
Dua Hari setelahnya....
Istanbul, Kota yang sangat indah yang pernah Aku datangi, Sore hari di langit yang sangat cerah, kami baru saja sampai di kota Istanbul,Turki. Dhan dan Fahriye sangat menyambut kami dengan hangat. mereka juga memberkan jamuan Makan malam yang sangat lezat.
"Bayan, lütfen bunu iç." ucapnya memakai bahasa Turki sehari-harinya, Aku tersenyum namun melihat gerakannya sepertinya ia mempersilahkan minum untuk kami.
"Sudahlah Nona Fahriye, Kami sudah sangat merepotkan sekali" Jawabku memakai bahasa internasional.
"Kaçırmayın, buradaki alışkanlıklarımız böyle"
"Konuğa en iyi akşam yemeği ikram etmek zorundayız ve bu gelenek" Ucap Fahriye yang menggunakan bahasa Turki kembali,yang jelas-jelas Aku tak mengerti. ekspresi Wajahku tumpul karena tidak bisa mencerna apa yang ia ucapkan.
"Sayang, Apa katanya?" Tanya ku kepada Rido, Rido menjawab pertanyaanku.
"Tidak Nona, Kebiasaan kami disini memang seperti ini. Kami harus memperlakukan Tamu dengan jamuan terbaik, Dan itu sudah adatnya" Jawab rido seraya memberikan terjemahan kalimat yang Fahriye Ucapkan, Rido memang kamus berjalanku selain bahasa Indonesia baku ku, dan selain Bahasa Internasionalku.
"Oh, Fahriye, can you speak English?" Tanyaku.
"just a little miss, just understand I'm a country girl" Ucapnya, Papa dan Mama tersenyum kearahku.
"Oke, jika begitu. kamu harus mengajariku Apa yang kamu mampu dan Aku akan memberikan ilmu ku yang hanya sedikit kepadamu, maksudku kita akan bertukar ilmu?"
"Bagaimana?" Tanyaku kepadanya.
"Its okay Nona?" Ucapnya sembari tersenyum.
Kami kembali menikmati jamuan Makan malam yang sudah mereka suguhkan, setelah selesai Rido dan para lelaki memilih untuk berbincang santai di belakang Rumah dengan panorama Air laut yang membiru. ya kami memang sengaja meminta dibelikan Rumah yang indah seperti ini. Apalagi jika di sore hari pemandangan gunung dan beberapa kapal kecil terlihat dari rumah kami. ini memang cita-cita Rido yang ingin memiliki Rumah di turki, Eh ralat deh cita-cita kami.
"Carry bisakah bantu Aku?" Tanyaku kepada Carry.
"Iya Nona May,"
"Sebentar iya Car, Aku ingin merebahkan diriku sebentar."
'Haloo, Nona." Fahriye datang menghampiriku.
"Nona Carry biar Aku yang menggendong Anak cantik ini" Ucap Fahriye.
"Nona May, Apa yang ia bicarakan?"
"Aku juga tidak tahu"
"Dia memintamu untuk memberikan Alea, Untuk ia gendong car" Seru Shaloom.
"Kak Shaloom ngerti Apa yang Fahriye ucapkan?" Tanyaku.
"Iya sedikitlah, Aku kan pernah sekolah sama Rido dan Yofie disini saat itu ada pertukaran pelajar gitu selama 6 bulan." Ungkap Shaloom.
"Oh gitu, " Jawabku singkat, entahlah mengapa aku merasa selalu cemburu akhir-akhir ini.
"Fahriye, speak in English first for a while" Ucap Shaloom.
"Im, sorry Miss" (Anggap saja percakapan kami Nanti memakai bahasa internasional)
*****
Keesokan harinya, Para orang tua kami melakukan trip pariwisata untuk sekedar melepas penat. Aku ingin sekali ikut Namun, saat itu Alea terserang Flu dan mau tidak mau Aku tidak ikut untuk berkeliling disana. Mereka juga sepertinya ingin membatalkannya Namun mengingat Mama dan Ibu belum memiliki pakaian yang akan dikenakannya di dalam Acara pernikahan Dhan dan Fahriye.
"Carry, Aku akan keluar sebentar. maaf jika merepotkanmu" Ucapku pada Carry, Aku ingin sekali melihat pemandangan pantai dari samping Rumah kami. Aku juga berniat untuk menemui Rido yang sedang bersantai disana.
__ADS_1
"Sayang, Aku baru saja mau masuk." Ucap Rido.
"Aku ingin disini menghirup udara segar, dan menatap indah kota istanbul" Seru ku,
"Ya sudah, kita duduk dan menikmati suasana ini iya" Seru Rido.
"Ya Tuhan, Aku suka sekali dengan pemandangan ini"
"Sungguh indah ciptaan Tuhan" Gumamku kembali.
(NOTES : Begitulah kira-kira kehaluan Author disini)
"Sayang, kita akan tinggal disini kan?"
"Iya, sampai urusanku beres." Ucap Rido.
"Aku senang, mendapat suasana baru"
"Aku lebih senang mendapatkan senyuman itu" Tunjuknya, kearah wajahku.
"Sayang, gombal terus deh" keluhku padanya.
"Mau buat dede yang ke 5 enggak?" bisiknya seraya bertanya kepadaku.
"Sayang, jangan dulu dong. masih sakit tau yank" bujuk ku padanya.
"Aku bercanda sayang, aku seneng liat rengekan kamu itu" Ungkapnya padaku.
”Aku mencintaimu, I love you” Ucap Rido.
”aku juga sangat mencintaimu” balasku kepadanya sembari mengecup kedua pipinya.
”Sayang, Nanti iya.” Ucapku.
“Aku mohon, mau iya.” Rengek Rido membuatku gemas kepadanya.
”Iya sayang,” Aku mencubit gemas pipinya itu.
"Udah ah, Aku mau masuk. kasian Alea dia gak mau lepas dari gendongan Carry." Aku dan Rido segera masuk kedalam rumah, dan mempersilahkan Carry untuk beristirahat.
*****
”Yof, bisakah Kita berbicara sebentar.” ucap Rido.
”baik Kak” Yofie dan Rido pergi bersama untuk berbincang bersama.
”Duduk Yof, “
”kenapa Kak?, apa Aku berbuat kesalahan.” Tanya Yofie.
”Tidak Yof, Kaka hanya ingin berbincang denganmu mengenai Shaloom”
“Aku bingung Kak, sebenarnya Shaloom selalu menangis jika mengingat Daddy nya.” Ujar Yofie.
”Yof, Tolong jaga dan buat ia tidak bersedih. Sayangilah dia. Kaka menitipkannya kepadamu untuk di bimbing dengan benar” Yofie mendengarkan Nasihat dari Kakanya itu.
”Iya Kak, Aku pasti mendengar setiap Nasihat dari Kaka. Hanya Aku merasa bingung dengan Daddy yang memiliki masalah sebesar itu. Beliau terlihat seperti tidak memilik masalah apapun.” Seruku.
”Setiap orang pasti memiliki masalah apapun itu Yof, namun kita harus tahu bagaimana kita harus menyikapinya.” Ucap Rido.
__ADS_1
”Terakhir kali aku bertemu dengan Om Jose, dia menitipkan Sahila kepadaku. Dan sepertinya Beliau sudah mengetahui jika Sahila adalah anak kami”
“Beliau memang sudah Mengetahuinya, saat itu beliaulah yang membantuku untuk membuktikan jika Sahila bukan anak biologis ku. Yof, Kaka percaya padamu. Kau pasti bisa menjaga Amanat dari Om Jose kau juga bisa menjadi suami dan Ayah yang baik untuk mereka”
”Yakinlah Yof.”
Perbincangan di antara mereka terbilang cukup lama, Bukan hanya masalah mengenai Shaloom saja yang Yofie dan Rido bicarakan. namun Yofie memberitahu niat Papa Hendra dan Yofie untuk meninggalkan semua bisnis ilegalnya. Dan Rido menyambut baik Niat Yofie itu.
”Kaka sangat senang. Jika memang akan seperti itu, dengan senang hati Kaka akan membantu kamu”
”Yof bicaralah jika memang kau sedang merasa kesulitan”
”Terima kasih kak. aku senang jika Kaka mau membantu Kami untuk bangkit kembali.”
”Kak, Aku pergi sebentar ada seseorang yang harus Aku temui” Seru Yofie, Rido mempersilahkan Yofie dan Rido kembali ke kamar untuk menemui ku juga Anak-Anak.
(‘Aku janji akan menjadi Ayah, dan suami yang baik. Kaka terima kasih sudah menenangkan Hati dan perasaanku - Gumam Yofie dalam hatinya)
********
DHAN POV.
Malam ini adalah malam yang sangat membahagiakan untuk ku, bahkan Aku pun merasa sudah memberikan kebahagiaan kepada orang-orang yang Aku sayangi.
“kenapa tersenyum seperti itu?” Tanya Fahriye.
”Aku sangat bahagia melihat kebahagiaan mereka, Aku merasa menjadi orang yang sangat bahagia” Gumamku sembari menatap wajah istriku yang cantik.
”suami ku, beruntungnya dirimu memiliki mereka yang sangat Menyayangimu” Ucap Fahriye sembari membalas tatapanku, Aku merasa senang saat ia menatapku dengan Hangat.
”Aku mencintaimu Fahriye” ungkap ku.
”Aku juga sangat mencintaimu suamiku” balasnya sembari mengecup bibirku kilas.
”benar apa yang diucapkan oleh Tuan muda, cinta suami dan istri dengan didasari cinta karena Tuhan akan lebih terasa nyaman. aku pun sering melihat Tuan muda memperlakukan Nona Muda dengan sangat baik dan itu akan aku lakukan kepada Istriku, “ gumamku dalam hati.
”lihatlah sayang, Ini hadiah yang Tuan besar berikan” teriak Fahriye dengan Girang.
”Apa itu sayang?” Tanyaku.
”Tuan Besar memberikan ini” aku terkejut saat melihat apa yang tuan Besar berikan.
“1 toko bunga untuk bubu dan Babaku”
“Mengapa Tuan besar tahu jika, Toko bunga ini sempat aku dan Baba miliki” tanya Fahriye penasaran.
”sepertinya Tuan besar menyelidiki latar belakangku tanpa kau dan aku ketahui” ucap Fahriye kembali.
”Mereka memang ingin yang terbaik untuk mu sayang,” ucap Fahriye kembali.
__ADS_1