TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. Mencoba menggoda


__ADS_3

AliQ dan Fizzy memutuskan untuk tinggal di Apartemen milik AliQ untuk sementara dan Sore itu Faaz menemani mereka berdua yang sedang sibuk untuk mempersiapkan kepindahannya, “Kamu beberan mau tidur di Apartemen AliQ?” Tanya Faaz yang sembari melihat Fizzy mengepak pakaiannya kedalam koper, Fizzy tersenyum kepada AliQ mendengar pertanyaan yang Faaz berikan.


”Liq, Aku titip dia iya. Dia sedikit merepotkan sih, tapi juga menggemaskan.” Gumam Faaz disambut gelak tawa kecil dari bibir AliQ.


”iya Faaz tenang aja,” AliQ beranjak dari duduk nya, “Sambil Nunggu Fizzy merapihkan barangnya kita ajak Papa untuk berbincang sebentar yu.”AliQ mengajak Faaz dan Faaz menyetujui Ajakan sang adik ipar.


”aduh kenapa hatiku berdegup dengan sangat cepat seperti ini, rasanya dada ku sesak sekali.” Keluh Fizzy, Natasha datang bermaksud untuk menemani Fizzy membereskan barang yang akan ia bawa. Tepat di depan pintu Natasha tersenyum sembari menatap Fizzy, Fizzy pun tersadar jika Natasha menghampirinya.


”kenapa diem di situ sih, Ayo masuk temani Aku!!!” Rengeknya dengan nada yang sangat manja, entahlah semua adik Faaz memang sangat manja kepada Natasha apalagi Alea dan Ayana. Natasha masih tetap tersenyum dan Sembari berjalan kedalam kamar Fizzy, Natasha tak henti memberikan senyumannya.


”Lucu deh, “ ucap Natasha, Ia tertawa menggelitik.


”lucu apanya?, datang-datang langsung bilang Lucu deh. aneh!!!” Protes Fizzy, Natasha kembali tersenyum. Rona bahagia terpancar dari wajahnya Natasha karena berhasil meledek seorang Fizzy yang biasanya Fizzy lah dengan nakalnya meledek Natasha.


”habisnya kamu bilang hatimu berdegup dengan kencang, mana ada hati?” Sembari mencubit pipi Fizzy Natasha berbicara dengan nada yang sangat lembut, “Yang ada jantung tau.” Ucap nya kembali.


”Iya deh iya, Aku gugup Nat.” Ucap Fizzy, “Kalau AliQ gak suka...” ucapan Fizzy terselah, sepertinya ia enggan berbicara mengenai hal yang sangat positif dalam pernikahannya kepada Natasha.


”loh kok gak di lanjutin sih, malu iya?” Ledek Natasha sembari mengedipkan matanya, “Kamu juga dulu kan seneng banget ledekin Aku,” tutur Natasha.


”Maaf dong, Aku gugup Nat. aku mau tanya Dong?” Tanya Fizzy,


“Tanya Apa?, jangan yang susah-susah iya..”


“Gampang kok, Mau tanya Bagaimana caranya agar Faaz bisa nyaman saat bersamamu?.” Tanya Fizzy.


”kamu beri dia rasa nyaman, “ ucap Natasha, “berikan dia perasaan bahwa dia sangat dibutuhkan olehmu, hargai perasaannya dan taat dengan segala aturannya.” Ucap Natasha kembali.


”tapi bagaimana jika dia tidak merasa nyaman dengan ku, dan bagaimana caranya membuat chemistry seperti kau dan Faaz?” Tanya Fizzy


”Pada dasarnya lelaki itu tidak ingin memulai, maka berilah kode untuknya.” Ucap Natasha,


“caranya?”


“caranya dengan mencoba menggoda melalui hal yang ia suka, kau tahu kan apa yang AliQ Suka?” Tanya Natasha, Fizzy berpikir keras mengenai hal itu. Mungkin karena persiapan pernikahan yang sangat singkat baginya, walaupun mereka sudah lama sekali saling mengenal namun mereka pun sudah lama tak saling mendekat.


”sekarang kan udah jadi sepasang suami Istri, gak usah sungkan untuk memeluknya, mencium nya atau lebih dari itu Fizzy. Berikan dia kenikmatan surgawi, dan buat dia menyayangi mu sepenuh hati,” Natasha memberikan sedikit nasihat untuk saudari iparnya itu.


”bahkan Aku tak tau aku harus mulai dari mana?” Keluh Fizzy kembali,


”itu reflek kok, nanti juga dilakukan senatural mungkin Fizzy.” Ujar Natasha seraya memberikan Fizzy semangat, Natasha mengelus punggung saudari iparnya. Wajar sekali baginya jika Fizzy merasa tertekan di malam


-malam pernikahan, karena Natasha pun merasakan hal yang sama.


“Terimakasih Nat, kau memang saudara ku yang sangat baik. Tuhan akan selalu melindungi mu.” Tutur Fizzy sembari mengelus pelan pipi Natasha.


”Sebenarnya Aku sedih karena kau akan tinggal disana, “ Ucap Natasha


”Aku belum sempat berbicara dengan AliQ, aku juga belum tau apa aku menetap di Apart AliQ atau aku akan kembali kesini.” Seru Fizzy, “semua tergantung AliQ, tergantung kenyamanan AliQ. Papa sudah tidak bisa dan tidak mau mengatur ku, kau tahu mungkin Aku adalah anak perempuan yang sekarang sudah menjadi seorang istri” Tutur Fizzy, matanya terkulai lemas. Sebenarnya ia sangat ingin tinggal dan mengurus keperluan sang Papa. Namun apalah daya, nasihat Papa nya pun selalu tertancap dihati Fizzy.


”Ya Sudah ikuti saja keinginan suami mu itu, Lagian AliQ kelihatan sayang banget sama kamu loh.” Ucap Natasha.


”Sayang dari mana nya?” Fizzy segera menukasnya dengan pertanyaan yang membuat Natasha terkejut, “Loh Aku liat loh pandangannya gak pernah lepas dari wajah kamu.” Ucap Natasha.


”Gak mungkin, Dia baru mau nyoba sayang lagi sama Aku Nat!,” seru Fizzy sembari memberitahu hal yang pernah terjadi, “Dulu, saat 5 tahun yang lalu kita sempat saling jatuh cinta, namun AliQ salah paham karena Rayna. Semua sebab karena Rayna.” Penjelasan di awal dari Fizzy membuat Natasha terkejut, Matanya membelalak kala mengetahui ada Kalimat mengenai kesalahpahaman dan di sebabkan oleh seorang Rayna.


”Gak boleh suudzon ahh gak baik tau.” Ucap Natasha, “Rayna kan Kaka ipar mu, dan juga Kaka dari AliQ. Mana mungkin dia membuat kalian saling membenci.” Ucap Natasha kembali.


”AliQ sendiri yang menjelaskan, dan saat itu aku memang sangatlah polos hingga selalu percaya dengan Rayna.” Fizzy duduk disamping Natasha, Ia menyenderkan setengah badannya di bahu sofa besar miliknya. Ia menarik nafasnya dan mulai bercerita mengenai apa yang AliQ bicarakan siang tadi..


*****


Di Ruang keluarga, Ketiga lelaki itu sedang berbincang dengan santai. Faaz, AliQ, dan Rido. Mereka sedang membicarakan kasus yang menimpa Aidil, dan membicarakan segala hal mengenai perusahaan.


“Aku gak menyangka aja dia bisa berbuat seperti itu,” Ucap Faaz


”Sudahlah, setiap manusia pernah melakukan kekhilafan. Tuhan saja maha memaafkan masa Umatnya malah ingin bermusuhan” Tutur Rido.


”Kita gak musuhin Aidil Papa, Hanya saja memberikannya efek jera. Lagipula Aku juga merasakan kesal yang sama terhadapnya” ungkap AliQ, Mungkin AliQ mengingat apa yang pernah dilakukan oleh Aidil dan Rayna. Bahkan dalam ingatan yang sama Faaz pun memikirkan hal itu.

__ADS_1


”Untuk masalah yang lalu, jangan pernah kalian ungkit kembali. Sudahlah kubur dalam-dalam, Papa tidak ingin kehilangan dia.” Tutur Rido, Matanya membendung air mata kesedihan. Karena Rido pun mengetahui permasalahan diantara Faaz dan Rayna, Bahkan Rido tak ingin mengetahui siapa Ayah biologis Aaleesya walaupun  mereka tahu jika Aidil lah kandidat pertama yang diduga merupakan Ayah kandung Aaleesya.


”Entah sampai kapan Aku menyimpan Rahasia ini Papa, Aku pun tak ingin Aidil ataupun Rayna mengetahui jika Aaleesya bukan Anak kandung ku. aku mencintainya, Aku menyayanginya sama seperti Kakek Gusti menyayangi Papa. Mengapa kebenaran ini harus terjadi diantara kami, sudah Cukuplah Papa ku yang mengalami hal in. Ya Tuhan, Lindungilah Aaleesya ku jangan buat hatinya jauh dengan hatiku. bahkan Aku rela mati untuk membuatnya hidup dengan kebahagiaan.” Batin Faaz, Air mata nya pun menetes dengan bebas.


Maliq datang bermaksud untuk meminta ijin kepada Faaz dan Rido untuk tinggal sementara di Apartemen milik nya yang sewaktu itu diberikan oleh Faaz sebagai hadiah, Sebenarnya MaliQ ingin menghindari perasaan nya terhadap Natasha. Karena bagaimanapun, MaliQ tidak bisa melupakan cintanya terhadap Natasha. Walaupun MaliQ tidak berkata yang sesungguhnya namun MaliQ memiliki alasan yang membuat Faaz menyetujui keinginannya.


“Papa, Kaka lagi sibuk iya?” Tanya MaliQ, “Itu kak Fizzy mau kemana Kak?” Tanya MaliQ kembali.


”duduk dulu sayang, gak sopan bertanya sembari berdiri seperti itu!” Ucap Rido, MaliQ pun duduk disamping Faaz.


”Aku mau Pindah tuk sementara, sepertinya nanti Aku juga tidur lagi disini.” Jawab Aliq


”Kenapa pindah, disini aja kak.” Ucap MaliQ, “Lagian Aku juga mau minta ijin untuk tinggal di Apartemen milik ku.” Sembari menatap wajah Faaz dan Rido bergantian, MaliQ berbicara untuk meminta ijin kepada mereka.


”Loh kamu kok ikut-ikutan pindah Dek?” Tanya AliQ.


”Biar lebih fokus juga, soalnya banyak praktik kalau dari sini kadang harus jam 7 ke kampus.” Ucap Maliq


”bukan karena hal lain kan MaliQ?,” tanya Faaz sembari menepuk paha MaliQ dengan pelan, “Tapi kamu janji kalau weekend temui Papa dan nginep disini, gak bawa perempuan yang bukan Muhrim ke dalam dan gak ada pesta-pesta minuman” Cerocos Faaz membuat MaliQ tersenyum.


”Enggak kok, MaliQ janji Kak! Swear deh!!” jawab Maliq


”Ya Sudah gak apa-apa jika itu keinginan MaliQ, Nanti Papa minta Bibi Moel untuk menemani dan mengurus MaliQ disana.” Ucap Rido


”gak usah Pah, MaliQ mau belajar mandiri. Kalau nyuci kan bisa di laundry.”


“Ya Sudah, tapi ingat hal yang tadi Kakak mu ucapkan iya.” Tutur Rido kembali, Bibi Ester datang menghampiri Faaz karena Rayna memintanya untuk memanggil kan Faaz untuknya.


”Maaf Tuan mengganggu,” Ucap BI Ester yang datang menghampiri, “Nyonya Rayna meminta Tuan muda untuk datang ke kamarnya” ucap BI Ester memberitahu dan segera berpamitan kembali, Faaz beranjak dari duduknya untuk menghampiri Rayna di kamarnya.


”Aku ke kamar dulu iya,” ucap Faaz


“Bareng Faaz, aku juga mau liat Apa Fizzy sudah selesai membereskan barangnya.” Timpal AliQ yang juga beranjak dari tempat duduknya, mereka berjalan pelan secara beriringan.


”Kak Faaz,” Panggil MaliQ, Faaz menoleh saat mendengar MaliQ memanggilnya.


“Untuk apa?” Tanya Faaz


”Karena Kak Faaz mau maafin MaliQ, dan Kakak juga izinkan MaliQ untuk tinggal disana.” Ungkap MaliQ.


”Oh, It’Okay MaliQ” jawab Faaz sembari tersenyum, Ia kembali mengambil langkah untuk menghampiri istrinya.


”Papa juga mau ucapin Makasih untuk MaliQ,” sembari melebarkan tangannya bermaksud ingin memeluk anak bungsunya.


”MaliQ yang harusnya ucapin banyak makasih sama Papa, Papa yang gak pernah lepas do’ain kita biar jadi anak Solehnya Papa.” Ungkap MaliQ sembari memeluk Papanya itu.


.


.


.


.


(Back TO Natasha and Fizzy)


”Ya ampun kok bisa gitu, Mungkin dia memiliki alasan tertentu Fizzy. Maafkanlah dia, dia sekarang bukan hanya Istri dari kakakmu tetapi dia juga kakak dari suami mu.” Natasha memberikan Nasihat kembali kepada Fizzy.


”Aku ingin nya memaafkannya Nat, tapi rasanya sakit sekali. Aku sangat mencintai AliQ, dialah lelaki yang aku cintai selama hidupku selain Papa, Faaz dan MaliQ.” Ungkap Fizzy, “Rasanya dia menghancurkan dunia ku saat itu, saat itu Aku memimpikan pernikahan yang sangat megah bersama AliQ. Pernikahan muda, maka dari itu Aku selalu bersikap dingin kepada setiap lelaki. Karena terlalu sulit aku menghapus nama AliQ di hatiku.” Ungkap Fizzy kembali.


”Lalu mengapa AliQ jadi jatuh cinta kepada Alea?” Tanya Natasha,


“Aku tidak mengerti, yang jelas itu semakin sakit Nat. Aku sangat mencintainya, setiap nafasku tersebut namanya.” Ungkap Fizzy kembali, sebenarnya AliQ mendengar setiap ungkapan yang Fizzy ucapkan tentang dirinya itu, tentang cintanya kepada AliQ dan AliQ menanggapi nya dengan senyuman.


”Aku selalu berdoa jika Tuhan menyandingkan Nama ku dengan nama nya, saat Ia hampir saja membatalkan pernikahan ini rasanya hancur sekali. Rasanya kehidupanku mulai sirna, dan Aku belum memiliki teman untuk mencurahkan isi hati ku seperti ini. Aku memendam dan memendam perasaan luka itu.” Fizzy menggenggam tangan Natasha, “Maafin aku iya, malah numpahin isi hati Aku di depan kamu.” Ucap Fizzy.


”Gak apa-apa lagi, Aku Ngerti kok perasaan kamu.” Balas Natasha sembari memberikan pelukan, Fizzy terlihat sangat nyaman dengan Natasha bahkan dulu saat Fizzy sering memberikan curahan hatinya kepada Rayna tak senyaman kepada Natasha.


“Dan sekarang Aku semakin bahagia, walaupun AliQ berucap akan berusaha mencintai ku lagi namun Aku yakin Tuhan akan memberikan rasa itu kembali” Ungkap Fizzy sembari tersenyum.

__ADS_1


“Dan kau harus mengucap syukur karena satu per satu doa tulus mu di jawab dan dibalas oleh Allah” Ujar Natasha, “Sini peluk lagi.” Pinta Natasha membuat Fizzy semakin haru.


”Kak AliQ kok Malah di situ sih!,, Lagi nguping Iya” Tanya Ayana dengan berteriak sangat keras, membuat Fizzy sangat terkejut mendengar suara itu, apalagi Ia mendengar jika AliQ sedang menguping di balik pintu yang menutup sedikit.


” itu suara Ayana, Apa AliQ menguping pembicaraan kita.” Fizzy bergumam, Ia pun beranjak dan berjalan bersama Natasha menghampiri suara Ayana.


”Ada apa?” Tanya Fizzy, AliQ terlihat menggaruk-garuk kepalanya dengan pelan. Wajahnya pun terlihat seperti menyembunyikan rasa malunya.


”Kak AliQ tadi mesem-mesem senyum di situ kak” sembari menunjukan jari telunjuknya di hadapan pintu.


”Enggak, orang Aku mau masuk juga. Kamu keburu teriak gitu” tukas Aliq


”Ih gengsian banget sih, emang Kaka sedang berbincang apa sama Kak Natasha di dalam.”  Tanya Ayana semakin membuat AliQ bertingkah gelagapan, walaupun gengsi di dalam dirinya sangatlah terlihat namun, Fizzy tahu betul jika suaminya terlihat sangat malu.


”Gak ada, aku gak ngobrol apa-apa kok,” Fizzy menggelengkan kepalanya, “Iya kan Nat?,” tanya Fizzy kepada Natasha.


”Ia gak ada kok.” Jawab Natasha.


”Tapi tadi Kak AliQ lama loh disita mesem-mesem gak jelas, tanya aja sama Mael?” Ayana menunjuk kearah Mael namun Mael terlihat tak ada Disampingnya.


”Mael nya Mana ayo, Ayana ngarang kan?” Ledek AliQ membuat Ayana kesal.


”Mael kemana sih, tadi kan sama aku di situ. Kita liat Kak AliQ lagi mesem-mesem disitu.” Ucap Ayana.


”Yaudah deh skip aja, temenin Aku bikin jus yu. Sekalian mau liat Aaleesya.” Ajak Natasha kepada Ayana, Ayana yang masih terlihat bingung hanya mengangguk pelan.


”Tapi Aaleesya sedang diajak main oleh Qabil dan Kak Lea” ucap Ayana.


”Yasudah temani Aku saja yuk” ajak Natasha sementara itu AliQ dan Fizzy hanya berdiam diri melihat drama diantara Ayana dan Natasha. Mereka pun segera meninggalkan AliQ dan Fizzy., dan setelah mereka hilang dari pandangan AliQ dan Fizzy, sepasang suami istri itu malah saling memandang satu sama lain.


”Hmm, udah selesai?” Tanya Aliq


”Udah, tadi Natasha bantu aku.” Jawab Fizzy, “A...Aaku masuk dulu.” Ucap Fizzy seraya terbata-bata, AliQ pun mengikuti Fizzy kedalam kamarnya, Ia duduk diatas sofa.


”Maaf tadi ngobrol sama Papa dan Faaz di bawah.” Ucap Aliq


”Iya Gak Apa-apa kok liq.” Balas Fizzy, “aa..Aku ke kamar mandi dulu.” Fizzy terlihat sangat gugup di hadapan AliQ begitupun dengan AliQ sesekali ia tak mampu menatap mata Fizzy dengan bebas. Fizzy pun masuk kedalam kamar mandi.


”Arrrrrhhhhh...” Suara itu terdengar dari bibir AliQ, Ia terlihat terkulai lemas menyender di bahu sofa, “Untung aja Fizzy lindunginya Aku tadi, Aduh bisa-bisa Ayana datang lagi,” gerutu AliQ.


” kamu emang wanita...”


“wanita Apa?” Tanya Fizzy yang keluar dari kamar mandi, “lagi ngebayangin siapa Liq?” Timpal Fizzy kembali menimpali pertanyaan sebelumnya.


”Engg.....” AliQ tak mampu menjawab pertanyaan yang Fizzy lontarkan karena melihat Fizzy dengan rambut yang terurai bebas, Bahkan saat ini Fizzy memakai kaos yang sangat ketat hingga menunjukan lekuk tubuh yang sangat indah itu.


“AliQ, tau gak?” AliQ menggelengkan kepalanya dengan pelan, “Seorang pria yang menatap seorang wanita lebih dari satu menit tanpa memalingkan pandangannya, maka ia menyimpan perasaan pada waktu itu.” Ucap Fizzy, AliQ terlihat semakin gugup mendengar kalimat menggoda dari istrinya itu.


”hmmm,,,”


(Dalam hati AliQ.)


“Di sana, Ada cinta dan Tujuan yang membuat ku merasa jauh ke depan. Bahkan kala malam yang begitu pekat dan mata yang terlihat terpejam, Bagiku kasih sayang dan cinta ku pada mu masih lincah melesat jauh melampaui ruang dan Masa.”


“Lalu di sepertiga malam terakhirnya engkau selalu ku jaga dalam doaku padanya, Sadar ku memilih menyalakan lampu, melanjutkan mimpi indah tentang mu yang belum selesai dengan cita yang besar, tinggi dan bening lalu ku mendengarkan suara hati yang selalu berdengung.”


“Aku tak peduli kemana engkau akan pergi, Aku Akan selalu tahu bagaimana kau kembali kepadamu. Bagiku kau adalah bintang di hatiku, Kau penerang jiwaku. Kini Aku sadar kau memang bidadari ku.”


“Maafkan Aku karena telah menyakiti mu, Aku berjanji akan mulai mencintaimu kembali.”


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2