
dua bulan kemudian ....
dua bulan yang lalu papa dan mama mendadak mengajak kami untuk berlibur ke maldives , papa sangat ingin mengajak ku dan rido berlibur tentunya akupun merasa aneh karena sebulan pertama disana papa banyak sekali meninggalkan kami , bahkan terhitung hanya beberapa kali papa menemui kami , urusan kantor rido papa serahkan kepada dhan , om rizal juga pak wiro ' papa meminta kami untuk sejenak melupakan semua masalah dan meminta kami memiliki banyak waktu bersama , apalagi kehamilanku kali ini benar-benar sangat menguras tenaga ' fizzi anak perempuan ku benar-benar tidak mau lepas dari dekapan ku , aku memiliki waktu luang hanya saat dia tertidur tetapi syukurlah kandunganku begitu sangat kuat .
saat ini aku sungguh merindukan tempat tinggalku apalagi aku hanya bisa bertatap wajah di ponsel dengan ibu , rani , ataupun lira . aku sangat merindukan mereka juga bi inem . aku meminta rido menghubungi papa untuk segera meminta ijin agar rido membawa kami pulang tapi tak ku sangka papa menolaknya dan papa meminta kami lebih lama untuk tinggal di maldiv .
(ponsel tersambung ... tut...tut...tut)
RIDO : HAlooo assallamualaikum pap "
PAPA ; waalaikkum salam nak , ada apa telpon malam-malam ? apa kamu membutuhkan sesuatu ?
RIDO : tidak pap , kami baik-baik saja . hanya saja may begitu sangat merindukan pulang .
PAPA : coba berikan ponselnyya kepada may . ( rido memberikan ponselnya kepada ku dan memintaku berbicara dengan papa ) " nih papa ingin berbicara dengan mu sayang " ucap rido .
PAPA : haloo nak , papa mohon tahan sebentar ya , besok ibu dan ayah akan mengunjungi kalian " ucap papa padaku dengan sopan
AKU : baiklah pah , aku hanya merasa bosan saja pah " ucapku merengek
PAPA : kalau begitu kamu mau pindah ke kota mana biar papa dan mama menyiapkannya ' (terdengar seperti memohon )
__ADS_1
AKU : tidak pah , aku akan tetap disini .
PAPA : jika ada kekurangan katakanlah , kamu boleh memakai kartu unlimited papa untuk apapun yang ingin kamu beli ' ajak bu nina dan mbak last juga .
AKU : baiklah pah , seperti nya tidak ada kekurangan apapun ( ucapku tidak bersemangat )
PAPA ; baiklah ,mengertilah sayang papa melakukan ini untuk mu dan juga rido , papa dan mama menyayangimu
(TUT>>>TUT>>> panggilan terputus )
aku menyimpan ponsel rido di meja , aku mendudukan diriku di sofa tengah rumah itu , aku terdiam mendengar ucapan terakhir papa , aku bingung tetapi aku tidak bisa berbicara masalah bapa-bapa yang menghampiriku dan membuat papa dan mama kesal kepada rido . rido yang terdiam melihat tingkahku akhirnya bertanya seakan mengagetkanku .
" apa yang kamu pikirkan sayang , apalagi yang aku tidak tahu ? mengapa kalian terlihat aneh sekali ?" tanya rido
" tidak , kau pasti menyembunyikan sesuatu dariku " ucapnya sembari mendekatkan wajahnya ke wajahku
" ridoooo , kau kenapa kasar kepadaku " ucapku yang segera ingin menangis
" maafkan aku sayang , aku bingung melihat tingkahmu setelah berbicara dengan papa " ucap rido sembari mengecup manis pipiku
" tidak ada sayang , aku hanya bosan disini " merengek dan menempelkan kepalaku dibahu rido
__ADS_1
" baiklah besok kita pulang saja " ucap rido dengan tegas
" tidak mau , nanti papa marah kepadaku " ucapku merengek kembali
" lalu mengapa papa melarang kita untuk pulang " jawabnya setengah bertanya kepadaku
" entahlah , sudahlah kita menurut saja apa susahnya sihh " ucapku dengan membangunkan badan dan berjalan kedapur dan membawa segelas air dan mulai melamunkan ucapan papa kembali .
(mengapa papa dan mama harus mengasingkan kami , apa ini karena kasus pembunuhan risa terbongkar dan shalom pun terlibat apa papa takut shalom menyakitiku lagi , apalagi keadaanku sedang hamil , dan kesehatan rido pasti memburuk jika mendengar ucapan atau kalimat yang mengagetkan .. apa karena om itu , om yang berbicara dengan ku dan papa terlihat mengenalnya .emmm tidak hanya mengenalnya papa pun terlihat kesal terhadap dia ,, siapa dia , mengapa dia menggangguku dengan memberikan ku beberapa surat jika papa mengetahuinya pasti papa akan memarahiku , tapi surat itu mengapa aku tak sempat membacanya " gumamku dalam hati )
dua bulan terakhir memang menjadi hari yang banyak teka teki untuk kami , aku sendiri bingung memikirkannya , lamunanku tentang semua ini sangat lah membuat kepalaku pusing apalgi dengan pesan singkat yang lira berikan padaku , lira memberitahuku mengenai hal shaloom , lira meminta ku untuk tak menerima panggilan atau pun membalas pesan singkat karena shaloom sudah terbukti bersalah atas kematian risa .
lira tak memberiku penjelasan tentang om itu , lira hanya menjawab "tidak mengetahui " bukan hanya sekali aku bertanya tetapi ini kesekian kalinya aku meminta lira menyelidiki lelaki itu , dan hasilnya lira tidak ingin memberikan penjelasan nya padaku dan lebih memilih menjawab tidak tahu .
aku masih melamun di dapur , tak kusadari rido sudah ada dibelakangku , rido memeluk ku dan mencium punggung leherku , rido juga mengerat kan pelukannya , mendekapku dan mulai menciumi leherku ...
" rido berbisik kepadaku >>>>>>>>>>>>> AKU MAUUUUUUUU ''
__ADS_1