TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. RENCANA APIK FAAZ PART 2


__ADS_3

Natasha menangis meratapi kekesalannya pada Faaz, Alea dan Ayana pun menghampiri. Mereka bertiga duduk bersama dan saling berdiam diri.


dalam batin Natasha, "Aku tak mengerti mengapa Faaz malah membelanya, YaTuhan... jelas-jelas Aku dan Ayana pun mendengar kalimat-kalimat yang membuat Alea marah." Natasha menatap wajah Alea, mereka saling bertatapan tanpa mengucapkan satu kalimat pun.


"Kak Natasha, Kak Alea. jangan diam terus!! " Ucap Ayana, "Kita harus memberikan rekaman itu" Ucap Ayana kembali.


"Rekaman apa?, " Tanya Natasha, Ia begitu terkejut mendengar Ayana berbicara mengenai rekaman.


Alea menghela nafasnya dengan berat, "Percuma, Kak Faaz tidak akan mempercayainya! " Seru Alea


"Aku harap Faaz sedang menjalankan sebuah rencana!, " Ujar Natasha.


"Iya Aku pun berpikir seperti itu, " Ayana berucap sembari berpikir keras.


"Aku harap seperti itu" Ucap Alea menggunakan nada melemah, Ia masih merasakan kekesalan terhadap Rayna.


Ceklek ...


Pintu kamar terbuka, Faaz datang menghampiri..


"Kak Faaz.. " Panggil Alea dan Ayana bersamaan.


"Faaz" Natasha menyusul memanggilnya, Faaz menggunakan jari telunjuknya "syuuuttt" bermaksud agar mereka tidak berisik.


"Aku sengaja berpura-pura membelanya!," Ungkap Faaz, "Ini sebagian dari rencana Aku, Qabil, Papa, Uncle Zain dan Abrar! " Ungkap Faaz kembali, Ayana dan Alea mengusap dadanya pelan. mereka terlihat merasa lega, sembari tersenyum Natasha memeluk tubuh suaminya.


"Kak, Aku mau jujur akan suatu hal." Ucap Alea.


"Kakak sudah mengetahuinya, kau tak perlu merekam nya! " Ucap Faaz, "dan mengenai Fizzy, dia pasti memaafkan mu" Ucap Faaz kembali.


"Mengapa kakak mengetahuinya?, " Tanya Alea heran, "Tetap saja Aku takut jika Kak Fizzy marah kepada ku." Gumamnya.


"Tidak, biar nanti kamu meminta maaf saja kepadanya, "


"Baiklah semoga saja Kak Fizzy mah memaafkan kesalahanku," Ucap Alea. "Kaka, tadi kaka lupa belum menjawab pertanyaan ku! " Timpalnya kembali.


"Kaka sudah menyimpan beberapa alat sadap di beberapa titik rumah ini dan Kaka pastikan saat Rayna berbicara, Kaka akan mengetahuinya." Jelas Faaz, mereka belum memahami dengan sempurna apa yang Faaz jelaskan.


"Aku tak mengerti, " Gumam Ayana,


"Aku juga!, " Timpal Alea.


"Begini.... " (Flashback di mulai..)


Saat itu Zain sedang bersiap-siap untuk pergi ke Inggris, dan saat Zain akan menemui Faaz di dalam kamarnya. Zain tidak melihat keberadaan Faaz, namun satu hal yang membuat matanya terbuka lebar adalah..


Ia melihat dengan jelas bahwa Rayna sedang merubah posisi tidurnya, dan saat itu Zain mencurigai ada keanehan di dalam Rayna.


Zain pergi menghampiri Rido, Ia menceritakan semuanya. Zain salah satu seorang yang mampu membuat alat-alat sadap bahkan tanpa di ketahui Ia adalah seorang Hacker, namun Zain tidak mau kemampuannya di manfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab maka dari itu Zain memilih tidak memberitahu siapapun kecuali Rido dan Faaz.


Saat itu Zain meminta bantuan Mael dan Qabil untuk merakit alat tersebut, dan saat itu Qabil sempat beralasan akan mengantar Mael. padahal sebenarnya Ia sedang membantu Zain merakit alat tersebut. saat di rasa Alat tersebut sudah berjalan sempurna, Zain memberikannya kepada Faaz.


Alat itu dapat merekam semua percakapan hingga pesan pada ponsel Rayna, dan saat itu Faaz sengaja tidur semalam di kamar Rayna hanya untuk menempelkan alat sadap di beberapa titik.


Faaz pun tahu jika Eva terlibat dengan nya, dan Faaz tahu dengan siapa saja Rayna berbicara. bahkan Faaz pun tahu jika Rayna mulai ingin menghasut Aliq, namun sayang Aliq lebih memilih tidak menggubris Rayna.


hari demi hari pun dilalui Faaz untuk mendengar dan mengecek kegiatan Rayna selama dikamar dan walaupun kamar Rayna di tutup hingga terkunci rapat Faaz dapat mengetahui apapun kegiatan yang di lakukannya.


mengapa seperti itu?, jawaban nya?, Karena Faaz dan Zain sudah menyimpan beberapa Kamera pengintai yang di simpan tanpa Rayna ketahui.


bahkan, saat Faaz berbicara mengenai perselingkuhan yang di lakukan Rayna itu sudah tersimpan dengan jelas hingga kejujuran yang Rayna ucapkan dan semua itu untuk bukti di persidangan nanti.


mengenai Ibu tiri Natasha, Faaz baru mengetahui bahwa Aidil adalah dalang yang membawa nya ke rumahnya.


Dan setiap rencana apapun yang Rayna susun Faaz sudah terlebih dahulu mengetahuinya, bahkan Faaz sengaja memberi jalan hanya untuk melancarkan siasat buruk Rayna untuk Natasha.


Dan kini, yang Rayna tau bahwa Faaz juga ingin menyingkirkan Natasha. dan terlihat dari wajahnya bahwa Rayna mempercayai apa yang akan dilakukan oleh Faaz.


Faaz sengaja memeluk Rayna dan membela nya dihadapan mereka karena ingin mengambil rasa kepercayaan Rayna, bahkan Faaz sudah menyiapkan kejutan besar untuk Rayna!.


Flashback berakhir...


"Wow!! Aku merasa tak menyangka bahwa ide Kaka secemerlang ini! " Puji Ayana.


"Iya Aku juga tak menyangka!!, Kaka kau memang hebat, kau seperti Kakek Wan dan Kakek Gusti! " Timpal Alea sembari memeluk Faaz.


"Siapa dulu Mama dan Papanya! " Ucap Faaz


"Mengapa kau malah diam Kak Nat?, " Tanya Ayana karena merasa heran melihat tatapan nya kepada Faaz, Faaz hanya tersenyum.


"Aku tahu kau pasti menyadari ada hal aneh yang sedang aku lakukan!, " Ucap Faaz sembari tersenyum.


"Tidak, Bahkan aku merasa kau terlalu apik merencanakan ini semua!, " Ungkap Natasha.

__ADS_1


"Jadi bagaimana?, " Tanya Faaz.


"Kau berhasil membuatku bangga sayang!! " Gumam Natasha, "Kita bangga sama kamu!!, Kita bener-bener merasa sangat aman saat bersama mu! " Gumam Natasha kembali.


"Betul apa kata Kak Natasha, Aku dan Ayana bangga sekali sama Kaka dan yang lainnya"


"Iya, Kita merasa di lindungi sekali oleh Kaka" Timpal Ayana, Faaz tersenyum.


"Yasudah, Kaka keluar dulu. Kaka harus menemui Uncle Zain di luar bersama Qabil." Ucap Faaz, "dan untuk sementara pembicaraan ini kita tutup, kita harus tutup rapat-rapat rahasia ini" Ucap Faaz kembali.


"Siap Komandan!, " Ucap Alea dan Ayana berbarengan.


"Dan sayang, Jangan merasa sakit hati jika di hadapannya aku berulah seperti tadi" Pinta Faaz kepada Natasha di iringi senyuman manisnya, "Mungkin beberapa hari ke depan kita tak perlu bertegur sapa dihadapan Rayna" Ucapnya kembali.


"Iya sayang, Aku mengerti." Seru Natasha.


"Baiklah, Kaka pergi dulu. Ingat gunakan mata dan telinga baik-baik." Ujar Faaz, "dan mengenai Eva, Kaka sudah amankan di tempat aman." Ujar Faaz kembali.


"Kaka juga sudah memikirkan Ide selanjutnya" Ucap Faaz kembali.


"Ya sudah hati-hati iya sayang, Ingat kamu juga jaga diri baik-baik. musuh kita adalah orang yang pernah kita sayang, dan sebaik-baiknya menghukumnya dengan membuatnya sadar" Ucap Natasha.


"Ah Kaka gak seru masih aja kasih kebijakan untuk dia yang jelas-jelas udah mau mencelakai kaka" Gerutu Alea.


"Aku kan tidak apa-apa, Tuhan bersama ku dan kalian juga selalu melindungi ku!, jadi tidak ada alasan untuk ku membalas kejahatannya. Aku hanya harus berusaha melindungi diriku dan anak di dalam kandunganku juga melindungi kalian semua" Ucap Natasha, Faaz mengecup keningnya. Natasha tersenyum merasa bahagia.


"Ayana bisakah melihat di luar aman atau tidak, kaka akan menunggu disini"


"Jangan Ayana, Ini kan kamar kak Natasha, " Ucap Alea, "Jadi jika Kak Natasha keluar dan berpapasan dengan Rayna, dia tidak akan merasa curiga." Ucap Alea kembali.


"Baiklah, " belum sempat melangkahkan kaki sampai membuka pintu, pintu kamar milik Natasha terketuk sangat keras dan membuat Ayana, Alea hingga Faaz berusaha menyembunyikan diri masing-masing.


Tok...


Tok..


Suara pintu di ketuk lumayan cukup keras, "Aduh siapa lagi.." Keluh Alea, "Ayo bersembunyi;" Ajaknya dengan suara yang pelan.


selesai mereka bersembunyi di tempat yang berbeda, Natasha pun membuka pintu kamar tersebut.


Cek lek.. (pintu di buka pelan?)


"Kau ada apa?. " Tanya Natasha, ternyata Rayna yang mengetuk pintu dan ingin menemui Natasha.


"Kau masih memakai kursi roda?, bukankah kau sudah bisa berjalan. atau kau takut Faaz mengetahuinya." Ucap Natasha dengan sarkas nya.


"Untuk apa?, " Tanya Natasha.


"Apa Faaz di dalam?, " Tanya Rayna kembali, "Jika tidak aku ingin memberikan satu penukaran!, " Gumam Rayna, Faaz dan yang lainnya mendengar apa yang Rayna dan Natasha bicarakan.


"Aku tak ingin menukar apapun dengan mu!, " Ucap Natasha, "Dan pergilah, cari suami mu di luar sana. karena semenjak kejadian tadi aku sudah tidak ingin mengingat jika Faaz adalah suamiku" Gertak Natasha, Faaz hanya ingin tertawa mendengar tajamnya kalimat Natasha.


"Baguslah jika memang seperti itu, Aku tidak usah menguras energi ku hanya untuk mengusir dirimu" Balas Rayna.


"Aku akan pergi, saat Aku ingin pergi!! " Ucap Natasha.


"Kau boleh pergi esok hari, dan Aku akan meralat semua yang telah aku rencanakan. Aku pun tak akan menyakiti Papa mertua kesayanganmu" Titah Rayna kembali, "Kau tidak ingin kan jika Papa mertua mu itu mati di tanganku" Ancamnya kembali, Faaz mengepalkan tangannya mendengar apa yang Rayna ucapkan kepada Natasha. tak hanya Faaz, Alea dan Ayana pun terlihat geram namun, mereka sengaja membiarkan ocehan itu keluar dari bibir busuknya Rayna.


"Rayna!, Jika saja saat itu Faaz dan Adikmu mengubur mu dan membiarkan mu mati. mungkin semua permasalahan di dalam hati mu tidak akan menyeruak seperti ini, dan mungkin kau tidak akan memiliki dosa yang banyak! " Pekik Natasha untuk Rayna, "Kasihan sekali kamu Rayna!, " Pekik Natasha kembali.


"Bahkan Aku merasa berterimakasih atas pernikahanmu saat ini Natasha, karena kalian menikah Aku dapat memiliki tawanan baru seperti mu!! " Tukas Rayna, Ia mencoba mengobati perasaan dirinya sendiri.


"Rayna, jika membuat mu bertengkar dengan ku karena bertemu dan berpapasan dengan ku lebih baik kau tak usah menemui ku!! " ucap Natasha, "Karena bertemu atau menemui ku membuat dendam mu semakin tinggi, dan Aku takut jika kesehatan mu memburuk! "Ucap Natasha kembali.


"Oups, Aku lupa sakit mu sekarang hanya pura-pura" Ujar Natasha sembari menutup pintu kamarnya, Ia seakan tertawa menggelitik karena tak menyangka dapat membuat Rayna tidak berkutik.


"Ya Tuhan, senang sekali aku ini" Gumam nya, Natasha mengunci rapat pintu kamarnya dan Faaz belum bisa keluar kamar karena takut jika Rayna mengetahui keberadaannya.


"Nat, Aku tak menyangka kau memang wanita yang sangat cerdas! " Ucap Faaz pelan,


"Iya Aku juga menyukai kalimat yang diberikan Kak Natasha" bisik Ayana,


"Aku malah ingin sekali menatap wajahnya saat tadi" Timpal Alea berbisik pelan.


"Suuut, Jangan terlalu berisik" ucap Natasha,


Di luar sana, Rayna merasa kalah kala mendengar ucapan dari bibir Natasha yang membuatnya sangat menyesal telah mendatangi Natasha ke kamarnya.


"Tahu gitu, gak usah temui dia" Pekik Rayna, "Lihat saja, Aku akan mengambil hati Faaz kembali" Ucap Rayna kembali.


***


Fizzy sedang berhadapan dengan Laptop miliknya, "Aidil, Aidil kau membuat pekerjaan ku tertumpuk sempurna!" Gerutu Fizzy karena merasa jika pekerjaan yang Aidil tak selesaikan menjadi keluhan utamanya.

__ADS_1


"Kenapa sayang?, " Tanya Aliq, "Lihatlah wajahmu muram seperti itu" Ucap Aliq.


"Aliq, mengapa kau membuatku kesal, " Ucap Fizzy.


"Aku hanya bertanya dan mengapa kau marah?, dasar Aneh! " Gumam Aliq.


"Kau meledek ku bukan hanya bertanya! " gerutu Fizzy sembari mengerucutkan bibirnya, Aliq merasa gemas saat melihat wajah sang istri yang terlihat sangat menggemaskan.


"Ya Sudah Maafkan Aku!, " Seru Aliq sembari mengatupkan kedua tangannya.


"Aku akan memaafkan mu jika kau mencium pipiku" Ucap Fizzy, Aliq tak menyangka jika kini Fizzy sangatlah berani. Fizzy mengetuk-ngetuk pelan pipinya sembari mengarahkan kepada Aliq, Aliq pun tertawa kecil dan segera mencium pipi milik istrinya.


"Terimakasih Aliq" Ucap Fizzy sembari tersenyum manis.


"Sama-sama Fizzy, sering-sering Iya" Gumam Aliq membuat Fizzy menoleh kearahnya dengan cepat.


"Gak kapok iya, Godain Aku dan nantinya siapa yang tergoda! " Ucap Fizzy


"Iya, Iya Maaf" Senyuman Aliq begitu sangat membuat Fizzy terpukau, Ia pun terlihat memperhatikan istri nya yang tengah sibuk di hadapan Laptopnya.


"Aliq, " Fizzy memanggil Aliq sembari menatap wajahnya, Aliq dengan sigap membalas panggilannya menggunakan alis yang diangkat olehnya.


"Aku penasaran mengapa kau mendukung apa yang sedang dilakukan oleh Faaz? " Tanya Fizzy.


"Karena Aku ingin Rayna berubah, Aku ingin Rayna menjadi pribadi yang baik. " Ucap Aliq.


"Alasan lainnya? "


"alasan lainnya, karena Aku ingin Rayna berhenti memanfaatkan seorang lelaki" jawab Aliq kembali,


"Apa kau tahu mengetahui hubungan Aidil dan Rayna" Tanya Fizzy.


"Tidak, Papa Harry yang mengetahui nya." ungkap Aliq,


"bahkan saat itu aku tak tahu apa yang menjadi alasan Papa membenci Aidil, dan Papa salah satu sosok lelaki yang tertutup" Terang Aliq kepada Fizzy, Aliq mencoba menjelaskan apa yang ia ketahui.


"dulu, Aku selalu merasa aneh. mengapa Papa selalu bersikap keras kepada Rayna!, " Ungkap Aliq.


"Aku tak mengerti mengapa Papa Harry mengenal Aidil, dan mengapa Papa bersikap begitu kepada Rayna" Fizzy duduk mendekat menghadap suaminya, "Sungguh permasalahan ini sangat rumit sekali, Aku tak mengerti namun aku merasa penasaran"


"Fizzy, ada saatnya nanti aku menjelaskannya. namun tidak saat ini" Ucap Aliq, "Yang jelas, Rayna sangatlah berbahaya. dendam pada mama ku saja ia simpan hingga hari ini" Ucap Aliq kembali.


"Baiklah Aliq, Aku tak akan memaksa"


"Terimakasih sudah memberiku pengertian, " Ucap Aliq kembali, "Yang jelas kau harus berhati-hati dengan Rayna, walaupun dia kakak ku tapi setiap kesalahan nya tak bisa aku benarkan" Jelas Aliq kembali.


"Baiklah Aliq, Aku mengerti. Terimakasih karena kamu bersikap Bijak dalam menyikapi permasalahan ini" Tutur Fizzy.


drr.... ddrrrt (Suara ponsel bergetar)


~ Rayna memanggil... dan Aliq segera menerima panggilannya.


"Halo.. " Sapa Aliq,


"Halo Aliq... " Sapa Rayna di balik ponsel miliknya,


"Ada apa Ray?, " Tanya Aliq.


"Aliq semua menghukum ku, Faaz juga membuatku terpaku, " Aliq hanya tersenyum mendengar apa yang Fizzy adu kan.


"Mengapa dia seperti itu kepadamu, " Tanya Aliq, Ia menekan tombol speakernya dan Ia pun mengeraskan volume agar Fizzy dapat mendengar celotehan Rayna.


"Kau pasti tidak suka kan?, Balas saja kepada Adiknya. sekarang dia milikmu" hasutan Rayna hanya membuat Aliq dan Fizzy tertawa kecil.


"Baiklah Kamu tenang saja, biar aku balas rasa sakit hati mu. " Jawab Aliq, Rayna merasa senang saat mendengar apa yang aliq ucapkan, dan setelah itu mereka berbincang kembali.


Ia tetap mengarang bebas agar Aliq mau menjadi orang yang juga membela nya, bahkan Rayna ingin jika Aliq membenci Faaz. Aliq hanya tersenyum, karena sebenernya Aliq dan Fizzy sudah mengetahui segala macam rencana Rayna dan Faaz lah yang memberitahunya.


"Kasihan sekali, Aku malah merasa iba kepada kakakmu Aliq" Ungkap Fizzy,


"Begitulah, tapi jika dia selalu di biarkan atau di. lindungi. dia tidak akan menjadi orang yang mengerti" Gumam Aliq, "Percayalah pada ku dan Faaz, Rayna harus sadar akan kesalahan nya" Gumam Aliq kembali.


.


.


.


.


Notes :


Setiap permasalahan akan selalu dapat diselesaikan!!, setiap kesalahan akan selalu termaafkan namun, bagaimana pun kesalahan tetaplah kesalahan.. semua orang yang berbuat kesalahan akan selalu dan harus mendapatkan sebuah Karma hingga penyesalan.

__ADS_1


dan Ingatlah bahwa ketidakbaikan, ketidakjujuran dan penipuan artinya menunjukan dirimu sendiri di hadapan orang lain. Jangan kaget jika suatu saat nanti, itu akan berbalik terjadi pada dirimu sendiri.


"I believe in Karma. If the good is shown, the good is collected. When positive things are made, that returns well.” - KING FAAZ...


__ADS_2