
"Faaz.. " panggil Natasha sembari berlari dan memeluk suaminya. Faaz menatap tajam wajah adiknya, raut wajah kesal terkumpul di balik tatapan sinis itu Namun, MaliQ tak merasa genting melihat tatapan Faas kepadanya.
"prok.. prok.. ' Suara tepuk tangan begitu kencang beriringan dengan langkah kaki MaliQ.
"Kenapa dengan tatapanmu kepadaku, sepertinya kau terlihat sangat kesal?." Tanya maliQ sembari tersenyum sinis, Maliq menyunggingkan bibirnya. Nafas Faaz begitu memburu menahan kesal kepada Adiknya.
"MaliQ, Hentikan sandiwara mu? kau lupa jika aku ini Kaka tertuamu!" Seru Faaz, MaliQ menyeret kembali langkahnya untuk lebih dekat dengan Kakanya itu.
" Kaka? Kaka ku? "
"Sudahlah tak perlu berpura-pura menjadi lelaki baik untuk keluarga ini." Tandasnya. Faaz kembali menatap Adiknya, Ia seakan tak mempercayai jika Adiknya mampu berbicara sesarkas itu padanya. Natasha memeluk erat suaminya dan tak henti menangis.
"Sejak Aku Tau kau membohongiku Juga keluarga ini. Aku sudah tidak ingin mengingat jika kau kaka ku! " Seru MaliQ
"Apa perlu Aku berbicara didepan sana " jari telunjuknya mengarah kearah luar tempat Alea dan Qabil mengadakan acara pertunangan.
"Diamlah Tuan MaliQ, kumohon hentikan jangan buat acara kakakmu rusak hanya karena masalahmu dengan suamiku. Kumohon Tuan" Ujar Natasha seraya mengatupkan kedua tangannya, wajahnya memelas memohon ampun kepada MaliQ.
"Natasha, Kau sungguh wanita yang baik. kau nyaris sempurna! kau tak pantas disakiti Natasha" MaliQ berusaha mendekat namun, Tangan Natasha ditarik oleh Faaz. Dan Faaz mendekap erat tubuh Natasha.
"Lupakan istriku dan Jangan pernah mengganggunya!." pinta Faaz kepada MaliQ, tatapan kesalnya pada MaliQ tak berkurang sedikitpun namun, Faaz mencoba menahan amarahnya mengingat jika hari ini adalah hari bahagia untuk Adiknya yaitu Alea.
"Jujurlah Padanya! jika ia memaafkanmu aku pastikan aku akan mundur. jika kau tidak jujur kepada Natasha dan terus menyakitinya Aku pastikan akan terus membuat Natasha membuka matanya untuk tidak terus kau bodohi." Ancam MaliQ dan segera meninggalkan Kaka dan kaka iparnya.
"Lupakanlah perkataannya suamiku, Aku percaya kepadamu!." Ungkapan Natasha membuat Faaz semakin mencintainya, Natasha begitu sangat tulus mencintai suaminya itu dan Faaz semakin merasa bersalah karena tidak berkata jujur kepada Natasha lebih Awal.
(' Natasha entah bagaimana kau akan memaafkan ku, jika saja kau tahu yang sebenarnya tentang kebohonganku, apa kau masih mau menerimaku dan menjadi bagian dihidupku - batin Faaz sembari mendekap erat tubuh Natasha )
"Maafkan aku sayang, aku tidak berada disisimu " Ucap Faaz sembari mencium kening Natasha.
('Apapun yang kau sembunyikan dariku, Ku harap kau tak menyakiti aku dan aku juga berharap aku akan selalu memaafkan kesalahanmu - Batin Natasha)
"cepat ganti pakaianmu, Papa dan semua pasti sudah menunggu." Ajak Natasha kepada Faaz, Faaz menganggukan kepalanya dan segera mengganti pakaiannya.
Di ruangan lain, Rido sedang menunggu kedatangan Alea. Rido tak sabar ingin melihat Alea yang sudah berdandan dengan sangat cantik nan menggemaskan, Tak lama kemudian Alea datang dan bertanya mengenai keberadaan kakanya. "Papa, Apa kak Faaz sudah datang? " Tanya Alea, Rido tersenyum melihat kecantikan Alea. senyumannya mirip dengan Mama Nya, tubuh nya yang langsing dan tinggi semampaipun tak jauh dengan tubuh May.
"Kamu sangat cantik Anakku, seperti Mamamu. Kakak mu sudah datang, mungkin sedang mengganti pakaiannya." Jawabnya sembari menatap lembut wajah Alea.
"Papa peluklah Alea, Alea sangat ingin mendapat pelukan hangat dari Papa." pintanya kepada Rido, Rido segera memeluknya dengan sangat erat.
"Papa mengapa menangis?." Tanya Alea sembari mengusap mata indah milik Rido.
("dulu Papa sering sekali berkhayal bersama Mamamu, menikahkan kalian semua dan bersanding bersama kalian Tapi, semuanya hanya tinggal mimpi nak. " - batin Rido, Rido tidak ingin berbicara kepada Alea mengenai mimpi-mimpi indah bersama istrinya itu. Rido sangat takut jika Alea kembali merasa bersalah akan kematian Mama nya)
"Mama mu pasti bahagia, Papa sangat menyayangimu" Ucap Rido sembari mencium kening Alea dan segera memeluk erat tubuh Alea, Alea menangis haru mendengar ungkapan Rido.
Acara pertunangan sudah dimulai, para tamu yang ikut menghadiripun sudah duduk di tempat yang sudah disediakan. Uncle Richard dan Aunty Rani menjadi orang tua pendamping untuk Qabil.
Terlihat Rona bahagia terpancar di wajah tampan miliknya, Qabil memang lelaki yang baik dan beruntung mendapatkan wanita secantik Alea. bahkan Alea juga sangat mencintainya.
semua kakak beradik dan juga Natasha sebagai Kaka ipar dari Alea sudah duduk dan ikut menjadi saksi. Alea duduk diapit oleh Rido dan Zain, Alea dan Qabil duduk berhadapan.
kata sambutan sudah terdengar haru di telinga keluarga dan kerabat dekat juga para tamu Undangan, Alea tersenyum manis dan menatap penuh dengan cinta kepada Qabil.
"Tuan Qabil Ozcivied, Apakah benar anda ingin melamar Nona Alea noor putri ketiga Tuan Rido Alfaaz rumnawan.? dan akan menjadikannya wanita yang sangat engkau cintai " Tanya seorang lelaki sebagai pembawa Acara pertunangan Alea
"Iya, Saya Qabil Ozcivied akan mencintai dan menyayangi Fhakiyah Alea noor hendrawan selama hidup saya hingga saya tak bernafas kembali dan akan selalu menjaga keutuhan cinta saya kepadanya." Ungkap Qabil sembari tersenyum dan memandang lekat kearah Alea.
"Nona Alea, Apakah anda menerima permintaan Tuan Qabil yang akan menjadikanmu wanita satu-satunya dihidup Tuan Qabil?." Qabil terlihat menatap penuh Wajah sang calon Istri yang sangat ia cintai, Pembawa Acara tersebut terlihat menaruh senyum saat bertanya dan melihat pemandangan itu.
"Nona?, Apa kau mendengar?" tanyanya kembali sembari tersenyum.
"Saya menerima." sembari tersipu malu, senyum nya yang indah tak dapat ia tutupi.
Semua bersorak dan bertepuk tangan, Papa rido membuka kalimat sebagai doa untuk anaknya dan semua Tamu yang menghadiri ikut mendoakan Alea dan Qabil.
cek..Cek ' Suara Alea menggema didalam pengeras suara.
"Alea disini ingin berbicara sesuatu! " Ungkapnya, semua tamu terdiam kala menatap wajah sayu milik Alea. air matanya sudaj terlihat dibendung dengan sangat Apik, Sepertinya Ungkapan Alea ini adalah ungkapan hati yang sangat dalam.
"Untuk Papa, Mungkin Papa tidak sesering Mama mengucapkan kata sayang untuk Alea, bahkan Papa nyaris melupakan Alea. tetapi bagi Alea, Papa yang paling keras berjuang membahagiakan serta selalu mendukung Alea hingga mencapai tujuan. TERIMA KASIH Papa Rido, Alea sangat mencintai dan menyayangi Papa " - Alea menghampiri Papa nya dan memeluk juga mencium pipi Rido.
__ADS_1
"Untuk Kak Faaz dan Kak Fizzy, Terimakasih sudah memberiku cerita Baik maupun buruk. Kalian inspirasiku dalam segi apapun dan aku terlalu Naif untuk mengakui itu. Maafkan aku yang terkadang membuat kalian pusing juga merasa kesal kepadaku, aku Mohon bimbing aku selalu sebagai adik mu. bantu aku untuk menjadi manusia yang normal dan Manusia yang tahu arti dari cinta dan sayang" Ungkap Alea seraya menghampiri Tubuh Faaz dan Fizzy yang mematung berdampingan. Alea memeluk mereka berdua.
"Dan Untukmu MaliQ, Kau adik ku dan selamanya akan menjadi adik ku. Maafkan aku jika selama aku hidup bersamamu belum bisa menjadi Kaka yang terbaik, Kumohon Jangan mengingat kesalahanku tapi ingatlah rasa sayangku kepadamu" -
Hati MaliQ bergetar mendengar Apa yang Alea Ucapkan, MaliQ mengingat jika ia sedang mengingat semua kesalahan Faaz dan tak mengingat sama sekali perjuangan Faaz selama mereka hidup bersama. kalimat berupa sindiran itu menusuk kedalam jiwa MaliQ namun MaliQ segera mengusir rasa bersalahnya kepada Faaz dan kembali dengan keteguhan hatinya yang sedang membenci kaka tertuanya itu. MaliQ memeluk Alea, Alea pun memeluk MaliQ.
"Alea " panggil Qabil lirih, Qabil senang dengan apa yang sedang ia lihat. selama Alea dekat bersama Qabil. Alea, sering mengeluh ketidak akuran nya bersama Kaka dan adiknya. Alea selalu menganggap jika Fizzy dan MaliQ selalu membencinya.
"Qabil, Aku sangat mencintaimu." Ucap Alea sembari menatap wajah tampan Qabil.
"Aku juga sangat mencintaimu" Seru Qabil
Semua menatap haru menyaksikan dan mendengarkan Ungkapan hati Alea, Ya Alea memang baru kali ini mengungkapkan isi hatinya. setelah hidupnya di tinggalkan oleh Mama may, Alea semakin bersikap dingin dan menjadi sosok Kaka juga adik yang menyebalkan. Tak hanya itu, Alea juga menjadi sosok Anak yang tidak peduli nasihat Papa Rido yang diberikan kepadanya.
di Sisi lain ada hati yang merasa terluka karena pertunjukan di hadapan para tamu. Ayana menahan air mata yang sudah tidak bisa ia bendung, sesekali air mata yang jatuh ia segera seka karena tak ingin siapapun melihat wajah kekecewaan.
('Dan akhirnya aku harus benar-benar melupakan perasaanku kepadamu, Qabil. Kuharap kau bahagia - batin Ayana)
"Aku yakin kamu kuat." Ujar Mael sembari menggenggam tangan Ayana.
"Terima kasih Mael, kamu memang lelaki yang baik." jawab Ayana sembari melepaskan genggaman tangan yang Mael berikan.
Semua para tamu Undangan sedang menikmati hidangan yang sudah disediakan, semua tamu begitu senang melihat pasangan muda yang tak lama lagi akan menjalani hidup bersama.
"Alea, selamat iya. semoga lancar terus sampai ke pelaminan" Ucap seseorang yang sangat Alea kenal.
"Terima kasih Shakila, aku doakan semoga cepet nyusul juga " Jawab Alea.
"Entahlah, sepertinya aku sulit melupakan MaliQ" Serunya.
"Kalau begitu kejar lagi MaliQnya." ujar Alea sembari menepuk punggung tangan Shakilla.
( Aku harus membuat MaliQ dan shakilla bersama kembali, Agar MaliQ berhenti mengganggu Kak Natasha! - batin Alea )
Acara Pertunangan Alea dan Qabil sudah selesai di gelar, semua Tamu satu persatu sudah berpamitan untuk pulang. malam itu cuaca sangat dingin sekali Alea memutuskan untuk segera masuk kedalam rumah dan di ikuti oleh seluruh Anggota keluarga. Hanya Faaz lah yang masih berdiam diri di depan kolam renang yang sangat luas.
Banyak sekali yang sedang ia pikirkan. Tak hanya masalah Rayna istrinya. tetapi masalah AliQ yang ingin membatalkan pernikahannya dengan saudara kembarnya. Apalagi masalah yang baru saja Ia hadapi bersama Natasha dan MaliQ, dengan semua Ancaman yang Ia dapat dari mulut adiknya semakin membuat keruh perasaannya.
(' Semua seakan menyerangku, dan kebohongan yang aku tutupi seakan memberiku Karma dan mengejarku perlahan - keluhnya didalam benaknya )
"Aku minta Maaf" Ucap Faaz yang masih membelakangi tubuh Natasha yang berdiri dibelakangnya. Natasha memeluk Faaz dengan sangat erat.
"Minta maaf untuk Apa?" Tanya Natasha polos.
"Kenapa denganmu Natasha, benar apa yang Maliq ucapkan! Kau memang terlalu baik untuk ku dan aku lah yang bodoh karena telah menyakitimu." Seru Faaz, Faaz membalikan badannya dan memeluk istrinya dengan erat setelah itu Faaz kembali memandang wajah Natasha lebih lekat dan mencium kening milik istrinya itu.
"Jika kau menyesal menikah denganku, kau boleh memintaku untuk pergi dari kehidupanmu?
"Faaz dengarlah, Cinta tidak menciptakan pernikahan. Pernikahan yang sadar, terencana, menciptakan cinta. Hal yang sama terjadi dalam semua hubungan".
"Aku tak pernah menyesal menikah denganmu Faaz, kumohon jangan berbicara seperti itu dan berhentilah menanyakan Hal itu." Ucapnya kembali, Natasha memeluk erat tubuh suaminya.
('Bagaimana mungkin aku jujur tentang hal itu, bagaimana caranya.' - batin Faaz)
"Aku tak akan mendengar apapun yang MaliQ katakan, percayalah. "
"Lihatlah mataku Faaz, apa aku berbohong dengan rasa cinta ini. Apakah aku mempercayai MaliQ? Tidak Faaz, aku tahu MaliQ hanya ingin memisahkan kita." Seru Natasha.
"Masuklah Nat, aku sedang ingin sendiri." Natasha merasa ada hal yang aneh pada Faaz. namun rasa percaya Natasha kepada suaminya adalah hal yang paling utama baginya.
"Tapi kumohon jangan pergi lagi, aku merasa ingin dekat denganmu akhir-akhir ini, suami ku." Seru Natasha kembali, Faaz meluruskan pandangannya kedepan. Pandangan kosong yang dipenuhi beban di dalam kehidupannya, Faaz sangat terlihat kacau, Namun Natasha mencoba mengerti akan keadaan suaminya.
Sesampainya didalam Kamar yang sangat luas, Natasha termenung dan menatap kearah Kaca jendela yang menghubungkannya ke tempat dimana Faaz sedang melamun seorang diri.
Mata Natasha membendung air mata yang sedari tadi ingin ia keluarkan, Natasha benar-benar merasa kebingungan dengan apa yang sedang terjadi sebenarnya didalam kehidupan Faaz.
Bagi Natasha Semenjak mengetahui kesembuhan Aaleesya saat itu, Terakhir kalinya Natasha melihat senyuman yang ikhlas dari wajah suaminya, Ia sangat berharap Faaz kembali seperti saat dulu. 3 bulan sudah mereka menikah, diwaktu yang singkat ini membuat Natasha merasa kebingungan dengan sikap suaminya yang seakan menjauh kepadanya.
"Apa benar yang diucapkan Tuan MaliQ mengenai perasaannya kepadaku, dan memang sepertinya Faaz tidak pernah mencintaiku!." Gumam Natasha, Air matanya mengalir deras dipelupuk mata indahnya bahkan Air mata itu tak segan membasahi pipi nya. Natasha menangis tersedu-sedu, sudah seminggu ini Faaz berubah terhadapnya.
"Apa salahku Faaz?, Apa karena aku memang tak pantas mencintaimu! " Seru Natasha yang masih lekat memandang suaminya yang berada ditaman. Faaz terlihat melamun seorang diri, beban yang ia pikul memang terlihat sangat berat.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Ditempat lain, Najam AliQ merasa semakin frustasi memikirkan Alea yang mungkin sebentar lagi benar-benar akan menjadi milik orang lain.
AliQ juga memikirkan nasib pernikahan tanpa memiliki perasaan apapun apalagi cinta nya untuj Fizzy yang tiga hari kedepan akan berlangsung begitu saja.
Bagaimana tidak hampir 80% kartu undangan mereka sudah disebar dan Ayah AliQ sudah sangat yakin menjadikan Fizzy menjadi menantunya, Sebelum AliQ memutuskan untuk menikah dengan Fizzy, Papa AliQ terlebih dahulu sudah melamar dan meminta Fizzy menjadi menantunya dan setelah pertemuan itu AliQ sangat merasa terbebani dengan permintaan Papa kandungnya itu.
~ Fizzy, aku akan tetap menikahimu. tetapi dengan Satu syarat! kau tidak perlu meminta Nafkah batin kepadaku ." (pesan AliQ untuk Fizzy)
~ Baiklah! " (Jawab Fizzy)
~ syarat apa yang akan kau ajukan kepadaku? " (pesan AliQ untuk Fizzy)
~ Aku hanya minta bersikaplah layaknya suamiku dihadapan Papaku dan Aku mohon berikan kesempatan ku untuk melayani mu walaupun tanpa berhubungan layaknya suami istri" (jawaban Pesan Fizzy).
~ Baiklah ( Jawab AliQ singkat )
"Aah sial, Jika saja saat itu aku tak ceroboh melamar dirinya di depan Papa Ido. Aku tak akan menikahinya. Papa ido sangat antusias dan segera menghubungi Papaku, Aku semakin tak bisa bergerak saat ini karena pernikahan ini memang sangat mereka impikan. Entahlah mengapa Papa sangat menyukai Fizzy " Pekik nya seakan mengeluh dengan Apa yang sedang terjadi.
"Fizzy, Kau cantik!. Kau baik!. tetapi, mengapa aku tak memiliki perasaan apapun kepadamu." Gumamnya kembali saat melihat Foto Fizzy yang dipampang di social media milik Fizzy.
"Entahlah aku lebij memiliki tujuan saat melihat Alea! " Gumamnya kembali sembari mendecih kesal.
Masih Didalam kamar yang sudah terlihat gelap, Natasha masih saja termenung seorang diri. dia melihat betapa dinginnya tatapan kosong suaminya yang masih terdiam seorang diri di Taman dan duduk di depan Kolam renang dengan Kaki yang teremdam Air kolam renang, untuk Faaz bukan hal yang aneh jika ia melibatkan semua kekesalan dan Masalahnya dengan duduk seorang diri di tepi kolam sembari melihat Langit malam yang penuh bintang.
"Suamiku, aku Kangen! " kalimat lirih yang terucap di bibir Natasha, dia kembali meneteskan air matanya.
"Jujur saja akhir-akhir ini aku memang sangatlah terlihat gundah, mengapa denganku?. " gerutunya kesal. dia terus bertanya-tanya akan keadaannya saat ini, satu jam sudah berlalu dan Natasha tetap melamunkan keadaannya itu.
....CEKLEK... ( SUARA PINTU TERBUKA)
"Kamu belum tidur? " Tanya Faaz yang kini berdiri mematung didepan pintu yang ia tutup kembali, Wajah sayu Natasha terlihat memberikan senyuman manis kepada suaminya itu.
"aku nungguin kamu, Tadi sempat melihat Aaleesya untuk melihat tidurnya. ternyata sudah pulas " Natasha beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Faaz lalu memeluk Faaz. Faaz membalas pelukan Natasha sembari mencium kening Natasha dengan kilas.
"Aku ingin tidur, badanku lelah " Seru Faaz, Natashapun melepaskan pelukan dibadan suaminya. Faaz berlalu meninggalkan Natasha untuk pergi membersihkan diri dan berganti pakaian untuk tidur.
Natasha begitu sangat kelelahan setelah menunggu Faaz begitu lama, Ia memutuskan untuk tidur terlebih dahulu. Namun saat ia sudah memejamkan mata Faaz keluar dari dalam kamar mandi, Natasha memutuskan untuk berpura-pura tidur terlelap.
"ehemm..ehemm uHuuk..Uhuul " suara deheman dan batuk Faaz terdengar jelas. Faaz melihat wajah Natasha dan segera mendekat melihat Istrinya tertidur dengan pulas.
"Maafkan aku Natasha, Aku mencintaimu tetapi akupun sangat mencintai Rayna dan kini kau dan dia adalah Nafas dihidupku. " Tangannya menggenggam erat tangan Natasha, ia menyeka air matanya yang terjatuh membasahi pipinya.
"Jika saja kau tahu semuanya, Mungkin kau akan membenciku. Natasha Maafkan aku, aku benar-benar menyesal dengan perbuatanku! ku mohon tetaplah bersamaku " Ucap Faaz sembari menangis dihadapan wajah istrinya.
(' Apa yang sedang kau sembunyikan kepadaku suamiku?, mengapa sepertinya beban itu terlalu dalam untukmu - Batin Natasha seraya menangis.)
"Sejak saat kau benar-benar terlihat mencintai Anak ku, Saat itulah aku mulai menyukaimu. bibir ku menolak saat Papa memintaku menikah denganmu tetapi entah mengapa hatiku tak menolak sama sekali."
"Natasha, apakah kau tahu! jika kamulah yang mampu memberiku seribu alasan untuk tetap bertahan dengan kebohongan ini. Aku takut,sangat takut kehilanganmu" Ucapnya kembali.
"Aku berharap kau mau memaafkan segala kekhilafanku! aku sangat mencintaimu " Ujar Faaz sembari mencium kenimg Natasha.
('Benarkah? kau mencintaiku.. Lalu apa kebohongan itu Faaz, mengapa kau terlihat sangat khawatir dengan keadaanku. Apa yang sebenarnya terjadi Faaz - Batin Natasha bergumam kembali)
"Aku harap kau akan memberiku cahaya Nat, Cahaya yang sudah lama tak aku temukan " Ucapnya kembali, Faaz membalikan badannya dan mencoba memejamkan matanya.
('suamiku, aku harus mencari tahu tentang apa yang sedang kamu sembunyikan. Percayalah apapun yang akan terjadi aku akan tetap memaafkanmu - Batinnya kembali)
.
.
__ADS_1
.
.