
sudah seminggu dari kepulangannya , aku masih saja terkadang bersikap dingin kepada rido , akupun merasa ada yang aneh dengan shalom setiap ku mengajak nya bertemu shalom selalu beralasan sedang dalam keadaan sibuk , akupun melihat semua postingan di sosial medianya mengenai inti berhijrah dan sesekali dia memposting kata-kata menunjukan rasa khawatirnya , jujur saja aku merasa ingin tahu dan lebih dekat padanya tapi sepertinya shalom selalu menghindar dari ku , begitupun dengan rido yang kulihat semakin hari semakin aneh dia tidak pernah menghubungi terlebih dahulu apabila dalam keadaan diluar rumah , selama seminggu ini rido juga sering sekali tidur lebih awal dari ku dan berhenti membantuku merawat anak-anak.
malam itu rido pulang sangat terlambat , aku juga sempat menelpon lira yang sedang berada dikantor untuk mengantarkan file yang tertinggal diruangan rido kata lira rido sudah 4 jam meninggalkan kantor dan tuan dhan yang sedang menggantikan posisi nya pada saat meeting , aku hanya terdiam mendengar lira mengatakan seperti itu , aku tidak ingin berpikir macam-macam tapi apalah daya ku yang juga wanita biasa aku mulai memikirkan hubungan mereka yang mungkin sudah jauh , aku hanya ingin menyiapkan diriku agar tidak terlalu terluka walaupun aku tau akan sakit rasanya .
lira menghampiriku seusai pulang dari kantor suamiku , lira membawakanku sekotak makanan yang iya beli di pinggir jalan , karena lira tau aku pernah mengidam itu baru saja hari ini ngidamku kesampaian .
"nona , saya bawakan mochi ice cream untuk nyonya " sembari meletakan nya dimeja
"waaw...raa makasih yaa ...kamu kok masih ingat sih ??" tanya ku padanya dengan sangat bersemangat
"nona waktu itu kan ingin sekali , dan tadi ada yang jual di pinggir jalan pake carfood gitu , saya putuskan untuk membelikan nona , semoga mood nona semakin baik setelah memakan ini" gombalnya lira semabri tersenyum
"pasti seneng lah , raa kamu punya pacar?" tanyaku
"gak nona , semenjak bercerai saya tidak mau berpacaran " jawabnya
"haaaah kamu sudah bercerai ?? kapan nikahnya ra "" tanyaku penuh heran
"aku nikah muda nona , setahun pernikahanku aku mendapati suami ku berselingkuh dengan teman kampusnya"jawab lira lesu
"haaaaaah , maafkan aku ya raa " mengunyah sembari memegang tangan lira
"gak apa-apa nona , aku sudah move on kok " senyum lira menenangkanku
aku teringat dengan alasan lira bercerai karena adanya perselingkuhan , apa lira sedang mencooba mengingatkanku , atau apa ini sebuah kebetulan saja hari ini aku meminta penjelasan rido ... supaya aku dan rido tau mau kemana pernikahan ini diarahkan , aku tidak ingin anak-anak ku menjadi korban dari gagalnya pernikahannku.
haripun sudah malam , aku melihat rido sudah pulang dan keluar dari mobilnya , memang sudah beberapa hari ini rido tidak makan malam bersama ku dan dia memilih tidur lebih awal , aku tidak tahu mengapa rido melakukan itu , aku pun dan rido tidak sesering dulu bercengkramah apalagi aku disibukan dengan anak kembar ku , tapi walaupun begitu rido tidak pernah lupa menyapa anak-anak nya .
"sayang , maafkan aku akhir-akhir ini aku sangat lelah sehingga tidak sempat mengobrol dengan mu" ucap rido sembari membuka pakaian nya , aku hanya terdiam dan segera memunguti pakaian yang dilepas rido , rido pun berlalu meminggalkan ku untuk mandi air hangat .aku menunggu nya dan menyiapkan baju ganti rido .
rido selesai mandi dan setengah memakai handuk dipinggangnya . rido menggelarkan sejadah dan meminta sarung untuk melakukan ibadah yang tertinggalnya. aku masih menunggu rido melakukan aktifitas sembahyangnya
__ADS_1
setelah rido selesai rido menghampiriku dan duduk disampingku , dia memegang ponsel dan mencharge nya
dia juga membuka laptop dan mulai mengecek email -email yang masuk mungkin dari tuan dhan .
sekilas aku melihat seperti ada laporan medical check up dari rumah sakit dan seketika rido mnutup laptopnya kembali.,
"sayang , apakah kamu masih marah dengan ku " tanyanya padaku
"tidak , hanya ada sesuatu hal dibenak ku , yang ingin sekali aku tanyakan " jawabku
"apa sayang , apa berhubungan dengan anak-anak kita " jawabnya yang sembari melihat kondisi bawah laptopnya
"kenapa dengan bawah laptopmu " tanyaku
"tidak sepertinya ada kerusakan sayang , entahlah besok akan kusuruh dhan mengeceknya" ungkapnya seraya menaikan bahunya
"tiiiidakk kenapa " jawabnya singkat
"tidak , sudahlah njangan diteruskan " jawabku gusar
(aku tidak perlu memintanya menjelaskan , tidak penting menurutnya mungkin "mngernyikan dahiku")
"kamu kenapa sayang ? aku akan jujur apapun padamu sekarang " rido mengagetkanku
"benarkah ??? " tanyaku padanya " ada hubungan apa kamu dan shalom?" tanyaku dengan kesal
"tidak ada " jawabnya datar
(aku tau kamu berbohong ????' gumamku dalam hati sembari meluruskan pandangan ku )
"aku akan menjelaskannya sayang tapi tidak sekarang , aku lelalh ingin tidur ...bolehkah ??" tanya nya padaku
__ADS_1
"baiklah tidurlah , dan kamu punya hutang penjelasan padaku" jawabku
rido menciumku dan memeluk ku dia juga meminta ku memeluk nya sembari meluruskan badanku di ranjang besar kami , ku usap kepalanya dengan lembut , aku terkesiap melihat tangan nya yang penuh dengan tanda ungu , ingin sekali aku bertanya padanya , aku berpikir mungkin dia sedang pegal-pegal karena kesibukannya bekerja yang tidak pernah mengenal lelah 'mata nya sangat lelah aku melihat saat mata indahnya itu terpejam
aku putuskan untuk melihat anak-anak ku dan segera meninggalkan rido yang sedang tertidur lelap.
__ADS_1