
malam pun sudah berganti pagi , pagi ini adalah pagi dimana aku akan memulai hari ku dengan perasaan terluka
aku tidak ingin keluar kamar , aku malu dengan keadaan mataku yang sembab , aku juga sama sekali tidak mengharapkan kepulangan rido meskipun banyakj pertanyaan muncul dibenak ku .
*****DI RUANG MAKAN*******
papa dan mama sudah terduduk di meja makan tempat kami sarapan dan bersenda gurau bersama , papa bertanya kepada bi inem mengapa aku belum ada di meja makan .
"bi mengapa may belum turun dari kamarnya " tanya papa kepada bi inem
"panggilkan saja bi , bilang saya dan papanya sudah menunggu " mama menimpali
"baik tuan , nyonya " bibi segera menghampiriku untuk memanggilku sarapan
tak berhasil membujuk ku yang sedang menyusui anak-anak ku , bibi pun kembali keruang makan.
"tuan , nyonya .. nona muda sedang sibuk menyusui tuan kecil , nona muda meminta maaf tidak bisa ikut sarapan bersama " ucap bi inem kepada mama dan papa
"baiklah bi , cepat kirim sarapannya kekamar , saya tidak ingin menantu kesayangan saya menahan laparnya" ucap papa menyuruh bi inem menyiapkan sarapan untuk ku ..
papa dan mama berbincang tentang keadaan ku yang sedang kecewa , papa memutuskan untuk menghubungi rido melalui sambungan telpon nya ,
rido : halo assalamualaikum pap ?
papa : sedang berada dimana kak ?
rido : aku sedang dalam perjalanan pulang pap .
papa : cepatlah kembali , papa tidak ingin istrimu bersedih.
rido ; baiklah pap , semalam ido...(TUT TUT,, TELPON TERPUTUS )
"SAYA tidak ingin terjadi apa-apa dengan may " papa berbicara sembari menggebrak meja makan
"seharusnya kita berbicara apa yang sedang dialami rido " mama menyahut pembicaraan papa
~aku tak tau apa yang selanjutnya mereka bicarakan karena papa meminta mama untuk berbicara diruangan papa , aku terdiam dibelakang lemari besar dekat ruang makan itu , sekilas aku mendengar percakapan itu , aku tidak berani bertanya kepada mama dan papa , aku tidak siap terluka akan apa yang sedang rido alami mengingat semalam shalom lah yang mengangkat ponsel rido~
aku bersiap kembali ke kamar anak ku setela mama berlalu pergi keruangan papa , tak lama ponsel ku berdering rido menelponku , aku tak ingin mengangkatnya , rido mengirimkan pesan singkat padaku .\
"sayang , happy anniversary , terimakasi sudah sabar menunggu .loveyou" (pesan rido)
"sayang , aku akan pulang , aku merindukanmu" (pesan rido)
"sayang apa kau marah ? " (pesan rido)
"maafkan aku" (pesan rido)
aku hanya terdiam dan ponselku kembali berdering ternyata panggilan itu dari ibu ku , aku dengan sigap mengangkat telpon dari ibu ,,
ibu : 'sayang , selamat hari pernikahan mu , semoga kamu dan rido selalu dalam lindungan allah
aku : ya bu terimakasih , apakah ibu dalam keadaan baik ?? tanyaku dengan gagap
__ADS_1
ibu : baik sayang , ibu sangat merindukanmu , ibu akan segera menemuimu nak < kamu ingin kado apa dari ayah dan ibu ?
aku : tidak bu aku hanya ingin bertemu dan memeluk ibu .
ibu : apa sesuatu terjadi padamu nak ?
aku : tidak bu , hanya saja aku merindukan mu bu. " dengan nada yang terdengar ingin menangis"
ibu : baiklah , sampai jumpa sayangku '
setelah menutup telepon dari ibu , seketika aku menangis tak ku sangka lira memeluk ku dan menenangkanku
lira sepertinya tau dengan keadaanku , lira mengusap lembut punggung ku ,
"menangislah nona , menangislah ..." lira menenangkanku
aku merasa sangat nyaman seperti mendapat sahabat yang lama aku rindukan , aku menangis dengan mengeluarkan beban dihatiku sudah sangat lama air mata ini kubendung , aku merasa rido sangat berubah dengan tak mengabariku , padahal rido selalu mengabari ku walaupun pada saat sibuk.
aku sudah selesai akan tangisannku , bu nina , mbak lastri dan juga lira sangat menguatkan ku.
saat aku sedang melihat mbak lastri menggantikan popok faaz , mbak tati menghampiriku dan memberitahu bahwa rido sudah datang , aku pun masih dengan santai melihat mbak lastri mengganti popok ,
"nona , tuan sudah "/.... mbak lastri sudah dua kali memberitahuku
aku bergegas turun kebawah untuk menghampiri rido yang sudah pulang , tak lupa aku bertanya kepada lira tentang kondisi ku saat ini
"raa , aku gak kelihatan udah nangis kan ?" tanyaku pada lira
aku melihat rido yang tersenyum dari kejauhan , aku pun tersenyum dengan sangat terpaksa , rido memeluku erat dan mencium keningku ,
"ratuku kenapa dengan matamu " tanya nya pada ku dengan wajah tanpa dosa
"aku ...tidak bisa tidur semalam" jawabku singkat
"apa kamu menunggu ku ?"tanya nya padaku
"lupakan saja , apa kamu sudah makan? " sembari memberikan segelas air hangat
"sudah sayang , " jawab nya sebari meneguk air yang kusajikan
"sayang , aku ingin melihat anak-anak ku" pintanya
"pergilah ke kamar , apa kamu sudah lupa jalan ke kamar anakmu sendiri"jawabku dengan ketus
"maafkan aku ya sayang , aku sudah membuatmu kecewa dengan semalaman menungguku" rido memegang daguku dan menciumnya dengan kilas
(ingin sekali bertanya tentang hal semalam , tapi sudahlah aku ingin mencar tahu sendiri 'gumamku dalam hati)
sungguh aku tidak bisa menyembunykan kekecewaanku , aku tidak ingin sperti ini , tapi keadaan lah yang membuat ku seperti ini , aku memegang ponsel ku , rido sedang melepas rasa kangen dengan anak-anak nya sesekali rido mentap ajahku yang cemberut , bu nina dan yang lain nya sudah berlalu ke dapur untuk istirahat , mungkjin mereka berniat memberikan kami waktu untuk melepas rasa kangen , aku melihat rido yang sangat kurus badannya yang tegap itu sudah tak lagi sekekar dulu , aku sedih melihatnya tapi aku tidak ingin memperlihatkan rasa khawatirku
aku mulai mengirimkan pesan kepada shalom .
"kak , kapan mau kerumah ,, rido sudah berada dirumah apa kaka ingin bertemu denganku dirumah" (bunyi pesanku pada shalom)
__ADS_1
rido mengagetkanku dia memberiku jam tangan di dalamnya berada inisial huruf kami , aku melihat dia memakaikan nya ditanganku , dia mencium kedua tanganku , dia memeluk ku dan meminta maaf karena baru bia pulang hari ini.
"sayang , aku tau kamu marah ..maafkanlah aku , aku minta maaf karena telah membuat mu menunggu" ungkapnya dengan memeluk tubuh mungilku wajahku terbenam di dadanya yang sudah tidak terlalu bidang
aku terdiam tidak memberikan sepatah kata apapun.
"sayang , kau mau liburan kemana , aku akan mengajak mu" memegang daguku dan mencium bibirku dengan lembut
"aku gak mau kemana-kemana " jawabku singkat
"baiklah kalau begitu , aku ingin melihat senyum mu' pintanya padaku
(aku ingin kau menjelaskan semua padaku , cih!!!) 'gumamku dalam hati
kamipun duduk berdua , rasanya aku ingin melontarkan semua pertanyaanku padanya tapi aku melihat matanya yang sangat lelah , aku juga memegang tangan nya sangat dingin ...dia memintaku untuk memeluk nya
akupun memeluk nya , kenapa aku ini ,, tadikan aku marah dengan nya ...bahkan aku tak ingin dia pulang dan berada dihadapanku , tapi sekarang mengapa aku sangat ingin memeluknya
__ADS_1