TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. Rencana Apik Faaz.


__ADS_3

Natasha dan Ayana menghampiri Alea, namun Ia sedang tidak berada di kamar nya. Ayana pun segera memutar otak untuk mengetahui keberadaan Alea, "Aku rasa Kak Alea sedang berada di taman, " Gumam Ayana, Natasha pun segera mengajak Ayana namun setelah ia melangkah sedikit meninggalkan kamar Alea, terdengar sedikit suara keributan di ujung lorong dan lorong tersebut adalah kamar milik Rayna. 


"Ayana, apa kau mendengar suara Alea sedang berteriak keras? " Tanya Natasha, "Ada apa dengan nya?" Tanya Natasha kembali,


"Iya Kak, Aku mendengarnya!, bahkan aku mendengar suara pintu yang sepertinya di tendang." Gumam Ayana.


Natasha berjalan setengah kencang, "Kak, mau kemana?." Tanya Ayana, Ayana pun segera pergi mengikuti langkah Natasha.


Natasha menyetop langkah Ayana menggunakan satu tangannya, "Ayana dengarlah, " Ucap Natasha.


"Kau sudah menipu kami!, kau memang wanita yang tidak tahu malu." Bentak Alea kepada Rayna terdengar sangat keras, Natasha memutuskan untuk tidak mencampurinya namun rasa penasaran diantara keduanya sangatlah pekat.


"Kak Nat, Aku penasaran. mengapa dengan mereka?" Tanya Ayana, "Aku pun tak mengerti Ayana, seperti nya amarah Alea terhadap Kak Ray memang sudah dia pendam sangat lama" Jawab Natasha.


****


'Flashback sebelum terjadinya pertengkaran..


Awal mula terjadi nya pertengkaran di antara Alea dan Rayna adalah Alea memergoki Rayna sedang berjalan sembari menggerutu kesal terhadap Natasha, karena sebelumnya Alea pun sedang menyimak perdebatan diantara keduanya.


Alea menyimak di sudut terpisah, Ia tahu jika Ayana, Papanya dan Faaz sedang menyimak perdebatan kedua kaka ipar nya. Alea memutuskan untuk mengikuti Rayna ke kamar nya, setelah Rayna memilih meninggalkan Natasha.


Alea hanya bermaksud untuk memberi nya peringatan agar tak membuat rencana aneh untuk membuat Natasha merasa kesusahan apalagi sampai mencelakai Natasha.


Namun, saat itu Alea memiliki ide cemerlang. Ia masuk kedalam kamar Rayna terlebih dahulu karena sesuatu hal yang janggal yang sempat Ia curigai, saat itu Ia pun terdiam di dalam ruang pakaian milik Faaz.


Ia melihat dari celah pintu kamar pakaian tersebut karena tidak tertutup sempurna, Ia melihat dengan jelas jika Rayna sedang beranjak dari kursi rodanya tanpa merasa tertatih sedikitpun.


"Rayna bisa berjalan, " Ia pun semakin mendekatkan telinga nya tepat di celah pintu tersebut, karena ia melihat Rayna sedang mencoba menghubungi seseorang.


"Hah, Dia nelpon siapa sih? " Tanya Alea, telinga nya semakin ia tempelkan namun saat itu Ia sama sekali tidak bisa mendengar percakapan diantara Rayna bersama seseorang dibalik ponselnya.


beberapa saat kemudian...


sedikit terdengar percakapan diantara Rayna dengan seseorang tersebut, "Kau tahu, hari ini Natasha. wanita yang kau bilang sangat bijaksana itu membuatku geram!, " Ucap Rayna, Alea terus menerus mencoba mendengarkan percakapan itu dengan jelas.


"Iya, Dia mulai berani terhadapku.," Ucap Rayna dengan sorot mata yang terlihat kesal.


"Aku senang, Namun sepertinya aku memang harus memutar kembali sayang" Ucap Rayna, "Aidil,, " panggil nya dengan manja.


"Aidil?, " batin Alea memanggil nama Aidil, Ia tak percaya jika sampai saat ini Aidil masih menjadi musuh dalam selimut kakaknya.


karena yang Ia tahu Aidil sudah meminta damai kepada kakaknya, bahkan Alea tahu jika hubungan Rayna dan Aidil memang sempat terjalin namun, Alea lebih memilih untuk tidak menyebarluaskan hubungan Rayna bersama Aidil. karena baginya hubungan keduanya sudah berakhir lama.


"Sayang jika saja saat itu kita menikah dan kau mampu menghidupi ku seperti Faaz, Aku akan semakin bahagia." Gumamnya tanpa merasa bersalah karena telah melakukan tindakan bodoh.


"Ya sudah, Aku harus bertemu dulu dengan seseorang dan ini sangat darurat sekali" Rayna masih berbincang bersama Aidil di dalam ponsel miliknya dan, "Ya sudah dulu deh, jangan lupa Aku minta ide yang paling cemerlang " Ucap nya kembali seraya mengakhiri percakapannya bersama Aidil.


Rayna berjalan melangkahkan kakinya dengan pelan, "Arrggghhh,, Ia mendekat." Alea terbirit-birit karena takut Rayna mengetahui keberadaannya.


Alea pun kembali melihat ke sisi celah tersebut,


"Eva?, "


seseorang masuk tanpa ia duga, ia adalah Eva. Eva adalah seorang pelayan yang sempat membantu Rayna, dan kini Ia terlihat menjadi kaki tangan Rayna. bahkan Ia terlihat mengetahui jika selama ini Rayna sudah menipu semua anggota keluarga.


Alea segera merogoh saku celana miliknya, Ia pun mengambil sebuah ponsel lalu merekam percakapan diantara Rayna dan Eva.


"Eva?, aku memiliki tugas baru untuk mu! " Ucap Rayna.


"Iya Nyonya, Saya akan lakukan apapun. asalkan Nyonya mau mendekatkan saya dengan Tuan Maliq" Ucap wanita berparas cantik tersebut, Alea semakin geram.


"Ingatlah nanti saat Alea menikah, kau harus mencampurkan ini kedalam makanan yang mereka sajikan! " Titah Rayna pada Eva, eva mendengarkan setiap detail yang Rayna perintahkan. Tak hanya itu Rayna meminta Eva menyuntikan sejenis cairan yang akan membuat Rido dan Natasha melemah, bahkan Ia akan membuat suatu fitnah diantara menantu dan mertua itu.


"Baik Nyonya, akan saya laksanakan." Jawab Eva kembali sembari menundukkan kepalanya.


"Oh iya, Kamu tahu bahwa ada seorang wanita yang datang menghampiri Natasha?, " Tanya Rayna.

__ADS_1


"Iya nyonya, dia adalah Ibu tirinya" Jawab Eva.


"Baiklah ada beberapa tugas untuk mu lagi, salah satu nya temui dia dan berikan uang ini. anggap saja aku memberikan nya untuk menyambungkan kehidupannya selama disini" Tutur Rayna kembali, "Dan ingat jangan sampai Abrar tahu, Abrar itu pelayan paling setia kepada Papa mertua ku" Tutur Rayna kembali.


"Baiklah Nyonya, " Ia menganggukkan kepalanya, berusaha menunduk dengan sempurna. Rayna memang sosok wanita yang licik, Ia bukan mencintai Faaz. namun baginya, bersama Faaz adalah tambang untuknya apalagi jika dia bisa memiliki hati Faaz itu artinya Ia dapat hidup dengan mewah tanpa meminta dan memohon kepada ayahnya.


"Satu lagi Va?, " Ucap Rayna, Eva pun hanya menganggukkan kembali kepalanya.


"Bacalah ini, " Ia memberikan sesuatu ke atas telapak tangan Eva.


"Apa ini nyonya?, " Tanya Eva.


"Itu ada beberapa tugas yang harus kau lakukan, " Gumam Rayna kembali, "Ingat jangan sampai kau lengah, semua anggota keluarga Rido adalah musuh terbesarku selain Ayahku! " Cerca nya kembali, Ia menatap lurus wajah Eva dan Eva sepertinya menyanggupi semua keinginan Rayna.


Alea merasa cukup atas informasi tersebut, Alea pun memasukkan kembali ponsel miliknya kedalam celana. Terlihat sekali Eva sudah menyanggupi semuanya, Alea pun memiliki rencana baru untuk nya.


Alea merogoh kembali ponsel miliknya yang tersimpan di dalam celana, Ia mengusap layar ponsel tersebut dan mengirimkan sebuah pesan kepada Abrar yang sedang berjaga dibawah.


"Eva sangat Aku curigai, Tahan dia dan bawa ke gudang belakang ambil ponselnya dan jangan sampai Ia lolos. Eva sedang di kamar bersama Rayna, " ~ Pesan Alea kepada Abrar.


"Siap, Laksanakan Nyonya. saya akan membawanya." ~ Balas Abrar.


"Beritahu Papa dan Qabil." ~ Pesan Alea kepada Abrar kembali, Abrar pun membalas dengan mengiyakan permintaan Alea.


"Nyonya, Saya pergi pamit dulu." Ucap Eva.


"Baiklah, pergilah" seru Rayna.


"Natasha, kau akan tahu akibatnya!, " Gumam Rayna, "Dan kau Papa mertua jahat, kau akan tahu dengan siapa kau sedang berhadapan." Gumamnya kembali, Alea mengepalkan tangannya.


"Jika saja kau tidak menikahkan wanita itu dengan suamiku, kau tidak akan menjadi incaran ku! " Gerutunya kembali,


"Aku membenci kalian semua, Aku membenci kalian sepenuh hatiku dan Kau Faaz, Aku tak rela jika kau lebih memilih wanita itu dibandingkan Aku dan setiap kesalahan yang telah Aku buat, kah harus rela memaafkan ku!! " Ucap Rayna.


"Aku tak ingin kalian bahagia, Aku tak ingin kalian menganggap ku seperti sampah!! " Ujarnya, Alea sudah menahan emosinya, namun Saat ia membicarakan hal yang menyulut emosinya. emosinya pun meledak saat itu.


Rayna duduk kembali di atas kursi roda yang menjadi saksi bisu kebohongan nya, "saatnya menjadi Rayna yang lumpuh kembali, "


Gubrak!, suara tendangan Alea, Alea sengaja menendang pintu bermaksud untuk mengagetkan Rayna.


"kau! " Alea menunjukkan jari telunjuknya tepat di depan wajah Rayna, "Kau memang wanita ******!" Umpat Alea.


Pintu kamar yang memang sudah tidak tertutup membuat suara Alea terdengar sangat kencang bahkan Natasha dan Ayana mendengar teriakan Alea, "Kau sudah menipu kami!!! " Ujar Alea.


saat itu Natasha dan Ayana sudah berada tepat di depan kamar yang menjadi tempat perdebatan antara Alea dan Rayna berlangsung, Natasha sengaja mendengarkan terlebih dahulu inti dari permasalahan diantara mereka.. Namun, berbeda dengan Ayana. ia seakan geram saat mendengar pertengkaran diantara mereka.


"Apa maksud mu Alea?, " Tanya Rayna.


"Kau tak perlu berpura-pura!, kau akan mencelakai Natasha dan Papa. Aku Mendengar rencana mu semuanya" Ungkap Alea,


"Mendengar?, " Tanya Rayna seraya mendecih kesal, Ia pun terlihat seakan mengolok-ngolok Alea


"Rayna rencana mu sudah gagal dan Aku tidak akan sedikitpun mundur untuk melindungi orang-orang yang aku sayang" Gumam Alea.


"Alea, mengapa kau membenci ku? " Tanya Rayna polos, "Bahkan setelah kau mengenal Natasha, kau sudah berani melawan ku! " Ucapnya kembali.


"Bahkan sebelum aku mengenal Natasha, Aku sudah membencimu." Ujar Alea, "Aku hanya mencoba menutup mata, dan mengingat kebaikan mu tanpa menatap semua kesalahan mu! Karena dulu, kau begitu terlihat baik di mataku" Ujar Alea kembali.


"Dan saat Aku mulai membenci mu, Aku mencoba untuk melupakan semua kesalahanmu terhadap kakak ku!, " Cerocos Alea membuat Rayna geram.


"Kau memang wanita tak tahu diri Rayna, "


"Iya, Aku memang tidak tahu diri dan kau wanita yang bodoh lebih tepatnya Adik yang bodoh." Tukas Rayna, "Ingatkah, saat kau membela ku. Kau bilang jika aku yang terbaik untuk Kakak mu, dan saat itu kakak mu mempercayai ku kembali" Ucap Rayna.


"Dan sebenarnya kau lah yang memberikan duka kepada kakak mu, kau begitu naif Alea. Ingatkah saat kau ingin mengacaukan hati kakak mu!, dan kau meminta bantuan dariku"


"Dan selama bertahun-tahun kau merasa menang, karena kau membuat kakak mu menjauh dari adik ku!, dan kau menikmati kesedihannya, tertawa hingga berbahagia bersama ku" Ungkap Rayna.

__ADS_1


"Kau lah yang breng*** Alea, kau mengorbankan kebahagiaan Kakak mu demi kesenangan batin mu?, Apa kau anggota keluarga yang baik untuk keluarga mu sendiri?" Alea meremas tangan nya sendiri, mengepalkan kedua tangan nya. ia merasa kesal karena Rayna mencoba mengingatkan kesalahannya terdahulu.


"Dan ingatkah engkau Alea?" Tanya Rayna sembari meyakinkan Alea dengan tatapan sinis nya.


"Kau memang harus mati di tanganku Rayna" Alea berusaha mencekik Rayna, "Aa..aampun lea, Maafkan aku" terdengar Rayna meminta Alea menghentikan perlakuannya.


"Alea, hentikan!!!" Pinta Natasha berseru, Ia menarik tangan Alea karena tak memberikan ruang bernafas untuk Rayna. Ia malah terlihat gemas akan keberadaan Natasha, lagi dan lagi Rayna memiliki hutang budi Terhadap Natasha.


"Kau! " Alea merasa kesal karena Natasha menghalangi amarahnya, "Mengapa kau menghentikan ku kak?" Tanya Alea kesal.


"Kau akan membuat nya mati Alea, sadarlah. Bukan begini caranya menghukum seseorang! " Ujar Natasha,


"Ayana, dia mencekik ku" Adu Rayna kepada Ayana, Ayana mendelik kan matanya.


"Sudah seharusnya Kak Lea seperti itu atau bila perlu aku akan membunuh mu!!! " Ucap Ayana penuh penekanan, "Wanita seperti mu memang tidak pantas untuk kakak ku!!, " Ucap Ayana kembali.


"Ayana hentikan ocehan mu!!, Ku mohon" Ucap Natasha, "Dia kesulitan bernafas, " Gumam Natasha kembali, Ayana malah tidak ingin membantu Natasha agar Alea melepaskan tangannya dari leher jenjang Rayna.


dengan sekuat tenaga, "Lepaskan!! bukan begini cara nya menghukum seseorang Alea, Tidak dengan kekerasan!, " Rayna tak kuasa menahan rasa sesak dan akhirnya Faaz datang menemui mereka.


"Ada apa ini?," Tanya Faaz yang datang menghampiri mereka, Faaz melihat kearah Rayna yang terlihat memegang tengkuk lehernya.


"Kenapa dengan mu Ray?, " Tanya Faaz kembali, semua membungkam mulutnya.


"Alea mencekik leherku Faaz?, "


"Dia merencanakan sesuatu Kakak, dia ingin mencelakai Papa dan Kak Natasha! " Sela Alea, "Tidak dia bohong Faaz, dia memang merasa tidak suka kepada ku karena, Natasha selalu menghasutnya" Ucapan Rayna membuat Alea tersulut kembali emosinya.


"Kau!!!, " Alea menunjuk tepat di hadapan wajah Rayna,


"Dasar tak tahu malu, jelas-jelas Kak Natasha membela mu!, " Ujar Ayana menimpali rasa kesalnya.


"Membela, dia menghasut Alea... " Tuduh Rayna kembali kepada Natasha, Natasha merasa kesal dan mencoba membuat Rayna tidak memfitnahnya lagu.


"Diam kau Rayna, Aku tidak pernah berusaha menghasut siapapun!" Bentak Natasha pada nya, "Dan asal kau tahu Rayna, selama ini Aku masih menghargai dirimu!, " Faaz tersenyum saat melihat Natasha melakukan pembelaan terhadap Rayna.


"Faaz, mengapa mereka semua menekan ku? " Rengek Rayna kepada Faaz, Faaz pun berpura-pura membela Rayna.


"Alea, tidak mungkin jika Rayna berbuat seperti itu?, " Ucap Faaz.


"Kakak kau tau kan aku tidak mungkin berbohong kepada mu! " Gumam Alea, "dia melakukan rencana untuk membuat acara pernikahan ku kacau!" Gumam Alea kembali.


Alea tak mengerti maksud dari Faaz ini, Alea merasa kesal karena Kaka kandung nya tidak mau mempercayainya, "Aku tidak sudi meminta maaf kepada nya" Alea pergi meninggalkan mereka semua.


"Alea.. " Natasha memanggil nya,


"Kak Faaz, Kak Alea benar!, " Ucap Ayana sembari menggoyangkan lengan Faaz.


"Sudah, kau tidak perlu mengompori ku!" tukas Faaz, "Pergilah tinggalkan kami" Ucap Faaz.


"Dan Kau Natasha, kau juga seharusnya menghormati Rayna!!! " Faaz sengaja membentak Natasha di hadapan Rayna, "Kau harus tetap terima jika Rayna masih menjadi istri ku" Tutur nya kembali.


Wajah Rayna tersenyum, "Lihatlah bagaimana Seorang Raja ketika mengingat Ratu nya!! " batin Rayna bergumam.


"Faaz mengapa denganmu!, " ~ batin Natasha, Ia menangis namun Faaz terlihat tak mau menggubris tangisannya.


"Pergilah, kau tak boleh mengganggu Rayna! " Ucap Faaz,


"Maafkan Aku Nat, Aku sengaja melakukan ini. Aku akan menemui kalian semua untuk memberi tahu rencana ku semua!! " Batin Faaz, Natasha pun meninggalkan mereka berdua dan saat Natasha pergi dari hadapan mereka. Langkahnya terhenti kala Faaz berucap, "Maafkan mereka semua, Aku akan selalu melindungi mu." Ujar Faaz kepada Rayna dan kalimat itu membuat Natasha merasa sakit hati.


Faaz terlihat memeluk Rayna, Rayna merasa senang karena merasa mendapat pembelaan dari Faaz.


"Kau mengecewakan ku Faaz, Tapi aku tak mengapa.. Itu artinya Aku memang harus melepaskan mu!, " Ucap Natasha dalam hati sembari berjalan, Ia merasa salah paham kepada Suami nya, namun Natasha tidak mau terlalu memikirkan nya.


.


.

__ADS_1


~ Hidup bagaikan lagu, nyanyikan lagu itu. Hidup itu sebuah permainan, mainkanlah permainan itu. Hidup itu sebuah tantangan hadapi tantangan itu. Hidup itu sebuah mimpi, wujudkanlah itu. Hidup itu sebuah pengorbanan, berikanlah pengorbanan itu. Hidup itu cinta, nikmatilah itu. @KingFaaz!!.


__ADS_2