TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. Merasa aneh dan Kegundahan.


__ADS_3

Fizzy sedang berada dikantor, dia sedang menyelesaikan laporan untuk diberikan kepada Faaz. Faaz dan Fizzy memang selalu mencoba turun tangan dalam pengecekan apapun mengenai masalah kantor bagi mereka Urusan kantor adalah tanggung jawab besar untuk mereka karena Papanya dan Alm kakeknya sangat mempercayakan apapun kepada mereka apalagi Asic group menjadi perusahaan terbesar karena kerja keras dan dedikasi dari Kakek dan juga Ayahnya.


 


”Nyonya, mohon Maaf diluar ada Tuan AliQ?” Ucap staff yang menghampiri Fizzy kedalam ruangannya.


 


 


”Suruh masuk saja Matt.” Seru Fizzy sembari memfokuskan diri didepan layar Laptop nya.


 


”Hay.” Sapa AliQ dengan senyuman di wajahnya.


 


”Hay, silahkan duduk liq” Ucap Fizzy seraya mempersilahkan AliQ duduk, AliQ menatap kilas senyuman diwajah calon istrinya itu.


 


“Oh iya, Ada apa liQ?. Kok tumben dateng-dateng gak bilang ke aku.” Tanya Fizzy dengan penasaran.


 


”Enggak apa-apa Fizzy, apa stempel undangan sudah siap?.” Tanya AliQ, Fizzy sangat khawatir dengan pertanyaan AliQ.


 


 


”Sudah, maaf Aku belum memberitahumu. Karena kemarin juga aku membantu Alea untuk persiapan pertunangannya sabtu ini.” Ungkap Fizzy, karyawan meminta ijin masuk untuk memberikan minuman hangat kepada AliQ. Dia terdiam kalau Fizzy membicarakan nama Alea.


 


”AliQ ...” Panggil Fizzy, AliQ menatap lurus kearah Fizzy. Fizzy merasa aneh dengan sikap yang AliQ berikan.


 


 


”AliQ, Maaf apakah ada yang salah diantara kita. Apa kau ingin..“ AliQ tersadar dan Fizzy tak ingin melanjutkan pembicaraannya.


 


 


 


“Tidak Fizzy, aku harus pulang. Maaf sudah mengganggu waktumu.” AliQ pergi tanpa memberikan senyumannya. Dan Fizzy semakin merasa aneh dengan sikap yang diberikan AliQ kepadanya.


 


*******


 


 


“Ya Tuhan, mengapa hatiku merasa jika suamiku sedang menutupi sesuatu, Entahlah apapun itu akupun tak mengetahuinya sama sekali. Yang aku tahu rasa curiga ini sangatlah salah. Tetapi, aku tak tahu mengapa hati ini terasa gundah karena sikapnya yang tidak seperti biasa.” Gumam Natasha sembari menatap kaca jendela, ia melihat kearah taman.


 


Faaz sedang duduk di taman dan memandangi laptopnya, 3 hari sudah Natasha memendam perasaan gundah nya karena merasa Faaz sedang dalam keadaan tidak baik. Faaz terkadang terlihat frustasi dan lebih memilih terdiam tanpa menyapa Natasha. Natasha mencoba menghampiri suaminya itu namun, ia terlebih dahulu melihat AliQ datang dan mereka terlihat seperti sedang dalam pembicaraan serius.


 


 


“Kak, Lihatlah gaun ini cocok kan untuk esya.?.” Tanya Alea, ia menunjukan gaun mungil untuk keponakannya kenakan disaat malam Pertunangannya bersama Qabil.


 


“Iya Alea, udah kamu coba memakaikan gaun itu dibadan esya?” Tanya Natasha, Alea melihat bekas air mata yang masih tersimpan di mata indah Kaka iparnya itu.


 


“kakak, Gak apa-apa kan?. Apa kaka sedang marah kepadamu?.” Tanya Alea, Natasha mencoba menutupi rasa penasarannya terhadap sikap Faaz. Terlebih lagi Natasha melihat dengan mata kepala sendiri, Faaz sedang membalas pesan singkat yang dikirim dokter itu.


 


“Kamu cerita dong sama aku, please.” Ucap Alea seraya mengatup kan kedua tangannya.


 


 


“apa kau mengenal Dokter Ambar?. Dan Apakah dokter Ambar adalah wanita idaman nya diluar sana.” Tanya Natasha, Alea begitu kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan Natasha.


 


 


“Maksud kak Natasha Dokter Ambar siapa?.” Tanya nya kembali, Alea menelan ludahnya seakan ia sedang menutupi sesuatu.


 


“Apa kamu mengenalnya Alea?.” Tanyanya dengan penuh harap kembali.


 


“Tidak!” Seru Alea singkat, Alea mengingat betul jika ia pernah memergoki Kakaknya sedang menangis dihadapan dokter Ambar itupun satu tahun yang lalu.


 


 


(' Dokter Ambar, Dokter yang pernah menangani Kak Rayna dan setahun lalu aku memergoki Kak Faaz sedang menangis seperti memohon kepadanya dan terlihat jika Kak Faaz menatapnya lekat seperti mereka sedang memiliki hubungan yang kuat ' - batin Alea bergumam)


 


 


“Kak Alea ... “ Panggil MaliQ yang menghampiri Alea dikamar milik Natasha, namun MaliQ malah menatap Natasha dengan mata yang sangat sayu. Rasa Iba dihatinya sangatlah besar jika ia melihat wajah polos wanita yang sangat ia cintai. Mengapa tidak, MaliQ merasa kesal jika mengingat kebohongan yang sedang Kakaknya tutupi itu dan jika Natasha tahu mengenai kebohongan itu Hati Natasha pasti sangatlah Hancur.


 


 


“Ada apa MaliQ?, kamu memanggilku tetapi, malah menatap Kak Natasha lekat! Sungguh Aneh!” Gerutu Alea, namun MaliQ tetap saja menatap Natasha dengan penuh iba.


 


”MaliQ, hey!.” Bentaknya membuat MaliQ merasa kaget, Natasha terdiam melihat tatapan MaliQ.


 


“Kaka Dipanggil Papa dan Tante Nera.” Sahut MaliQ, Alea meninggalkan MaliQ yang masih mematung dihadapan kaka iparnya itu.


 


Nera adalah sahabat May semasa hidup di Australia, Nera datang untuk memberikan Kado yang istimewa kepada Alea dan Qabil karena pada waktu pernikahan mereka Nanti, Nera Akan berada di Italia dalam waktu yang lama.


Sebenarnya, Nera sempat menyukai Rido namun beberapa kali Rido selalu tak menggubrisnya, dan Nera sudah tahu betul Rido sangatlah mencintai May sampai kapanpun. Kesetiaan Rido sudah beberapa kali diuji olehnya.


 


”Maaf MaliQ bisakah kamu keluar dari kamarku?.” Usir Natasha kepada MaliQ, MaliQ yang tak mendengarkan ucapan Natasha malah semakin melangkahkan kakinya untuk mendekati Natasha.


 


”MaliQ ku mohon, aku takut Faaz salah paham tentang ini jika ia melihatnya.” Seru Natasha sembari memundurkan langkahnya namun MaliQ sama sekali tak mendengar permintaan Natasha.


 


”Jika kau ingin tahu tentang apa yang sedang kaka ku sembunyikan, temui aku di taman belakang pada jam tengah malam. Aku menunggumu.” Pinta MaliQ, MaliQ pergi meninggalkan Natasha, dan pada saat MaliQ keluar dari dalam kamar Natasha, tak sengaja ia berpapasan dengan Faaz kakanya yang menurutnya juga saingannya.


 


”Dari mana kamu?.” Tanya Faaz dengan kesal sembari menatap tajam kearah mata adiknya, MaliQ pun menatapnya sama.


 


”Dari wanita yang telah kau bodohi! Kenapa?, Apa kakak takut jika aku menceritakan kebohongan kaka kepada kami juga padanya. Dengar Kak Faaz, jika sedikit saja kau menyakiti hatinya kau akan berurusan denganku.” Ancam MaliQ sembari menajamkan matanya, menatap mata Faaz dengan penuh kekesalan.


 


 


”Apa yang akan kau lakukan kepadaku MaliQ?. Kau akan Apa? Hah!.” Tanya Faaz kembali, tangan Faaz kini memegang erat lengan MaliQ. Ia seakan menelan ludahnya dengan kasar dan menatap kearah MaliQ dengan tatapan yang sangat kesal. Tidak hanya itu sudut matanya berkedut, Faaz tidak bisa menutupi Rasa marahnya.


 


 


”Aku tak akan segan..“ Saat MaliQ berbicara, Natasha keluar dan mencoba memanggil suaminya itu.


 


 


“Sayang, apa kamu bisa menemaniku dikamar?. Aku merasa gundah sayang.” Seru Natasha, MaliQ pun merasa kesal mendengar dan melihat tingkah manja Natasha kepada suaminya itu. Faaz melepaskan genggaman tangannya di lengan MaliQ dan membuat bekas merah juga sedikit lebam dilengan MaliQ lalu ia pergi untuk menghampiri istrinya.


 


 


“Maaf sudah membuatmu menunggu lama, tadi aku berbincang sebentar dengan AliQ.” Jawab Faaz sembari menyeret langkah kakinya pelan, MaliQ terdiam hingga suara pintu yang tertutup terdengar oleh telinganya.


 


 


“Argh! Dasar Natasha bodoh! Kau bodoh sekali, kau terlalu baik jika untuk disakiti, Natasha. (MaliQ menghela Nafas beratnya) . Dengar baik-baik Natasha, aku akan membuatmu bahagia. kau tak pantas hidup bersamanya.” Gerutunya pelan sembari berjalan dengan pelan.


 


 


“Dan Kau Faaz, Kau iblis yang berbentuk malaikat, kau tak segan membohongi kami yang sangat menyayangi mu! Tuan Faaz!“ Gerutu MaliQ sembari menyeret langkahnya dengan sangat pelan, Nafas nya terasa sesak.


 


Didalam kamar, Natasha memeluk tubuh suaminya yang terlihat sangat lemas. Natasha menggoyangkan jari jemarinya diatas dada Faaz yang penuh dengan bulunya.


 


 


“Kamu lelah iya?“ Tanya Natasha, Faaz memeluk Natasha namun tatapannya sangat kosong.


 


 


“Apa yang sedang MaliQ rencanakan?, dan mengapa tadi MaliQ begitu terlihat kesal kepada Faaz begitupun sebaliknya. Mereka juga membawa namaku saat sedang bersitegang didepan kamar tadi” - pikir Natasha didalam Hati, Natasha sangat memikirkan hal yang membuat Faaz terlihat dingin bahkan tak hanya kepada Natasha. Faaz pun terlihat seperti tidak memperhatikan anak semata wayangnya.


 


 


“Apakah kamu Tahu?, tadi iya Aaleesya memintaku untuk mengambilkan nya segelas ice cream dan aku menolaknya namun dia memang sungguh-sungguh anak yang baik dan mengerti. Dia mencium kening ku lalu memintaku menjelaskan mengapa dia tak boleh sesering Alea memakan ice cream dan aku menjawab dibantu oleh Alea juga Qabil”


 


Natasha mencari space untuk menghela nafasnya, entah sedang berada dimana pikirnya Faaz namun tidak dengan raganya yang sedang bersama dengan Natasha. Faaz seperti orang yang sangat kebingungan. Natasha sudah sangat merasa jika Faaz benar-benar sedang tidak ingin menyapa kami dengan hangat tetapi Natasha sangat sabar menghadapi situasi seperti ini.


 


”Sayang dia menjawab ku seperti ini.” Ucap Natasha sembari memperagakan tingkah anaknya.


 


”Mama peri, kau Pasti akan memaksaku untuk selalu bahagia bukan?, jika kebahagiaanku ada saat aku makan ice cream kau Pasti akan selalu memberiku ice cream. dan kata dokter itu aku sudah sangat sehat dan katanya ice cream bagus untuk ku, mama”


 


”ungkapan anak itu membuatku menangis haru, karena aku menyaksikan dengan mata kepala ku sendiri dia sangat bertekad untuk sembuh sayang” Seru Natasha kembali, Faaz menangis menatap wajah istrinya.


 


 


 


”Kenapa anak seusianya sudah mengerti sayang, walaupun esya berbicara tidak sejelas kita tetapi ia sudah dapat mengerti apapun yang kita bicarakan. Aku semakin menyayanginya. Dia sangatlah Pintar.” Timpal Natasha mereka berlinang air mata sembari saling berpelukan. Natasha membenamkan wajahnya diatas dada milik suaminya.


 


 


”Aku mencintaimu suamiku, maafkan aku selama Dua hari kebelakang ini aku menaruh curiga kepadamu. aku memang bukan istri yang baik.” Ungkapnya, Natasha tak segan memeluk dan mencium suaminya itu.

__ADS_1


 


 


 


”Faaz, aku mohon jangan pernah meninggalkanku. aku tak bisa jauh dari mu juga peri kecilku! kumohon Faaz!“ Pintanya, Faaz terdiam mendengar apa yang Natasha ucapkan.


 


”Faaz mengapa tak menjawab, aku takut jika kau meninggalkanku. kau bagaikan malaikat pelindung ku Faaz.” Natasha tak hentinya berbicara kepada Faaz seakan ia pun tidak merasakan malu kepada suaminya.


 


 


”Maafkan aku jika membuatmu kesal suamiku.” Seru Natasha, karena melihat Faaz terdiam tanpa mengeluarkan suara.


 


“Tidurlah, bukankah tadi kau mengeluh sedang merasa tidak enak badan.” Ucap Faaz sembari mencium kening istrinya, Natasha menganggukan kepala nya. Faaz beranjak dari tempat tidurnya.


 


 


”Aku akan keluar sebentar untuk bertemu Aidil, tidurlah kau tak perlu mengkhawatirkan Aaleeysaa.” Ucap Faaz kembali.


 


 


( bagaimana aku harus meninggalkanmu sedangkan yang membuat anak ku bahagia adalah dirimu, Natasha maafkan aku jika aku mengecewakanmu - Batin Faaz. ) dalam batin Faaz, Faaz meracau kesal dengan sikapnya yang terdiam kala istrinya itu memohon kepadanya.


 


( Bodoh sekali aku, Kenapa aku harus diam dan tak menjawab nya. bagaimana perasaannya kala itu! ah sial lagi-lagi aku menyakitinya. - gerutu Faaz sembari berjalan keluar meninggalkan istrinya itu. )


 


 


******


 


 


 


Malam itu Natasha masih menunggu kepulangan Faaz. Udara diteras pada malam hari membuat Natasha sedikit segar karen sejak Faaz meminta ijin untuk pergi menemui Aidil, Natasha hanya mampu merebahkan diri diatas ranjang miliknya Dan Faaz yang ia tunggupun tak kunjung pulang. perasaan Natasha sangatlah sedang tidak nyaman apalagi Faaz yang tidak memberikan komentar apapun saat Natasha berbicara pada sore hari tadi.


 


 


“Ada Apa dengan dia, Apa yang sedang ia hadapi.“ - gumam Natasha, Natasha melihat Fizzy yang baru saja datang. Natasha memilih untuk menemui Fizzy dikamarnya jika Faaz tidak kunjung pulang.


 


 


“Nat,“  panggil MaliQ mengagetkan Natasha.


 


 


“kamu pasti lagi nunggu Kaka pulangkan ?“ Tanya MaliQ seraya menghampiri Natasha, Natasha terdiam seperti tak ingin melayani ocehan MaliQ.


 


 


“Natasha, kamu gadis yang terlalu baik untuk Kaka ku. aku kasihan dengan mu.” Ucapnya kembali,


 


 


”Apa yang sebenarnya terjadi Tuan MaliQ ?.” Tanya Natasha.


 


 


”Aku memintamu temui Aku tengah malam ini, Apa kau setuju ?” Tanya MaliQ, Natasha terdiam seperti menahan kesalnya pada Adik iparnya itu.


 


 


”Untuk Apa Tuan ?”


 


 


”Temui saja, Dan aku akan memberitahu mu semuanya.” Ucap MaliQ.


 


 


”Tidak tuan, Aku tahu kau akan menjebak ku dan membuat suamiku marah kepadaku lalu ia meninggalkanku dan kau merasa puas untuk itu. Tuan MaliQ, dengarlah Aku sama sekali tidak merasa ada hal aneh dengan suamiku, Aku percaya kepadanya maupun ia membohongiku ataupun menutupi sesuatu dari ku.” Jelas Natasha, MaliQ menghela Nafas dengan berat seolah ia merasa frustasi dengan kalimat yang terurai dari bibir Natasha.


 


 


”Tuan. Maaf aku harus segera pergi.” Pamitnya, MaliQ mendengus kesal dengan apa yang di ucapkan Natasha.


 


 


( ' Nat, kau akan membencinya setelah kau tahu jika kakak ku yaitu suamimu yang sangat kamu cintai telah membohongi kami dan juga menipu dirimu dengan cinta Palsunya- Gerutu MaliQ didalam hatinya )


 


 


Natasha berjalan menyusuri lantai rumah, langkahnya terseret dengan sangat pelan. banyak pertanyaan berkecamuk didalam benaknya. Natasha penasaran dengan apa yang akan MaliQ bicarakan Namun, disisi lain Natasha sangat takut jika ini hanya jebakan MaliQ saja. Natasha termenung kembali kali ini dia berdiam sembari menatap wajah polos malaikat kecilnya. Natasha sangat menyayangi Aaleesya, Ia mengusap lembut wajah anak itu.


 


 


Di dalam kamar Fizzy sedang merebahkan dirinya, Ia baru selesai membersihkan diri dan berniat akan segera Tidur. Namun, Fizzy terlintas kembali ingatan tentang sikap AliQ sore itu. AliQ terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu dan pembicaraan itu pasti mengenai pernikahan mereka.


 


 


“Ya Tuhan, ku mohon jangan jauhkan dia dariku. mengapa aku sangat takut jika ia membatalkan pernikahan ini.“ Fizzy menghela nafas, ia menahan air mata yang mungkin akan segera terjatuh membasahi pipinya.


 


 


“Ya Tuhan kenapa aku jadi bimbang begini, Apa yang sebenarnya ingin kau katakan AliQ ?.”  Tanya Fizzy seorang, akhirnya ia menangis memikirkan ketakutannya seorang diri.


 


 


Tok.. Tok .. ( Suara ketukan pintu ).


 


 


Fizzy terperanjak mendengar suara ketukan pintu dikamarnya, Ia segera menyeka air matanya. Ia melihat dirinya di kaca besar miliknya. seakan ingin menetupi kesedihannya, Ia mencoba tersenyum pada dirinya sendiri saat melihat wajahnya dikaca besar itu.


 


 


”Tunggu, Siapa?” Tanya nya dengan sedikit berteriak.


 


 


”Aku, Natasha” Jawab Natasha di balik pintu kamar yang masih tertutup, Fizzy berjalan kearah Pintu.


 


 


CEKLEK... ( Suara pintu dibuka )


 


 


”Natasha, kenapa kok kaya yang kebingungan.” Tanya Fizzy, Natasha masih terdiam dihadapan Adik iparnya itu.


 


 


”Ayo, masuk” Ajak Fizzy, merekapun akhirnya duduk di sofa yang ada dikamar milik Fizzy.


 


 


”kamu kalau lagi mengerjakan pekerjaan kantor suka disini“ Tanya Natasha, sembari melihat kearah jendela di belakan sofa.


 


 


“aah, Iyah”  Jawab Fizzy.


 


 


(' Bukan hanya sedang itu Nat, sedang memikirkan AliQ saja aku sangat nyaman duduk disini ' - Batin Fizzy )


 


 


”kamu sudah menangis ?” Tanya Natasha, karena melihat sudut mata Fizzy yang sedikit berair.


 


 


”Tidak, Aku hanya sedang lelah saja Nat.“ Jawab Fizzy sembari mencoba menutupi kegundahannya.


 


 


”Maaf jika begitu, Aku akan kembali saja ke kamarku.” Ucap Natasha sembari membangunkan badannya dari duduknya, Fizzy mencoba menahannya.


 


 


”Tidak Nat, temani Aku disini.” Pinta Fizzy menarik lengan Natasha.


 


 


”Fizzy jika kau sedang memiliki masalah, Ceritakanlah padaku. Apa kamu tak menganggapku sebagai saudaramu?.” Tanya Natasha, Wajah  Natasha seperti memohon agar Fizzy tak menyimpan kegundahannya seorang diri.


 


 


”Iya Nat aku mengerti, Oh iya Faaz belum pulang memangnya ?.” Tanya Fizzy sembari menggaruk kepalanya pelan.


 


 


”Faaz bertemu dengan Aidil, itu artinya Faaz sedari tadi dikantor kan“ Tanya Natasha heran. Fizzy melirikkan sebelah matanya keatas, Fizzy terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.

__ADS_1


 


 


“sebentar, Faaz tadi bilang ke kamu bagaimana Nat ?“ Tanya Fizzy penuh penasaran.


 


 


“Entahlah, dia bilang kepadaku akan bertemu Aidil, dan sebelumnya Faaz terlihat berbicara serius dengan Tuan AliQ. “Natasha berbicara dengan menaikan kedua bahunya, dia seolah sedang gundah.


 


 


( kenapa Faaz berbohong kepada Natasha, Jelas-jelas Aidil sedang berada di Indo. Aidil juga masih lama disana bahkan sedar tadi Aidil melakukan panggilan Video masih di Indo. Aaaargh! entahlah. ' - Batin Fizzy )


 


 


“sebentar biar aku hubungi Faaz.” Ucap Fizzy, Fizzy mencari ponselnya dan segera menghubungi Faaz.


 


 


Tut.. Tut.. ( panggilan tersambung)


 


 


“Hallo..“ Sapa Faaz di balik ponselnya, Fizzy mengaktifkan pengeras suara diponselnya.


 


 


“Hallo sedang dimana Faaz ?.” Tanya Fizzy.


 


 


“Aku di canbeera, kenapa ?.” Tanya Faaz balik kepada Fizzy.


 


 


“kirain Aku dirumah, untuk apa disana ?.” Tanya Fizzy kembali, Natasha terdiam mendengar percakapan mereka berdua.


 


 


”Ada hal sesuatu yang harus aku urus, kenapa ?. Apa Papa baik-baik saja.” Tanya Faaz, terdengar suara Faaz sangat mengkhawatirkan Papanya itu.


 


 


“Tidak, kirain aku kamu lagi sama Aidil eh AliQ maksudku.“


 


 


“enggak lagi sama AliQ, Aidil  juga kan ada di Indo. masih Tanya lagi.” Ucap Faaz, Natasha merasa kaget karena suaminya tengah berbohong kepadanya.


 


 


”Titip Papa dulu, Titip Aleesya dan Titip juga Natasha. Aku gak akan pulang malam ini.” Ucapnya.


 


 


”Udah kasih kabar ke Natasha ?.” Tanya Fizzy.


 


 


”Habis ini aku telpon Natasha, udah dulu iya lagi sibuk ini.” Ucap faaz sembari mematikan sambungan di ponselnya.


 


 


mereka pun terdiam. banyak hal yang mereka pikirkan, entah tentang kebohongan Faaz terhadap Natasha ataupun alasan tentang Faaz yang selalu saja pergi ke Canbeera. karena tidak ada satu bisnis pun yang tercatat disana kecuali rumah yang Faaz beli diam-diam untuk Faaz dan Rayna tempati. Rumah megah itupun hanya AliQ dan Fizzy yang mengetahui saat Faaz membelinya.


 


 


( Apa yang sedang kau sembunyikan Faaz, Aku merasa khawatir denganmu ' - Gumam Fizzy dalam hatinya.


 


 


“Fizzy, kenapa Faaz tak berkata jujur kepadaku.” Tanya Natasha yang memberikan isi pesan singkat yang faaz kirim ke dalam ponsel milik Natasha.


 


 


”Apa yang ia kirimkan, coba aku baca.” Ucap Fizzy sembari membaca pesan yang di kirimkan oleh Faaz.


 


 


~ Maafkan aku tidak pulang malam ini karena, Aku sedang mengerjakan sesuatu bersama Aidil di tempat Aidil. Aku titip Papa dan Aaleeya jika terjadi sesuatu hubungi Abrar. (Pesan Faaz)


 


 


“Natasha, tenanglah. mungkin dia berbohong Karena sedang dalam kebingungan.” Ucap Fizzy


 


 


“Apa dikantor Ada masalah serius Fizzy ?” Tanya Natasha, Fizzy terdiam sepertinya tak ingin berkata jujur bahwa Di kantor sedang tidak terjadi apapun.


 


 


”Ada kendala, mungkin Faaz tak ingin dulu memberitahuku.” Jawab Fizzy,


 


 


”Oh iya, semua sudah bereskan persiapan pernikahan kamu dan Tuan aliQ ?.” Tanya Natasha.


 


 


“sudah Rampung, kita Nikah juga cuma Akad aja. Papa kurang suka pesta” Ucap Fizzy, Natasha tetap memikirkan Faaz yang dengan tega membohonginya namun Natasha tak ingin melihat Fizzy sedih jika iya menceritakan kecurigaannya terhadap suaminya itu.


 


 


“Pertunangan Alea dan Qabil besok digelar, Apa Faaz akan pulang ?.” Tanya Natasha kembali.


 


 


“Iya pasti pulang kan hanya malam ini faaz tidak bisa pulang.” Jawab Fizzy, Tak lama kemudian Ponsel Fizzy berdering.


 


 


“Sebentar iya Nat , Aunty shaloom menghubungiku. Aku harus mengangkatnya” -


 


 


Natasha menganggukan kepalanya, Fizzy berbicara dan sedikit bercerita dengan Shaloon dan Yofie via telepon. Fizzy memang cukup dekat dengan semuannya. Hanya saja lebih dekat dengan Shaloom karenasedari dulu jika mereka berkunjung Fizzylah yang selalu menggelendot dipangkuan Shaloom maupun Yofie.


 


 


Fizzy masih berbincang dengan mereka, Natasha merasa Terombang ambing perasaannya karena memikirkan Hal mengenai kebohongan Faaz dan tingkahnya yang terlihat memiliki beban yang sangat dalam tak hanya itu,  Natasha juga memikirkan kalimat dan permintaan MaliQ kepadanya. sepertinya MaliQ memang ingin memberitahunya sesuatu begitulah pikir Natasha.


 


 


“Kata Aunty Dan uncle maaf tadi tidak sempat menyapamu, Salam sayang dari jauh katanya” Ucap Fizzy sembari tersenyum manis kepada Natasha.


 


 


“Aunty Shaloom dan uncle Yof itu Siapa ?” Tanya natasha.


 


 


“Ya ampun, Uncle yoF kaka dari Uncle zain dan Adik dari Papa. nanti deh kapan-kapan Aku cerita.” Ucap Fizzy, Natasha seperti sedang mengingat apa yang papa mertuannya ceritakan tentang Uncle yofie.


 


 


“Iya aku ingat Papa pernah bercerita kepadaku, Uncle yof juga salah satu sahabat Papa ku.” Ucap Natasha.


 


 


“Iya, aku kangen banget sama Aunty shaloom dan Uncle Yof. mereka tinggal di Italy dan Acara pertunangan besok mereka tidak bisa hadir. tapi aku memaksanya jika aku menikah mereka harus hadir.” Ungkap Fizzy


 


 


“Fizzy, Apa yang sedang suamiku sembunyikan iya.” Tanya Natasha kembali.


 


 


“Entahlah Nat, kau harus memaklumi Faaz iya. maafkan jika sudah membuatmu bingung.” Ucapnya, Fizzy kembali melihat layar ponselnya dan membaca pesan dari AliQ .


 


 


~ NAJAM ALIQ


Temui aku malam ini di tepi Pantai manly beach, Aku menunggumu untuk membicarakan Hal yang sangat penting.


 


 


*****


 


 


# Note Author..


akun IG : @Chumeyoks

__ADS_1


akun FB : Meyta Indri kurniawati


jangan lupa Follow juga Profil Author iya..


__ADS_2