
Keluarga besar kami sudah mempersiapkan semua dengan sangat matang walaupun persiapan pernikahan kami terbilang sangat singkat tapi Ibuku maupun Mama Neni sangat detail dalam mempersiapkan semuanya dari mempertemukan kami, acara lamaran, acara pengajian pranikah, acara pernikahan dan acara bulan madu kamipun sudah mereka persiapkan. kami sangat beruntung memiliki orang tua yang begitu membuat kami nyaman.
tapi rasa itu muncul lagi, rasa dimana aku tidak percaya atas nama nya cinta. bagaimana mungkin jam sudah menunjukan pukul 05.00 aku bergegas untuk mengambil wudhu aku pikir dengan solat aku bisa menenangkan hati ku, aku pun meminta ayah untuk mengimamiku karena aku ingin solat bersama ayah tuk terakhir kalinya bukan maksudku untuk melupakan ayahku tapi mulai pukul 09.00 nanti imam ku sudah berubah, tanggung jawab sebagai Ayah atas aku pun sudah berpindah ke tangan Rido.
setelah solat selesai Ayah memandangiku ,tak terasa air mata ayah jatuh
" Ayaaaaaaahhhhh, kenapa menangis? " Tanyaku sambil menatap mata Ayah dengan penuh kasih sayang.
"Aku tak sanggup melihat ayah seperti ini, jangan begitu Ayah." keluhku padanya.
Ayah memelukku dan mencium keningku, Ayah mengingat masa-masa dimana aku tertawa, menangis, dan selalu memanggil ayah dengan manjanya.
semenjak Aku dewasa, Aku tidak ingin bertingkah manja kepada Ayah. Karena setelah Aku menganggap Jika, lelaki itu semua sama menyebalkan dan ternyata Aku salah menilai Ayah.
beliau adalah pahlawan ku, Ayah adalah semangatku, aku selalu menutupi segala rasa sakitku dari Ayah.
"Maafkan aku ayaah maafkan anakmu ini'
Aku mendengar Rido melantukan Ayat suci alQur'an dengan sangat merdu, Sembari terisak Rido melantukan hingga akhirnya selesai.
Aku juga mendengar Rido memberikan Kalimat ucapan kepada Papa dan Ayah, dan memberikan Puisi cintannya untuk ku.
" Kaka, lihatlah." tunjuk Rani terhadap layar ponselnya, Rido melakukan siaran langsung di sosial media miliknya. tak sadar aku meneteskan Air mataku.
"Untuk Calon istriku, Terimakasih sudah Mau menerimaku sebagai Imammu. berikanlah seluruh hatimu hanya untuk Allah, yakinlah bahwa Allah akan memberikan kita kemudahan untuk menggapai surganya. Aku mencintaimu sebelum Kau memilihku" Ucapnya dengan tangisan yang terisak di bibirnya.
Akadpun segera di mulai, seperti biasa jantung ku rasa nya ingin copot, seperti ada burung diatas kepalaku, pusing kepalaku, tanganku
gemetar dan terasa sangat dingin. Aku berdoa sekuat tenagaku.
" Saya Terima, Nikah dan Kawinnya Mayisa Alfisha binti Kurniawan dengan Mas kawin Seperangkat Alat solat, Surah Arrahman yang sudah di lantunkan dan emas seberat 50gram. Dibayar Tunai.
Tak lama kemudian, Aku mendengar kata Sah yang sangat keras ditelingaku.
__ADS_1
"Sahhhhh " Ucap Saksi dengan suara lantangnya.
"alhamdulilah" Seru Rani dan Riswan adikku.
(Aku, Mayisa alfisa. putri dari bapak Kurniawan telah menjadi seorang istri, istri dari laki-laki yang sama sekali belum aku cintai. Aku mengakui aku kagum kepada nya dan aku tidak tahu mengapa aku tidak merasa terpaksa dinikahinya. - Batinku bergumam)
"Kakak, Aaaaaahh selamat ya! Aku pasti sangat merindukan kakak. aku harap kaka tidak pernah melupakanku " Ucap Rani sembari menangis dan memeluk ku, Aku terdiam dan mencoba menahan Air mata yang sudah kubendung sedari tadi.
"Aku bangga sekali dengan kaka ipar. aku melihat ada surga yang tenang dimata kaka setelah menikah dengan kak Rido. aku harap kaka akan selalu taat kepada kak Rido, karena surga kaka sekarang ada pada kak Rido" riswan memelukku sembari menangis.
Adik bungsuku Riswan memang terbilang dewasa meskipun terkadang begitu manja terhadapku. terkadang aku kesal dibuatnya tapi itulah adik ku dengan sabar menghadapi sikap ku yang terkadang menyebalkan sebagai kakak.
"Ayo sayang Kita keluar!" Ajak tante Jully kepadaku.
Aku berjalan untuk menghampiri suamiku! dengan diapit oleh Tante Jully dan Rani, Aku berjalan dengan gaun panjang yang menutupi tubuhku, hijab yang aku kenakan dikepalaku menambah kiasan cantik untuk ku. semua tersenyum saat melihatku berjalan dan tak lama kemudian Aku dan Rido sudah saling berhadapan.
"Tuan Rido, Apa benar ini adalah istri Anda?" Goda Pak penghulu, aku tak bisa menyembunyikan perasaan bahagiaku.
"Coba diperhatikan secara detail, Apa benar Ini suami Nona" Tanya Pak penghulu kepadaku.
"Iya, benar" Jawabku singkat seraya tersipu malu.
"Alhamdulilah" Ucap penghulu kembali, penghulu yang menikahkan kami melanjutkan dengan membacakan doa untuk kami, dan dilanjutkan dengan Rido yang memegang kepala dengan menggunakan tangan Kanannya dan tangan kirinya menengadahkan sembari berdoa kepada Tuhan.
"kamu cantik sayang " bisik Rido setelah selesai mengucapkan doa untukku seraya menggodaku.
rido memasangkan cincin pernikahan kami dan mencium keningku kembali, semua tamu terkesima melihat Kami.
Rido sangat terlihat bahagia begitupun dengan mereka yang menyaksikan Akad.
Rido telihat sangat bangga kepadaku, tak hanya sekali dia mencuri pandangannya terhadapku dan selalu memuji hijabku dengan balutan gaun panjang yang elegant, dia selalu memuji ku.
"kau sangat cantik, terimakasih sudah mau menjemput surga bersama ku." Berkali-kali Ia, ucapkan kalimat itu dan itu membuat aku tersipu malu.
__ADS_1
acara pernikahan kamipun sudah selesai, Kami bersiap untuk kembali kehotel dimana kami akan menginap untuk semalam. karena mereka juga sangat kelelahan, merekapun lebih memilih menginap dihotel tempat kami melangsungkan pernikahan.
Aku melihat banyak sekali hadiah yang aku dapatkan, semua Hadiah disimpan didalam kamar hotel yang menjadi kamar pengantinku. mungkin ini semua dari rekan bisnis nya rido, dari teman ayah, teman papah dan mungkin sebagian dari teman atau kerabat kami berdua.
Sebelum kami melakukan istirahat, aku pribadi meminta Rido untuk menyiapkan makan malam untuk kami bersama ayah, ibu, mama, dan Juga papa. Rido pun mengiyakan keinginanku.
Rido memilih Rooftoop hotel untuk kami gunakan sebagai tempat melakukan acara Makan malam kami. sungguh sangat bahagia sekali, dengan pemandangan gedung-gedung bertingkat tinggi dan Langit yanh dipenuhi bintang menambah kesan Romantis untuk dinner kami bersama kedua orang tua kami.
"sayang, anak mama yang cantik.. nanti kalo bobo kamu harus tutup telinga ya" Goda Mama.
"memangnya rido ngorok iya mah?" Tanyaku sembari tertawa menggelitik.
"Engga, tapi dia pasti ngigau manggil-manggil bi inem " mama tertawa dengan lepas,
terlihat mama sangat bahagia saat meledeki Anak semata wayangnya itu.
"oh mentang-mentang punya anak baru mama lupa sama anak lama" rido balik menggoda mama
"gak apa-apa ya mah nanti kalo mama bete sama Rido, kita hangout aja berdua. kita cuekin Rido ya mah" akupun menimpali godaan Mama supaya suasana terasa makin hangat.
"ibuuuuu, liatlah bu menantu kesayangan ibu dibully oleh mereka" Rengek nya kepada ibu.
"Cupcup, sini biar ibu peluk menantu kesayangan ibu."
kamipun tertawa bersama setelah melihat apa yang dilakukan Rido dan Ibu.
oh iyaa dhan juga bahagia melihat tuan muda nya bisa tertawa dengan lepas, karena hampir dua tahun lama nya rido tidak pernah tertawa selepas ini. Tak lupa Ayah dan papa juga menggoda kami dengan menyuruh kami segera kembali ke kamar hotel untuk segera membuatkan mereka Cucu.
"Sudah, cepet sana kalian pergi ke kamar. kalian pasti cape, istirahatlah sayangku besok kan kalian harus melihat matahari terbit sebagai seorang suami dan istri " Goda Ayah, Papa tertawa kecil seakan menertawakan raut wajah polos kami.
" kami tidak sabar ingin menggendong cucu kami, ya gak Wan? " Tanya Papa sembari mengedipkan sebelah matanya ke arah ayah.
sontak aku dan rido tersipu malu mendengar permintaan mereka, Rido hanya tersenyum dan melihat ke arahku.
__ADS_1