TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. Secreat A Long Time


__ADS_3

"Leaaaa" panggil Qabil lirih ditelinganya, Qabil terlihat sangat gusar. Sembari menatap wajah Alea, air mata Qabil terselip diujung mata indahnya. Fizzy sudah meminta Abrar untuk menghubungi dokter dan mereka sedang menunggu kedatangan dokter.


"Natasha tak perlu mengabari Faaz, dia akan pulang esok malam." seru Fizzy, Natasha menganggukan kepalanya.


"Aeaa.. kumohon jangan membuatku khawatir " ucap Qabil lirih sembari menangis menatap wajah kekasihnya itu.


"Kenapa dengan Alea ?." Tanya Rido, Rido tak sengaja mendengar suara tangisan Qabil dan Fizzy saat akan mengunjungi kamar Maliq. Wajah Rido terlihat khawatir akan keadaan Alea.


"Papa istirahat saja yu ? biar Fizzy antar ke kamar. Alea hanya sedang kelelahan." Ajak Fizzy kepada Papanya itu, Namun Rido menolak ajakan Anaknya itu. ia seperti tetap ingin disamping anak yang sangat ia sayangi.


"Qabil ..mengapa dengan Alea ?." Tanya Rido kembali dengan penuh harapan, Harapan agar mereka menjelaskan kondisi Anak tersayangnya.


Qabil mencoba menjelaskan namun Qabil merasa tak mampu berkata-kata melihat kondisi kekasih yang sangat ia cintai itu, Natasha mencoba menjelaskan semuanya. Rido tersenyum mendengar apa yang sedang Natasha bicarakan, sebenarnya Alea seperti ini memang sudah biasa karena Alea adalah anak yang tidak mampu menjaga kestabilan emosinya dia mengalami trauma yang bertubi-tubi bahkan sebelum mamanya meninggal yang di duga kuat karena kesalahannya (menurut alea).


saat usia Alea 7 tahun, Alea mengalami kondisi psikis yang sangat buruk. kalau kalian mengingat shaloom dulu tak jauh berbeda Alea mengalami penyakit seperti itu namun shaloom selalu memberitahu orang tua Alea dan mereka sama-sama menjaga Alea supaya tidak menjadi brutal. pada saat usia Alea 12 tahun, Alea mengalami trauma kembali karena kasus bulying yang menimpanya dan terakhir saat usia 17 tahun Alea mengalami Fase semakin trauma menyakiti orang-orang disekitarnya dan membuatnya lebih baik menjauh dari orang-orang yang ia sayangi. karena saat itu ia yang membuat mamanya meninggal karena menyalamatkannya saat Alea sedang mencoba menenggelamkan dirinya dengan sengaja.


Kasus didalam kehidupan Alea begitu banyak hingga membuatnya sedikit gila, Terkadang jika dia merasa sedih dia bisa sangat brutal dengan kesedihan nya bahkan sebaliknya jika Alea merasa senang ataupun terluka akan kesenangannya dia akan mencelakai dirinya. Alea memang sangat membenci orang-orang baru yang berada didalam kehidupannya baginya untuk mencoba dekat itu adalah hal yang sangat jarang terjadi bahkan Alea juga sempat ingin mencelakai dirinya sendiri saat ia depresi menghadapi teman-teman barunya.


"Aku yakin Alea sembuh Pah " ucap Qabil dengan tegas.


"Aku sangat mencintainya Papa, kumohon selamatkan cintaku." ceplos Qabil dihadapan Rido.


Fizzy merasa iba melihat Alea yang terbangun dan bertingkah seperti sedang ketakutan bahkan Alea juga seketika berubah menjadi tertawa sendiri dan tak lama kemudian Alea bertingkah seperti sedang bersedih. Qabil yang memohon dihadapan Alea membuat Fizzy merasa iba.


"Sayang ini aku. Aku Qabil kekasihmu, kita akan menikah dan meminta restu papa juga Kaka-kaka mu kan. kumohon berhentilah sayang." pinta Qabil seraya memohon dan mendekap tubuh Alea, Rido menangis melihat kondisi Alea fizzy mengira jika cinta Qabil bertepuk sebelah tangan namun pada kenyataannya Alea sangat mencintai Qabil . natasha terdiam memeluk Papa nya dan sesekali mengusap lembut punggung Papa mertuanya.


"Qabil apa yang kau katakan? , mengapa kau berucap tak waras seperti itu? sadarlah Qabil Alea tak mencintaimu" seru fizzy seraya bertanya, Papa terdiam menatap wajah Qabil.


"kakak, aku sangat mencintainya kami saling mencintai. aku yakin dia akan sembuh dari traumanya, selama ini kau terlalu meremehkannya Kak!!!." Ucap Qabi penuh dengan penekanan, "kau tak ingin memberinya support sebenarnya Alea ingin sekali berubah namun setiap Alea berubah kau dan Maliq selalu mencibirnya, Maafkan aku kaka tapi aku tahu Alea tak mungkin membohongiku." ucap Qabil kembalu membuat Fizzy menangis, penjelasan Qabil membuat fizzy mengingat perlakuannya kepada Alea, tidak seperti perlakuannya kepada Mael ataupun Ayana .


"Dia menyayangi kalian, dia selalu menangis jika merasa bersalah atas kematian mama namun Maliq selalu mengingatkannya tak hanya Maliq kau pun selalu membuat Alea terluka ... kaka maafkan aku tetapi kau harus tahu jika Alea tak seburuk yang kau dan lain pikirkan bahkan Natasha saja bisa memaafkan tingkah Alea mengapa kau tidak sebagai Kaka kandung nya ?" tanya Qabil dengan penuh kekecewaan berharap jika semua membantu kesembuhan Alea.


bagi Qabil hanya Faaz dan Papa lah yang mengetahui penderitaan Alea jika ia sedang menahan amarah yang bergejolak kala Alea mengingat masa-masa buruknya.


"Maafkan aku Qabil ," ucap Fizzy.


tak lama kemudian dokter datang dan memeriksa kondisi Alea. dokter Hans adalah psikiater dan dokter yang merawat Alea bahkan dokter Hans tahu betul jika pasiennya sedang dalam tahan meyakinkan dirinya akan kesembuhannya namun bagi dokter Hans ini sama sekali tidak mudah.


"Bagaimana dengan anak saya  ?" tanya Rido kepada dokter Hans, dokter Hans meminta Rido untuk tenang dan memintanya untuk duduk berbincang bersamanya tak lupa Fizzy dan Qabil menemani Rido untuk mendengar penjelasan dokter Hans. Fizzy meminta Natasha untuk menemani Alea yang sedang tertidur lelap.


"saya akan melakukan psikoterapi kembali untuk Alea, psikoterapi membantu penderita dalam mengatasi aspek-aspek seperti sudut pandang negatif terhadap situasi yang dialami. Pengalaman yang membuatnya tertekan, Komunikasi dan hubungan dengan orang lain juga kestabilan Emosional yang dihadapi." terang dokter seraya menjelaskan kepada mereka.


"Harus seperti apa dok ?" Tanya Qabil seraya mengkahwatirkan kekasihnya itu.


"Jika pemberian obat sudah tidak dapat meredakan gejala depresi, maka terapi kejut listrik atau electroconvulsive therapy (ECT) bisa menjadi pilihan penanganan selanjutnya. Dalam ECT, gelombang listrik akan dialirkan ke tubuh untuk memengaruhi kerja otak, sehingga gejala depresi mereda. ECT juga dapat dilakukan pada pasien yang berisiko tinggi untuk bunuh diri,bahkan Alea sudah seperti itu beberapa bulan ke belakang." Jawab Dokter Hans.


"Namun saya juga meminta persetujuan Tuan Faaz juga Tuan rido. beberapa waktu lalu saya sudah mengirim surat permohonan untuk tuan Faaz tanda tangani namun Tuan Faaz menolak nya. Tuan faaz tak tega melakukan hal itu melihat kondisi pasien yang juga sangat lemah saat itu " seru dokter kembali.


Rido menahan sakit didadanya namun Abrar melihatnya dan segera memberi kan obat juga bantal untuk mengganjal Papa bersandar.


"Saya akan meminta Kaka untuk menyetujui nya jika memang proses itu membantu kesembuhan Alea." ucap Qabil sembari mengusel-ngusel wajah polosnya.


"Apa ada hal yang bisa membantu pencegahan untuk adik saya colaps kembali, misal nya dibawa liburan atau bagaimana ?" Tanya Fizzy.


"Banyak metode therapi nyonya fizzy, salah satu nya membuat suasana hatinya stabil dan membuat dia berpikiran positif itu sangat membantu sekali untuk sementara berikan ini (memberi sesuatu ketangan Qabil). jika ia kembali melakukan hal aneh bahkan jika ia berbuat dan berprilaku seperti tadi " ucap dokter sembari memberikan beberapa obat juga suntikan penenang.

__ADS_1


"Besok saya akan kembali, semoga saja malam ini Alea dapat tertidur pulas dan keesokan harinya saya harap berikan lah motivasi yang membuatnya tidak merasa tertekan juga tidak merasa bahagia sekali " seru dokter, dokter hans berpamitan untuk segera pulang.


Papa mengajak Qabil berbicara tak lupa Abrar juga menghubungi Faaz karena bagi abrar ini sudah menjadi masalah yang rumit yang harus Faaz tahu.


"Maafkan kaka sayang, Maafkan Kaka Alea. kaka memang bukan Kaka yang baik untuk kalian. kaka sering sekali memberi komplain jika Faaz tak bersikap keras kepadamu, maafkan Kaka sayang." Gumam Fizzy sembari mencium kening Alea dan mengusap kepalanya lembut.


malam itu masih dalam suasana mencekam, Rido takut jika Alea colaps kembali bahkan Rido meminta Faaz untuk pulang secepatnya namun Rido mengingat jika jarak Sydney ke Canbeera menempuh perjalanan 3 jam melalui tol dalam kota, dan kemungkinan besar Faaz juga baru sampai dikota Canbeera.


"QABIL SAMPAIKAN PADA PAPA SEUSAI BERSEMBAHYANG SUBUH AKU AKAN SEGERA PULANG " - Pesan Faaz kepada Qabil.


Qabil memberitahi isi pesan yang diberikan Faaz kepada Papanya itu. karena pengakuan cintanya kepada alea didepan Rido, membuat Qabil merasa canggung dengan tatapan yang papa berikan. mata Papa berbinar terlihat dari senyuman yang Papa berikan kepada Qabil.


"Sejak kapan kalian memiliki hubungan yang romantis seperti itu?." Tanya Rido kepada Qabil.


"Aku .. " pengakuan Qabil terpotong karena melihat Rido yang memandangnya lekat.


"Katakanlah sayang, Papa ingin sekali mendengar nya. kau tak perlu gugup anggap saja kau sedang mencurahkan isi hatimu."


"Aku takut mengecewakan Papa, maafkan aku Pah." ucap Qabil sembari menggenggam tangan Rido seraya memohon penuh harap.


"Papa senang jika memang kalian sudah berniat untuk menikah, Papa senang sekali." seru Papa membuat Qabil tersenyum Malu mendengar pernyataan yang diberikan Papa.


"Aku mencintainya sedari dulu Papa, aku selalu berdoa agar ia dan aku berjodoh seperti yang papa ceritakan tentang kisah cinta Papa saat ingin menikahi mama " seru Qabil sembari menatap Papa Asuhnya itu dengan tatapan lekat.


"jika mencintai seseorang, dekati Tuhanmu lalu tuhan akan mendekati mu dengan targetmu apapun yang kau lakukan karena Tuhan kau akan mendapatkan Berkahnya." ingatnya sembari mencoba mengingatkan kalimat Rido saat sedang memberikan motivasi untuk anak-anak lelakinya.


"kau masih mengingatnya ?" Tanya Rido. Qabil menganggukan kepalanya sembari tersenyum melihat senyuman yang diberikan Papa kepadanya.


"Qabil besok Papa akan membantu mu berbicara pada Faaz, siapkan mentalmu nak. tetapi Papa yakin Faaz akan senang saat tahu kau dan Alea saling mencintai dan memang sedari dulu kaulah pelindung bagi Alea anak ku." ungkap Rido sembari memeluk Qabil dengan hangat.


('Dhan sahabatku, lihatlah kau dan aku akan menjadi besan. aku sangat senang Dhan - batin Rido.)


CANBEERA , AUSTRALIA 01.00 AM


Faaz sudah tiba di depan rumah besar milik nya dan juga Rayna, rumah megah yang akan Faaz berikan sebagai Hadiah persalinan untuk istri yang sangat ia cintai .


Faaz masuk kedalam dan menemui Aliq yang sudah duduk menunggu nya datang, Aliq memeluk kaka iparnya itu dia terlihat gusar seperti sedang dalam masalah besar.


"Sudah ku katakan Jujurlah Faaz kepada Papa juga orang-orang di Rumah." ucap Aliq


"Aku belum bisa Aliq, mengapa denganmu liQ?, apa terjadi sesuatu hingga membuatmu sangat gusar." tanya Faaz sembari menepuk bahu adik iparnya itu.


Aliq memanggil shiena dan zas-Q untuk berbincang bersama Faaz juga Aliq.


"Katakanlah siapa yang mendatangi kalian dan memaksa masuk ketika kami semua tidak berada disini .?" tanya Najam AliQ


"Tuan Maliq datang, dan berbicara seakan tuan Faaz yang menyuruhnya kemari. dia juga meminta kami untuk mengantar berkeliling melihat rumah juga melihat kondisi beberapa kamar" Jawab shiena dengan tangan gemetar.


"Lalu ? " tanya Faaz dengan menajamkan kedua bola matanya


"kami tidak memberikan Kamar utama untuk iya lihat Tuan." jawab zas-Q


"Apa dia melihat istriku bersama alat-alat yang menempel ditubuhnya ?." tanya Faaz dengan penuh penasaran.


"Dia memaksa kami, dia mengancam kami jika menghubungi anda dan tidak memberikan kunci kamar utama. Tuan maliQ akan melaporkan kami kepada polisi, pada saat itu Dokter Ambar sedang memeriksa nyonya dan terdengar suara alat yang sedang dipakainya makadari itu Tuan Maliq menaruh curiga." Jelas zas-Q seraya memberikan penjelasan kepada Faaz.

__ADS_1


"Kemana keamanan semua, mengapa tak ada yang bisa mencegah mereka masuk. Cepat panggil mereka!!! " Pinta Faaz, tak lama kemudian 2 keamanan yang bertugas datang dan terlihat raut wajah merasa bersalah yang mereka tunjukan.


"Albert, Josua mengapa kalian lengah?." Tanya Faaz dengan nada yang sangat rendah.


"Kami diberi minuman hangat tuan oleh temannya Tuan Maliq dan tak lama kemudian kami tertidur Pulas ...maafkan kami Tuan " ucap Albert sembari mengatupkan kedua tangannya, Faaz terdiam mengingat pertanyaan adiknya pada saat pertengkaran.


( kebohongan apa yang kaka sembunyikan kepada Papa juga natasha , apa kaka bisa berbicara jujur , jika kaka bisa berkata jujur aku akan mundur dan melupakan cintaku - ingatan Faaz saat pertengkaran dengan adiknya itu berlangsung )


"Faaz , apa kau baik-baik saja ?" Tanya Aliq. Faaz hanya diam mengetahui Rahasia yang selama ini iya sembunyikan bersama Aliq akan terbongkar.


Zas-Q dan shiena dia adalah orang berpengaruh dirumah ini. mereka adalah orang yang dipercaya oleh Faaz untuk menjaga rumah ini juga menjaga Rayna.


Rayna memang belum meninggal. saat itu Rayna sudah koma selama 6 bulan dan dokter memberitahu jika kehidupan rayna kembali kemungkinan hanya 10% .saat itu orang tua Rayna dan Rido meminta Faaz untuk mengikhlaskan namun Faaz tetap tak bergeming. kemudian Faaz dan Aliq memiliki rencana untuk memalsukan kematiannya dan meminta persetujuan ayah Rayna untuk merencanakan ini hingga Faaz dan Aliq membeli jasad seorang wanita muda yang meninggal karena melahirkan, jasad tersebut sudah terbungkus rapih dan sudah melalui metode pemandian jenasah.


mereka sengaja membohongi Papa juga adik-adik nya karena mereka yakin jika Rayna masih dapat hidup, Rayna selama ini di simpan didalam rumah yang dibeli Faaz sebagai hadiah untuk Rayna. Selama ini Rido pun tidak mengetahui jika Faaz membeli rumah lain di Canbeera.


Faaz menghampiri tubuh Rayna yang terlihat tertidur dengan Pulas, Faaz juga terlihat kebingungan jika Natasha mengetahui rahasia ini apalagi denyut nadi Rayna masih terdengar baik. Alat-alat yang berada diatas tubuh Rayna masih berfungsi dengan baik. setiap kali Faaz menjenguk Rayna Faaz tak segan membisikan kata-kata indah walaupun Rayna tak jua meresponnya.


"Aku sudah bilang Faaz kamu harus mencoba mengikhlaskan Rayna, dia sudah tidak bisa hidup. dia hidup melalui alat ini (menunjuk kesekeliling tubuh Rayna) " Seru Aliq.


"jika iya Rayna hidup kembali bagaimana dengan natasha " seru Faaz seraya kebingungan, Faaz menyandarkan kepalanya di atas sofa tepat dihadapan tubuh Rayna yang tertidur lemas memakai banyak alat ditubuhnya.


"Dokter Ambar memberitahuku jika hari ini Rayna memberikan respon dimata kirinya" ucap AliQ semakin membuat Faaz tertekan.


"Aku salah Aliq kalau saja aku berkata jujur dan menolak menikahi Natasha, aku tak akan menyakitinya. dan aku sudah mulai bisa menerima dia sebagai istriku. Aku harus bagaimana Aliq," keluhnya dengan sangat frustasi, Aliq hanya diam saat mendengar pengakuan yang Faaz berikan.


" Maliq benar aku memang terlalu menutup diri dengan kebohongan yang ku buat ini, aku sangat bingung Aliq " seru Faaz kembali.


"lepaskan saja alatnya, kaka ku sudah tidak hidup Faaz. anggap saja yang diucapkan Ambar tidak nyata, Kumohon jangan mempersulit dirimu sendiri " pinta Aliq kepada Faaz.


"Aku sudah lama menunggu Rayna tersadar Aliq ". ucapnya penuh Harap.


"Dia tidak akan sadar Faaz, percayalah.." seru AliQ seraya menenangkan Faaz.


"Baiklah aku akan melepaskan semua alat-alt ditubuh Rayna jika Ambar besok datang " Ucap Faaz.


(bagaimana bisa aku menghianati cintamu Ray , tetapi aku tak bisa menahannya karena Natasha sangat baik .. Natasha lah yang memberikan anak kita kehidupan Baru .. Maafkan aku Rayna - batin Faaz sembari melihat kearah Rayna )


drrrt drrrt (telepon masuk dari Abrar)


Abrar menghubungi dan memberi tahu kondisi Alea yang sedang Colaps, perasaan Faaz bercampur aduk. Faaz memang sosok seorang manusia yang selalu menelan masalahnya, sepahit apapun ia tak ingin membaginya untuk Papa dan adik-adiknya.


"Kenapa Faaz ? " tanya Aliq


"Alea Kambuh..sepertinya selesai ini aku harus pulang, kau bisa menemaniku diperjalanan kan ? " tanya Faaz


"Faaz, aku akan melamar Alea ?. apa kau mengijinkanku." seru Aliq seraya bertanya kepada Faaz, Faaz tersenyum.


"Aliq aku tak pernah melarang siapapun yang mencintai adik-adik ku, tetapi aku tak bisa memaksa kehendak adik ku jika kalian berjodoh aku hanya bisa menitipkan adik ku kepada mu bimbing dan jagalah dia. " seru Faaz, Aliq terseyum.


"yasudah ayo kita minum teh diluar, lupakan masalah mu sejenak. biarkan Rayna tertidur dengan Pulas " ajak Aliq kepada kaka iparnya itu.


"Baiklah seusai solat subuh aku akan pulang dan menemui mereka dirumah." seru Faaz sembari melangkahkan kaki keluar bersama Aliq.


NOTES : KEBAHAGIAAN TIDAK BISA DIUKUR SEBERAPA BANYAKNYA UANG , TETAPI SEBERAPA BANYAKNYA KASIH SAYANG DIDALAM LINGKUNGAN KELUARGA KARENA KELUARGA ADALAH SUPPORT SYSTEM TERBAIK UNTUK KITA ,, SALAM HANGAT AUTHORR GABUT CKCKC!!!!!!!!!!!!!!

__ADS_1


__ADS_2