
RIDO terdiam ditepi dermaga seorang diri , seperti sedang melamun kan masalah yang berat baginya , aku datang untuk menghampirinya aku memang sudah lma tak berbincang berdua bersamanya . anak-anak ku sedang dalam keadaan tidak rewel jadi aku memanfaatkan waktu terbaik ku untuk berduaan dengan nya di tepi dermaga , melihat pemandangan yang sangat indah dan melihat permukaan air yang sangat biru membuat mataku sangat terpesona.
" sayang , terimakasih kau sudah mencintaiku .. aku sangat bahagia " seru rido , mencium keningku dan membalikan badanku mengarah kearah tubuhnya .
" rido malu ahh , banyak yang liat nanti " ucap ku seraya tersenyum padanya
" biarkan saja , aku kan suamimu ... habisnya kau membuatku selalu bergairah " godanya sembari menggigit bibir bawahnya , membuatku semakin tergoda dengan kata-kata yang mahsyurr nya itu .
" kau ini , sabar kenapa sih sayang masih ada 21 hari lagi untuk mengeksekusi ku " ucapku dengan nakal seraya balik menggodanya .
" baiklah adik kau harus sabar ya , kaka akan selalu membuatmu sabar " celoteh rido yang sembari memberikan senyuman khasnya
terlihat dari kejauhan 2 buah kapal kecil yang akan mendekat ke tepi dermaga seperti akan menghampiriku , hatiku berdegup sangat kencang membuat aku mendekap rido dengan sangat erat .
" hay anak-anak manis nan manja ,, apakah kau akan ikut dengan kami ? ": tanya seseorang yang jelas bernama boby datang menghampiriku
" siapa kalian , dan untuk apa kalian kemari ?? " tanya ku dengan menghalangi tubuh rido , mereka membawa pistol di tangan mereka , dan membuatku takut .
" aku ?? aku adalah teman kalian yang akan menjemput kalian .. kalian bukannya saling mencintai dan ingin selalu hidup bersama ??? dengan senang hati aku akan membuat kalian bersama-sama hingga ke lubang surgawi " ucapnya sarkas
" rido , aku takutt... " bisiku sembari menatap kearah orang-orang disekitar tuan boby yang bertubuh kekar itu .
" jika kau ingin aku mati , silahkan jangan pernah kau ganggu istriku " ucap rido dengan lantang
__ADS_1
" tidak semudah itu tuan berwajah tampan ,, TUAN BESAR MENGINGINKAN KAU JUGA ISTRIMU " UCAPNYA SEMBARI MENARIK lengan ku dengan kasar , rido tak membiarkan dia menyakitiku .
( aku takut kondisi rido melemah ,, tuhan tolong jaga kami - batinku sembari mengucapkan kalimat istighfar didalam hati )
tak lama kemudian , police dan F** yang sudah membantu papa keluar untuk membantu kami , mereka keluar dari setiap penjuru pulau , bahkan mereka juga ada yang sembunyi di bawah permukaan air untuk memutuskan sistem kapal yang mereka tumpangi agar merasa dilumpuhkan .
" TUAN YANG TERHORMAT , LETAKAN SENJATA ANDA DAN ANGKAT KEDUA TANGAN ANDA KEATAS , KAMI MENGHIMBAU " SERU KEPALA KEPOLISIAN SETEMPAT YANG BERBICARA DENGAN MENODONGKAN SENAPAN , mereka merasa sangat terjebak dengan situasi saat ini , papa ayah dan papa hendra segera keluar dari persembunyian nya dan segera membawa kami ketempat yang sangat aman .
" dorrr dorr drooo " suara tembakan , karena boby mencoba untuk kabur dari tangan kepolisian dan mencoba ingin menembakan pelurunya kearah rido membuat papa hendra menembakan senapan yang sedang dipegang anggota kepolisian kearah boobby
" ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh " teriaku dengan kaget , aku merasa sangat frustasi . mama yang saat ini sedang berada di dalam sontak keluar rumah dan ingin menyelamatkanku , suasana sangat kacau .. rido mengalami sesak didadanya dan richard segera memberikan perawatan untuk rido .
" mama aku takut , anak-anak dimana " tanya ku kepada mama
" sayang bertahan lah dengan oksigen mu , ku mohon aku mencintaimu " ucapku seraya menenangkan rido .
" aku mencintaimu , ku mohon jaga anak-anak kita " ucap rido sebelum terlelap tidur saat richard memberikan cairan untuk membuat nya sedikit tak merasakan sakitnya
aku bertanya dan kak richard memberitahuku dan segera menenangkanku .
" kaka ,. aku sangat takut terjadi sesuatu kepada papa juga ayah , papa hendra terlihat sangat emosi " ucapku
boby terlihat tergeletak di atas semak-semak , aku melihat beberapa orang juga tergelatak seperti tak sadarkan diri dan hanya terlihat 4 orang yang seraya meminta ampun kepada para polisi. dan tentu nya pihak aparatur memborgol orang-orang yang terlibat dalam masalah ini .
__ADS_1
.
.
.
.
.
" BAWA SAJA KE TEPI DERMAGA , KAMI MENUNGGUÂ " ucap kepala poliisi
entah mengapa sepertinya mereka menunggu kedatangan seseorang , dan membuatku semakin penasaran . yang sangat aku khawatirkan orang-orang yang tergeletak tak berdaya mereka membiarkannya begitupun dengan papa yang tak merasa bersalah setelah membekukan tubuh boby . mungkin papa hendra sudah menyelamatkan anaknya dan aku pun bangga kepadanya .
.
.
.
aku melihat betul mereka terduduk dengan borgol ditangannya dan tak lama kemudian datang sebuah kapal yang mengangkut beberapa anggota kepolisian juga orang-orang dari F88 , mereka mengeluarkan orang yang sangat aku kenal , dengan senapan yang ditodongkan di sekujur tubuhnya membuatnya tak berdaya .
" itu om rayyan mama " ucapku
__ADS_1
mama melihat kerahku dan mencoba menghubungi papa , tak berlangsung lama rido tersadar dari obat yang diberikan richard , untunglah sebelumnya om rus memberikan obat tersebut untuk jaga-jaga dalam menjaga kondisi rido yang sewaktu-waktu anfal karena masalahini .