TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
kenangan terindah


__ADS_3

*** 2 Bulan Kemudian ***


 


"aku sangat merindukan kalian, aku melihat ponselku dan hanya ini yang ku dapatkan" - pesan Riswan kepada ku, Riswan mengirimkan foto-foto kami dimasa lalu bersama ayah dan juga ibu, aku sangat mengingat betul saat sesi foto tersebut. aku meneteskan air mata karena sekarang aku benar-benar sudah sangat jauh bersama adik-adik ku. Riswan mengejar cita-citannya yang ingin menjadi imam besar di mesir, Rani sudah menikah dan tinggal di Jerman karena richard dipindah tugaskan ke Jerman, ayah dan ibu menetap dan mengurus perusahaan nya bersama, aku sendiri menetap di australia bersama Rido dan keempat anak ku. kami memang tinggal terpisah Namun ikatn cinta kami sangatlah kuat.



Aku, Riswan, Ayah dan Rani.



Riswan & Ibu


"Sudahlah riswan kau membuat kaka menangis, aku pun sama merindukan kalian berkumpul bersamaku" balasan pesan singkat ku untuk Riswan.


"Semoga Kaka, Kak Rido dan semua Keponakanku selalu dalam lindungan Allah. Aku mencintai kalian" Balasnya lagi. Aku menangis saat membaca pesan singkat yang Riswan balas untuk ku.


"Kenapa?." Tanya Rido, Aku membalikan badanku dan menangis didalam dekapan Rido.


"Aku merindukan Riswan, dan juga Rani" Ungkapku seraya menangis didalam benaman dada bidang Rido, Rido mengusap lembut puncak kepalaku.


"Sudahlah, kita bisa melepas rindu dengan saling mendoakan!"


"Tapi, Kapan lagi Aku dan mereka bisa bersama" jawabku, Aku mengingat betul apa yang pernah diucapkan oleh ibu, jika adik-kakak sudah berpisah karena sudah memiliki keluarga masing-masing, Rasa rindu itu akan selalu menggunung.


"Sudah iya, jangan menangis lagi" Rido memeluk ku, dia mencium keningku. Rido mencoba untuk menenangkanku.


 

__ADS_1


"Ya Ampun, cantik sekali wanita di ujung ini," tunjuknya pada foto yang sempat Riswan kirimkan untuk ku.


"Apa ini gadis yang pernah aku inginkan sayang? tapi saat itu, gadis ini terkesan cuek dan seperti tak ada gairah terhadap lelaki" Gerutunya membuatku sangat kesal.


"walaupun begitu hingga sekarang aku masih sangat mencintainya dan selalu menginginkannya " ungkap rido seraya menggodaku dengan kedipan mata nakalnya, membuatku tersenyum geli saat melihanya.


"Tapi kamu kan suka wanita berkerudung, sepertinya kamu salah sudah mengagumi dia!" seruku membalas godaannya untuk ku.


"Aku yakin kamu tak sungguh-sungguh mencintainya, Iya kan?" Tanyaku kembali.


"Aku bertekad saat itu akan menjadikannya istriku satu-satunya mana mungkin aku berpura-pura mencintainya ?" ucap rido kembali sembari melirikan sebelah matanya keatas.


"Jika memang begitu, baiklah kenapa kau masih disini? mengapa kau tak mengejarnya? " bentak ku membuat Rido terkejut, sehingga membuatnya gelagapan.


"Sayang, mengapa percakapan ini menjadi seperti serius. jari ku, Aku tunjukan ke arah fotomu." Seru Rido sembari menggaruk-garukan tangannya di kepalanya itu.


"Sudahlah aku kecewa denganmu " ucapku kepada Rido, aku mendengar bahwa Rido selalu saja menjadi bahan candaan kak Richard, Rido memiliki perasaan yang selalu saja tidak enak kepada orang selain itu Rido memiliki sikap yang sangat lembut dalam memperlakukan orang lain. bagiku, Rido terlalu baik bahkan banyak teman-teman dahulunya yang sering memanfaatkan kebaikan dan kepolosannya.


 


"sudahlah mengapa kau marah sayang , maafkan aku " ucap rido


"kamu lucu iya, aku hanya bercanda suamiku '' ungkapku kepadanya karena aku tak tega membiarkannya terlalu lama meminta maaf kepadaku atas kesalahan yang tak ia lakukan.


"Kamu nakal iya, pasti Richard yang ajarin kamu" seru Rido sembari mencubit hidungku dengan gemas.


.


.

__ADS_1


.


.


.


ting nong....ting nong ( suara bel berbunyi )


bibi Ester membukakan pintu dan memberi tahukan bahwa ada tamu yang datang dan ingin menemui kami, bibi Ester adalah kepala ART dirumahku, dia sudah sangat berpengalaman dalam mengurus rumah. entahlah pelayan dirumah ku ini sangat banyak aku tak mampu menjabarkannya bahkan Rido memberikan pengasuh lebh dari 2 orang untuk membantuku. Rido tak ingin membebaniku, kalimat itulah yang sering Rido ucapkan kepada ku .


" KAK SHALOOOOOMMMM ......................"  panggilku seraya berlari dan memeluknya.


Aku tak menyangka kak shalom datang menghampiriku disini, masih ada 3 tahun lebih lagi masa-masa kebebasan nya itu makadari itu aku tak mengerti mengapa Yofie bisa mengajak kak shalom untuk menemuiku.


"Aku sangat merindukanmu May, ya ampun Wajah kamu walaupun sudah melahirkan tetap aja masih saja cantik" ungkapnya seraya memuji ku dan memandangku dengan lekat .


"Apa kabar shalom ?" Tanya Rido.


"Aku baik rido, lebih membaik setelah Yofie mau mengantarku kesini." ucap Shalom .


Aku mengajaknya berbincang di sofa yang berada didekat taman belakang rumah kami, karena aku memang senang berbincang disana selain tempatnya terbuka juga merasakan kebebasan untuk mengeluarkan canda tawa kami. kak Shalom bercerita bahwa papa Hendralah yang memberikan uang jaminan untuk Shalom.


Awalnya Shalom menolaknya karena sebelumnya pun aku dan Rido sudah memberikan uang jaminan untuk membebaskannya. Namun, saat itu shaloom enggan untuk menerimanya, kami berbincang dengan sangat santai. mereka menceritakan semua yang sudah mereka lakukan di inggris hingga mereka memberitahu bahwa mereka sudah melakukan pernikahan dua hari sebelum kebebasannya. Yofie dan Shalom juga memang sengaja tak memberitahu kami perihal ini karena yofie ingin memberikanku kejutan yang indah ini.


"Aku sangat bahagia mendengar kabar ini?" Ungkapku. Shaloom tak henti menampakan senyuman diwajah cantiknya untuk ku.


"kak shaloom semoga harimu selalu bahagia bersama yofie dan kau di karuniai banyak anak " ucapku kembali kepada shaloom sembari menggenggam tangannya.


"Terimakasih May, aku sangat sangat sangat menyayangimu" Jawabnya seraya meneteskan air mata, aku segera memeluknya dengan erat dan Akhirnya kamipun saling berpelukan dan meluapkan emosi masing-masing. menumpahkannya di dalam pelukan erat ini.

__ADS_1


"Aku bahagia melihat ini semua, semoga kita selama nya menjadi saudara yang akur dan aku berharap silaturahmi kita tak akan pernah putus" ungkap Yofie yang tersenyum melihat ku dan juga Shaloom.


"Aku juga berharap seperti itu" Timpal Rido.


__ADS_2