
SATU BULAN KEMUDIAN
" papa...." panggil faaz yang berlari menghampiri rido .
" kenapa sayang , sini papa peluk ..kamu sudah besar iya ...berat sekali kamu ini " delotehan rido sembari menggendong faaz yang sudah semakin membesar itu .
" sayang... sudah turunkan faaz ,, kalo mau gendong kamu memangku saja jangan sampai kamu kecapean.. " pintaku seraya mengambil faaz yang sedang di gendongnya . sepulang kami dari inggris rido sempat anfal dan merasakan sakit di dada nya , aku sangat takut jika rido sakit kembali .
" aku sehat kemarin hanya kelelahan saja sayang , kau tak perlu khawatir " ucap rido mencoba menenangkanku kembali , rido mencium keningku dan bibirku dengan kilas .
" kamu tuh ada aja jawabannya , oh iya aku tadi suuruh dhan membawakan file yang akan aku dan kamu tanda tangani nanti kalau dhan sudah datang panggil aku ya sayang , aku ingin memasak untuk mu " . rido manganggukan kepalanya , aku segera pergi kedapur untuk membuatkan makanan favoritenya .
aku mendengar ponsel rido yang sedang berdering , rido pun mengangkat ponsel dan menerimannya sembari menghampiriku yang sedang sibuk memasak untuknya .
RIDO : hallooooo.... assallamualaikum yoff ( speaker diaktifkan )
YOFIE : waalaikum salam kaka,, apa kabar kaka ? , aku sangat merindukanmu kak ..
RIDO : aku baik, baru saja satu bulan kita tidak bertemu kau sudah seperti 1 tahun tidak bertemu denganku ..kamu bagaimana kabarnya ? apa papa dan mama sehat juga .
YOFIE : mama sehat dan menitipkan salam untukmu , kaka papa sedang di indonesia , papa sedang mengurus bisnis nya yang sedang mengalami kekacauan disana .. tapi jangan khawatir semua sudah mulai membaik .
RIDO : baiklah , nanti kaka akan menghubungi papa yof , salam kembali untuk mama . dan jangan lupa jaga mama untuk ku ya .
__ADS_1
YOFIE : baik kak ,, kaka aku hanya ingin berterimakasih kepada kaka , karena kakalah papa sudah mau membuka hatinya untuk ku dan shalom ,, dan tahukah papa menemui shalom dan memberikan semangat untuk shalom
terimakasih kaka , kasih sayang kaka sangat berarti untuk ku , aku akan selalu menyayangimu . salam juga untuk kaka ipar dan semua keponakanku.
RIDO : aku hanya melakukan tugasku sebagai kaka , aku hanya meminta kau tetap menghormati dan menyayangi orang tuamu walaupun kau sedang dalam kecewa , baiklah yof semoga harimu selalu menyenangkan ,, kaka juga sangat menyayangimu ,, " salam untuk kak shalom yoff " teriakku ditengah pembicaraan rido >
YOFIE : Baiklah kaka ipar aku akan menyampaikan salam mu kepada shalom , (sambungan terputus )
rido memang suami idaman ku , dia tak hanya mampu menjadi suami idaman melainkan iya mampu menjadi anak , kaka , dan ayah yang baik untuk anggota keluargaku , diapun selalu menjadi panutan untuk setiap orang yang mengenalnya baginya dia yang dia lakukan serta pikirkan adalah bagaimana untuk selalu berbuat kebaikan .
" faaz , jangan main terigu .. aduh liat dapurnya kotorkan sayang " ucapku kepada faaz , faaz berdiam mendengar nada bicaraku kepadanya ,, rido menatap kearah kami bergantian dia tersenyum dan segera membawa sapu dan pengki untuk membersihkannya .
" faaz sayang , nanti kalau seperti ini kamu bersihkan memakai ini ya , liat bersihkan sayang " seru rido seraya tersenyum kepadaku , sungguh aku malu melihat tingkah nya itu . faaz segera mengikuti apapun yang rido lakukan dan aku segera meminta maaf kepada anak ku dan juga kepada rido .
" bu ninaa , ini tolong sekali gantikan baju faaz , bajunya kotor terkena tepung dan apakah fizzi sudah bangun ? " tanya rido kepada bu nina
" baik tuan , nona fizzi sedang tidur tuan .. " ucap bunina sembari menuntun faaz di tangannya , aku menghampiri rido dan memeluknya .
' maafkan aku sayang , tadi aku tidak sengaja.. aku janji tidak akan mengulanginya lagi
" sudahlah sayang aku mengerti kok , tadi kamu juga merasa terganggu karena sedang meyibukan diri dan aku yang salah sayang karena mengajak faaz bermain didapur .. kuharap dilain waktu jangan meninggikan suara mu dihadapan anak-anak karena mereka akan mengingat apa yang kita lakukan dan berikan " ucap rido sembari mencium keningku dan mengusap peluh keringatku .
" baiklah , maafkan aku sayang .. ayo kamu makan ini sudah mateng sayang " ajak ku kepada rido .
rido mulai melahap makanan yang aku masak untuknya , sembari menatapku dengan penuh cinta . rido terlihat sangat menyukain makanan ku itu dan aku merasa senang melihat tingkah nya yang sesekali melahap sembari menatapku dengan penuh cinta .
__ADS_1
" kenapa sayang , jangan selalu menatapku ,, aku kan malu sayang " ungkapku kepadanya
" kamu selalu menggodaku , dan tahukah makanan yang kamu masak ini enak sekali ditambah kau memandangku dan menemaniku melahapnya . aku tambah bersemangat memakannya " gombalnya kepadaku , wajahku semakin merah merona dibuatnya , aku tak kuasa menahan senyum yang menyeringai dii wajahku dan rido menatapku kembali dengan penuh cinta .
" sayang , tolong dong habiskan secepatnya lalu kita ... " dengan gelagapan aku tak berani melanjutkan percakapan itu , rido tertawa kecil melihat ku membekap mulutku dengan kekdua tanganku .
" kita apa hayoooo ? " tanya rido kepadaku semakin membuatku malu .
" kita ke kamar anak-anak untuk melihat anak-anak maksudku " dengan terbata-bata aku menjawab pertanyaannya.
" baiklah kalau begitu , aku akan lama menghabiskan makananku " ucap rido ..
' jangan dong ,, maksudku kalau sudah selesai kita ke kamar untuk membuat adik alea " pintaku dengan menutup seluruh wajah ku dengan kedua telapak tanganku..
" nakal ya kamu sudah berani minta ...ckckckc !!! , tapi gak apa-apa pahala untuk mu banyak sayang.. aku akan segera menghabiskannya dan menggendongmu ke kamar " ucap rido sembari melahap suapan terakhirnya dengan bersemangat.
" jangan menggendongku , yang pertama aku malu jika ada orang melihatnya dan yang kedua aku takut kamu kelelahan apalagi kita akan kontes bersama " seruku sembari mengelap sisa makanan di bibir indahnya .
" baiklah bidadari kau mau berapa ronde ?? aku akan siap memuaskanmu " ucapnya nakal kembali
" sebanyak banyaknya tuan ku " jawab ku sembari tersenyum kepadanya , aku segera menyelinap masuk bersama rido kekamarku karena pada saat akan menuju kamar aku mendengar faaz sedang main bersama lira dan bu nina , alea juga di gendong carry . karena keinginan kami sedang besar-besarnya kami tak mampu untuk menahan mengeksekusi malam yang penuh bintang jadi ku selipkan waktu di sore hariku untuk membuat adik alea di sore hari. ckckckc
__ADS_1