
" raniiiiiiiiiiiii " panggilku kepada rani , rani terlihat sangat kaget melihat ku yang juga sedang berada dirumah sakit.
" kaka , apakah ini jadwal kaka periksa ?" tanya rani balik kepadaku
" tidak sih seharusnya besok , tapi saat ini aku merasakan gejolak di perutku tapi ternyata masih 2 minggu lagi " jawabku dengan berbicara serius .
" oh kenapa secepat itu bukankah masih satu bulan lebih satu minggu ?" tanya rani
' entahlah , kamu ngapain disini .. " tanyaku kepada rani
" aku sedang memeriksakan tentang menstruasiku kak " jawab rani dengan nada yang gelagapan seperti ada sesuatu yang disembunyikan .
" oh , kamu mau kaka tunggu ? " ucapku kepadanya
belum selesai rani menjawab suster menemui rani yang sedang berbicara dengan ku .
" nona , ini vitamin nya tertinggal .. jangan banyak stress ya nona dan jaga kandungannya " ucap suster itu dan membuat ku bertanya-tanya
( apa maksudnya ? apa rani hamil ... dan jika iya dia hamil sama siapa ?? " - batin ku )
" ran , maksudnya apa itu ?? " tanya ku
" kak , rani bisa jelaskan , tapi ini........emmmm ....rani gak bisa sekarang kak .. nanti pasti rani cerita sama kaka " jawab rani seraya memohon .
aku yang sangat kesal dengan rani seketika itu ingin marah , muak dan memikirkan perasaan ibu . ponsel ku berdering dan segera aku mengangkatnya .
rido : sayang , kok lama .. aku sudah selesai ini ?"
aku : iya sayang ini aku menuju kesana .. ( ponselku segera ku tutup)
" dengar ya ran , kaka mohon secepatnya kamu jelaskan ! kaka pulang dan kaka mohon jangan buat ayah dan ibu malu sama kelakuan kamu " ancamku kepadanya , rani seperti sedang tertekan saat itu .
aku segera menghampiri dan masuk kedalam mobil , nafasku tersengal .. aku ingin sekali bertanya tentang hal itu kepada dhan yang terlihat sangat polos dimataku juga mata rido tapi jujur aku tak ingin rido mengetahui ini . jelas aku malu dengan keadaan rani jika ia rani mengandung tanpa adanya ikatan pernikahan .
selama di perjalanan suasana hatiku berubah menjadi kalut , aku kesal , mood ku hancur .
aku terdiam meskipun rido banyak mengajak ku berbicara dan rido sepertinya merasakan perasaanku yang sedang kacau ini .
__ADS_1
" sayang apa pemeriksaan tadi membuat mu tegang ? " tanya rido
" emmm .. tidak sayang hanya saja aku sedang merasakan mulas diperutku " jawabku
" sayang , apa kita pergi lagi ke rumah sakit " tanya rido mencemaskanku
" tidak perlu , mama sudah menyiapkan acara itu untuk kita .. sudahlah tenangkan dirimu " jawabku
" baiklah sini aku usap perutmu , apa kamu lapar dan ingin sesuatu ? " tanya rido kembali .
" aku ingin kamu diam dan berhenti berbicara " jawabku dengan sarkas , mungkin ini tak adil baginya tapi entahlah saat ini aku sangat kesal dengan siapapun yang ingin mengajaku berbicara . rido hanya terdiam saat aku melontarkan kalimat itu dan kau melihat raut wajahnya yang sangat sabar menanggapiku .
" sayang maafkan aku , entahlah mengapa aku sangat kesal seperti ini .. maafkan aku suamiku " ucapku
" apa ada masalah ? atau kau bertemu dengan seseorang " tanya rido
" tidak sayang " jawab ku dengan singkat
" karena tadi aku seperti melihat seseorang , tetapi saat aku menoleh kembali orang itu hilang dari pandanganlu " ungkap rido
" entahlah aku lupa " jawab rido sembari menunjukan wajah kebingungan .
( apa aku tidak salah melihat rani yang sedang menunggu di tempat... ah sudahlah mungkin aku salah - gumam rido dalam hatinya )
aku meminta rido memeluk ku dan mengusap perutku dengan lembut , karena aku sangat yakin jika rido melakukan itu perasaan ku akan jauh lebih tenang .
beberapa menit kemudian aku dan rido sudah sampai didepan rumah kami , aku keluar dari mobil yang aku tumpangi . tak kusangka mereka sudah menyambutku kecuali rani yang tak ikut menyambutku . aku sangat sedih melihat wajah polos ayah juga ibu . entahlah akhir-akhir ini rasa cintaku kepada mereka begitu besar .
" lihat siapa yang datang " ucap ibu , seseorang datang dari belakang punggung ayah dan menyapaku dengan hangat . dia adik lelaki ku yang baru saja kembali dari pesantrennya . riswan memang sudah lulus beberapa bulan lalu karena ada kompetisi tahfiz dia harus mengikuti beberapa bulan kemudian jadi hari ini dia baru bisa kembali kerumah dengan membawa sertifikat dan undangan menjadi mahasiswa pemenang beasiswa di cairo .
" adeeeee , ya ampun ... kaka bangga sekali sama kamu " ucapku dengan memeluk adikku itu
" kaka , sehat kan ? inshaallah aku akan menemani kaka di masa lahiran nanti " jawab riswan
" kamu gimana sehat ? kapan mulai study di kairo ? " tanya rido seraya memeluk adik ku
" inshaallah 2 bulan lagi , mudah-mudahan allah memudahkan jalan ku .. aku minta doanya ya kak " jawab riswan yang menyejukan hati
__ADS_1
" aamminn, pasti kaka doakan... oh iya kaka udah punya hadiah untuk kamu disana . pokoknya kaka gak mau kamu kesusahan dan belajar dengan baik.. tugas kamu belajar dengan baik agar jadi ulama yang baik " ungkap rido
" jangan sampai aku merepotkan kak ido " ucap riswan tersenyum manis kepada rido
" kaka sudah siapkan 1 buah apartemen , kamu bisa tempati dengan teman mu yang yatim itu .. yang waktu itu kenalan sama kaka , kan katanya dia juga dapat beasiswa " ujar rido seperti sudah akrab lebih dariku .
" iya kak , dia juga menitipkan salam kepada kaka , terimakasih sudah membuat nya semangat kembali katanya " jawab riswan
" apa kamu mengenal teman riswan ?" tanya ku penasaran,
" iya , kak rid kan sering mengunjungi ku disana kak , aku memang meminta agar kak rido sendiri saja karena saat itu kaka kan sedang hamil dan beberapa saat kemudian aku tau kaka hamil kembali " jawab riswan
" licik banget " ucapku dengan kesal
rido membujuk ku , dan meminta maaf kepadaku dan kami pun masuk untuk memulai acara itu . disana kami masih dalam canda tawa . aku melihat senyuman ayah yang sangat menyeringai ' ibu juga berbincang dengan mama dan mama ser yang datang lebih awal untuk membantu mama .
( yatuhan , bagaimana kalau benar rani sedang mengandung , bagaimana perasaan ibu saat ia tahu ... bagaimana ayah bisa menerimanya .. kumohon berikan hati yang lapang untuk ibu juga ayah - batinku yang terdiam menyendiri itu )
" woy ... jangan ngelamun ? rido dimana dek " tanya kak ricard mengagetkanku
" dia ijin ganti pakaian tadi soalnya pas di mobil ketumpahan susu " jawabku
" gimana kata carly ? tadi aku sih udah nanya langsung " ucap richard dengan santai
" yee kalo udah tau ngapain tanya lagi " jawab ku dengan tegas ,
" jangan banyak mikirin hal aneh ya , kesehatan kamu dan bayimu lebih penting " jawab richard menambah rasa penasaranku .
aku ingin sekali bertanya kepada richard mengenai adik ku itu yang akhir-akhir ini dekat dengannya , pasti rani bercerita tentang masalahnya ini , belum sempat aku bertanya rido sudah datang menghampiri ku .
__ADS_1