
kami masih menunggu dokter louis dan assistennya datang , aku tak henti menangis melihat rido yang masih tak sadarkan diri.
" ibu , apa kak richard sudah datang ? " tanyaku
" sebentar sayang ibu lupa ponsel nya , ibu simpan dimana ya " jawab ibu setengah panik
belum sempat ibu mendapati ponselnya , kaka richard yang sudah datang terlihat sangat panik dan segera memeriksa keadaan rido. selang beberapa menit dokter louis pun datang untuk segera memeriksa keadaab richard . dua assistennya membawa alat untuk membantu ridi bernapas.
" baik nyonya saya harap kalian menunggu di luar , biarkan saya bekerja dengan tenang " ungkap dok louis
" baik dok " kami pun segera menunggu diluar kamar.
" richard kamu disini bantu saya " pinta dokter.
kami menunggu begitu sangat lama , papa yang sedari tadi tak melepaskan doa-doa kecil di bibirnya dan dokter selesai memeriksa keadaan rido.
" bagaimana dok , apa serangan jantung nya cukup serius ? " tanya ayah
" tidak terlalu serius untuk sejauh ini rido masih baik-baik saja hanya rido belum bisa melakukan aktifitas berat , termasuk berpikir yang berat " ucap dokter
" saya harus bagaimana dok , setelah rido tau masalah yang sedang kami hadapi ini rido.memaksa kami untuk memberitahunya dan kami.pun sudah mengerti resiko yang akan rido hadapi " ungkap ayah
" saya bingung dok apa saya harus tetap menjelaskannya ? " ucap papa yang seraya mengeluarkan air matanya
__ADS_1
" jelaskan boleh jika memaksa tapi dengan nada yang sangat rendah , dan harus melihat dulu kestabilan emosi rido . karena kemungkinan akan lebih parah .. tetapi jika saya bisa menyarankan akan lebih baik diberi pengertian dahulu akan kesehatannya " ungkap dokter
" baiklah , saya sudah menyiapkan obat dan richard akan membantu kalian jika ada apa-apa untuk saat ini kondisi rido aman , rido juga sudah tersadar , tenangkan diri anda pak rido sangat membutuhkan kalian " ucap dokter
" baik dokter terimakasih dokter sudah sempt meluangkan waktunya " ucap ibu
" saya permisi pak , bu " dokter louis dan assistennya berpamitan kembali ke rumah sakit.
kamipun masih terdiam di depan kamar , aku sendiri tidak berani untuk menemui rido walaupun hati ku sangat ingin melihat senyumnya dan ini pertama kalinya rido menunjukan kemarahannya didepanku.
" may , rido memintamu untuk segera menemuinya " ucap kak richard
" mmmm baik kak " jawabku dengan gugup
" maaaaay , mengapa masih berdiri disitu.. cepatlah suamimu menunggu mu " kak richard berbicara dan mengingatkanku dalam lamunanku.
" aa...aku takut kak... aku takut rido meminta penjelasan dariku " ucapku seraya menolehkan pandanganku ke arah mereka dan richard
" ada apa ini pah ? mengapa aku tidak tau apa-apa " tanya richard
" kamu masuk saja sayang , temui suamimu dan nanti papa yang akan menjelaskan.. " pinta papa kepadaku
" baiklah pah ... " aku pun bergegas menghampiri rido yang sedang terbaring lemah memakain selang infus dan oksigen di hidungnya.
__ADS_1
" chard ikut papa dan ayah . ada hal penting yang ingin papa bicarakan "ajak papa kepada richard
" may , kamu temenin dulu rido ya kalau ada yang kamu butuhkan telpon ke ponsel kaka saja dan kamu harus terlihat tenang " ucap richard memintaku dengan tenang
*******intermision*******
" aku tau dia siapa ? aku membenci dia ... dia bukanlah darah dagingku..... neni pasti dengan sengaja ingin membuat ku malu . dasar wanita jalang .... berani-beraninya kau mempermainkanku " ucap lelaki yang tak lain adalah hendra
" lalu apa yang akan tuan lakukan " tanya robby (kepercayaan hendra)
" aku akan menemuinya , dan kamu atur pertemuanku dengannya jika perlu cari tahu nomor ponselnya beritahu saja bahwa aku adalah ayah kandungnya " pinta hendra
" baik tuan , saya akan mencoba memberitahunya " jawab robby dengan tegas
robby segera menghubungi ponsel rido , beberapa kali rido tak menggubris telpon masuk ke ponselnya itu , hingga robby memberikan pesan melalui pesan di ponselnya dengan kalimat yang sangat panjang robby mulai memberikan kalimat iba kepada rido seolah-olah gusti lah yang terlihat bersalah dengan menyembunyikan semuanya dari rido .. robby berpura-pura mengirimkan pesan singkat itu dengan mengatasnamakan hendra yang sudah lama ingin sekali bertemu dan memeluk rido.. karena sebelumnya robby terlebih dahulu mencari tahu latar belakang rido , dan robby memakai jurus menghiba nya karena robby tau sikap rido yang sangat berhati mulia.. tak lupa robby pun bertanya kepada yofie mengenai sifat rido itu.
" baiklah tuan hendra jika memang benar apa yang tuan katakan mengenai papa saya , saya ingin tuan bertemu dengan saya juga papa saya " begitulah kurang lebih jawaban daru rido.
" baiklah nak , terimakasih atas pengertianmu ' aku hanya ingin bertemu dengan mu dan seharusnya kau tau bahwa pria yang sedang berada dipenjara itu adalah saudara laki-laki mu. aku menyayangimu .
robby membalas pesan itu , dengan senyuman jahat diwajahnya.. robby merasa bahwa dirinya telah memenangkan perlombaan yang sangat sulit karena sejatinya tuan hendra akan memberikan hadiah apapun jika tuan hendra merasa senang .
" baiklah tuan , kau akan berenang dengan darah anak kandungmu .. kau akan memintaku melenyapkannya kan , dan aku akan mendapatkan apa yang ku mau " ujar robby dengan menyeringaikan senyuman jahatnya sembari tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
********************