
Di dalam Kamar Zain termenung sendiri, merenungkan kesialan yang sudah Anak nya lakukan. Zain tidak habis pikir mengapa Ayana dengan Tega ingin membantu kejahatan Aidil, Zain sangat Yakin Ayana hanya di Manfaatkan oleh Aidil. Tak terasa Air mata nya jatuh, “Aya.. Na” lirih Zain memanggil nama Anaknya.
”Mengapa kau melakukan itu, Daddy malu Nak.” Gumam Zain, “Bagaimana kau bisa menghianati keluarga yang menyayangi mu selama ini, Hanya karena cinta mu pada Qabil. Relakan lah Qabil bersama Alea, kau tak harus memiliki perasaan seperti itu.” Gumam Zain sembari menatap poto Ayana yang terpampang di layar ponsel miliknya.
”Maafkan Daddy Nak, Daddy sudah berkata kasar kepadamu. Kau pasti membenci Daddy.” Ia menangis, mengingat kalimat terakhir yang ia Ucapkan untuk Anak semata wayangnya. Batin Zain menolak untuk mengatakan itu, Namun Terlepas itu rasa kecewa Zain kepada Ayana sangat lah besar.
”Menangislah, Kau Ayah yang baik untuk Anak mu.” Ujar Rido, “Aku bangga kepadamu,”
”Bangga?.” Tanya Zain Heran, “Bangga Apa Kak?, Aku gagal mengingatkan Ayana tentang kebaikan Kakak, Kak May, dan Anak-anak kakak yang manu menerima Ayana disini.”.
”dulu, Aku bingung saat Aku harus mengelola perusahaan Letycia seorang diri dan Kaka membantuku. Aku bingung dengan permasalahan menjaga Ayana. Bahkan beberapa pengasuh selalu mengundurkan diri karena merasa tidak cocok denganku ataupun dengan Ayana yang selalu rewel, Dan Kaka May mau membantuku.”
”Aku Gagal kak, Ayana tidak mengingat semua itu!!!” Tukas Zain penuh dengan penyesalan.
”Tidak, kau Ayah yang bijak. Kau Ayah yang baik untuk Ayana.” Rido menepuk pelan bahu adiknya, “Ayana mau mengakui kesalahannya karena dia tau bagaimana kau mendidiknya.” ucap Rido.
“Tapi Ayana dengan sengaja melakukan pengkhianatan itu Kak, dan itu membuatku merasa malu kepadamu.”
“Dengan menekan dan membuat Ayana bersalah, kau akan merasa tidak malu kembali?” Tanya Rido.
”Bukan maksudku seperti itu Kak?”
”Lalu?”, Rido duduk disamping Zain, Ia menatap wajah Zain. “Jika kau berkata menyakiti hati nya di saat dia sedang merasa bersalah dan dia sudah mengakui nya. Kau malah menambah masalah baginya.”
”Aku hanya...” Rido mencoba menyerah kalimat yang ingin Zain katakan.
”Dengarlah, Anak mu sudah berbesar hati meminta maaf kepada kami, dia pun sudah mengakui kesalahan nya. Dia sudah tau mana kebenaran dan mana kesalahan. Dan kita sebagai Ayahnya, Harus membuatnya tidak melakukan hal yang sama kembali.”
”Ayana Anak yang baik, dia hanya sedang merasa kecewa. Dan itu ada kesalahan juga diantara kita.”
“Diantara kita sebagai orang tua,” Tutur Rido, “Kita kurang memahami posisi dan situasinya.” Tutur Rido kembali.
”Ingatkah, saat MaliQ melakukan kesalahan. Kau berkata apa padaku.” Zain mengangguk pelan.
”Cobalah Maafkan kesalahannya, Ajaklah MaliQ dan Faaz bicara. MaliQ dan Faaz hanya memiliki kesalahan dalam komunikasi dan Sabarlah, jagan kesehatan Kaka.” Ucap Zain mengulangi Ucapan nya kepada Rido saat itu.
”Kau mengingatnya?, lalu mengapa kau berkata seperti itu kepada Ayana?.” Tanya Rido dengan sedikit senyuma terlihat di wajah tampannya.
”Iya Kak, Maafkan Aku.”
”Tak perlu minta maaf kepadaku, cukup Maafkan Ayana dan rangkulan dia. Ajak dia bicara, Agar dia tak melakukan kesalahan yang sama dikemudian hari.” Ucap Rido, Zain memeluk tubuh Rido dengan Erat. Air matanya mengalir membasahi bahu Rido, Ia merasa bersalah karena sudah mengatakan hal yang membuat Ayana merasa Sedih. Zain segera beranjak dan mencari Anaknya. Ia mencari ke kamar milik Ayana, Namun Ayana tidak ada. Zain bertanya kepada Mael, Mael memberi tahu jika Ayana sedang merenungkan kesalahannya di taman tepat disamping gudang tua milik Rido.
”Mama..... “ lirih Ayana, “Aku tau Daddy sangat Marah, Mama CIA,... Mama May, Aku ingin ikut kepada kalian.” Sembari sesenggukan Ayana menangis tiada hentinya.
“Aku sudah membuat kesalahan yang membuat Daddy Marah kepadaku, “
“Aku sedih Mama, Mama May dan Mama CIA mau kan menjemputku.” ucap Ayana seraya frustasi, Sebenarnya Mael sudah menawarkan dirinya untuk menemani Ayana, Namun Ayana ingin merenungkan kesalahannya seorang diri.
drrrrt...... drrrrt Ponsel Ayana bergetar, terlihat panggilan masuk dari Aidil di dalam ponsel milik Ayana. Ayana mencoba menerima panggilan tersebut.
”Hallo...” sapa Ayana dibalik ponsel yang sedang ia pegang
“Haloo... bagaimana disana Aman?.” Tanya Aidil, Namun Ayana melihat kedatangan Zain yang sudah berdiri di hadapannya, Zain bertanya kepada Ayana dengan memakai kode di mulutnya, “Siapa?” Ayana pun menjawab memakai kode tanpa Suara, “Kak, Aidil.” Zain meminta Ayana untuk mengaktifkan loudspeaker di dalam ponsel Ayana.
“Halo Ayana?” tanya Aidil, “Kamu dengar aku kan?” Tanya Aidil kembali.
__ADS_1
”Iya,” Jawab Ayana, “Aman kok Kak.”
“kenapa?” Tanya Ayana.
”Kok kamu kaya yang canggung gitu, Apa ada masalah?” Tanya Aidil yang sepertinya mencurigai cara berbicara Ayana.
”Tidak Kak, hanya lelah. Kaka kesini kapan?” Tanya Ayana, “Apa Kak Ray terbangun?” Tanya Ayana kembali.
“Sepertinya saat malam saja, aku ingin memastikan jika Ray dan Aleesya masih tertidur.” Ucap Aidil, “dan kau pastikan mereka masih mencari Keduanya atau tidak.” Ucap Aidil kembali.
”Sepertinya sebagian dari mereka sedang sibuk mencari Kak Ray, Papa Rido dan Daddy ku tidak mengetahui kehilangan Ray dan Aaleesya. Mereka juga tidak memberi tahuku.” Ucap Ayana berbohong, Faaz dan AliQ mendekat menghampiri mereka karena, Zain memberitahunya melalui pesan singkat.
”Apa kau sedang berada jauh dari mereka?” Tanya Aidil, “Jika ia Aku akan memberitahu perubahan rencana Untuk malam, Jika kita bertemu sangat lah berisiko.” Ucap Aidil.
”Aku sedang ditaman seorang diri, Aku sedang merenungkan rencana yang kau berikan tadi.” Jawab Ayana.
”Tidak perlu, kita Cancel saja rencana yang tadi.” ucap Aidil.
”Lalu Apa rencana berikutnya?.” tanya Ayana, Ayana melihat senyuman Faaz dan terlihat tangan Faaz mengacungkan jempolnya.
”Aku akan menculik AliQ, aku buat ia tidak datang dan menghadiri Acara tersebut. Dan Aku akan menukarnya dengan Rayna dan Anaknya. Sepertinya hanya rencana itu yang bisa membatalkan Acara pernikahan mereka.”
”Dan setelah itu Fizzy malu karena seolah-olah calon mempelai nya tidak ingin melanjutkan pernikahan ini.”
“Aku akan menggantikannya.”
”Jika Kak Fizzy menolak?.” Tanya Ayana dengan polos, “Kau akan tetap memaksa maju?l Ayana sengaja menanyakan hal itu, sebagai cara agar Aidil tak merasa. Irigasi dengan tingkah polos Ayana.
”Lebih baik mereka batal, walaupun Aku tetap tak berjodoh.”
“Bagaimana denganku?, Kau Gagal Dan pasti tak ingin membantuku.” Tanya Ayana denga Khas nya yang manja dan polos, sepertinya Aidil mempercayai sikap polos Ayana itu.
”Baiklah, Aku Apa yang harus Aku lakukan.” Tanya Ayana, “Beritahu Aku Aidil sedang bersiap dimana, jadilah mata-mata yang baik untuk ku.” Jawab Aidil sembari tertawa kecil, “Baiklah, sudah dulu ada orang yang ingin menghampiriku.” Ayana segera mematikan ponselnya. Ia terdiam dan menatap sekeliling nya, berharap jika Daddy nya sudah tidak marah kepadanya. Faaz mengusap peluh keringat adiknya. Ia memeluk Ayana begitupun dengan AliQ yang mengusap pipi Ayana dengan lembut.
”Terimakasih kau sudah memberitahu rencana busuk Aidil, Ayana tenang lah kau tak usah takut kita ada dibelakangmu mengawasi mu dan mengawasi Aidil.” Tutur Faaz,
”Kak AliQ bangga sama Ayana. Ayana tenang dan beritahu apa saja yang Aidil tanyakan. Narawangsa Adik dan keponakan ku ada pada tangannya. Jangan sampai kita lengah.” Timpal Aidil.
”Ayana, Maafkan Daddy.” Ucap Zain, Ayana memeluk Ayahnya. Ia menggelengkan kepalanya dengan pelan.
”Tidak Daddy, Ayana yang harusnya minta maaf. Ayana sudah sangat bersalah, Terimakasih Daddy sudah mau memeluk Ayana.” Ujar Ayana, Ia memeluk kembali tubuh Ayahnya dengan sangat erat. Zain membalas pelukannya dan mengecup kening Ayana. Sungguh sangat terharu melihat kedekatan Ayana bersama Zain. Faaz dan AliQ pun bahagia melihat keduanya yang saling mengucap kata “Maaf”.
(“Papa, Aku tahu ini adalah ulah Papa. Papa memang sangat bijak, dan Aku yakin Uncle Zain juga tidak sekejam itu kepada Ayana. Dan Aku sangat menghargai pengakuan yang Ayana berikan kepadaku. Semoga Aku dapat membawa Anak dan istriku kembali, Namun bagaimana jika Rayna kembali?, Apakah aku mampu membagi cintaku dengan Adil kepada Natasha dan juga kepada Rayna. - Batin Faaz)
(“Sungguh perasaanku sangatlah Gusar, di satu sisi aku sangat mencintai Natasha Namun Aku pun tak ingin menyakiti Rayna. Karena perasaanku padanya sudah sangat lama membeku.” - batin Faaz kembali)
”Faaz, “ panggil AliQ, “Ayo kita beritahu Fizzy dan yang lainnya, kita Atur rencana untuk membuat Aidil tidak membatalkan pernikahan ini.” Ujar AliQ. Faaz mengiyakan permintaan AliQ, mereka segera menghampiri Fizzy yang sedang berada di kamarnya.
“Kak Faaz, Kak AliQ” Ayana memanggil keduanya, Mereka menoleh kearah suara Ayana.
”Maafkan Aku.” Ayana berucap, Faaz melebarkan tangannya. Ayana berlari dan memeluk tubuh Faaz, AliQ mengusap ujung kepalanya sembari tersenyum.
”Anak Nakal,” Ujar AliQ sembari tersenyum manis, Ayana pun merasa lega karena mereka dengan baiknya memaafkan Ayana.
*******
__ADS_1
Di atas sofa empuk berwarna Abu, Aidil sedang memikirkan bagaimana cara menculik Aliq. Aidil tidak mampu menyewa orang-orang yang bisa melakukan hal tersebut. Aidil lupa jika musuhnya adalah orang penting di Australia, ALIQ adalah salah satu orang terkaya setelah Faaz yang berada di Australia. jikalaupun Ada mereka memasang harga yang sangat Fantastis, dan Aidil tak akan mampu membayarnya.
"Ah Baj*****\, Aku terperangkap ulah ku sendiri." Ia menghela nafasnya dengan kasar\, "Aku rasa mereka pasti lebih memilih menjaga Aliq daripada menyakitinya." Gumam Aidil.
"Bagaimana ini, Aku harus melakukannya sendiri." Ia menghubungi teman dekatnya yang bernama Sammy, awalnya Sam menolak karena ia merasa tidak enak kepada Faaz, Namun Sam akhirnya menyetujuinya karena merasa membutuhkan Uang. Aidil pun merasa senang saat mendapat bantuan dari Sam.
"Baiklah jangan lupa tepat pukul 7 malam kau sudah berada di dekat Apartemen milik Aliq." perintah Aidil kepada Sam, Sam pun menyanggupinya.
”Haaaaaahhhhh Legaaaa Rasanya.....” Aidil menumpangkan kakinya diatas meja yang berada Dihadapannya, ia pun memutarkan musik klasik dan bernyanyi dengan sangat bahagia.
******
Aliq dan Faaz sudah bercerita kepada Qabil, Maliq dan yang lainnya. Faaz meminta Fizzy untuk menghubungi Aidil dan memberitahunya jika Aliq ingin membatalkan pernikahan mereka. rencana pertama telah berhasil, Aidil terdengar seperti mempercayainya.
"Aku merasa bingung Aidil, benar apa katamu. dia tidak baik untuk ku." Ucap Fizzy sembari memegang ponsel ditangannya, Faaz dan yang lainnya mendengarkan percakapan antara Fizzy dan Aidil.
"Tenanglah, Aku akan membuatnya menyesal." Ucap Aidil, mereka melanjutkan rencana kedua setelah mematikan ponsel yang telah tersambung bersama Aidil.
"Apa rencana keduanya Faaz,Aliq?" Tanya Rido, Zain pun memberitahukan nya.
"Rencana dia sudah kita ketahui, intinya dia ingin membuat Aliq tidak hadir. namun waktunya sepertinya sangat mepet jika kita melakukan resepsi sekaligus akad dimalam hari nanti." Ucap Zain. "Lebih baik kita menghubungi ayahmu untuk segera datang sore ini. kalian melakukan Akad terlebih dahulu." Ucap Zain kembali.
"Rencana keduanya ini?" Tanya Fizzy, "Aku terserah Aliq saja!" seru Fizzy.
"baiklah, Aku akan menghubungi Papa." Aliq segera mengambil ponselnya dan memberitahukan hal yang akan terjadi dan Ayah dari Aliq mengiyakan permintaan Anaknya dan berjanji akan datang.
seluruh Tim dari W.o yang mengurus pernikahan Aliq sedang berkumpul, Faaz selaku kakak dari Fizzy memberitahukan Acara akad nikah akan segera dlakukan pukul 2 siang ini, artinya beberapa jam lebih Awal dan pihak wedding organizer menyanggupi permintaan Faaz. Acara akadpun terlaksana dengan tertutup.
"sekarang kurang lebih pukul 12 siang, artinya dua jam lagi harus sudah selesai.." Ucap ketua Tim W.O
"Apakah Tuan sudah memberitahu Pak penghulu yang akan menikahkan mereka?" Tanya nya kembali.
"Sudah bahkan, Tuan Fais sedang dalam perjalanan." Ucap Faaz, Faaz dan Zain juga Aliq memang sudah mengatur ini semua. walaupun secara mendadak Faaz yakin Akad nikah adiknya akan berlangsung dengan sangat khidmat.
("Apa ini pertanda baik dari semua doa-doaku mengenai Aliq. mengapa Aliq mempertahankan hubungan ini, Ya Tuhan semoga saja Aliq sedang tidak merencanakan sesuatu. _ Gumam Fizzy di dalam hati)
"Azri, Kasih polesan Natural saja untuk Fizzy." Ucap Faaz, "Semua berdandanlah dengan Rapi." Perintah Faaz Untuk semua anggota keluarga.
"Aku sudah meminta Sam untuk memberikan info mengenai rencana Aidil." bisik Faaz pada Aliq dan Qabil.
"Dia memberitahuku jika Aidil meminta bantuannya."Bisik Faaz kembali.
"Dasar Bodoh, sepertinya Aidil tidak tahu jika Sam bekerja untuk ku dan untuk Kau." tawa Aliq sembari menggelitik.
"Entahlah Aku ingin tertawa sebenarnya,"
"Kak Aidil, bermain-main dengan kalian. makadari itu kita ajak saja Dia bermain." Ujar Qabil di iringi tawa kecil dari Aliq dan Faaz.
.
.
.
.
__ADS_1
NOTES : Hay, Sahabat dan dulur semuaaaaaa...... Aku punya cerita baru, sebenarnya sih gak baru cuma pindah PF alias platform. untuk kalian yang suka kisah Romantis namun sedikit banyak rintangan dan sedikit bercampur kesedihan Cus baca... "PEREMPUAN SURGAWI>>>> masih review kok.. tapi nanti Aku kasih tau iya kalau udah Publish....