TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
Kegagalan Malam pertama.


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 21.00 kami memutuskan untuk segera kembali kekamar hotel tempat kami menginap. selama menuju kamar hotel, Rido tidak mau melepaskan genggaman tangan nya di tanganku.


Rido begitu sangat menyayangiku, Rido sesekali menatap ke arahku dan mengatakan..


"aku mencitaimu karena tuhanku." Aku hanya tersenyum dan memalingkan mukaku karena Rido membuatku malu.


Situasi ini yang menegangkan Rido dan aku sudah berada dalam satu kamar, Rido meminta ijin untuk mengambil air wudhu dan Rido juga meminta ku membersihkan diri trlebih dahulu dan taklupa meminta ku berwudhu.


('aduh ada apa ini ko perutku malah sakit dan rasa nya keram sekali ' gumamku dalam hati.)


"kamu kenapa sayang kok muka kamu pucat, apa kamu gugup?" Tanya Rido menatapku cemas.


"kalo memang belum bisa dan kamu masih khawatir. Aku sama sekali tidak akan memaksa mu melakukan hari ini " Ucap Rido sembari mengusap lembut rambutku dengan lembut, tatapan nya penuh dengan kasih sayang dan rasa cinta.


"Aku kayanya menstruasi deh " Ucapku memberitahunya sembari mengigit bibir bawahku. Aku merasa malu dan segera menutup celana pendek ku memakai handuk yang sedang ku genggam.


"kamu bawa pembalut?, Apa memang sudah tanggalnya?" Tanya Rido kembali. Aku menggelengkan kepalaku.


"Sepertinya memang sudah waktunya, Aku sering sekali tidak teratur makadari itu aku tidak tahu jika sekarang Period ku keluar yank" Jawabku dengan cemas.


("eh...ehh apa Aku!, manggil dia yank.. duh kenapa ini mulutku kok gak kontrol gini.. dia denger gak ya - batinku bergumam)


"yaudah yang aku telpon ibu saja ya siapa tau ibu bawa pembalut "


dia segera mengambil ponselnya dan segera menghubungkan ponselnya untuk menghubungi Ibuku, Aku pun dengan polosnya tidak melarang dia untuk tidak menelpon ibu.


tutttt.....tuuutttt ... (Ponsel terhubung)


"halooo,  kenapa sayang kok malah menghubungi Ibu? apa ada masalah?" Tanya Ibu, Nadanya terdengar sangat penasaran.


"hanya masalah kecil bu! " sahut Rido sembari melirik kearah ku

__ADS_1


"kenapa sayang? katakanlah jangan membuang waktu malam pertama mu dengan istrimu" terdengar suara ibu gusar seperti nya ibu dan ayah khawatir terhadap kami.


"aku menstruasi bu kayanya, aku gak bawa pembalut"  Jawabku, aku mendekatkan mulutku ke arah telepon genggam yang dipegang rido.


terdengar suara Ayah dan Papa yang tertawa terbahak-terbahak, begitupun dengan Ibu dan mama yang sepertinya mereka masih berada di rooftoop hotel tempat kami mengadakan makan malam tadi.


"terus aku harus gimana bu " Tanya ku kesal karena melihat rido yang ikut tertawa.


"yasudah ibu akan suruh officeboy membelikan pembalut dan mengantarkan nya ke kamarmu' sahut ibu terdengar membisikan kepada mereka agar berhenti tertawa. Ibu segera mematikan Panggilan ponselnya itu.


 


"Sayang kok malah cemberut gitu?" Tanyanya seraya menggodaku kembali.


"Diamlah, aku masih sangat kesal denganmu!"


"kenapa juga kamu harus memberitahukan keadaan ku kepada ibu, jadi mereka menertawakanku, tau begitu kan aku bisa suruh dhan membelikanku pembalut." Gerutuku, Rido hanya tertawa saat melihat kekesalanku, Aku setengah duduk disofa yang berada tepat di depan kaca jendela besar yang berada dikamar hotel itu dengan wajah setengah cemberut.


10  menit kemudian pelayan hotel datang mengetuk pintu kamar ku, Ridopun bergegas menghampirinya.


"aahh sudahlah aku gak akan malu toh dia suami ku" Batinku kembali


selesai ku mengganti pembalut, aku segera keluar dari kamar mandi. Aku melihat Rido sedang melakukan gerakan sembahyang dengan khusyu dan khidmat, aku kagum dengan kharisma nya itu. Terlihat punggungnya begitu tegap dan rapi.


('inikah manusia yang nyaris sempurna yang akan mencintaiku, yang selama ini aku minta kepada mu wahai tuhan ku, yang ada dalam mimpiku. Tuhan,dia begitu baik terhadapku, mengapa dia memilihku, Apa dia manusia yang engkau kirimkan untuk ku' dalam hatiku aku berkata seperti itu.)


('ya ampun apasih may... kamu sudah mulai menyukainya kah ??? tidak kamu hanya kagum saja gimana kalo kamu sudah mencintainya dia malah berhenti mencintaimu - di sisi lain ada kalimat yang sangat menggangguku)


Entah mengapa pikiranku masih sama seperti dahulu, masih terlintas rasa tidak percayaku terhadap laki-laki apalagi perkenalanku begitu singkat dengan nya, tak sadar aku melamunkan dirinya begitu sangat dalam.


"Sayang, " Panggilnya untuk menyadarkanku, Namun aku masih saja dalam lamunanku.

__ADS_1


"Hey kamu melamun, sudahlah sayang aku tidak apa-apa kok" Terlihat tangannya mengibas-ngibas didepan mataku menyadarkanku dalam lamunanku. Aku tersadar kala itu dan terlihat sangat kebingungan.


"Engga kok, aku cuma lelah saja dan ingin istirahat." Jawabku yang masih terdiam duduk di atas sofa, Aku menyalakan televisi menggunakan remote ditanganku.  Rido mengikutiku, dia duduk disebelahku. dia memandang mataku, dia juga membelai wajahku. dan segera mencium keningku , dia juga menyingkapkan rambut indahku.


"sayang lakukan lah saat engkau sudah siap, jangan pernah memaksakan dirimu apabila kamu belum merasa nyaman, Aku akan setia menunggu mu." Ucapnya, dia mencium bibir ku dengan lembut.


DeG.. Deg.. bunyi jantungku yang berdegup dengan sangat kencang.


('Ya Tuhan, jantungku sudah mulai seperti sudah maraton disiang hari, rasanya juga seperti sudah menaiki gunung yang tinggi. kenapa sih kamu membuat aku seperti ini, Apalagi ini termasuk firstkiss buat ku.karena meskipun om Danu ingin menjamah ku dia belum sampai mencium bibirku dia hanya mengancamku saja - dalam batinku)


"kamu kok keringetan sih, emang gerah ya ?" Tanya rido kepada ku, Aku menghirup Nafasku dalam-dalam mungkin karena rasa gugup yang kerap menghampiriku.


"Enggak yank ini cuma panas dikit saja " jawabku dengan gusar.


"oh mungkin ac nya rusak, tapi mana mungkin hotel semahal ini ac nya jelek " Tanya dia pemuh keheranan, Dia melirik ku dengan penuh penekanan.


"Aku gugup tau !!!" Jawabku sambil mengerutkan dahi, Rido tersenyum dan segera memeluk ku.


"Maaf sudah membuat mu kurang nyaman " dia mengusap lembut kepalaku, Aku menganggukan kepalaku.


('dia pria macam apa sih, hatinya terbuat dari apa kenapa dia sesabar ini? apa kekurangan dia untuku, aku masih saja dengan egoku..tak mempercayai dia mencintaiku "gerutu ku dalam hati )


dia melihat kearahku dan mengajak ku untuk merebahkan diri di kasur itu\, dia kembali memeluk ku dengan penuh kasih sayang\, dia juga memberikan selimut kebadan ku\, menyelimutiku sampai keatas leherku dan membisikan kata *I LOVE YOU MY WIFE \,EVERYDAY AND FOREVER*\, Aku melirik mata yang terlihat sangat ikhlas mencintaiku\, Aku tak mampu membalas kalimat itu. Aku meminta ijin untuk segera memejamkan mataku dan ia mengijinkanku untuk segera tertidur\, Aku pura-pura tertidur dan aku mendengar apa yang iya bicarakan dengan lembut sembari memeluk ku...


"sayang tidurlah, istirahatkan lah pikiran mu aku tidak ingin melihat mu gusar dan merasakan lelah , aku akan menjagamu, mencintaimu hingga aku tutup usiaku, aku akan menjadikan mu Ratu satu-satunya dihatiku setelah ibuku, aku tak perduli dengan apa yang ada di masa lalu mu, yang aku tau aku menjadikanmu bidadari ku itu semua karena cintaku kepada Allah swt, aku ingin kau menjadi ibu dari anak-anak ku, aku ingin wajahmu lah yang aku liat di pagi dan malam ku, aku mencintaimu istriku, aku ingin kau bahagia mendampingiku. Selamat malam sayangku, mimpilah yang indah. I LOVE YOU" Ucapnya sembari memeluk ku dengan hangat.


(' Tuhan, apa ini nyata? dia memang mencintaiku, dia memang tulus mencintaiku!!!, tidak! tidak mungkin! dia tau aku belum tidur makanya dia bersikap semanis itu, sudahlah liat saja nanti dia juga bakalan ninggalin aku pas aku lagi sayang-sayangnya - batinku, tak terasa air mataku mengalir saat aku mendengar kalimat yang dia ucapkan untuk ku)


akupun terlelap tertidur mungkin karena aku merasa lelah seharian ini. karena, menggelar acara Akad dan juga Resepsi sekaligus bersamaan, dengan tamu yang sangat membludak. tak sadar posisi ku sudah sangat dekat dengan Rido. Rido juga memeluku dengan sangat erat, tapi entah mengapa aku merasa nyaman tidak terbangun sama sekali. Karena biasa nya aku anti tidur dengan orang, Jangankan dengan orang Asing dengan rani pun aku bisa terhitung tidur satu kasur seperti ini. aaah entahlah biar waktu yang menjawab semuanya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2