TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. CINTA UNTUK ALEA DAN MAKAN MALAM.


__ADS_3

Tepat di depan kolam renang Alea sedang berbincang santai bersama Qabil. bagi Alea, Qabil adalah teman, sahabat, juga cinta terbaik untuknya. Dan diam-diam tanpa sepengetahuan Faaz dan yang lainnya Qabil memiliki tempat istimewa dihati Alea begitupun sebaliknya, namun Qabil dan Alea memilih untuk merahasiakannya. walaupun pada awalnya Alea tak menginginkan hubungan ini terjalin, Alea pun mengetahui perasaan AliQ kepadanya karena dia sudah memiliki komitmen dengan Qabil. Alea selalu menolak secara halus jika lelaki lain mendekatinya mungkin karena rasa traumanya terhadap lelaki seperti mama nya terdahulu.


“aku sangat ingin cerita kepadamu Qabil!” Ucap Alea dengan Manja, “aku gak suka dengan Natasha!” ungkap Alea sembari menyandarkan kepalanya dibahu Qabil, Qabil terkekeuh melihat Alea yang sangat manja kepadanya.


“mengapa dengannya ?” Tanya Qabil sembari membelai dagu Alea.


“Entahlah mengapa aku tak menyukainya, aku sungguh merasa jika dia wanita yang hanya menginginkan harta kaka ku saja” Sahut Alea.


“sudahlah, aku kesini ingin banyak mendengar cerita ceriamu gadis ku” ucap Qabil.


“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaah, mau ceria bagaimana aku saja merasa sangat tidak nyaman tinggal di rumah ini. aku lebih nyaman diam di istanbul bersama mu” Tukas Alea sembari menguceuk wajahnya dengan sangat frustasi.


Qabil dan Alea memang sangat menutup rapat hubungan percintaannya bahkan Fizzy sempat menganggap bahwa Alea menyukai Aliq, tetapi nyatanya Qabil lah yang sangat ia cintai mengingat Qabil adalah lelaki yang baik yang selalu menjaga nya saat ia jauh dari Orangtua nya. Qabil lah yang selalu membuat hari-hari nya menyenangkan bahkan Alea selalu mengingat masa-masa indah saat bersama nene Qabil dan Qabil di istanbul.


“Leaa... pejamkan matamu sebentar,kumohon.” pinta Qabil sembari memegang tangan Alea.


“baiklah," sembari memejamkan matanya, Qabil memakaikan sebuah kalung di leher Alea lalu dia mencium tangan Alea dengan mesra nya.


“apa ini ?” tanya Alea, Qabil tersenyum sembari memandang Alea dengan lekat. Alea tersenyum melihat tatapan yang diberikan Qabil seraya melihat kalung yang dipakaikannya.


“Q&A” Ujar Alea .............. sembari melihat inisial kalung tersebut.


“Quest and answer ?” or “QABIL AND ALEA” ~ tanya Alea.


“mau kamu Apa ?” tanya Qabil kembali kepada nya, Alea seperti sedang berpikir keras.


“apa iya ?, gimana kamu aja Qabil.” ungkap Alea.


“QUEST ADALAH PERTANYAAN DAN ANSWER ADALAH JAWABAN“ QABIL BERUJAR SEMBARI MENGGENGGAM TANGAN ALEA.


“maksudnya, gak ngerti ah yang PASTI_PASTI AJA kalii” - tukas Alea sembari mengerucutkan bibir nya.


"Q.. untuk pertanyaan dan pertanyaannya adalah MAUKAH KAMU MENGUMUMKAN TENTANG CINTA KITA, DAN SEGERA MENIKAH DENGAN KU?” Tanya Qabil sembari menatap wajah Alea, “dan A...untuk answer ... yaitu Jawaban dan aku menunggu jawaban seperti layaknya Q&A... dihubungkan menjadi QABIL&ALEA” jelas Qabil seraya menggoda kekasihnya itu.


“taukah kamu Qabil, lelaki yang selalu berbuat baik kepadaku hanyalah kamu, dan kamu juga orang yang paling sabar menghadapiku lalu kamu juga tau semua kesedihanku dan kamu orang yang serius menyatakan cintanya kepadaku akhirnya aku dan kamu memiliki sebuah komitmen dan kita saling menjaga sampai detik ini apakah kamu masih butuh jawaban dariku?” tanya Alea sembari menatap Qabil, Qabil menganggukan kepalanya seraya tersenyum manis menatap Alea.


“Lalu jawabannya ?” tanya Qabil kembali.


“I SAID YES QABIL..” Jawab ALEA.


"BENARKAH ?." TANYA QABIL KEMBALI DENGAN SANGAT PENASARAN, "Aku sangat bahagia Alea," Ungkapnya.


"Sepulang kaka dari Canbeera, Aku akan mengadakan makan malam dan kamu boleh berbicara kepada kakKa juga Papa itupun jika berani" seru Alea.


"BERANI DONG, AKU AKAN SELALU MENCINTAIMU LEA ... PERCAYALAH! " ungkap Qabil sembari mencium tangan Alea, dan Alea menatap Qabil dengan penuh cinta.

__ADS_1


.


.


.


"Mama, aku merindukanmu kumohon mama datanglah kedalam mimpiku." gumam Natasha sembari menatap foto orang tuanya, dia meneteskan air matanya. rasa rindu selalu menghampirinya dikala ia sedang sendiri.


"Ibu peri." panggil Aaleesya, seraya menghampiri dirinya.


"Kenapa sayang, apa kau ingin main sesuatu?." Tanya Natasha kepada putri mungil yang sekarang sudah menjadi putri sambung nya, Natasha menyeka air matanya seakan tak ingin Aaleesya melihatnya sedang bersedih.


"Aku hanya ingin memelukmu dan tertidur dalam pelukanmu" seru Aaleesya dengan manja kepada Natasha.


"Baiklah putri mungilku, nona manisku ayoo peluk ibu dan ucapkan basmallah terlebih dahulu lalu ucapkan doa untuk tidur supaya tidur siang mu menyenangkan " ucap Natasha sembari memeluk Aaleesya, tak lama kemudian Aaleesya tertidur didalam pelukan ibu perinya.


Drrrtttt...drrrt ( ponsel bergetar )


"Hallo, iya Tuan" Sapa Natasha saat menerima telepon dari suaminya.


"Apakah kamu sedang bersama anak ku?." suara Faaz bertanya dibalik ponsel tersebut.


"Nona kecil baru saja tidur Tuan, jika nona terbangun saya akan menghubungi anda kembali" seru Natasha yang masih saja terlihat kaku.


"Baiklah" Suara terdengar hening, Natasha pun terdengar tak bersuara, "Halo Nat?" Panggil Faaz kembali, "Iya Tuan" jawab Natasha.


"emmh, iya tuan maaf Faaz suamiku" ucap Natasha sembari kebingungan dan merasa canggung dengan percakapannya di ponsel bersama suaminya.


bagaimana ini , mengapa tuan Faaz mendadak memintaku memanggilnya dengan suamiku  - batin Natasha


"abaiklah ucapkan rasa sayangku jika ia bangun, untuk beberapa hari aku tak bisa bertemu dengannya dan maafkan aku Natasha walaupun kita baru satu hari menikah kau sudah aku tinggalkan demi sebuah pekerjaan." ucap Faaz sembari berpamitan untuk memutuskan sambungan ponselnya.


"Akan aku sampaikan suamiku." Seru Natasha yang berbicara dengan nada yang sangat canggung dan segera meletakan ponselnya di meja.


Malam itu Natasha sudah menyiapkan makan malam untuk semua anggota keluarga, Ia memang terbilang sangat rajin sebagai Istri dan menantu di rumah ini. Apalagi dengan kondisinya yang sedang merasakan sakit di kaki.


"Natasha, sudah lah biar bibi Moley dan Sewi yang menyiapkan semuanya lagipula seharian ini kamu pasti lelah mengurus Aaleesya." pinta Fizzy sembari menarik lengan natasha dan mengajak nya duduk di meja makan.


Ayana, Maliq, Alea, dan Qabil juga sudah ada diatas meja makan. mereka sedang menunggu Rido untuk datang menemani makan malam anak-anak kesayangannya.


Ayana menatap Qabil dengan pandangan yang sangat kagum namun pandangan Qabil hanya tertuju kearah Alea, dan sesekali Alea pun mencuri pandangannya terhadap Qabil.


('dia tampan sekali cih " - gumam Ayana didalam hati seraya berdecih kagum menatap Qabil )


"Nona Fizzy biarkan saya yang menyiapkan ini" seru natasha karena natasha takut melihat tatapan Alea kepadanya. tak lama kemudian Rido datang dengan senyuman yang berbinar dimatanya.

__ADS_1


"Natasha sini duduk disamping papa" Ajak Rido kepada menantunya itu.


"Baik Papa," Natasha tak ingin menolaknya dia menundukan kepalanya karena dia duduk tepat berhadapan dengan Maliq.


mereka makan dengan tenang, Rido pun sesekali bertanya kepada Natasha hal yang walaupun memang tidak penting dan Natasha selalu menjawabnya dengan sangat ramah.


"FIzzy, proyek apa yang sedang dikerjakan Faaz di Canbeera " tanya Rido kepada Fizzy.


"Tidak ada Pah." Jawab Fizzy sembari mengunyah sisa makanannya, "Faaz bilang kepadaku akan menemui seseorang yang sangat penting dan dia juga pergi diantar oleh AliQ sepertinya Faaz sedang membuat konsep bisnis baru bersama AliQ karena Faaz memang sangat dekat dengan AliQ dan bisnis AliQ semua campur tangannya" ujar Fizzy.


"Tetapi kakak Faaz sering sekali ke Canbeera, dan waktu itu Mael pernah bercerita kepadaku bahwa dia pernah mengantar kakak tetapi tidak masuk kedalam rumah hanya mengantarnya sampai di gerbang rumah besar yang sangat sepi." Timpal Ayana yang sepertinya mengingat keras cerita dari Mael


"Ituu pasti rumah tuan Aslam, dia partner bisnis AliQ dan Faaz pah " Jawab Fizzy, Ia sepertinya sedang berpikir, "Aku sih gak ikutan bisnis itu karena Faaz juga tidak pernah bercerita mengenai bisnisnya bersama AliQ." seru Fizzy Rido mendengarkan semua pembicaraan ini dengan seksama namun Rido selalu menatap kearah Qabil karena selalu memandang Alea dengan sangat lekat.


"Qabil, mengapa dengan Alea?." Tanya Rido, "Apa ada yang salah dengannya?" Tanya Rido kembali, Qabil tersedak makanan yang sedang dikunyahnya dan alea dengan sigap memberikan air minum untuk Qabil bahkan Alea sempat membuat mereka bingung karena memanggil Qabil dengan panggilan yang sangat aneh.


"Pelan-pelan by kalo mengunyah makanan itu" ceplos Alea, Mereka semua menghentikan makanan yang sedang dikunyahnya. mereka semua menatap Alea dengan tatapan penuh kebingungan.


Oupss !!!!!!!! - batin Alea.


"by ? baby maksudnya ? " Tanya Maliq, wajah nya terlihat seperti sedang keheranan.


"Emmmm bil maksudku " jawab Alea dengan mata yang terbelalak, Ia terlihat menelan air ludahnya seperti sedang menutupi sesuatu.


Rido merasa heran dengan tingkah laku anak kandungnya itu, matanya menyipit melirik kearah Qabil juga Alea secara bergantian. Alea merasa kikuk melihat tatapan Rido dan tak hanya Alea Qabil pun merasakan Hal yang sama, kini senyuman Rido terpampang diwajahnya seperti sedang memikirkan sesuatu mengenai anaknya.


( ' sayang aku merasa ada yang aneh didalam hubungan mereka, sepertinya Qabil dan Alea memang sudah saling menyukai. Dhan lihatlah anakmu yang tampan sudah mulai memiliki perasaan kepada putri kesayangan ku .. kuharap mereka berjodoh karena Qabil adalah lelaki yang nyaris sempurna untuk Alea - batin Rido bergumam seraya menunjukan senyuman indah yang terpancar diwajahnya )


makan malam telah selesai, mereka berpamitan dan pergi kekamar masing-masing namun berbeda dengan Natasha karena dia merasa sedang tidak ada pekerjaan. Natasha berniat untuk membuat puding sehat yang akan ia berikan untuk papa mertuanya. puding susu mangga nama resepnya dan Natasha sempat mendengar jika Faaz juga sangat menyukai Puding tersebut.


"Aku tuangin susunya deh sekarang, nanti selesai ini aku bikin FLa nya " gumam Natasha yang sedang menyibukan diri di dapur, lalu ia melanjutkan pekerjaan nya sembari berbicara seorang diri.


"Hemmm wangi sekali, duh kenapa malah aku yang tidak tahan dengan pudingku ini iya" seru Natasha, hidungnya mulai mengembang mencium aroma puding yang sedang ia buat.


"Kak Natasha, sedang membuat apa?." Tanya Ayana kepada Natasha.


"Sedang membuat puding, kamu kenapa belum tidur ?" jawab Natasha sembari bertanya kembali kepada Ayana, Natasha sedang menuangkan puding yang sudah matang kedalam loyang cetak pudingnya itu.


"Aku belum bisa tidur soalnya aku harus menyelesaikan tugasku dulu " Ujar Ayana, Ayana memperhatikan semua yang sedang Natasha lakukan tanpa mengajak nya lagi berbicara. dan Natasha terlihat sedang fokus membuat Fla untuk menambah cita rasa pudingnya.


"Kak Natasha mau gak nemenin aku bikin tugas, kalau ada kak Faaz kita gak boleh keluyuran malam di teras kan, sekarang kak Faaz lagi gak ada ... mau iyaa plis" pinta Ayana seraya memohon kepada kaka iparnya itu.


"Boleh, apakah tugasnya sulit ?" tanya Natasha sembari melirik kearah ayana


"Lumayan sulit tapi aku akan sangat senang dan berimajinatif jika ada teman disampingku" seru Ayana, sebenarnya Ayana sangat ingin meminta Natasha menjadi teman curhat nya namun Ayana merasa malu mengungkapkan keinginannya itu.

__ADS_1


"Baiklah sudah selesai," Gumam Natasha, "ayo kita pergi keteras untuk menemanimu mengerjakan tugas " ajak natasha sembari memasukan puding kedalam kulkas besar yang berada didapur.


"Come ...on Kak" Ajak Ayana sembari tersenyum dan mengalungkan tangannya di lengan Natasha dengan Manja.


__ADS_2