TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
kesedihan rido


__ADS_3

*************RIDO***********


hari itu aku merasa ada bintang yang sangat indah jatuh dihadapanku , harapan muncul saat istriku melahirkan bayi kembar kami , tetapi  saat bersamaan aku merasa seperti ada pisau tajam yang menyayat hatiku , aku harus kehilangan pahlawan kedua ku setelah ayah dan mama , yaitu kehilangan nene sally yang sangat aku sayangi.


aku melihat kesedihan menyelimuti raut wajah papa dan mama , papa begitu sangat menyayangi nene apalagi nene yang mengurus sendiri kebutuhan papa dan tante merry setelah kakek meninggal , nene begitu setia dengan kakek , nene memutuskan membesarkan papa dan tante merry seorang diri .. aku sangat bangga dengan nene ku


aku juga melihat raut wajah yang sedih dari istriku saat dia mengetahui keadaan nene , dia memintaku untuk mengajaknya keruangan nene , aku alihkan tubuhnya ke kursi roda yang akan membawa nya ke tempat nene tertidur koma , aku menguatkan istriku itu , yaa .... may sangat menyayangi nene seperti nene nya sendiri apalagi setahun kurang 1 bulan kebelakang semenjak kami menikah nene begitu dekat dengan may , nenepun sangat menyayangi may , seperti menyayangi ku apalagi nene selalu melihat risa ada pada diri may .


kami sudah sampai di ujung ranjang nene yang sedang berjuang dalam masa koma nya , aku sedih , aku hancur apalagi melihat istriku yang sangat terpukul melihat keadaan nene yang sangat lemah alat bantu pernapasan dan detak jantung pun berdengung ditelinga kami , aku lihat nadi nya sangat lemah , may memegang tangan nene dan mencium punggung tangan nene , sesekali may membangunkan nene dengan mengoyangkan tubuh sintal nene


 


nene , apakah nene tau may sudah melahirkan garis keturunan nene , apa nene senang , nene bangunlah , aku tahu nene sedang bermimpi tapi nene sudah cukuplah mimpinya kumohon , bukalah matanya ne , apa nene merindukanku may terus mengulangi kata-katanya membuat ku sangat bersedih , may nangis dengan tersedu-sedu kulihat sepertinya mama tak tega melihatnya dan langsung memeluk may ,


aku teringat akan masa-masa indah bersama nene , aku cukup lama diasuh nene apalagi semenjak nene mempercayakan anak perusahaan yang dikelola papa untuk mama , nene mengambil alih dalam mengasuhku , nene sangat lah baik , nene juga mertua idaman untuk mama dan om rizal ...


mama dan papa menyayangi nene dengan sangat tulus .


aku bisikan kalimat pengantar terakhir untuk nene , ku kecup keningnya aku mendengar mesin itu berdengung sangat keras ditelingaku . aku lihat garis yang membentang tanda nya sudah tidak ada kehidupan lagi untuk nene


aku sudah ikhlas , aku ikhlas melepas kepergian nene ... aku yakin nene sudah bahagia bertemu kakek dan risa aku melihat dari garis yang menyeringai di wajah nene yang bercahaya .


papa memeluk ku , may dan juga mama ... aku tak kuasa melihat mereka bagaimana jika aku yang meninggalkan mereka apa mereka akan sesedih ini , kulihat  papa lebih tegar dari kami , papa menenangkan kami .


aku mengantarkan may ke kamar rawatnya kembali sebelum aku pamit untuk mengurus jenazah nene , aku juga menitipkan may kepada ibu juga rani tak lupa aku menyuruh lira untuk menjaga mereka , aku lihat may yang sedang tertidur yang memanggil nama nene , seketika may terbangun dan memanggilku ..

__ADS_1


"ridoooo.....sayang nene ...." panggilnya kepadaku


aku memeluk dan menenangkannya , aku juga sedih tapi ini takdir ..aku menciumnya dan meminta ijin untuk mengurus keperluan nene dirumah duka .


"bu , ido minta maaf ya udah merepotkan ... ido titip may dan anak-anak" ucapku seraya memeluk tubuh ibu


"iya nak , pergilah sampaikan bahwa ibu juga ikut berduka , maaf ibu tidak bisa menemani papa dan mama mu " jawab ibu sembari mengusap air matanya


"gak apa-apa bu , ido lebih percaya sama ibu untuk menjaga may " sembari melepaskan pelukan ibu


akupun pergi bersama dhan , aku menolehkan pandangan ku ke belakang ku buka kembali pintu kamar istriku , kulihat dia sudah tertidur ....


'ada apa nak , pergilah jangan khawatirkan anak dan istrimu biar ibu dan rani juga lira yang menjaganya..sahut ibu sembari melihatku dan tersenyum padaku , akupun berlalu untuk pergi ke rumah duka bersama dhan , jenazah nene sudah sampai dikediaman kami , aku sudah lihat kursi putih berjejer didepan halaman rumah kami , aku lihat ada berdera kuning yang tertancap di ujung rumahku , ada beberapa karangan bunga ucapan turut berduka dari kerabat papa dan kolega bisnis papa dan juga aku .


aku masuk kedalam rumah , kulihat nene sudah terbujur kaku , aku fokus dengan tante ku itu , anak bungsu nene yang sangat manja kepada nene , papa juga mama dia tak henti menagis , beberapakali dia tak sadarkan diri.


besok pagi adalah pemakaman nene , may menelponku ingin mengikuti proses pemakaman nene , aku menolak nya dengan halus mengingat may masih sangat lemah setelah proses operasinya .


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2