
Alea sedang melamun keras, saat ia mendapati permasalahan diantara Kaka, adik dan Papa nya yang sedang terjadi di pagi ini.
"Qabil," panggil Alea sembari mendecih kesal, " sepertinya kita gak usah bilang dulu Qabil, lihatlah rumah hari ini kacau karena ulah adik ku." keluh Alea akan kondisinya yang tak bisa mengumumkan hubungannya dengan Qabil.
"Sabarlah Alea sayang, kita akan mengumumkannya jika semua sudah tenang." Seru Qabil seraya menenangkan kekasihnya itu.
"Kamu memang brondongku yang paling bijak juga dewasa." pujian Alea membuat Qabil tersipu malu, "Kamu tenang iya, kita pasti akan segera mengumumkan rencana pernikahan kita. Aku yakin Tuhan akan membantu prosesnya." Ucap Qabil, Alea tersenyum dengan sangat manis.
Di dalam kamar dokter jhon sedang memeriksa kesehatan Rido, beruntunglah Rido tidak merasakan sakit yang serius. Rido hanya merasakan Shock atas permasalahan yang terjadi. beberapa menit kemudian Dokter sudah selesai dan berpamitan pulang namun sebelumnya Dokter meminta Faaz untuk menemaninya berbicara sebentar di luar kamar. dan Fizzy datang untuk menghampiri dokter Jhon dan Faaz yang sedang berbincang mengenai kesehatan Papanya itu.
"Bagaimana keadaan Papa ku dokter?." Tanya Fizzy, Raut wajah nya terlihat kusut. ia benar-benar mengkhawatirkan kesehatan Papa tersayangnya.
"Tuan Rido dalam kondisi baik, namun saya sangat mengkhawatirkan jika Tuan Rido anfal untuk kesekian kalinya akan membuat kesehatannya memburuk dan saya meminta untuk kalian agar menjaga kesehatan dan kestabilan udara dirumah ini." Terang Dokter, Faaz dan fizzy mendengarkan apa yang dokter Jhon bicarakan juga nasihat terbaik dari dokter yang selalu menangani kesehatan Papanya itu.
"Baiklah dokter kami mengerti, terimakasih dok." Ucap Fizzy sembari tersenyum, "mari saya antar " seru Faaz sembari mengantarkan dokter Jhon sampai di depan mobil miliknya.
"Maliq, Mengapa kau berkata sekasar itu terhadap Faaz dan Papa!." Gerutu Fizzy, tak sadar air matapun menetes mengingat sikap Maliq yang terlihat sangat sarkas.
Saat Fizzy mencoba untuk berbicara dengan Maliq, Maliq menukas dan menolak untuk berbicara dengannya. Fizzy sempat menahan kepergian Maliq dengan memohon dihadapannya namun semua sia-sia saat maliQ memilih untuk pergi dari rumah. Fizzy memutuskan untuk berbicara kepada uncle kesayangannya melalui ponsel dan uncle berjanji akan berbicara dengan MaliQ, mengingat Zain lah sebenarnya yang selalu menenangkan MaliQ jika MaliQ sedang dalam keadaan kecewa.
"Papa.. papa sudah tidak apa-apa kan ?." Tanya Fizzy sembari memeluk Papanya, Rido tersenyum melihat tingkah manja anak perempuannya.
"Tahukah Natasha, jika Papa ku sedang dalam keadaan tidak baik. almarhum Mama selalu membisikan suara merdu mengajinya sembari menggenggam tangan Papa seperti ini ( menggenggam tangan Papanya ) dan mengusap wajah papa (mengusap wajah tampan papanya ) dan tersenyum seperti ini ( tersenyum simpul)" Tutur Fizzy seraya meneteskan air matanya, Fizzy tak kuasa menahan air mata yang sudah ia bendung sedari tadi lamanya.
"Jangan menangis!" ucap Rido, "Papa ingin kau tersenyum Nak." Ucap Rido kembali.
"Tidak Aku tidak menangis." sembari mengusap air mata yang membasahi pipinya, Fizzy mulai membuat lelucon agar Papanya dapat tersenyum kembali, Wajah Rido terlihat bahagia melihat tingkah jenaka anak perempuannya yang sedari kecil selalu menghibur Mama juga Papa nya. Fizzy dan Faaz memang mewarisi sifat Rido juga May, banyak yang bilang jika Fizzy dan Faaz adalah reinkarnasi Papa dan mamanya. Rido merapatkan bibirnya tanda ia tak bisa berkata-kata melihat raut wajah Fizzy yang sedang mencoba menghiburnya, matanya berbinar kala melihat tatapan yang diberikan anak yang sangat menyayanginya.
"Terimakasih sayang, Papa sayang kalian. jiwa Papa hanya untuk Mamamu dan juga untuk kalian." Tutur Rido, "dan Papa bahagia memiliki kalian semua Faaz, Fizzy, MaliQ, Alea, Ayana, Mael, Qabil, Aaleesya, dan juga kamuu dan masih banyak lagi semua adalah hidup Papa " ungkapnya dengan penuh cinta sembari menyeka air matanya yang jatuh.
Sayang maafkan aku hari ini, aku melakukan kesalahan besar dengan menampar Maliq, maafkan aku sayang!!. jika kau marah ajak aku agar bisa bersamamu, Aku tak akan bisa menjadi ayah yang baik jika tidak disampingmu. maafkan aku!! - Batin Rido menangis sembari membayangkan wajah cantik istrinya.
.
.
.
Malam harinya semua sudah berkumpul dimeja makan hanya Natasha yang terlambat untuk memakan makan malam karena sedang menidurkan Aaleesya. tak lama kemudian Natasha datang dan sekarang Alea benar-benar bersikap manis kepada Natasha mungkin karena Natasha sebenarnya adalah sepupu Qabil dan Alea juga sudah mendengar ketulusan hati Natasha saat ia sedang bersembahyang.
"Kak Natasha, terimakasih sudah memberikan makanan selezat ini." ucap Alea.
(' apa yang terjadi dengannya - batin Fizzy )
"Iya nona Alea, tadi Aaleesya sedang bersama Papanya jadi aku putuskan untuk menenami bibi moley memasak di dapur." jawab Natasha sembari tersenyum, Natasha sebenarnya memikirkan keberadaan MaliQ namun Natasha enggan membahasnya kembali.
__ADS_1
"Panggil aja Alea, aku kan adik ipar mu" seru Alea. Natasha tersenyum kearah adik iparnya seolah tak percaya akan perubahan sikap adik iparnya itu, Faaz terlihat senang melihat tingkah Alea yang sedikit demi sedikit sudah mulai berubah.
( kaka harap kau tak memerlukan psikiater lagi Alea , kau akan sembuh - batin Faaz bergumam )
Makan malam, Malam ini adalah makan malam yang indah bagi Rido. walaupun sebenarnya Rido sangat mengkhawatirkan anak bungsunya itu, tetapi dengan kebersamaan ini mengurangi rasa gundah gulana Rido yang selalu memikirkan keberadaan Maliq.
"Papa , aku sudah meminta shawn (sahabat maliQ) untuk menemaninya tanpa ia tahu aku yang memintanya dan aku juga sudah meminta Abrar untuk membawa MaliQ pulang jika shawn mengabari Abrar." Ucap Faaz, "papa tenang ia ..kaka tidak akan membiarkan MaliQ celaka, Hanya saja dia sedang membutuhkan waktu untuk mengendalikan emosi dan membutuhkan ruang bernafas.'' kalimat yang Faaz berikan membuat papanya sedikit lebih tenang kembali.
Rido memang sudah tau apa yang akan dilakukan Faaz jika adiknya sedang dalam keadaan marah walaupun kemarahan Faaz pun tak akan bisa dihindari oleh mereka namun jika mereka sudah tenang mereka akan meminta Maaf kembali hanya saja mereka butuh waktu, makan malam telah selesai Faaz mengantarkan papa nya terlebih dahulu lalu ia meminta ijin kepada istrinya untuk mencari udara segar dengan berdiam di tepi kolam renang sembari menenangkan dirinya sendiri.
Hari ini memang hari yang sangat kacau bagi dirinya, Hari ini Faaz tahu jika selama mereka hidup sebagai adik kaka banyak sekali permasalahan yang sebenarnya ia tidak ketahui. termasuk kisah Maliq sang adik yang berpikir jika Mama dan Papa nya berpilih kasih dan membeda-bedakan keduanya. Namun Faaz tak merasakan hal seperti itu, Faaz merasa jika orang tua yang sangat ia cintai itu bersikap dengan Adil.
"Mama, hari ini kaka tahu jika adik kaka selama ini merasa iri kepada kaka. kaka tidak marah mah mungkin memang seharusnya Kaka tahu jika NaliQ ataupun adik kaka yang lain memiliki keluhan kepada kaka agar kaka bisa memperbaiki diri kaka. untuk bisa lebih baik lagi dalam memperlakukan mereka"
"Mama kaka minta maaf jika kaka lah yang menjadi biang keributan hari ini." Gumam Faaz sembari melihat keatas langit yang bertabur bintang, Jauh di dalam khayalan nya Faaz melihat wajah cantik ibunya yang sedang tersenyum melihat kearah nya. Faaz tersenyum membalas senyuman ibunya itu namun Natasha mencoba menyadarkannya.
"Suamiku, maaf jika mengganggu. sedari tadi ponselmu berbunyi dan aku takut jika ada hal penting yang harus kau tahu. mungkin ini info mengenai MaliQ" Ia sembari memberikan ponsel milik suaminya, Sorot matanya terlihat sangat mengkhawatirkan Maliq.
"Baiklah istriku, Terimakasih." jawab Faaz. Faaz melihat beberapa pesan masuk dan ternyata pesan tersebut dari AliQ yang memintanya untuk segera menguhubunginya.
"Istriku.. tolong buatkan lemon hangat iya " pintanya, tanpa menolak apapun Natasha segera pergi kedapur saat mendapat perintah suaminya dan Faaz segera menghubungi aliQ
TUT......TUUUUTTTTT ( SUARA PONSEL TERSAMBUNG)
"HALLOOO " sapa Faaz
"ADA APA ALIQ .? APA ADA HAL PENTING SEHINGGA KAU MENGHUBUNGIKU SEBANYAK INI " UCAP FAAZ SERAYA BERTANYA.
"CEPATLAH KE CANBEERA DAN AKU MOHON SECEPATNYA KAU KESINI AKU MENUNGGU MU." PINTA ALIIQ, FAAZ MERASA KEBINGUNGAN DENGAN PERMINTAAN ALIQ KARENA JADWAL UNTUK KE CANBEERA ADALAH MINGGU DEPAN .
"BAIKLAh, AKU AKAN MENGHUBUNGI MU KEMBALI." UCAP FAAZ , KARENA MELIHAT KEDATANGAN ISTRINYA. (SAMBUNGAN TERPUTUS)
"Sayang ini lemontea nya, oh iya kamu mau aku bawakan jacket supaya tubuhmu hangat." Tawaran Natasha untuk suaminya sembari memegang lengan suaminya, Faaz terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Suamiku," panggil Natasha.
"oh iya, sepertinya aku harus segera pergi. client ku ingin bertemu denganku." ucap Faaz sembari pergi meninggalkan istrinya, Natasha menganggukan kepalanya. Ia pun segera mengikuti langkah suaminya yang menuju kekamar dan membawa lemon tea hangat yang suaminya minta ditangannya itu.
Setelah Faaz meminta ijin untuk pergi menemui AliQ, Natasha yang sedang sendiri memilih menghirup udara segar sembari merenungkan masalah yang sedang terjadi didalam rumahnya itu. dia merasa bersalah dengan kepergian MaliQ namun ia juga merasa benar jika melupakan rasa suka nya kepada MaliQ dan lebih memilih belajar mencintai suaminya.
"TUHAN MENGAPA PERASAAN INI SANGATLAH MEMBUATKU GUSAR, MENGAPA AKU MERASA SERBA SALAH DAN MENGAPA KEHIDUPANKU BEGITU RUMIT SEMENJAK MAMA MENINGGALKANKU " GUMAMNYA SEMBARI MEMEJAMKAN MATA NYA.
"Gak rumit kok, kamu cuma lagi diuji aja Nat." jawab Qabil sembari menghampiri Natasha yang sedang duduk sendiri di dekat kolam renang.
"Eh Qabil kok belum tidur ? " tanya Natasha
__ADS_1
"Aku lagi nunggu Alea, dia tadi ketemu temennya katanya ada acara bridel shower jadi gak bisa ikut deh soalnya cewe semua." seru Qabil yang masih mematung berdiri di hadapan Natasha.
"Kamu sendiri kok belum tidur ?." Tanya Qabil sembari mengehela nafas lalu meminta ijin duduk disamping Natasha, "boleh duduk kan" Natasha menganggukan kepalanya seraya ia memberi ijin Qabil untuk duduk disampingnya.
"Qabil sayang banget ia sama Alea, maaf aku tanya hal pribadi kamu." seru Natasha dengan sopan sembari melirikan matanya keatas, Qabil tertawa kecil melihat rasa penasaran sepupu yang baru saja bertemu dengannya.
"Iya Nat, kamu kok bisa baca pikiran aku iya." jawab Qabil sembari menutup mulutnya dengan tangan kanannya.
"Enggak kok, cuma sempet liat aja kamu lagi meluk Alea kayanya sayang kamu tulus banget sama dia ya mudah-mudahan kalian bisa berjodoh" Tutur kata Natasha membuat Qabil terperanjak kaget, karena baru anatasha yang mengetahui hubungan Qabil dan Alea yang begitu sangat dekat. bahkan orang yang sudah lama mengenalnya saja tidak tau sama sekali hubungan asmara keduanyam
"Alea anak baik kok Qabil, kamu jangan pernah nyakitin dia ya." serunya kembali.
"tapi kan selama ini Alea selalu memandang buruk tentang kamu Nat?, Apa kamu tidak membenci dia " tanya Qabil dengan penasaran, Ia sengaja menanyakan hal itu. karena melihat ketulusan Hati Natasha.
"Tidak, lebih tepatnya tidak ada alasan aku membalasnya dan membenci dia. setiap orang punya Hak untuk mencintai juga membenci dan mungkin suatu saat Alea akan mulai menerimaku. dan aku hanya bisa berdoa untuk itu." jawab Natasha membuat Qabil semakin kagum dengan sosok sepupunya, Qabil terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Natasha siapa yang mengajarimu tentang itu ?, ibumu pasti orang yang sangat baik kalau saja baba ku (bapak dhan) dan ibumu masih hidup kita akan menjadi keluarga yang saling menjaga bukan ? " tanya nya dengan penuh harap.
"Dulu ibuku selalu bercerita tentang Mama May yang katanya dia boss mama ku yang paling baik dan menganggap Mama juga Papah mu saudara. dan tak hanya itu, mama ku selalu bercerita kebaikannya. lalu setelah mama ku tiada Papa ku lah yang selalu menceritakan kebaikan Papa rido juga mama may , sungguh aku ingin sekali bertemu mereka" Gumamnya, harapan dimata indahnya terlihat lekat.
"Mereka memang sangat baik, Papa dan mama memperlakukan ku seperti anak-anak kandung mereka dengan baik. Baba selalu memintaku untuk menjadi anak yang baik dan Patuh , aku juga banyak belajar artinya kasih sayang dari Papa juga mama karena Baba ku meninggal saat usiaku10 tahun " jawab Qabil
"itu artinya setahun ibuku meninggal lalu om Dhan menyusul, mengapa dulu kita tak bertemu ya Qabil?." tanya Natasha dengan penuh harap .
"Mungkin sekarang lah saatnya Nat " jawab Qabil dengan tersenyum manis.
"Apa kamu memaafkan Alea, aku akan membuat Alea menyayangimu Nat " seru Qabil
"Aku menyayanginya karena sesama manusia memang harus begitu, Qabil dia anak yang baik tenanglah percayalah padanya dia pasti bisa merubah dirinya lebih baik lagi " tandas natasha mengurai senyuman di wajah Alea yang sedari tadu mendengarkan percakapan Qabil juga Natasha. Alea berlari dan memeluk Natasha dari belakang dia menangis merasa bersalah dengan apa yang telah ia lakukan kepada Natasha selama ini .
"Maafkan aku Natasha, maafkan aku " ucap Alea Natasha membalikan badannya sehingga ia berhadapan dengan Alea .
"Alea, kamu mengapa menangis?, sudahlah apa kau ingin minum sesuatu " Tanya Natasha seraya menenangkan adik iparnya.
"Tidak Nat, aku hanya ingin memeluk mu seperti ini " peluk erat Alea membuat Natasha semakin bingung.
"Aku malu Nat, usia mu lebih muda dariku. bahkan kau adalah kaka iparku tetapi sikap mu memang sangat berbeda kau bisa mendewasakan dirimu , dan kau juga selalu memaafkan tingkahku."
"Akulah yang membuatmu terluka Nat, aku meludahimu , mengancammu , membuat mu tidak betah berada disini , memaki mu tanpa tahu kesalahan dirimu bahkan aku juga yang sempat membuat bibi ester terluka.. karena awalnya aku kira kaulah yang akan membawa sebucket bunga memakai sepeda tetapi abrar malah menyuruh bibi ester ,, akulah yang menyuruh temanku menabrakmu maafkan kejahatan ku nat " jelasnya seraya memberitahu natasha dengan jujur sembari mendekap tubuh Natasha sangat erat Alea menangis tersedu-sedu .
"Sudahlah , kau sudah berkata jujur dan ingin berubah aku sangat menghargaimu adik ipar " tandas Natasha.
Alea tetap memeluk Natasha dengan erat bahkan alea seperti tak ingin melepaskan pelukan hangat yang diberikan kaka iparnya, Alea sungguh-sungguh menyesa dengan perbuatannya. ditempat lain Fizzy melihat tingkah adiknya itu hanya menatapnya dengan penuh haru, Fizzy tak menyangka jika Alea sudah mau menerima natasha .
"ALEEAAA.. ALEAA " panggil Natasha yang merasa terbebani oleh berat tubuh Alea yang terkulai lemas
__ADS_1
"Qabil sepertinya Alea pingsan " seru Naatasha, Qabil segera menggendong Alea. Natasha terlihat sangat khawatir begitupun dengan Fizzy yang menyaksikan semuanya dan saat melihat itu Fizzy segera menghampiri Alea dikamarnya .