
Season kedua ini menceritakan mengenai Kisah Cinta Anak-anak Rido Dan May..
Lanjutan kisah "Teman hidupku yang mengubah hidupku".
penggalan kalimat : "JIKA MEMBUAT KALIAN HIDUP AKUR DENGAN MEMBUAT PAPA MATI, MAKA LAKUKANLAH" RIDO BERUCAP SAAT MELIHAT KONDISI ANAK-ANAK NYA.
******* KING FAAZ AND WIFE *******
********* MARYAMAH AL FIZZII ********
** FAKIYAH ALEA NOOR HENDRAWAN **
** MALIQ ALESYAH KURNIA **
******** NATASHA BAHRUDIN ********
*********** AYANA ********
******** AHMAD MAEL DARMAWAN ********
*********** NAJAM ALIQ ***********
****************** aalesya ***********
__ADS_1
***************** QABIL ***********
sedikit cerita tentang kehidupan mama may dan papa rido diakhir yang gak sempat aku tuliskan, RIdo dan May tetap saling mencintai dan menjadi yang terbaik untuk anak-anak nya hingga maut memisahkan mereka saat sesudah menemani faaz lulus dari universitas dan mendapatkan gelar terbaiknya. May meninggal karena mengidap penyakit sesak nafas akut, May tak sempat mengenal rayna istri dari faaz dan tak sempat menggendong cucu cantiknya itu, walaupun anaknya yang ketiga dan ke empat tak seperti anak kembarnya yang selalu menuruti aturan dan keinginan May juga Rido, Namun bagi mereka Anak-anak Adalah permata hatinya.
Rido yang memiliki hati Yang mulia dan juga sabar tak pernah membuat anak-anaknya tersakiti karena Rido memang sosok orang yang sangat tidak ingin menyakiti hati orang lain, papa Gusti meninggal 3 tahun sebelum Faaz menikah karena sempat terjatuh dari tangga rumah besar miliknya dan papa Gusti mendonorkan jantungnya untuk dicangkokan demi kesembuhan anak kesayangannya, setahun kemudian Ayah Wan menyusul meninggalkan Mereka karena sakit yang dideritanya. anak-anak tumbuh dengan dewasa dan dilingkungan yang berbeda dengan may juga Rido, (lebih modern) Mama dan Ibu tetap menjadi single mother dan terkadang Mama Neni juga ibu Esri sering meluangkan waktu untuk berbincang bersama mengenang masa-masa dengan orang-orang yang telah pergi meninggalkannya.
Papa Hendra dan Mama Serly sudah sangat tua, mereka hidup bersama Yofie dan juga Shalom. mereka sudah dikaruniai anak lelaki bernama Edward, mereka memilih menetap di italy karena mengembangkan perusahaan miliknya, zain memilih tetap menduda dan membesarkan Ayana seorang diri. Rani dan richard hanya memiliki satu anak lelaki karena Rani sudah dua kali mengalami keguguran .
adik bontot May yang bernama Riswan sekarang sudah menjadi imam besar di mesir, dia memiliki seorang istri cantik dan sepasang anak kembarnya kehidupannya sangat bahagia bersama Anak dan istrinya itu.
Dhan dan Fahriye meninggal didalam kecelakaan beruntun, mereka meninggalkan seorang anak bernama Qabil, dan Qabil sekarang menganggap Rido sebagai orang tuanya .
Faaz menikahi kekasihnya rayna dua tahun setelah kematian ibunya, Faaz sangat mencintai Rayna karena baginya rayna adalah wanita yang sangat mengerti keadaanya itu. saat Faaz mengenalkan Rayna dengan ayahnya, Rayna langsung memiliki keakraban dengan ayah serta adik-adiknya dan itulah yang menambah rasa cinta Faaz kepada Rayna. setelah Rayna menikah dengan Faaz tak lama kemudian Rayna mengandung anak dari Faaz dan faaz begitu semakin mencintainya.
Rayna adalah sosok wanita penyayang baginya dia mampu menggantikan mama may walaupun sebenarnya mama May tak bisa tergantikan\, Rayna merasakan gelombang cinta dari anak yang dikandungnya itu. rayna melahirkan secara normal dan seminggu kemudian Rayna mengalami koplikasi pasca melahirkan yang memvuatnnya mengalami Koma. dan sebelum Rayna koma\, Ia sempat meminta Faaz memberikan nama *aleesya* untuk anak perempuannya itu.
sekedar Info mengenai Anak-anak Rido.
KING FAAZ : dia tampan menawan bak pangeran dinegri dongen sifat nya memang dingin dan terkesan cuek seperti ibunya tetapi sebenarnya hatinya juga lembut seperti ayah juga ibunya .
FIZZI : anak perempuan yang kuat juga banyak membantu seperti ayah juga ibunya tetapi fizzi memiliki sifat GILA DENGAN PEKERJAAN sehingga fizzi tak ingin secepatnya menikah
ALEA : anak manja , dan tak ingin diatur tapi meskipun begitu dia selalu menutupi apapun yang pernah ia alami kasus bullying dari teman lelaki nya membuat ia tak mempercayai sosok lelaki manapun .
MALIQH : lelaki dingin dan cool yang banyak digilai wanita, dia selalu menjaga kebugaran tubuhnya karena menurutnya sehat itu mahal dia juga sekolah kedokteran loh ingin seperti om richard om kesayangannyaa..
15 TAHUN KEMUDIAN.....
"KAKAK ........ PAPA memanggilmu" Teriak anak wanita yang tak lain ialah Alea, anak perempuan modis di seusianya. Rido selalu mengingatkannya untuk menutup aurat nya tetapi Alea selalu menolak permintaan papa nya itu.
"Baiklah, aku akan menghampiri Papa" jawab lelaki tampan yang sangat maskulin, dia memiliki anak berusia 3 tahun yang bernama aleesya.
Faaz menghampiri ayahnya yang sedang duduk di kursi goyang tepat di hadapan lukisan besar yang pernah kakek Gusti berikan sebagai hadiah saat melahirkan anak kembar nya , sehari-hari Rido selalu duduk di hadapan lukisan itu bahkan jika dia tertidur Faaz lah yang akan memindahkan tubuhnya keatas ranjang miliknya. Rido yang terbangun tak segan akan duduk kembali di hadapan lukisan itu. Rido akan keluar kamar jika sang cucu mengajaknya bermain bersama.
Rido memang sudah tidak bisa beraktifitas karena tulang punggung nya selalu terasa sakit makadari itu Faaz juga Fizzy meminta nya untuk beristirahat saja dirumah menghabiskan waktu bersama cucu nya dan semua perusahaan sudah di alihkan ke tangan Faaz juga Fizzy mereka membuat perusahaan milik kakek dan ayah nya semakin membesar.
"Papa , apakah papa menginginkan sesuatu ?" tanya Faaz kepada ayah nya itu.
"Tanyakan kepada carry, apakah pengasuh baru sudah datang. Papa sudah meminta Aidil (sahabat Faaz) untuk membawanya kesini " Ucap Rido yang tersenyum dengan senyuman khasnya.
"Faaz meminta Abrar menjemputnya karena Aidil sedang ada pertemuan penting. Faaz pamit dulu untuk melihat Aleesya ya Pah." Pamit Faaz sembari mencium kening papanya.
"Iya sayang, jika Esya sudah bangun ajak iya kemari papa ingin sekali memeluknya " Ucap Rido, Faaz mengiyakan dab segera keluar dan menutup kembali kamar Papanya itu .
"Sayang, aku mencintaimu selalu dan selamanya " ucap Rido sembari memandang lukisan May. dia menatap lekat wajah istrinya, Air mata yang ia seka tak mampu menyembunyikan perasaan kehilangannya.
"Aku menyayangimu pah" ucap seorang gadis cantik berkerudung, dia memeluk sang ayah yang sedang duduk di atas kursi goyang.
"Kalau sayang dengan papa mu ini, menikahlah sayang usiamu sudah 27 tahun apa kamu tidak memiliki calon suami ?" Tanya Rido, Fizzy menatap wajah Rido, ia melihat sisa-sisa Air mata yang masih membasahi kelopak mata papanya itu.
"Papa ku mohon jangan selalu tanyakan hal itu, aku belum ingin menikah papa." Fizzy menyeka sisa air mata Papanya itu, "aku masih ingin memeluk papa seperti ini " Tutur Fizzy sembari memeluk papanya dengan erat.
"Menikah adalah sunnahnya seorang muslim dan menikah itu akan terjauh dari fitnah"
"kamu gak akan kehilangan papa mu walau sudah menikah fizzy" ucap Rido kembali seolah memaksa anaknya.
"Baiklah aku janji akan menikah jika Faaz sudah memiliki calon ibu untuk aleesya karena jika aleesya memiliki ibu kembali aku akan tenang meninggalkannya. kalau aku menikah pasti aku tidak akan tinggal disini pah" Tutur Anak perempuannya membuat Rido terdiam, Ia tak mampu menanggapi syarat dari anak perempuannya itu mengingat Faaz sama dengannya, Faaz sangat mencintai istrinya dia tak akan menghianati istrinya itu.
"Papa mau terus dikamar, Ayo aku anatr untuk bersantai diruang tengah, nanti Aku bawa esya untuk bermain bersama Papa" Ajak Fizzy, Rido pun ikut bersamanya, Tak lama kemudian Rido mendengar rengekan cucu kecilnya itu. "kakek, lihatlah boneka nya dirusak onty lea, onty lea jahat" rengekan gadis kecil berparas cantik itu membuat nya sangat senang.
"Sini sayang, maafkanlah Aunty Alea iya." Ucap Rido, Alesya dengan kekeuh tidak mau memaafkan Auntynya itu.
"Aku kan sudah bilang kalau aku tidak sengaja ,kau selalu mengadu dasar anak nakal " ucap Alea yang sembari mencubit pipi aleesya dengan gemas.
"kakek lihatlah onty jahat" rengek nya kembali.
"Ada apa sih ini?" Tanya Fizzy, Fizzy membawakan makan siang untuk Aleesya.
__ADS_1
"Onty lea jahat umah" Adu Aleesya kepada Fizzy, Aleesya hanya menganggap Fizzy sebagai ibunya, Fissy sangatlah menyayangi Aleesya.
"Lea bisa tidak sehari saja tidak membuat konflik dengan siapapun!!!!" Ucap Fizzy penuh dengan penekanan.
"kamu itu kalau tidak membuat maiQ marah, pasti selalu menggoda keponakanmu dan yaaaaa ampunn pakaianmu tolong rapihkan" gerutunya membuat Alea menutup rapat-rapat kuping miliknya sendiri.
"uhh anak ini coba saja mama masih hidup pasti kamu ....." gerutu Fizzy terhenti kala papa nya memandang dengan tatapan memelas dan menggelengkan kepala nya, sepertinya Rido tak ingin Fizzy melanjutkan pembicaraannya.
"Maafkan aku Pah, anak itu selalu saja membuatku emosi" ucapnya kembali seraya memeluk papanya.
"sudahlah sayang, kita akan merubah sikap Alea terlebih dahulu. kamu sebagai kaka harus sabar iya" Fizzy menganggukan kepalanya, dan segera berpamitan untuk pergi menemui Clientnya.
"esyaa sayang duduklah dipangkuan kakek, kakek akan membuat boneka kesayanganmu membaik" ucap Rido yang seraya menenangkan cucu kesayangannya itu.
*****
"Tuan pengasuh baru untuk nona kecil sudah datang" ucap Abrar melalui ponsel kepada Faaz
"Antarkan oleh mbak Carry untuk menemui Papa atau Fizzy, jika Fizzy sedang berada dirumah biar mereka yang menjelaskan tugas-tugas pentingnya." ucap Faaz yang tak lama mematikan sambungan teleponnya.
Faaz memang terbilang sibuk dia menggantikan posisi Rido sebagai Presdir di perusahaan Asic grup itu, Faaz mengambil alih semua tugas Rido, hanya Faaz dan Fizzy yang mampu mengelola perusahaan turun temurun itu. Faaz terdiam di dalam ruangan besar miliknya, Dan Aidil masuk membawakan file yang harus di tanda tangani oleh nya . Aidil dan Faaz adalah sahabat selagi duduk dibangku sekolah dasar Aidil tau betul apapun yang menjadi beban pikiran sahabatnya itu.
"Faaz, kamu masih saja memikirkan hal-hal berat yang akan mengganggu pikiranmu, come on.. move on sobat" ucap Aidil
"Aku udah beres tanda tangani semua file, kamu hari ini yang memimpin jalannya meeting bersama Fizzy. dia akan membantumu." ucap Faaz yang sama sekali tak menggubris permintaan sahabatnya itu
"it's okay.. gak masalah kalau kamu gak mau denger aku Faaz." ucap Aidil kembali seraya melengoskan badannya dan keluar dari ruangan sang Presdir itu
Faaz memang seperti Rido, Faaz terkenal mewarisi sifat ayahnya yang baik dan bijaksana hanya saja Faaz tidak banyak berbicara dengan siapapun . faaz memilih pulang untuk menemui anak yang dicintainya.
*******
"tuan Rido perkenalkan ini Natasha, dia yang akan mengasuh Aleesya tuan" Ucap Carry, Natasha tersenyum saat Carry memperkenalkannya kepada Rido.
"Natasha perkenalkan dirimu dan darimana asalmu ? " ucap Carry kembali, Rido tersenyum dengan sangat Ramah.
"Saya natasha tuan, saya berusia 23 tahun, pendidikan terakhir saya sekolah menengah atas."
"saya berasal dari Indonesia" ucap natasha dengan polos seraya menundukan pandangannya.
"kamu dari indonesia ? saya sangat merindukan indonesia, Negara dimana tempat saya dan istri saya dibesarkan lalu menikah" Tutur Rido.
"baiklah lupakan maaf saya membuatmu kebingungan, Natasha itu Aleesya usia nya mau 3 tahun akhir tahun ini" Rido menunjukan jarinya kearah Aleesya yang sedang bermain.
"ia tidak pernah rewel sama sekali, saya ingin kamu menjaganya dan merawatnya dengan baik. Dan nanti carry akan menjelaskan obat apa saja yang harus diminum oleh Esya. dan ini (memberikan secarik kertas) itu makanan yang harus kamu buat untuk aleesya setiap harinya " Rido menjelaskan secara detail apapun yang harus dilakukan Natasha untuk merawat Aleesya.
"Baik tuan, saya akan berusaha bekerja dengan baik" ucap Natasha, kepala nya tertunduk kala berhadapan dengan Rido.
Natasha menggendong dan mulai berusaha mendekati Aleesya, bersyukurlah aleesya tidak terlalu merepotkan walaupun bertemu orang yang baru dikenalnya. sebenarnya Carry yang sebelumnya menjaga nona kecil tetapi, Carry harus mengundurkan diri karena, Ia ingin mengurus anak dan suaminya dikampung halamanya.
kurang lebih selama 25 tahun carry membantu May dan Rido dalam mengasuh anak-anaknya, setelah bu nina yang saat itu sudah mulai sakit-sakitan carry lah yang setia menemani May, Bahkan sosok Mbak Ci hanya mampu menemani May selama 5 tahun dan bagi Faaz ataupun yang lainnya sudah menganggap carry sebagai mama keduanya .
"MaiQ.... " panggil Rido kepada maiq yang berjalan tanpa menyapa papanya.
"Iya paP ? " Jawab Maliq, Maliq menoleh kearah Papanya itu.
"Kenapa kau melewati papa tanpa menyapa papa yang sedang duduk disofa ini " protes Rido kepada anak bungsunya itu.
"Maaf pap, maiQ buru-buru banget Ini!, Ayana meminta MaiQ menjemputnya di bandara, Maaf ya pap" Ia berucap sembari memeluk dan mencium pipi papanya.
"Iya, sudah maafkan papa juga iya. Apa Ayana bersama uncle Zain?" Tanya Rido dengan penuh penasaran karena merindukan sosok adik manjanya itu.
"Tidak pap, dia sendiri. Uncle sedang menemui eyang papa di italy, aku Pamit ya pap " ucap maliQ sembari memeluk dan mencium papanya kembali.
semenjak kematian ibunya Ayana yaitu Letycia. Ayana selalu menganggap May adalah ibunya. mereka sangat dekat melebihi anak-anak kandung mereka, dan saat mama May meninggalpun Ayana lah yang terlihat sangat prustasi walaupun Faaz juga cukup prustasi tetapi Ayana yang sampai sakit memikirkan kepergian Mama sambung baginya itu.
"Sayang pasti kau sudah bertemu cia disana kan. Tunggu aku sayang, Aku baru menyadari beginilah perasaan Zain yang saat itu ditinggalkan oleh istri yang sangat iya cintai. Namun, aku ikHlas sayang walaupun sakitnya sangat menusuk tetapi tuhan lebih mencintaimu, satu yang harus kau tau aku merasa beruntung pernah ada di dalam kehidupanmu " Tutur Rido yang kembali memandangi foto keluarga yang dipasang di dinding ruang Tamu rumah megahnya itu.
.
.
.
Halooooo.... Maaf Iya Aku janji akan rajin Up setelah ini.
__ADS_1