TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
mengingat masa itu (DHAN POV)


__ADS_3

DHAN POV.


kurang lebih 2 Tahun lalu, Aku merasakan luka yang sangat dalam mungkin ini salah satu karma yang aku tuai karena, telah menyakiti hati Rani. Aku telah membohongi perasaannya karena ingin melupakan Lira. Lira Adik sambungku yang banyak disebut sebagai Adik tiriku.


Kini Aku berada di tempat yang sangat jauh, dimana Aku jauh dengan keberadaan keduanya. Awalnya Aku menolak untuk pergi ke negara Turki. Bukan karena takut dengan kondisiku berjauhan dengan Rani ataupun Lira tetapi, Aku takut tidak bisa menjaga dan melindungi tuan Mudaku.


#FLASHBACK ON.


"Dhan, Apa kau bersedih dengan pernikahan Rani juga Richard dan pernikahan Jimmy dengan Lira?" Tanya Tuan Muda dengan sangat mengkhawatirkanku.


"Tidak, Tuan" Jawabku singkat, pandanganku lurus kedepan. Aku sama sekali tidak ingin menunjukan perasaan kalutku dengan permasalahan pelik diantara kami.


"Dhan, Jika begitu. kau bisa pergi kemanapun kamu mau?"


"Bukan, Maksudku mengusirmu. namun, Kau bisa memilih untuk mengelola perusahaan ku dimanapun kau mau?" Ucap Tuan Rido kepadaku.


"Aku tidak ingin berjauhan dengan Tuan!" Seruku, sembari menatap wajah Tuan muda, Namun aku tak mampu menatap Tuan muda dengan lama.


"Sudah saatnya kau menepati janjimu!"


"janji apa Tuan?"


"Ingatkah, kau berjanji akan bahagia setelah melihatku bahagia!" Ucapnya, Aku begitu sangat malu dengan kalimat yang ia keluarkan untuk ku.


"Tuan, Aku bahagia dekat dengan tuan"


"Pergilah Dhan, Aku percayakan kota istanbul kepadamu. kelolalah perusahaan kecil yang aku buat disana"


"Kumohon, percayalah pada dirimu sendiri, karena kebahagiaan kau sendiri yang akan menciptakannya"


"Aku Akan meminta kau menepati janji mu untuk menikah dengan wanita yang mencintaimu dan juga menyayangimu Dhan, Jika memang kau dapat menepati janji itu Aku akan sangat bahagia" Ucapnya sembari memegang pundak ku, Ia memeluk ku dengan sangat erat.


"Kau saudaraku, Tidak akan selamanya kau menjaga kebahagiaanku. kau membutuhkan juga Rasa itu" Ungkapnya sembari terus memeluk ku.


"Kau Harus terus berjuang demi kebahagiaanku Dhan, itu sudah sangat cukup bagiku"


"Kau harus bahagia untuk kehidupanmu, memiliki anak-anak yang akan mendukungmu disuatu hari Nanti"


"Kau harus berjanji untuk itu kepadaku Dhan" Ucapnya dengan suara yang lirih, dan air mata yang mengalir.


"Aku Janji tuan Muda, jika itu membuatmu bahagia. Aku akan berjuang demi kebahagiaanku dan juga kebahagiaanmu" jawabku padanya.


"Tuan muda, Maafkan Aku jika belum mampu menjadi saudara yang baik untukmu" jawabku kembali, seraya menangis didalam pelukannya.


"Semangat Dhan, Aku percayakan perusahaan Asic group yang berada di Turkey kepadamu" Ucapnya.


#FLASHBACK OFF.


"Aku bangkit, Aku harus bangkit!!" itulah yang selalu aku ucapkan kala berjauhan dengan mereka.


drrrt....Drrtttt.. (ponsel bergetar)


"Hallo!" Sapa Lira disebrang sana.


"Hallo, " Jawabku.


"Kak Dhan, selamat Iya. Maaf Lira tidak bisa menghadiri acara pernikahan kaka" Ucap LIra.


"Iya, Makasih" Jawabku singkat.

__ADS_1


"Kaka masih marah dengan Lira?"


"Tidak, Kandungan kamu bagaimana?" Tanyaku kepadanya.


"Sudah masuk usia kandungan 9 bulan"


"Anaknya perempuan Apa lelaki?" Tanyaku singkat kembali.


"Perempuan kak!" Jawabnya kembali.


"Baiklah, salam kepada suamimu" ucapku singkat sembari memutuskan panggilan yang sedang tersambung.


Aku marah, Aku kesal bukan karena mereka menikah Namun, karena caranya yang salah. Ibu dan Ayah menitipkan Lira kepadaku dengan segenap jiwa nya. Aku selalu menasehatinya tetapi dia selalu tidak mendengar apa yang Aku bicarakan. setidaknya Lira tidak mengecewakan Tuan besar Gusti namun, berkali-kali ia mengecewakan tuan besar dan keluargannya. pernikahan yang terjadi dengan cara yang salah yang membuat Aku sendiri malu.


"Aku tidak membencimu, aku membenci kelakuan Nakal mu Lira. Maafkan Aku!!!" gerutuku.


saat mereka menikah, Aku memang memutuskan datang karena Tuan Rido dan Nona May yang memintaku untuk datang, karena sebelumnya Aku tidak ingin menghadiri acara tersebut terlebih karena Rasa malu yang menggelayut diwajahku. untungnya, Tuan Gusti dan Nyonya Neni sangat mengerti dengan keadaan kami.


"sayang?" Panggil Fahriye,


Fahriye adalah gadis sederhana yang bertemu denganku saat perjalanan pulangku dari kantor. saat itu Fahriye sudah selesai berbelanja keperluan dapur, dia terlihat sangat kerepotan sekali membawa semua yang sudah ia beli. saat itu Aku menepikan mobil yang Aku sedang aku lajukan. (Flashback on Back)


"Maaf Nona?, Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanyaku padanya.


"Tidak Tuan, terimakasih!" Ucapnya sembari tersenyum, Ia menolak halus bantuan dariku.


"Saya bukan orang jahat Nona, Ijinkan saya membantu Anda" Ucapku kembali, Ia tersenyum kembali.


"Maaf Tuan muda, Saya tidak memikirkan hal jahat mengenai Anda. hanya saja saya tidak bisa menerima bantuan Anda karena semata-mata tidak ingin merepotkan Anda" Ucapnya dengan sangat lembut kepadaku.


"Saya mohon, Saya tidak merasa direpotkan Nona. justru saya tidak bisa melihat seseorang kerepotan dan saya tidak bisa tidak membantunya" Ucapku sembari tersenyum.


"Baiklah tuan, Sebenarnya saya ingin sekali menaiki taksi. Namun, Uang yang berada didompet saya hilang satu lembar" ucapnya.


"Baiklah Tuan, Maaf jika saya merepotkan Anda" Ucapnya dengan sangat sopan. kami segera memasuki mobil dan didalam perjalanan Fahriye hanya mampu terdiam begitupn denganku.


"Ma'af Nona, Apa masih jauh?" Tanyaku kepadanya.


"Belok kanan, Lalu lurus terus tuan nanti ada Rumah di ujung." Jawabnya, Aku segera mengikuti arah yang ditunjukan olehnya. sesampainya di depan gerbang rumahnya ia, memintaku untuk masuk dan bertemu dengan orang tuanya namun, karena hari sudah mulai larut. Aku memutuskan untuk menolaknya.


"Tuan, Terimakasih sekali lagi karena Tuan mau membantu saya. Apa tuan benar-benar akan langsung pergi" Ucap Fahriye.


"Iya, lain kali saya akan masuk dan berkenalan dengan Anggota keluarga Nona. Terimakasih atas tawarannya" Ucapku seraya menjawab tawarannya.


"Baiklah, " Jawabnya tersenyum, Aku segera melangkah untuk masuk kedalam mobilku dan Fahriye memanggilku. dengan sangat pelan di temani dengan senyuman manisnya.


"Tuan" Panggilnya sembari tersenyum, Aku menoleh dan melirik kearah matanya yang sayu.


"Aku Fahriye, " Ucapnya pelan.


"Aku WindHansyah, panggil aku Dhan" Ucapku pelan kembali sembari tersenyum, Aku masuk dan terasa jantungku berdegup dengan sangat kencang.


('wanita cantik, sopan, tutur kata nya sangat baik. mengapa jantungku berdegup saat melihat senyuman itu - batinku saat itu)


Hari demi hari kami selalu rutin bertemu, terkadang selepas pulang dari kantorku, Aku selalu menyempatkan diri untuk menemui nya. Namun terkadang kami juga berjanjian bertemu saat jam makan siang. dia menjadi partnerku dalam bertukar pikiran. dan tak hanya itu Fahriye juga sosok yang sangat pintar dia mampu membantuku dalam menyelesaikan tugas kantorku. #FLASHBACK OFF AGAIN.


"kau mengagatkanku sayang?" sembari membalas dekapannya, Aku mencium tangannya yang sangat halus itu.


"Aku tidak sabar bertemu dengan Tuan Rido dan NYonya May" Ungkapnya.

__ADS_1


"Jangankan dirimu, Aku juga sangat merindukan mereka" Ungkapku.


"mereka Manusia yang sangat baik yang pernah aku kenal, Mungkin karena tuan besar Gusti dan Tuan Wan yang mendidiknya. jadilah tercipta anak-anak yang sangat baik juga dermawan seperti mereka" Ungkapku kembali.


"Sayang, sepertinya kita harus belajar mendidik anak-anak kita nanti dari tuan besar" Ucapnya.


"Iya, Sayang" kami berdua melakukan panggilan video bersama mereka, Aku mengenalkan Fahriye kepada mereka. mereka sangat membuka dirinya dan bersikap sangat ramah. Fahriye sangat senang dan mengagumi sosok cantik Nona May, Fahriye sangat menyukai sikapnya yang sangat lembut bak kain Sutra.


"Sayang, Nona May sangat baik. Kau tidak membohongiku!" Ucapnya kepadaku.


"Iya, Untuk apa aku berbohong kepadamu"


"Kamu merindukan tempat mu besar dengannya kan?" Tanyanya kepadaku.


"Iya, Aku sangat merindukan mereka, Aku juga sangat merindukan pelukan kasih sayang dari tuan muda"


"Dia tidak pernah membedakan siapapun"


"Mereka sungguh berhati mulia, Aku tidak sabar bertemu dengan mereka." Gumam Fahriye.


"Kamu pasti akan sangat senang jika, bertemu dengan mereka. dan mereka selalu memaafkan setiap orang yamg melakukan kesalahan" Ucapku.


Ting.Nong (bunyi satu pesan masuk)


"Dhan, cek email" Pesan Tuan Muda RIdo.


"Baik Tuan, " aku segera membuka laptop yang ada dihadapanku, Aku menatap layar laptop dan mataku terbelalak saat melihat email yang diberikan oleh Tuan Rido.


"Apa sayang?, kau terlihat kebingungan." Tanya Fahriye dengan sangat kebingungan, tanpa menjawab pertanyaan Fahriye, Aku segera menghubungi Tuan Rido.


"Tut... Tut.. "


"Hallo, Assallamuaikum Dhan"


"Waalaikum salam Tuan, Tuan Maafkan saya. Apa saya pantas mendapat hadiah pernikahan seperti ini"


"Pantas atau tidak pantas, mengapa kamu menanyakan hal itu Dhan,?"


"Maafkan jika saya mengecewakanmu Tuan, Saya tidak bermaksud seperti itu"


"Tidak Apa Dhan?, Aku harap kalian menerimanya"


"Terimakasih Tuan, Terimakasih banyak."  (Sambungan posel terputus)


"Apa yang Tuan Rido berikan?" Tanya Fahriye.


"Tuan Rido memberikan satu Unit Rumah, Dan Aku harus memilih yang mana. Ini gambar-gambarnya" ucapku.


"Rumah?" wajah Fahriye terlihat sangat terkejut.


"Tak hanya itu, Ia memberikan 50 persen penghasilan Asic group yang selama ini aku kelola. dan tak hanya itu saham perusahaan sudah menjadi milik ku sebesar 50%." Ucapku memberitahukan hal besar ini kepada Fahriye, Fahriye terlihat sangat terkejut dengan hadiah yang diberikan oleh Tuan Rido dan Nona May.


TIng.NOng.. (bunyi satu pesan Masuk)


"Kau sangat pantas mendapatkannya, bahkan lebih dari itu Dhan. terimakasih selalu setia menemaniku, dan kau selalu bersikap jujur untuk hal apapun. dan terimakasih selalu memberikan supportnya untuk ku juga May." ~ (Pesan Tuan muda Rido)


.


.

__ADS_1


.


DHAN POV End.


__ADS_2