
KEESOKAN HARINYA...........
“Hay, selamat Pagi semua” Sapa Alea, Ayana yang sedang memakan sarapannya ia seketika menghabiskan makannya dan berpamitan untuk segera pergi menuju kampusnya. bahkan MaliQ yang baru saja datang tidak sempat duduk di kursi untuk sekedar sarapan karena melihat Ayana berpamitan.
“Aku udah selesai, aku pamit iya. aku harus bertemu dekan pagi ini.” Pamit Ayana sembari mencium kening Papanya juga Daddy nya, Zain yang melihat tingkah anaknya merasa sangat iba. karena, ia tahu jika Ayana sangat menyukai Qabil.
“MaliQ, mengapa tak sarapan dulu ?.” Tanya Fizzy sedikit berteriak. namun, MaliQ sama sekali tak menggubrisnya. MaliQ lebih memilih melanjutkan langkahnya untuk menyusul langkah Ayana.
“kenapa dengan Anak itu?, mengapa dia selalu tak bersemangat jika sarapan.” gerutu Alea, Alea tersenyum kepada Papanya karena melihat Rido memandangnya dengan penuh senyuman.
“Papa mengapa tersenyum begitu?.” Tanya Alea.
“Alea cantik, Papa senang melihat kamu seceria ini.” UcapRido. Dan kalimat itu yang membuat bingung Zain saat kala mendengarnya karena baginya kebahagiaan Rido adalah segalanya namun, disatu sisi Zain merana melihat Anak satu-satunya merasa tersakiti.
( Kakak ipar, Letycia aku harus bagaimana anak kita terlibat cinta segitiga dan ku lihat Kak Rido sangat menyambut hangat pernikahan ini. Rona bahagia terpancar di pelupuk matanya, Aku tak ingin menghancurkan hatinya dan aku juga tak ingin melihat Ayana terluka ~ Batin Zain )
“Uncle aku sudah siapkan pakaian untuk Uncle tetapi jika tidak merasa cocok, Uncle bisa menukarnya kembali“ Seru Alea yang berbicara dengan bersemangat, Zain tersenyum kearah Alea.
”Yang kamu pilihkan pasti cocok untuk Uncle mu” Jawab Rido, Zain menepuk pelan tangan Rido dan menatap Rido dengan penuh kasih sayang.
”Kaka harus sehat ia, sebentar lagi kaka akan menikahkan Alea dan Qabil.” Ucap Zain, Air mata Zain menyeluruh saat berbicara kalimat itu pada Rido dan Rido tersenyum mencoba menghapus Air matanya.
”Aku akan selalu sehat, Jika support mu selalu ada untuk ku. Terimakasih Zain kamu memang adik ku yang paling ku sayang, Terimakasih sudah selalu memperhatikanku " Tutur Rido, Zain terlihat meneteskan air matanya begitupun dengan orang-orang yang ikut menyaksikan.
”Aaaah ko jadi melow-melowan gini sih.” Seru Fizzy, Alea dan Fizzy beranjak dari tempat duduknya dan memeluk tubuh Rido juga Zain secara bersamaan. Qabil pun terlihat meneteskan air matanya karena melihat pemandangan haru yang ada di hadapannya.
mereka menghabiskan sisa makanan yang masih tersaji di piring masing-masing, Faaz dan Natasha tidak ikut sarapan bersama karena sedang mengantar Aaleesya untuk kontrol terakhirnya kerumah sakit. Rido dan Zain tak menghentikan tawanya kala Fizzy memberikan lelucon dan bagi Alea lelucon yang Fizzy berikan tak seunik yang Uncle Richardnya berikan.
”aaah bagiku tetap saja Uncle Richard KING OF STAND UP COMEDY.” Tandas Alea, mereka tertawa melihat tingkah Alea yang menyelah Fizzy saat melakukan lelucon.
”adik manis untung kamu cantik kalau tidak kamu bukan adik ku.” Goda Fizzy sembari memijit keras hidung Alea membuat Alea teriak dan mengadu kepada Qabil Calon suaminya itu.
”Qabil lihatlah dia membuat hidungku memerah” keluhnya kepada Qabil, Qabil mencoba romantis kepada kekasihnya itu namun Qabil malah membuatnya marah.
”sini aku usap siapa tahu berubah jadi ungu.” timpal Qabil membuat Alea kesal.
”Qabil mengapa kau membuatku kesal, aku tak akan memaafkanmu” seru Alea, Qabil memohon kepadanya dan itu mengundang gelak tawa mereka yang melihatnya.
“Alea yang cantik, maafkan lelaki tampan dihadapanmu ini.”
“jangan memohon kepadaku, aku tak tega melihat kau seperti itu Qabil.” Ucap Alea, Rido terlihat bahagia melihat Alea yang sudah terlihat sedikit dapat mengendalikan emosinya.
( dalam ingatan Rido, Ia mengingat Masa kecil Alea. Sembari menatap lurus ke arahnya Bayangan itu terlintas didalam pikirnya.)
“dokter, mengapa Alea selalu Tantrum?, dia sepertinya tidak dapat mengendalikan emosinya.” Ucap May.
“Tantrum umumnya disebabkan oleh terbatasnya kemampuan bahasa anak untuk mengekspresikan perasaannya. Sehingga mereka hanya bisa meluapkan emosinya dengan cara meronta, berteriak, menangis, menjerit, serta menghentakkan kedua kaki dan tangannya ke lantai.” Terang dokter Shawn, Dokter Shawn adalah salah satu teman Rido dan Richard dia sangat tahu betul mengenai masalah Alea.
“sampai usia berapa biasanya anak mengalami Tantrum dok ?” Tanya Rido.
“Tantrum biasanya dialami oleh anak yang berusia 1-4 tahun. Namun, tidak hanya pada anak-anak, orang dewasa pun bisa mengalami tantrum. Ketika Si Kecil mengalami tantrum, Mama sebaiknya jangan panik dan ikut terbawa emosi. Ada beberapa cara yang bisa Mama lakukan untuk mengatasi tantrum pada anak.” ucap dokter Shawn kembali.
__ADS_1
“saya harus bagaimana Dok ?.” Tanya May kembali, Alea memang sudah mengalami gangguan emosional sedari kecil dan saat usia beranjak dewasa ia semakin sulit mengatasi masalah emosi didalam dirinya.
“banyak caranya, namun untuk kasus Alea saya tidak bisa menjamin jika memberikan tata cara yang dasar karena seperti nya Alea bukan hanya Tantrum tetapi Alea mengalami psikis yang lain.” Ujar Dokter Shawn, May menangis didalam pelukan Rido. Alea mendominasi ingin mencelakai dirinya sendiri dan terkadang orang disekitarnya jika Ia sedang mengalami tingkat emosional yang tinggi.
Rido tersadar dari ingatannya di masa lalu, Ia menyeka air mata yang terselip di ujung mata indahnya. Ia menatap Alea yang sedang bersenda gurau bersama Qabil dan juga Fizzy. Baginya melihat tingkah Alea yang sangat menyenangkan adalah kebahagiaan terbesar.
“Sayang, Lihatlah. Senyumnya, tertawa lepasnya membuat hati dan perasaanku merasa kan ketenangan. Aku yakin Qabil dapat membuatnya bahagia,” batin Rido.
Saat Ayana berjalan melangkahkan kaki keluar, MaliQ mencoba mengikuti langkahnya. Ayana keluar dengan air mata yang terus mengalir dipipinya tanpa menghiraukan Abrar yang sudah menunggu untuk mengantar nya pergi karena sebelumnya MaliQ berucap tidak akan bisa pergi ke kampus untuk mengantar Ayana. Ia berjalan melangkahkan kaki melewati pagar, Abrar akan menyusulnya namun MalIQ menyelah langkah Abrar yang akan masuk kedalam mobil dan menyusul Ayana. MaliQ segera memakai mobil nya untuk mengikuti Ayana, mobil yang dilajukan oleh MaliQ sangatlah pelan karena jarak Ayana yang masih dekat dengannya.
”Ayana, masuk Ayo MaiQ antar.” Seru MaliQ sembari membuka jendela kaca mobil.
”Tidak, kau sarapan saja bersama keluarga besarmu lagipula pemandangan itu membuat mataku sakit.” gerutu Ayana, Ayana memang sangat manja kepada MaliQ dan MaliQ suka dengan kemanjaan sepupunya itu.
”Ayana.....” Panggil Maliq kembali sembari menjalankan mobil dengan kecepatan sangat rendah, Ayana tak menggubris Maliq yang sedang memanggilnya.
”MaliQ pulanglah aku tak ingin melihatmu.” Ucap Ayana dengan kesal kepada Maliq.
”Ayana mengapa kau seperti anak kecil, Ayolah berhenti berjalan dan masuk kedalam mobilku!” Seru Maliq, Ayana tetap berjalan dan tak ingin menghiraukan MaliQ. MaliQ menghentikan mobilnya dan segera keluar dari dalam mobil.
”Ayana, sudahlah kau harus bangkit.” tegas MaliQ kepada Ayana sembari memeluk Adik sepupunya dengan erat.
”Aku mencintai Qabil, dan dia malah memilih kak Alea.” Ayana menangis tersedu-sedu MaliQ mencoba mengusap lembut pungguk nya sembari memeluknya dengan erat.
”Hatiku hancur MaliQ.” serunya kembali, MaliQ tak kuasa menahan air matanya melihat Ayana yang terlihat sangat hancur. dan MaliQ pernah merasakan saat dalam posisi Ayana.
”Aku tahu perasaanmu tetapi kau harus tahu lebih sakit mana jika kau menikah dengan orang yang sama sekali tak mencintaimu, lebih baik terluka untuk saat ini daripada kau merana selamanya.” Nasihat MaliQ untuk Ayana.
”kau harus bangkit, dan terus berdoa jangan seperti aku yang terhanyut dalam masalah.” timpalnya kembali.
”Apa yang diucapkan Mama, MaiQ ?.” Tanya Ayana.
”Berjuanglah untuk menggapai Rido Allah bukan karena cinta kamu malah membuat hatimu semakin terluka dan jika Allah mengijinkanmu untuk bersamanya Allah akan memudahkan jalanmu, Jangan membuat dirimu lemah. Kuatlah Anak ku.” Ucap mama dalam mimpiku ( seru MaliQ sembari menyeka air matanya).
”Mama memeluk ku dan mencium keningku” Timpal maliQ kembali.
”aku ingin bertemu Mama may dan juga Mommy letycia.” Ucap Ayana dengan manjanya.
”berdoa dan mintalah Mama datang, Mama pasti akan datang.” Ucap maliQ, Ayana tersenyum dan meminta MaliQ mengajak nya ke makam Mama nya dan MaliQ mengiyakan permintaan Ayana.
******
Faaz dan Natasha sedang dalam perjalanan pulang, sedari Pagi Natasha yang sama sekali tak banyak berbicara membuat Faaz kebingungan. terlebih selama didalam perjalanan Faaz lebih sibuk dengan Ponselnya. Faaz beberapa kali menerima panggilan berdering di ponselnya dari Dokter Ambar, dokter Ambar adalah dokter yang menjaga Rayna dan Natasha seperti menaruh curiga kepada suaminya itu walaupun Natasha tak mengetahui apapun tentang dokter Ambar yang selalu menghubungi Faaz setiap waktu itu.
(' sepertinya ia tidak fokus berbicara dengan dokter yang sedang memeriksa keadaan anaknya sendiri, sepertinya Faaz sedang terbagi beban pikirannya - Batin Natasha )
DDRRRTTTT..(PONSEL FAAZ BERGETAR).
”HALOO...” Faaz menerima telepon masuknya kembali. ia keluar dari dalam mobil dan melirik kearah Natasha, (sebentar aku angkat telepon dulu - ucap faaz yang hanya menggerakan rongga mulutnya)
”mama peri aku mengantuk.” Ucap Aaleesya, Natasha memeluk anak manis itu dan mengusap pelan kepalanya.
__ADS_1
”Sudahkah Faaz, Ayo kita pulang kasihan dia sudah kelelahan.” Seru Natasha, Karena melihat Faaz yang sudah memasukan ponselnya kedalam celananya dan terdiam di atas kap mobil miliknya.
”Faaz .. ” panggil Natasha kembali, dan Faaz tersadar saat mendengar suara Natasha.
”Iya Nat, Maaf.” Faaz masuk kedalam mobil dan mulai melajukan mobilnya untuk segera pulang kerumah.
didalam perjalanan Natasha tak henti memandangi suaminya, bahkan kali ini Faaz tidak bergeming dengan ucapan yang keluar dari bibir istrinya. Natasha melihat ada keanehan didalam diri Faaz. namun, Natasha memilih untuk terdiam dan tak ingin menanyakan hal apapun.
( Maafkan aku Ray, Maafkan aku - batin Faaz )
( kenapa denganmu suamiku, sepertinya beban dihatimu sungguhlah berat - batin Natasha ).
25 menit kemudian...
”Cucu Papa, Alhamdulilah syukurlah kamu sudah sehat sayang.” Ucap Rido yang sudah menyambut mereka didepan pintu utama.
”Papa, Faaz pamit iya. Papa nanti ngobrol aja sama Natasha.” seru Faaz sembari masuk kedalam mobilnya kembali, Natasha terdiam melihat tingkah suaminya yang sama sekali tak berpamitan kepadanya.
”Sayang, Apa kamu sedang berantem dengan suamimu ?” Tanya Rido kepada menantunya itu.
”Apa Kaka sedang marah kepadamu Kak Natasha?” tanya Alea menimpali pertanyaan Rido.
”tidak Papa,Alea!! mungkin ada hal yang lebih penting yang sedang mengganggu pikirnya.” Ujar Natasha, mereka berjalan masuk kedalam rumah. Natasha duduk dan menjelaskan tentang proses semua yang dilakukan dirumah sakit, mereka mendengarkan penjelasan Natasha.
”Jadi, Aaleesya sudah sembuh ?.” Tanya Alea, Rido terlihat tersenyum bahagia.
“sudah sembuh, tetapi Alea tetap tidak boleh terkena debu dan cuaca yang dingin sekali.” Terang Natasha sembari tersenyum, batin nya bergejolak memikirkan tingkah suaminya.
“syukurlah, Papa senang mendengarnya”
Pada Malam harinya Natasha masih menunggu kedatangan suaminya, tak berselang lama Faaz pun datang seperti biasa Natasha menyambutnya dengan semua ritual yang sering Mama May lakukan tetapi Natasha merasa ibunya juga sering melakukan Hal yang sama jika Papanya datang sepulang bekerja.
“Faaz, apa sudah makan ?.” Tanya Natasha, Faaz merangkul istrinya sembari berjalan menuju kamarnya.
“Tidak sayang, aku lelah dan ingin istirahat.” Seru Faaz sembari masuk kedalam kamarnya.
“Baiklah, aku akan siapkan air hangat untuk mu mandi.” Jawab Natasha, Faaz menatap wajah istrinya itu.
( Sayang, semakin hari aku semakin yakin jika kamu adalah wanita yang baik untuk ku. Maafkan aku jika belum bisa sepenuhnya mencintaimu, aku akan berusaha sebaik mungkin. - batin Faaz )
Faaz duduk disofa menunggu istrinya yang sedang menyiapkan air hangat untuknya mandi, Faaz juga mencoba membuka layar ponselnya kembali dan menbaca isi pesan yang masuk kedalam ponselnya.
Faaz, Maafkan aku jika itu yang kau inginkan aku mundur ~ pesan DOK AMBAR.
TERIMAKASIH DOK, AKu masih sangat membutuhkanmu ~ Jawaban Faaz.
“Airnya sudah hangat sayang, aku sudah siapkan baju gantimu dan ini handuknya.” Seru Natasha sembari memberikan handuk kepada Faaz, Faaz tak melepaskan ponselnya dan membawanya kedalam kamar mandi.
( Faaz, Maafkan aku sudah berpikir jelek kepadamu, apapun yang kau lakukan diluar sana, semoga saja tidak merugikan dirimu sendiri. aku akan selalu memberikan doa terbaik untukmu - batin Natasha bergumam )
.
.
.
.
Notes Dari kata “Sabar” dari Natasha
Sabar itu indah, iya indah… terus indahnya kapan? Yah sabar aja, sabar terus. Dan sabar itu lebih cantik.
Kehidupan akan berkah bila dijalani dengan ikhlas, sabar, penuh rasa syukur dan tidak pernah mau merugikan orang lain. Aku akan menjadi pribadi yang lebih sabar menghadapi kesulitan dan lebih ikhlas menerima perpisahan.
Awalnya pasti kecewa dan gak percaya atas keputusan babas, tapi yakinlah di kemudian hari kita bakal ngejalaninya dengan ikhlas dan sabar. Adakalanya sebuah keputusan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan:) tapi dari situ kita belajar untuk ikhlas dan sabar.
Sejak kita menginginkan keindahan dan kebahagiaan hidup, jadikanlah sabar sebagai sahabat, dan ikhlas sebagai penguat langkah.
Jadi tetap sabar kaya Natasha iya...
Natasha - ChumeyOks
__ADS_1