
seminggu sudah rido tertidur lemas dikamar isolasi dan 3hari terakhir aku sama sekali tidak bisa , menemaninya dikarenakan anak kembarku sakit pasca imunisasi , aku hanya meminta tuan dhan untuk mengirim video rido walaupun hanya terbaring dan menutup matanya aku sangat senang melihatnya , aku juga selalu menghubungi kaka jimmy untuk mengetahui perkembangan rido hasilnya sangatlah nihil tak ada perkembangan yang signifikan , aku putuskan untuk menelpon dokter richard yang tak lain adalah sahabat rido , dokter richard meminta papa dan aku memindahkan perawatan rido ke tempat prakteknya di negara xxx , tapi kak jimm selalu melarangnya , aku khawatir mengapa sangatlah lama rido tertidur , akhirnya aku memutuskan untuk menelpon dokter rusli yang sering ku panggil om dok , dia seperti ayah kedua bagi ku sebelum ku mengenal papa , om rusli lah dokter yang sering memeriksa ku dan juga adik-adiku
"hallo , selamat malam om? " telponku tersambung
"malam may anak om , bagaimana keadaan rido? tanya om rusli padaku
"ya itu om aku sangat aneh dengan kondisi rido , dan pendonor sudah siap tapi mengapa tidak segera melakukan operasi " ungkapku padanya
"begini may , sebenernya om sangat ingin ke indonesia melihat rido tetapi om belum sempat untuk kesana , memangnya rido sudah berapa lama koma ? tanya om rusli kepadaku
"apa itu koma ? sedangkan asdok nya kak jimmy bilang rido tidak koma om " ungkapku kesal
"baiklah , sudah berapa lama rido diruangan itu? "tanya nya padaku
"hampir 1 minggu 5hari om , dan tidak ada tanda-tanda rido terbangun om" ungkapku padanya
"apa sebelumnya rido tersadar ? "tanya nya padaku
"kata tuan dhan , sebelum rido tertidur ,rido hanya mengeluhkan pusing itupun sebelumnya hanya mengeluh sesak didadanya " jawabku , om pun terdiam dan aku segera bertanya kembali "om , apakah rido akan menurun drastis hanya mengeluh pusing dan sesak di dada , maksudku hanya sakit pada bagian jantungnya"
"seharusnya tidak sedrastis itu may apalagi rido terbilang sangat kuat akan sakitnya , dan mengenai operasi yang harus dilakukan apa ada penjelasan bagaimana kondisi tulang belakang rido maksud om apa sudah melalui ct scan?" tanyanya padaku
"apa papa tidak bercerita om? " tanyaku padanya
"papamu menceritakan semua nya yang telah terjadi , om yakin ini ada kesengajaan om sudah menduga sepertinya ada yang tidak beres dengan jimmy " jawab om sangat tegas
__ADS_1
"maksud om ? apa om.sudah berbicara kepada papa " tanyaku
"belum hanya saja om baru mencurigainya , om takut rido tidak hanya diberikan anastesi meredakan rasa sakit tapi rido juga diberi obat untuk tidur " jawabnya padaku
"apa kak jimmy yang melakukannya " tanyaku
"tentu saja , tapi lebih baik om suruh roni assisten dok nya mengambil sample darah rido diam-diam agar kami tau obat apa saja yang dimasukan di badan rido " jawab om menduga-duga belum sempat ku menjawab om mengakhiri telponya
"baiklah may , tunggu om disana .. om akan segera ambil cuti dan meminta surat ijin tugas di rumah sakit tempat rido dirawat , om harap obrolan kita jangan ada orng yang tau kecuali ayah dan papa mu" .
(telpon terputus)
aku terkejut mendengarnya sungguh aku sangat tidak menduga mengapa kak jimmy tega melakukannya , aku terdiam dengan tatapan kosong , bu nina mengagetkanku bahwa ada shalom datang ingin menemuiku.
"kaka, bagaimana kabarmu , mengapa kau tak mengabariku , aku belum sempat berterimakasih kepada ka shaloom" ungkapku dengan meracau
"rido belum ada perkembangan apa" , tapi sebenernya sih sudah ada yang mau mendonorkan tapi katanya belum bisa melakukan tindakan operasi dikarenakan hasil tes kesehatan jantung si pendonor belum keluar , terus kondisi rido juga tidak membaik jadi tidak bisa dilakukab operasi."ucapku seraya menjelaskan pada kak shalom
"mengapa dokter jimmy berbohong , aku sudah nemberikan hasil kesehatan jantungku ups " jawabnya keceplosan seraya membekap mulutnta
"jadi kaka yang akan mendonorkan jantung untuk rido ?" , mengapa kaka melakukannya ?" tanyaku padanya
"panjang ceritanya may , lagian hidupku juga takan berlangsung lama , aku ingin bermanfaat untuk kamu dan juga rido " jawabnya menjelaskan padaku
"kaka...mengapa bicara seperti itu... " tanyaku padanya
__ADS_1
"lupakanlah ,, jangan bilang siapa-siapa may , kali kamu bocorkan aku tidak ingin bersahabatan lagi denganmu... " dia mengancamku ... hanya satu tarikan nafas dia berbicara lagi "eeeeh eeeh mengapa dokter itunberbohong kepadamu dan kepadaku??? " tanya nya bingung
"berbohong maksud kaka ?" tanyaku
"dia bilang padamu tentang kondisi rido yang belym bisa dioperasi kan ? dia juga bilang aku belum memberikan hasil lab nya ? tapi dia bilang kepadaku kau menolak untuk melakukan operasi, ada yang tidak beres ini may " dengan wajah yang kebingungan
"entahlaah kak , aku bingung ,, aku akan mencari tahu semuanya" jawabku seraaya meminum teh di cangkirku .
aku menggendong faaz dan mulai menekan tombol angka di ponselku , aku menghubungi rani untuk mengetahui keadaan rido
"haloo ran ... kamu sudah makan belum dengan tuan dhan " tanyaku pada rani
"belum kak, dhan tidak ingin bergerak dari tempat dimana bisa melihat kak ido , aku berniat membelikannya tapi dhan menolak ya jadinya aku memilih diam juga " jawab ran
"yaudah gimana kabar rido hari ini ? " tanyaku lagi
"halo nona ,ini saya dhan ,, saya mencium gelagat aneh dari ass dok jimmy ,, dia berbicara kepada temannya bahwa pasien rido sebenernya tidak separah itu , dan seharusnya segera dipindah rwatkan " dhan memotong pembicaraan rani
"maksudmu bagaimana tuan " tanyaku lagi
"saya belum tau pasti nona , saya sedang mencari tahu semuanya ..saya harap nona bersama kami disini... " pinta tuan dhan
"baiklah setelah bertemu papa , aku akan kesana dhan " ucapku dengan tenang
"baik nona , jaga dirimu baik-baik .. jangan keluar rumah apabila pa hendri dan lira tidak mendampingimu " sahut dhan
__ADS_1
" baiklah dhan , aku akan mengingat peringatan darimu " ucapku seraya menutup panggilan ponselku.