TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
kebingungan


__ADS_3

dua bulan kemudian ....


dua bulan yang lalu papa dan mama mendadak mengajak kami untuk berlibur ke maldives , papa sangat ingin mengajak ku dan rido berlibur tentunya akupun merasa aneh karena sebulan pertama disana papa banyak sekali meninggalkan kami , bahkan terhitung hanya beberapa kali papa menemui kami , urusan kantor rido papa serahkan kepada dhan , om rizal juga pak wiro ' papa meminta kami untuk sejenak melupakan semua masalah dan meminta kami memiliki banyak waktu bersama , apalagi kehamilanku kali ini benar-benar sangat menguras tenaga ' fizzi anak perempuan ku benar-benar tidak mau lepas dari dekapan ku , aku memiliki waktu luang hanya saat dia tertidur tetapi syukurlah kandunganku begitu sangat kuat .


saat ini aku sungguh merindukan tempat tinggalku apalagi aku hanya bisa bertatap wajah di ponsel dengan ibu , rani , ataupun lira . aku sangat merindukan mereka juga bi inem . aku meminta rido menghubungi papa untuk segera meminta ijin agar rido membawa kami pulang tapi tak ku sangka papa menolaknya dan papa meminta kami lebih lama untuk tinggal di maldiv .


(ponsel tersambung ... tut...tut...tut)


 RIDO : HAlooo assallamualaikum pap "


PAPA ; waalaikkum salam nak , ada apa telpon malam-malam ? apa kamu membutuhkan sesuatu ?


RIDO : tidak pap , kami baik-baik saja . hanya saja may begitu sangat merindukan pulang .


PAPA : coba berikan ponselnyya kepada may . ( rido memberikan ponselnya kepada ku dan memintaku berbicara dengan papa ) " nih papa ingin berbicara dengan mu sayang " ucap rido .


PAPA : haloo nak , papa mohon tahan sebentar ya , besok ibu dan ayah akan mengunjungi kalian " ucap papa padaku dengan sopan


AKU : baiklah pah , aku  hanya merasa bosan saja pah " ucapku merengek


PAPA : kalau begitu kamu mau pindah ke kota mana biar papa dan mama menyiapkannya ' (terdengar seperti memohon )

__ADS_1


AKU : tidak pah , aku akan tetap disini .


PAPA : jika ada kekurangan katakanlah , kamu boleh memakai kartu unlimited papa untuk apapun yang ingin kamu beli ' ajak bu nina dan mbak last juga .


AKU : baiklah pah , seperti nya tidak ada kekurangan apapun ( ucapku tidak bersemangat )


PAPA ; baiklah ,mengertilah sayang papa melakukan ini untuk mu dan juga rido , papa dan mama menyayangimu


(TUT>>>TUT>>> panggilan terputus )


aku menyimpan ponsel rido di meja , aku mendudukan diriku di sofa tengah rumah itu , aku terdiam mendengar ucapan terakhir papa , aku bingung tetapi aku tidak bisa berbicara masalah bapa-bapa yang menghampiriku dan membuat papa dan mama kesal kepada rido . rido yang terdiam melihat tingkahku akhirnya bertanya seakan mengagetkanku .


" apa yang kamu pikirkan sayang , apalagi yang aku tidak tahu ? mengapa kalian terlihat aneh sekali ?" tanya rido


" tidak , kau pasti menyembunyikan sesuatu dariku " ucapnya sembari mendekatkan wajahnya ke wajahku


" ridoooo , kau kenapa kasar kepadaku " ucapku yang segera ingin menangis


" maafkan aku sayang , aku bingung melihat tingkahmu setelah berbicara dengan papa " ucap rido sembari mengecup manis pipiku


" tidak ada sayang , aku hanya bosan disini " merengek dan menempelkan kepalaku dibahu rido

__ADS_1


" baiklah besok kita pulang saja " ucap rido dengan tegas


" tidak mau , nanti papa marah kepadaku " ucapku merengek kembali


" lalu mengapa papa melarang kita untuk pulang " jawabnya setengah bertanya kepadaku


" entahlah , sudahlah kita menurut saja apa susahnya sihh " ucapku dengan membangunkan badan dan berjalan kedapur dan membawa segelas air dan mulai melamunkan ucapan papa kembali .


 


(mengapa papa dan mama harus mengasingkan kami , apa ini karena kasus pembunuhan  risa terbongkar dan shalom pun terlibat apa papa takut shalom menyakitiku lagi , apalagi keadaanku sedang hamil , dan kesehatan rido pasti memburuk jika mendengar ucapan atau kalimat yang mengagetkan .. apa karena om itu , om yang berbicara dengan ku dan papa terlihat mengenalnya .emmm tidak hanya mengenalnya papa pun terlihat kesal terhadap dia ,, siapa dia , mengapa dia menggangguku dengan memberikan ku beberapa surat jika papa mengetahuinya pasti papa akan memarahiku , tapi surat itu mengapa aku tak sempat membacanya " gumamku dalam hati )


dua bulan terakhir memang menjadi hari yang banyak teka teki untuk kami , aku sendiri bingung memikirkannya , lamunanku tentang semua ini sangat lah membuat kepalaku pusing apalgi dengan pesan singkat yang lira berikan padaku , lira memberitahuku mengenai hal shaloom , lira meminta ku untuk tak menerima panggilan atau pun membalas pesan singkat karena shaloom sudah terbukti bersalah atas kematian risa .


lira tak memberiku penjelasan tentang om itu , lira hanya menjawab "tidak mengetahui " bukan hanya sekali aku bertanya tetapi ini kesekian kalinya aku meminta lira menyelidiki lelaki itu , dan hasilnya lira tidak ingin memberikan penjelasan nya padaku dan lebih memilih menjawab tidak tahu .


aku masih melamun di dapur , tak kusadari rido sudah ada dibelakangku , rido memeluk ku dan mencium punggung leherku , rido juga mengerat kan pelukannya , mendekapku dan mulai menciumi leherku ...


" rido berbisik kepadaku >>>>>>>>>>>>> AKU MAUUUUUUUU ''


 

__ADS_1


 


__ADS_2