
Hari ini adalah hari dimana kami akan mengantar rido untuk melakukan operasi , rido sangat bersemangat untuk kesembuhannya . sudah 2 minggu lamanya kami menantikan hari ini , saat itu aku dan kak richard sedang menunggu hasil medical check up rido kami juga menobrol bersama sembari menunggu rido yang sedang melakukan serangkaian check up . aku , kak richard dan juga kak shalom yang mengantar rido , papa dan mama tidak bisa menemani kami karena hari ini pun tepat pelimpahan berkas kejahatan yopie juga jimmy diberikan ke kejaksaan 'papa dan mama ingin ikut serta dalam itu.
" adik , kamu nanti ditemani shaloom ya ? " ucap kak richard kepadaku , ya kak richard memang menganggapku adiknya apalagi kak richard melihat ku seperti risa , kak richard sangat menyayangi risa seperti adiknya sendiri.
" baik kak , kaka benar-benar tidak apa-apa kan ? " tanyaku
" tidak , lihatlah kaka mu ini sangat kuat apalagi melihat senyuman mu dan rido menyatu " godanya kepadaku
" terimakasih ya kak , kaka sudah mau berkorban untuk kami " kataku sembari tersenyum
" baiklah , aku hanya minta tolong sekali kamu jaga makanan yang masuk dimulut rido , ada beberapa makanan yang akan mengganggu kesehatannya , aku tau kamu juga seperti rido kan ? " ungkapnya ,
" oh iya , apa paman dan bibi sudah bercerita mengenai jimmy dan juga yofie kepada rido ? " tanya shalom kepada ku
" aku rasa belum kak , akupun tidak berceruta apa-apa tentang itu " ucapku dengan menaikan kedua bahuku
" nanti saja kalau rido sembuh , sesudah masa pemulihannya kalian boleh menceritakannya " jawab kak richad menimpali percakapan kami ,
aku tidak tau sudah berapa lama rido dan sus carry juga ronald berada dibelakang kami , yang jelas aku dan kak richard begitujuga kak shalom merasa kaget akan kehadirannya , aku takut rido bertanya tentang pendonor itu atau bertanya tentang yofie dan jimmy .
" sepertinya banyak hal yang aku tak tahu semenjak aku koma kemarin , ada apa dengan yofie ? " tanya rido yang sedang duduk di kursi rodanya .
sebenernya rido sudah bisa berjalan tetapi dokter menganjurkan sampai tahap pemulihan rido tidak banyak melakukan aktifitas fisiknya , dan pertanyaan rido sama dengan apa yang aku pikirkan .
" emmm , emmm tidaak sayang ... tidak terjadi apa-apa kok " ucapku sembari terbata-bata
" sudahlah nanti kamu juga tahu , tapi ku mohon sekarang fokus akan kesembuhanmu ,, kamu tidak mau melihat senyuman adik iparku yang cantik ini sebagai senyuman bahagianya " ucap kak richard menepuk bahu rido
" ya jelas ku mau lah , baiklah tapi kalian harus menjelaskan padaku segera " pinta rido dengan mengernyitkan dahi nya .
hasil medical checkup pun mengatakan jika rido bisa melakukan operasi secepatnya , aku dan shalom menunggu nya di depan pintu ruang operasi , operasi berlangsung sangat lama ..tak lama papa dan mama pun datang , rani juga dijemput oleh kekasihnya dhan ,, hanya ibu dan ayah yang tak bisa menemani kami
__ADS_1
ayah sedang ada pekerjaan di luar kota , ibu menjaga anak-anak ku menemani bu nina karena mbak lastri harus pulang mengingat papa nya yang sedang sakit keras.
aku berjalan mondar-mandir di depan semua , aku sangat tegang dengan hasil dari operasi tersebut , aku berharap rido maupun kak richard baik-baik saja ' aku juga berharap operasi ini segera selesai ..
" uhhh lama sekaliiiiiiiiiiiiii " gumam ku sembari mengerutu kecil
" sabarlah kak , kalo lo kaya gini lo gabakalan tenang " ucap rani yang merangkul bahu ku
" minum ini de , kamu pasti haus " ucap shalom dengan memberiku segelas teh manis hangat
" makasih kak " jawabku sembari meneguk air .
" sayang kemarilah , mama ingin memeluk mu " pinta mama
akupun segera memeluk mama dan papa , entah mengapa rasanya aku sangat ingin menangis ' rasanya aku ingin sekali menjatuhkan badanku . menunggu ini sangat lama tapi aku tau ini lah bentuk rasa cintaku pada rido .
( aku harus setia dan sabar seperti rido yang sangat baik dan banyak sekali berkorban untukku , dia rela tertabrak demi menyelamatkanku , dia rela mendonorkan ginjal nya untuk ku , dia rela memberikan apapun tanpa dia memberitahu ku ... ridooooo aku ingin kau sembuh untuk ku "gumamku dalam hati)
" om , bagaimana dengan rido ? " tanyaku
" rido masih dalam keadaan tidak sadar hanya saja " > belum selesai om rus bertanya aku sudah menimpali nya dengan pertanyaan-pertanyaanku
" om rido baik kan ? kak richard gimana ? rido pasti gak lama kan bobo nya , om aku " dengan semangat dan rasa khawatir yang tinggi aku bertanya kepada om
" rido baik-baik saja sayang , hanya dia dalam kondisi lemah mungkin akibat anastesi yang aku berikan tadi , 1 jam atau 2 jam lagi rido akan segera tersadar " jawab om rus
" bagaimana keadaan richard ? " tanya mama
" richard masih dalam keadaan lemah ku harap richard akan segera sadar , mudah-mudahan sadarnya tidak lama dari rido , berdoalah semoga yang terbaik ada bersama mereka " ucap om rus
" terimakasih sobat , kamu lagi-lagi menyelamatkan anak-anak ku " ucap papa yang meemeluk om rus
__ADS_1
tak lama suster pun memberitahu bahwa rido dan kak richard akan segera dipindahkan ke kamar rawat inap , aku meminta 1 ruang vip tetapi meminta 2 kasur agar mereka bisa 1 kamar , aku pun tak sabar menunggu kembali suster memindahkan rido dan kak richard .
dua jam sudah berlalu kak richard maupun kak rido belum juga tersadar , alat-alat yang ditempelkan dibadan mereka pun sama-sam berbunyi tanda jantungnya sedang memompa keras , aku duduk di sofa tepat dalam kamar itu , mama dan papa tak lepas menenangkanku hari pun sudah sangat larut ' aku meminta tuan dhan untuk mengantarkan rani dan juga shalom pulang , tetapi shalom menolaknya , shalom ingin tetap menunggu kak richard sadar , aku melihat sinyal cinta dimata kak shalom .
******rido pun tersadar******
__ADS_1