
Rido sudah menunggu ku , sembari terduduk dengan badan menempel di kepala ranjang dia tersenyum kepadaku dan segera menanyakan banyak hal , akupun segera menghampirinya dan duduk disampingnya , ku tempelkan pipiku di dada nya yang tak lagi bidang .
“ sayang mengapa lama sekali , apa yang papa dan om rus katakan ? ' apa mereka membicarakan kesembuhanku “ tanya nya dengan bersemangat
“ baiklah tuan muda yang terhormat yang kusayangi dan cintai seumur hidupku …. Kau akan segera melakukan operasi , apakah kau senang ??? “
tanya ku sembari duduk dipangkuannya yang sedang menyenderkan tubuh nya di tepi ranjang
“ alhamdulilah . siapa pendonorku . apa aku bisa bertemu dengan nya juga keluarganya ? “ tanya nya padaku
“ rahasia , nanti kalo kamu sembuh … kamu ucapkan terima kasih nya langsung.. apa ini berat ? “ tanyaku padanya
Rido tak henti bertanya dan sesekali menggodaku karena ingin mengetahui siapa pendonornya , akupun terpaksa membohonginya dengan memberitahu bahwa akupun belum tau siapa pendonornya karena kak richard memaksaku untuk tidak memberitahu rido terlebih dahulu ,
“ ayolah sayang siapa pendonor itu “ tanya nya dengan memeluk ku erat.
“ suamiku , aku pun belum mengetahui siapa pahlawan itu , dia bilang kepada om rus syaratnya sesudah operasi baru dia akan muncul , akupun tak mengenalnya “ jawabku padanya
“ baiklah nona manis , aku kangen….” Godanya dengan mengigit kecil telingaku
“ tapi kan kamu ??? “ belum selesai aku menjawab rido dengan sigap melumat bibirku juga tengkuk leherku , akupun mulai membalas ciuman nya ' ciuman kami begitu nakal . ridopun tak segan memberikan tanda merah dileherku , kerudung yang ada dikepalaku pun dilepasnya .
__ADS_1
Rido seperti sudah haus karena sudah 4 bulan lamanya kami tidak melakukannya apalagi semenjak aku melahirkan kami diterpa banyak sekali masalah , aku menghentikan ciuman nakal rido .
“ sayang kau kan sedang sakit apa si Kaka ini …. “ tanyaku padanya
“ ini tidak bermasalah sayang , aku sudah tak kuat … kumohon “ pintanya merengek padaku
“baiklah aku akan kunci dulu pintunya , tapi nanti pinggang mu sakit “ ucapku mengkhawatirkannya
“sayang , kau bisa duduk diatasku “ menggodaku sembari mengigit bibirku lembut
“ baiklah …. “ ucapku
“ aku mandi dulu ya , setelah ini aku mandikan kamu “ ucapku
“mandi di bath’up berdua aja sayang “ pinta rido
“ yasudah tunggu disini , aku siapin dulu air panasnya “ jawabku padanya
“ sayang tapi kan aku gak bisa gendong kamu sendirian “ ucapku menimpali pembicaraan terakhirku
“ oh iya ya … yasudah kamu mandi duluan saja “ rido tersenyum dan merebahkan kembali badannya di bantal empuk miliknya
__ADS_1
akupun selesai mandi , dan segera memanggil Ronald untuk membantuku mengangkat rido ke bathtub ,
“ Ronald , angkat suamiku dan dudukan di bathtub aku akan memandikannya “ pintaku pada Ronald . rido masih terdiam mempaku saat Ronald mulai mengangkat tubuhnya , aku tak mengerti mengapa rido seperti itu , ridomemberikaku kode lewat matanya
“ mengapa sayang ? ayo berdiri “ pintaku padanya
“ sayang aku kan tidak memakai celana , aku malu ada sus carry “ jawabnya dengan sedikit berbisik ditelingaku seperti sedang memainkan lelucon , akupun menahan tawaku .
“ emmm sus carry , kembali saja ke ruangan mu dan tolong siapkan obat untuk rido , oh iya tolong panggilkan bi inem ya sus , biar bi
inem bawain sup hangat untuk suamiku “ pintaku pada carry
Aku pun segera memandikan badan rido , lagi-lagi rido memintaku untuk membuka baju ku , aku menolaknya karena aku sudah terlanjur membersihkan diriku , rido pun tidak merasa kecewa ' dia adalah suami yang sangat pengertian .
ada hal yang sangat membuat ku Bahagia , aku Bahagia bisa merawatnya dengan baik , aku memandikan tubuhnya dengan sangat hati-hati , cintaku setiap hari selalu bertambah untuk nya .
Selesai memandikannya aku menyuapinya , rido makan dengan lahap dari tangan ku , rido juga semangat meminum obatnya , tuan dhan menghampiri ku untuk memberikan semua file , akupun meminta tuan dhan untuk menemani kami mengecek semua pekerjaan kantor , aku sangat percaya kepada tuan dhan , tuan dhan sangat teliti dalam mengerjakan hal apapun , tuan dhan tak segan menegurku saat aku melakukan kesalahan saat mengecek semua pekerjaan kantor .
hmmm aku Bahagia
memiliki orang-orang baik seperti mereka.
__ADS_1