TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
kepulangan rido


__ADS_3

malam pun sudah berganti pagi , pagi ini adalah pagi dimana aku akan memulai hari ku dengan perasaan terluka


aku tidak ingin keluar kamar , aku malu dengan keadaan mataku yang sembab , aku juga sama sekali tidak mengharapkan kepulangan rido meskipun banyakj pertanyaan muncul dibenak ku .


*****DI RUANG MAKAN*******


papa dan mama sudah terduduk di meja makan tempat kami sarapan dan bersenda gurau bersama  , papa bertanya kepada bi inem mengapa aku belum ada di meja makan .


"bi mengapa may belum turun dari kamarnya " tanya papa kepada bi inem


"panggilkan saja bi , bilang saya dan papanya sudah menunggu " mama menimpali


"baik tuan , nyonya " bibi segera menghampiriku untuk memanggilku sarapan


tak berhasil membujuk ku yang sedang menyusui anak-anak ku , bibi pun kembali keruang makan.


"tuan , nyonya .. nona muda sedang sibuk menyusui tuan kecil , nona muda meminta maaf tidak bisa ikut sarapan bersama " ucap bi inem kepada mama dan papa


"baiklah bi , cepat kirim sarapannya kekamar , saya tidak ingin menantu kesayangan saya menahan laparnya" ucap papa menyuruh bi inem menyiapkan sarapan untuk ku ..


papa dan mama berbincang tentang keadaan ku yang sedang kecewa , papa memutuskan untuk menghubungi rido melalui sambungan telpon nya ,


rido : halo assalamualaikum pap ?


papa : sedang berada dimana kak ?


rido : aku sedang dalam perjalanan pulang pap .


papa : cepatlah kembali , papa tidak ingin istrimu bersedih.


rido ; baiklah pap , semalam ido...(TUT TUT,, TELPON TERPUTUS )


"SAYA tidak ingin terjadi apa-apa dengan may " papa berbicara sembari menggebrak meja makan


"seharusnya kita berbicara apa yang sedang dialami rido " mama menyahut pembicaraan papa


~aku tak tau apa yang selanjutnya mereka bicarakan karena papa meminta mama untuk berbicara diruangan papa , aku terdiam dibelakang lemari besar dekat ruang makan itu , sekilas aku mendengar percakapan itu , aku tidak berani bertanya kepada mama dan papa , aku tidak siap terluka akan apa yang sedang rido alami mengingat semalam shalom lah yang mengangkat ponsel rido~


aku bersiap kembali ke kamar anak ku setela mama berlalu pergi keruangan papa , tak lama ponsel ku berdering rido menelponku , aku tak ingin mengangkatnya , rido mengirimkan pesan singkat padaku .\


"sayang , happy anniversary , terimakasi sudah sabar menunggu .loveyou" (pesan rido)


"sayang , aku akan pulang , aku merindukanmu" (pesan rido)


"sayang apa kau marah ? " (pesan rido)


"maafkan aku" (pesan rido)


aku hanya terdiam dan ponselku kembali berdering ternyata panggilan itu dari ibu ku , aku dengan sigap mengangkat telpon dari ibu ,,


ibu : 'sayang , selamat hari pernikahan mu , semoga kamu dan rido selalu dalam lindungan allah


aku : ya bu terimakasih , apakah ibu dalam keadaan baik ?? tanyaku dengan gagap

__ADS_1


ibu : baik sayang , ibu sangat merindukanmu , ibu akan segera menemuimu nak < kamu ingin kado apa dari ayah dan ibu ?


aku : tidak bu aku hanya ingin bertemu dan memeluk ibu .


ibu : apa sesuatu terjadi padamu nak ?


aku : tidak bu , hanya saja aku merindukan mu bu. " dengan nada yang terdengar ingin menangis"


ibu : baiklah , sampai jumpa sayangku '


setelah menutup telepon dari ibu , seketika aku menangis tak ku sangka lira memeluk ku dan menenangkanku


lira sepertinya tau dengan keadaanku , lira mengusap lembut punggung ku ,


"menangislah nona , menangislah ..." lira menenangkanku


aku merasa sangat nyaman seperti mendapat sahabat yang lama aku rindukan , aku menangis dengan mengeluarkan beban dihatiku sudah sangat lama air mata ini kubendung , aku merasa rido sangat berubah dengan tak mengabariku , padahal rido selalu mengabari ku walaupun pada saat sibuk.


aku sudah selesai akan tangisannku , bu nina , mbak lastri dan juga lira sangat menguatkan ku.


saat aku sedang melihat mbak lastri menggantikan popok faaz , mbak tati menghampiriku dan memberitahu bahwa rido sudah datang , aku pun masih dengan santai melihat mbak lastri mengganti popok ,


"nona , tuan sudah "/.... mbak lastri sudah dua kali memberitahuku


 aku bergegas turun kebawah untuk menghampiri rido yang sudah pulang , tak lupa aku bertanya kepada lira tentang kondisi ku saat ini


"raa , aku gak kelihatan udah nangis kan ?" tanyaku pada lira


aku melihat rido yang tersenyum dari kejauhan , aku pun tersenyum dengan sangat terpaksa , rido memeluku erat dan mencium keningku ,


"ratuku kenapa dengan matamu " tanya nya pada ku dengan wajah tanpa dosa


"aku ...tidak bisa tidur semalam" jawabku singkat


"apa kamu menunggu ku ?"tanya nya padaku


"lupakan saja , apa kamu sudah makan? " sembari memberikan segelas air hangat


"sudah sayang , " jawab nya sebari meneguk air yang kusajikan


"sayang , aku ingin melihat anak-anak ku" pintanya


"pergilah ke kamar , apa kamu sudah lupa jalan ke kamar anakmu sendiri"jawabku dengan ketus


"maafkan aku ya sayang , aku sudah membuatmu kecewa dengan semalaman menungguku" rido memegang daguku dan menciumnya dengan kilas


(ingin sekali bertanya tentang hal semalam , tapi sudahlah aku ingin mencar tahu sendiri 'gumamku dalam hati)


sungguh aku tidak bisa menyembunykan kekecewaanku , aku tidak ingin sperti ini , tapi keadaan lah yang membuat ku seperti ini , aku memegang ponsel ku , rido sedang melepas rasa kangen dengan anak-anak nya sesekali rido mentap ajahku yang cemberut , bu nina dan yang lain nya sudah berlalu ke dapur untuk istirahat  , mungkjin mereka berniat memberikan kami waktu untuk melepas rasa kangen , aku melihat rido yang sangat kurus badannya yang tegap itu sudah tak lagi sekekar dulu , aku sedih melihatnya tapi aku tidak ingin memperlihatkan rasa khawatirku


aku mulai mengirimkan pesan kepada shalom .


"kak , kapan mau kerumah ,, rido sudah berada dirumah apa kaka ingin bertemu denganku dirumah" (bunyi pesanku pada shalom)

__ADS_1


rido mengagetkanku dia memberiku jam tangan di dalamnya berada inisial huruf kami , aku melihat dia memakaikan nya ditanganku , dia mencium kedua tanganku , dia memeluk ku dan meminta maaf karena baru bia pulang hari ini.


"sayang , aku tau kamu marah ..maafkanlah aku , aku minta maaf karena telah membuat mu menunggu" ungkapnya dengan memeluk tubuh mungilku wajahku terbenam di dadanya yang sudah tidak terlalu bidang


aku terdiam tidak memberikan sepatah kata apapun.


"sayang , kau mau liburan kemana , aku akan mengajak mu" memegang daguku dan mencium bibirku dengan lembut


"aku gak mau kemana-kemana " jawabku singkat


"baiklah kalau begitu , aku ingin melihat senyum mu' pintanya padaku


(aku ingin kau menjelaskan semua padaku , cih!!!) 'gumamku dalam hati


kamipun duduk berdua , rasanya aku ingin melontarkan semua pertanyaanku padanya tapi aku melihat matanya yang sangat lelah , aku juga memegang tangan nya sangat dingin ...dia memintaku untuk memeluk nya


akupun memeluk nya , kenapa aku ini ,, tadikan aku marah dengan nya ...bahkan aku tak ingin dia pulang dan berada dihadapanku , tapi sekarang mengapa aku sangat ingin memeluknya


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2