun dan menghapus air mata mama
mama , jangan sedih dong .. nanti may malah ikut sedih "aku ucapkan dengan sangat lembut
mama tersenyum , tak lama kemudian rido memanggilku
sayang kamu lapar gak ? "tanya nya kepadaku
__ADS_1
'iya kayanya, mama papa lapar juga gak " tanyaku kepada mama papa
yasudah kita cari saja kekantin rumah sakit ya , siapa tau ada yang enak "seru papa seraya mengajak kami untuk pergi ke kantin
tante dan om nya rido sudah lama berpamitan kepada papa dan kami , dhan juga menunggu diparkiran
bersama pa jajang supir pribadinya rido , dan pa asep supir pribadi papa .
hanya kami berempat di kantin itu , yang lain ya meja masing-masing lah
rido ; kamu mau pesen apa sayang ? "tanyanya sambil meliriku
aku : apa ajaa deh samain sama kamu ,
kamipun makan bersama , ditengah obrol-obrolan kecil papa dan rido , ponsel rido berbunyi
terlihat olehku shall calling , seketika rido berjalan menghindariku ..ingin rasanya aku bertanya kepada papa dan mama tentang mereka tapi aku tidak berniat sama sekali ,akupun hanya diam memainkan ponsel ku mungkin mama sudah mencium bau bau tak sedap tentang ini tapi mama hanya menatap ku , ridopun selesai menerima telepon dari shalom itu , aku sama sekali tidak ingin bertanya apapun kepada rido , pertanyaan itu dilontarkan oleh mama , " telepon dari siapa kak ? tanya mama dengan ketus
rido : dari dia mah , " sambil memalingkan wajahnya kearahku dan bertanya .
"kamu sudah kenyang ? kok gak dihabiskan ?? "
udah kenyang , kapan kita pulang sepertinya aku sangat lelah hari ini "jawab ku dengan sangat ketus
mama dan papa melihat tingkahku dan tersenyum ,
akhirnya aku dan rido pulang , mama dan papa pun pulang tentunya kami berpisah kendaraan dengan papa dan mama , aku terdiam dan sesekali memalingkan muka ku menghadap jendela melihat sekitar jalanan yang kami lalui , rido menggenggam tangan ku dan mencium punggung tanganku ..
dia bilang , aku bakalan cerita dia tadi itu siapa tapi tidak untuk saat ini ya , aku gak mau sekarang menceritakannya , aku hanya terdiam tentunya ego dan gengsiku sangat berada di atas langit , akupun tidak mau membahas duluan karena aku merasa tidak penting (padahal buktinya rasa penasaran kubegitu besar)
__ADS_1