TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU

TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU
S2. Semakin Sayang


__ADS_3

Faaz terlihat sedang Risau, matanya seakan tertidur namun terlihat seperti menanggung beban yang amat dalam. Faaz sedang bermimpi sesuatu, memimpikan Hal yang sangat ia takutkan.


 


(DI DALAM MIMPINYA ITU, TERLIHAT FAAZ BERMIMPI AKAN MEMILIKI ANAK DARI NATASHA , NAMUN DIBELAKANG fAAZ TERDENGAN SEPERTI SUARA YANG TIDAK ASING BAGINYA )


 


“LIHATLAH GARISNYA DUA, AKU MENGANDUNG ANAKMU SAYANG KITA AKAN SEGERA MEMILIKI ANAK” Suara Natasha terdengar dengan jelas.


 


”SAYANG,, KEMARILAH .... AKU SANGAT MENCINTAIMU ... AKU SANGAT MERINDUKANMU ............. AKU AKAN SELALU DISAMPINGmu ,, APAKAH KAU SUDAH TAK MENCINTAIKU LAGI ... PELUKLAH AKU SUAMIKU” Sahut Rayna, SUARA RAYNA TERBAYANG DI DALAM MIMPI FAAZ, SUARA ITU SEMAKIN LAMA SEMAKIN MENDEKAT HINGGA TERLIHAT WAJAH CANTIK RAYNA YANG SEPERTI MEMOHON DIHADAPAN FAAZ. DIDALAM MIMPINYA JELAS SEKALI FAAZ SEPERTI MENOLAK KEHADIRAN RAYNA.


 


 


”Tidak!, “ tolak Faaz, Faaz menukas lengan Rayna. ”mengapa kau mendekatiku?, aku mencintaimu tetapi aku sudah terlalu lama menunggu mu” Ucap Faaz kembali.


 


”KAU MENGHIANATI CINTA KITA FAAZ, AKU AKAN MEMBALASMU ... KAU SUDAH SANGAT JAHAT !!!!!!!!!!!” Teriak Rayna, Faaz mengigau seakan sedang menolak keberadaan Rayna, Natasha yang merasa mendengar suara bising dari sampingnya itu terbangun dan mencoba mendengar isi dari mimpi suaminya itu. dia menatap wajah suaminya seakan seperti menyimpan beban yang sangat dalam, “Kamu kenapa suamiku?,” sembari menyeka keringat Faaz yang bercucuran di dahi milik suaminya, Natasha terlihat sangat mengkhawatirkan Faaz.


 


 


”TIDAKKK...TIDAAAAKKKKKKKKK RAYNA!!!” TERIAK FAAZ SAAT TERBANGUN DALAM MIMPINYA..


 


”Ada apa denganmu,suamiku?, apakah ada beban yang mengganggu mu tertidur hingga kau bermimpi?” Tanya Natasha sembari memberikan air putih untuk Faaz minum, Faaz meneguknya dengan sangat cepat. nafas nya tersengal seperti orang yang sudah berlari kencang, matanya melebar dan terlihat Sangat kosong.


 


 


Natasha memeluknya mencoba menenangkan suaminya, Ia sepertinya enggan bertanya kembali dengan apa yang sedang menjadi beban pikiran suaminya itu. Dan baginya dengan memeluk suaminya Natasha sudah tahu bahwa suaminya memang sedang dalam masalah dan Natasha tak ingin menambah bebannya dengan bertanya secara mendesak.


 


 


(”aku yakin dia akan menceritakan semuanya yang membuatnya seperti ini suatu saat kepadaku.” gumam Natasha dalam hatinya.)


”kita sembahyang yuk, Papa bilang sholat dimalam Hari akan membuatmu tenang dan merasa dekat dengan Tuhan kita juga bisa lebih dekat dengan orang-orang yang sudah pergi jauh meninggalkan kita.” seru Natasha sembari mengusap lembut wajah suaminya.


Faaz pun menganggukan kepalanya dan segera mengambil air wudhu begitupun dengan Natasha yang segera mengambil air wudu untuk ikut sembahyang bersama suaminya.


 


 


Di dalam Kamar miliknya, Maliq masih terdiam mengingat semua yang telah ia katakan dan membuat geram kakaknya. MaliQ merasa tak bisa memejamkan matanya, sekalipun ia sudah tertidur namun matanya mengerjap kembali. tak hanya masalah itu MaliQ pun memikirkan perasaan Ayana adik sepupu yang sangat ia sayangi namun bukan begitu ia tak menyayangi Alea sebagai kaka kandungnya namun MaliQ merasa iba dengan Apa yang Ayana alami seperti yang ia sudah alami.


 


”TOKK.... (SUARA PINTU DIKETUK) ...................MAIQQQQ......” Ayana memanggil dibalik pintu, Maliq yang mendengar teriakan Ayana segera membuka pintu kamarnya.


 


”kamu belum tidur ?” tanya Ayana, “Temani Aku Maiq,” Rengek Ayana.


 


”Belum, kamu ngapain ngetuk pintu aku lagi ?.” tanya MaliQh sembari mengucek matanya seolah membuat Ayana berpikir bahwa Ayana sudah mengganggu waktu tidurnya, “Masuklah,” Ajak Maliq.


 


 


”MAIQ ... aku belum bisa tidur. semakin aku memejamkan mata, semakin aku tak bisa tidur” seru Ayana yang masuk dan duduk diatas ranjang Maliq, Ia merebahkan tubuhnya diatas Ranjang Maliq.


 


 


”Lihatlah matamu bengkak sekali, kau pasti menangis kembali kan.” Goda maliQ membuat bibir Ayana semakin mengerucut, “Dasar wanita, huuuu.” Olok Maliq untuk Ayana, Ayana tersenyum saat melihat Kaka sepupunya itu mengolok-mengolok dirinya.


 


 


”entahlah sepertinya pedang panas telah menusuk jiwa ku, eh hatiku” gumamnya sembari memejamkan mata, MaliQ tertawa kecil melihat tingkah sepupunya itu.


 


”Mama.... Ayana kangen!,” Air matanya terselip diujung mata indah miliknya, “kalau saja mama masih ada Ayana yakin, Ayana tidak akan sesakit ini walaupun mau tidak mau Ayang memang harus menerimanya. Tetapi dengan memeluk Mama May, tangis ataupun duka Ayana seakan menghilang,” Ucap Ayana sembari memejamkan matanya, mengangkat kepala seakan berhadapan dengan langit diatas kamar maliQ, Ayana melihat senyuman indah di wajah Mama May yang sangat ia sayangi.


 


 


“MaiQ, aku melihat mama tersenyum padaku.” Girangnya dengan manja, Ia tersenyum dan seakan tak ingin membuka matanya, “MaliQ, itu sungguh Mama May,” ungkapnya kembali dengan wajah yang berseri-seri.


 


”yaudah itu artinya Mama tidak setuju kamu masih membuka mata jam segini!!,” bujuk Maliq untuk Ayana, ”ayo aku gendong sampai ke kamarmu,” ajak Maliq kepada Ayana.


 


”Baiklah,” Ayana beranjak dari atas ranjang milik Maliq, ”Baiklah, aku akan tertidur tapi kau janji akan membuka matamu hingga aku tertidur lelap.” pinta Ayana dengan mengelayut di tangan Maliq.


 


”Iya... iyaa umurmu lebih tua dariku tetapi kau terlihat seperti anak Tk saja.” Gerutu Maliq seraya menggoda Ayana kembali .


 


”tapi kan kau seperti super hero ku yang selalu melindungiku” gumam Ayana yang kini berada diatas punggung MaliQ, Ayana tersenyum seperti merasakan pelukan mama May dibadan Maliq.


 


”Kalian dari mana ?.” tanya Qabil yang merasa kaget melihat Ayana di gendong Oleh Maliq.


 

__ADS_1


”dia mengangguku sewaktu aku tidur katanya kangen Mama may, mau membangunkan Papa dia tak tega.” seru MaliQ yang mencoba menutupi kesedihan Ayana, ”kau mau kemana ?” tanya MaliQ kembali kepada Qabil.


 


”aku baru saja melihat keadaan Alea, karena tadi Kak Fizzy mencoba menghubungiku Alea menangis merasa ketakutan?” jawab Qabil


 


”sekarang bagaimana keadaan Kak Lea ?.” tanya MaliQ,


 


”turunkan saja aku Maliq, aku akan berjalan kekamarku sendiri. AKU NGANTUK!!!" SERU ayana sembari berjalan meninggalkan Maliq juga Qabil, mereka merasa heran dengan tingkah Ayana yang seperti anak kecil itu.


 


”aku ke kamar dulu Qabil, bye " pamit Maliq, Qabil pun berlalu melangkahkan kakinya ke dalam kamarnya.


 


 


”aku benci kak Fizzy!! ternyata dia juga mendukung hubungan mereka, dia kan sudah berjanji akan mendekatkanku dengan Qabil tetapi dia berbohong kepadaku ... aku benci kak Fizzy !!!!!!!! aku juga benci Alea !!!!!” gerutu nya sembari berjalan ke kamarnya, dia masuk dan menutup kembali pintu kamarnya. dia menatap wajah May juga Letycia yang ia pajang di dinding kamarnya.


 


”MAMA, ENTAHLAH RASANYA AKU INGIN SEKALI KALIAN MEMELUK KU.” ~ Gumam Ayana, Ia segera membawa foto keduanya dan tertidur sembari memeluk Foto May dan Letycia.


 


 


Keesokan Harinya Natasha sedang membereskan tempat tidurnya, ia sudah terlebih dahulu mandi dan melihat keadaan Aaleesya yang masih tertidur di dalam kamarnya dan ia melanjutkannya dengan membereskan kamar. Dan saat bersamaan Faaz melihat istrinya yang sedang memfokuskan diri membereskan tempat tidur, dia menatap istrinya dengan penuh cinta.


 


 


”maafkan aku Natasha, semalam tidurmu terganggu olehku” Ucap Faaz sembari memeluk Natasha dari belakang, ia mencium pungguk istrinya hingga ke tengkuk nya.


 


 


“Suamiku, jangan sekarang ia ... kita sudah ditunggu Papa untuk sarapan bersama” seru Natasha, Faaz tersenyum mendengar penolakan istrinya.


 


“Baiklah untuk sekarang kau tak berdosa menolakku, tetapi jika malam kau menolakku lagi aku akan sangat marah kepadamu.” ancam Faaz sembari mengelitik pinggang istrinya itu, Natasha tertawa kegelian.


 


“Aaleesya masih tertidur sayang aku tak ingin membangunkannya” Ucap Natasha.


 


“Iya sudah, kita sarapan saja dulu aku ditunggu AliQ dikantor.” jawab Faaz, Faaz melangkahkan kakinya untuk keluar kamar dan bermaksud untuk melihat anak nya yang masih tertidur saat Faaz kekamar aaleesya Faaz melihat Aaleesya terbangun dan mencari ibu perinya .


 


 


 


 


“Ini mama sayang, sudah bangun tadi mama kesini kamu belum bangun. kita mandi yuk” ajak Natasha, Aaleesya menganggukan kepalanya lalu meminta Natasha menggendongnya. Faaz sangat senang melihat anaknya yang semakin hari semakin menunjukan kemajuan kesehatannya.


 


“sayang, entahlah semakin hari aku semakin menyayangimu. Papaku tak salah menyuruh ku menikahimu” - gumam Faaz dengan suara pelan, ia menatap lurus kearah anak dan istrinya. beberapa saat kemudian Natasha selesai mengurus Aaleesya. Aaleesya terlihat sangat cantik dengan balutan dress pink dan memakai bando dikepalanya begitupun dengan Natasha memakai pakaian sederhana khasnya dan rambut yang terurai membuat kesan natural diwajahnya.


 


“Dua malaikat tak bersayap Papa .... aku sangat menyayangi kalian, sekarang kalian adalah nafas hidupku” Tutur Faaz sembari mencium lembut kening Natasha dan Aaleesya.


 


Di meja makan terlihat sangat sepi karena Ayana dan Maliq memilih sarapan di kampusnya, fizzy yang sudah terlebih dahulu berangkat ke kantor karena ada meeting penting bersama 2 clientnya dan tak ingin terlambat untuk datang menemui clientnya. tersisa hanya Faaz, Alea, Natasha, Qabil, Aaleesya juga Rido di atas meja makan tersebut.


 


“Kak Faaz hari ini aku boleh iya mencari cincin dan gaun untuk malam pertunanganku dengan Qabil karena aku akan menikah dengannya di awal tahun depan.” Ucap Alea yang mencoba meminta ijin kepada Kakanya.


 


“tapi kami akan mengajak Kak Natasha.” seru Qabil sembari mengernyitkan dahinya.


 


“emmm, Papa bagaimana?, kasihan papa dirumah sendiri.. maaf iya Kaka gak bisa ikut.” ucap Natasha yang mengkhawatirkan Papa mertuanya.


 


“kalian pergi aja berdua, benar kata kaka iparmu. Papa tak boleh sendiri dirumah.” seru Faaz sembari mengunyah makanan dimulutnya.


“PAPA MU TIDAK AKAN SENDIRI, UNCLE KAN SUDAH DISINI.” ucap Zain yang datang menghampiri mereka dimeja makan lalu memeluk Rido dan mencium keningnya.


 


“kapan kau datang adik ku ?.” Tanya Rido.


 


 


“tadi subuh, aku langsung kekamar Kak. Karena merasa sangat lelah lalu tertidur sebentar” seru Zain


 


 


“Uncle, aku ingin memeluk mu.” ucap Alea, Ia mendekat untuk menghampiri uncle zain nya itu lalu memeluknya dengan erat.


 


“aaah manissku, mengapa kau terlihat bahagia sekali.” Tanya Zain.

__ADS_1


 


“Aku dan Qabil akan menikah uncle,” Jawab Alea polos, Alea terlihat senang saat memberi tahu unclenya namun berbeda dengan Zain terlihat rona wajah kecewa di wajahnya, matanya kosong memikirkan perasaan Ayana saat ini. Bahkan senyuman di wajahnya kini memudar terlintas wajah polos anaknya saat mencurahkan rasa sukanya terhadap Qabil bahkan Zain sudah berjanji kepada Anaknya itu akan mencoba mengambil hati Qabil dan menikahkannya dengan Ayana.


 


“Uncle, mengapa denganmu?, Apa kau tak menyetujui pernikahan ini ?" tanya Alea kepada uncle nya, Faaz menatap penuh harap berharap uncle tak membicarakan rasa suka anaknya kepada Qabil karena sebelumnya Ayana pun dengan terang-terang mencurahkan isi hatinya kepada Faaz .


 


“Tidak sayang, uncle sangat bahagia dan uncle berharap kamu juga Qabil bahagia selalu.” Jawab nya dengan senyuman di wajahnya.


 


( anak ku , lagi dan lagi kau harus menelan kekecewaan .. daddy tahu betul perasaanmu saat ini karena daddy pernah mengalami hal ini .. tetapi kau harus tegar sayang kesehatan Alea jauh lebih penting dari apapun - batin Zain )


 


“Sini peluk uncle, kamu juga Qabil” pinta Zain, mereka memeluk uncle nya bersamaan. Rido menatap wajah adiknya, Zain menggelengkan kepalanya dan Rido tersenyum melihat apa yang Adiknya lakukan.


 


 


( aku tahu ini berat uncle , maafkan Faaz uncle ...................... - batin Faaz sembari meneteskan air matanya dan segera menyeka berharap tak ada orang yang melihatnya namun natasha menggenggam tangan suaminya yang sempat melihat Faaz menyeka air matanya )


 


*********


 


 


@ASIC GROUP.


 


DI kantor Fizzy sedang berada di depan tumpukan berkas yang harus ia dan Faaz tandatangani, ponselnya bergetar dan ternyata pesan dari AliQ. Ia segera menyentuh layar ponsel miliknya dan membaca pesan yang AliQ kirimkan.


 


* NAJAM ALIQ *


~ Fizzy bisakah bertemu sebentar ? (isi pesan singkat)


 


* FIZZY *


~ kapan dan dimana Aliq? .


 


* NAJAM ALIQ *


~ sekarang di kafe tepat didepan gedung kantor ASIC.


 


* FIZZY *


~ baiklah tunggu sebentar, tetapi aku tak bisa lama karena jam 10 clientku akan datang.


 


 


 


beberapa menit kemudian .. *SOLA CAFE AND RESTO


 


“Maaf membuatmu menunggu lama.” sapa Fizzy sembari mendaratkan ciuman di pipi AliQ, tak lupa bersalaman dengan Aliq. sebenarnya Fizzy merasa kaku melakukannya karena Aliq begitu sangat cuek dengan Fizzy sebelumnya.


 


”tidak apa-apa, kamu pasti terkejut karena aku melamarmu secara tiba-tiba ?” tanya AliQ membuat Fizzy semakin penasaran


 


”iya tentu Aliq, apa alasanmu ?” jawab Fizzy sekaligus bertanya dengan penuh harap.


 


”tidak butuh alasan, jika kau menerimaku bukan ?” tanyanya dengan tegas, Fizzy semakin merasa aneh dengan sikap AliQ .


 


”baiklah, kamu ada apa menemuiku disini?” tanya Fizzy,


 


”Apa salahnya calon suami menemui calon istrinya ditempat terbuka ?” tanya AliQ membuat Fizzy semakin penasaran.


 


”tidak, kau membuatku tegang AlIQ." ucap fizzy kembali, AliQ tersenyum.


 


 


”menikahlah denganku minggu ini Fizzy.” seru Aliq, Fizzy merasa kaget mendengar Ajakan AliQ yang terbilang cepat.


 


”mengapa secepat ini ?.” tanya Fizzy dengan penuh penasaran.


 


 


”tak mengapa aku hanya merasa sudah cukup waktu saja dan tak ingin menundanya.” seru AliQ sembari tersenyum dan memandang lekat Fizzy, fizzy tersipu malu melihat pemandangan itu .


 

__ADS_1


( aku tak tahu apa yang sedang kau rencanakan AliQ tetapi aku sangat senang mendengarnya - batin Fizzy )


__ADS_2