
MAY POV.
kami disambut dengan sangat baik oleh keluarga Fahriye, Dhan dan Fahriye memilih menikah ditempat terbuka atau sering kami sebut dengan Garden party. Kami sudah duduk ditempat yang sudah di sediakan oleh mereka.
Papa, Mama menjadi wali atau keluarga yang mendampingi Dhan.
Drrrt...ddrrrt, ponsel ku bergetar. Ku usap layar kunci di ponselku. Satu pesan dari Rani pun Aku baca.
~ sepertinya aku akan datang terlambat. (Rani)
~Baiklah, kami menunggu mu. (Jawabku)
Aku takjub dengan kecantikan Fahriye, dia memakai gaun putih dan terlihat bando bunga menancap diatas kepalanya. Dhan juga tampan sekali, dia memakai jas putih yang diberikan Papa khusus untuk Acara pernikahannya. Mereka terlihat serasi sekali, Acara sedang berlangsung dengan sangat khidmat. Aku mendengar lantunan Ayat suci di lantunkan oleh suamiku tersayang. Rido sangatlah merdu saat mengaji, Aku sering sekali Rindu mendengar suara lembutnya itu. Setiap kali aku hamil, Rido tak pernah henti mengaji dihadapanku dan sesekali ia mengajari ku dengan sangat sabar.
(‘Sayang, apalagi yang akan kau suguhkan untuk ku. Semuanya sangat sempurna untuk ku. - batinku bergumam sembari menatap lekat wajah tampan suamiku saat mengaji.)
Acara semakin sakral saat semua saksi sudah berkumpul, Para mempelai sudah berada diatas podium untuk mengikrarkan janji sehidup semati. Beberapa saat kemudian mereka sudah mengikrarkan janji suci, mereka berdua sudah terikat untuk saling mencintai dan menyayangi. Kata Sah sudah terdengar dengan sangat keras, Aku melihat Rido menangis, rona bahagia terpancar di wajahnya. Tidak hanya itu, Mama pun mengeratkan pegangan tangannya memegang ku dengan sangat erat, wajahnya terlihat sangat bahagia, Air mata menetes di pelupuk matanya.
“mama teringat orang Tua Dhan. Pak wilman, dan mbak rida yang selalu baik terhadap mama. Mereka orang-orang yang jujur. Mereka meninggal saat akan pergi ke rumah sakit, dan saat itu Dhan dan Lira yang dititipkan kepada kami terlihat sangat polos.” Ucap Mama.
”Kata nenek Sally, Dhan anak yang jujur dia juga sangat menyayangi Risa dan Rido” Ucapku, Mama tersenyum menatap Dhan yang sedang memasangkan cincin ditangan Fahriye.
”Iya, Nenek mu sangat menyayangi Dhan dan Lira. Mereka memang Anak-anak yang baik” Ucap Mama, Rido duduk di sampingku karena sudah menjadi saksi pernikahan Dhan dan Fahriye.
“Tes. Tes.” Suara Dhan. Aku mendengar Dhan berbicara memakai microphone.
”Assallamualaikum “ sapa Dhan untuk semua, Aku melihat ke arahnya. Dia mengatur nafasnya sepertinya ada beberapa kalimat yang akan Dhan ucapkan.
”Teman-teman, Saudara-saudaraku semua” ucap Dhan, ia berbicara memakai bahasa Turki, dan aku terlihat sangat kebingungan. Namun Rido tetap menjadi Translate pembicaraan itu, Rido seakan berbisik ditelingaku dan syukurlah aku masih bisa mengerti apa yang diucapkan Dhan.
”Sebelumnya, Aku sangat-sangat mengucapkan terimakasih kepada Tuhanku, Beliau memberikan jodoh untuk ku, di hari ulang tahunku. Aku sangat mengucap syukur akan itu”
”dan disini Aku juga sangat bahagia, Mama, Papa, Lira walaupun kalian tidak berada disini untuk ku. Namun Aku yakin doamu akan selalu menyertaiku, dan Tuhan sangat bersikap adil kepadaku. Beliau memberikan keluarga yang sangat Menyayangi ku”
”Tuan Besar Gus, dan nyonya Besar. Terimakasih telah menganggap ku sebagai anak. aku sangat senang saat mendapat kasih sayang dan cinta yang tulus darimu”
__ADS_1
”Semalam aku mendapat hadiah yang sangat besar bagiku, Tuan muda mengungkapkan rasa sayangnya kepadaku, dan telah menganggap ku sebagai adik nya, aku sangat berterima kasih. Dan aku menjadi orang yang terpilih untuk mendapatkan itu, aku sangat bersyukur. Dan lebih sangat membahagiakan Tuan besar meminta ku untuk aku memanggilnya Papa, dan Mama juga Kaka. “
”Jujur aku merasa tidak pantas memanggil kalian dengan sebutan itu, Aku takut menjadi orang yang tidak tahu diri tapi lagi dan lagi Tuan membesarkan hatiku, lagi dan lagi tuan meyakinkan ku. Terimakasih Tuan, Aku sangat bersyukur dan bangga dapat hidup melalui kasih sayang kalian”
“Aku berharap dan berdoa, agar kalian selalu dalam lindungan Tuhan” Dhan, berlari menghampiri Mama dan Papa, Dhan memeluknya, Mama dan Papa meneteskan air mata, begitupun dengan Dhan, ia terlihat menangis tersedu-sedu.
”Terimakasih Tuan, Aku sangat menyayangi kalian” ucap Dhan, Mama memeluknya kembali, mencium kening Dhan , hal yang sama pun Papa lakukan.
”Kau sangat pantas memanggil kami Mama,dan Papa. Tak perlu sungkan Anak ku” Ucap Mama, Dhan kembali memeluk mereka, aku menangis tak kuasa memandang kedekatan mereka. Fahriye yang berdiri di podium pun terlihat beberapa kali menyeka air matanya.
”Tuan, Nona” lirik Dhan, menoleh ke arah kami.
”Tuan, Terimakasih. Kau sudah mau menyaksikan aku menikah. Kau lah yang selalu memberiku semangat hingga aku mendapatkan jodohku” Fahriye mendekat, menghampiri kami. aku memeluk Fahriye dan Dhan saling melepas pelukan bersama Rido, kami begitu sangat bersedih Namun, terselip rasa bahagia yang sangat mendalam yang kami rasakan.
”Dhan, Fahriye. Seorang Kaka akan selalu menjadi panutan bagi adik-adiknya, seorang Kaka beradik harus saling membantu. Kau dan Fahriye adalah adik ku. Jangan sungkan jika memang membutuhkan kami. Begitupun sebaliknya.” Ucap Rido, Aku pun menatap lekat dan tersenyum untuk Fahriye, aku menyeka air matanya. Kuberikan pelukan hangat kembali.
”Tuan, Aku sangat-sangat bahagia. Semoga Tuan dan Nona selalu bahagia, Aku akan selalu mendengar setiap Nasihat Kaka ku sendiri” ucap Dhan, Rido memeluk kembali tubuh Dhan. Dia mengusap lembut punggung Dhan, sentuhan kasih sayang Dhan dapatkan dari tangan Rido.
“Dhan sangat tampan, dia terlihat seperti adik Kaka dengan Rido” ucap Shaloom.
“Fahriye, Dhan.. cheeesss” Zain memotret poto kebahagiaan mereka.
”Hai Dhan” teriak Rani, Dhan tersenyum. Rani dan Richard yang datang terlambat segera menghampiri Dhan dan Fahriye, mereka terlihat mengucapkan selamat sembari bersalaman dengan mempelai itu.
”selamat iya, “ ucap Rani canggung kepada Dhan. Richard pun terlihat memberikan selamat kepada mereka.
”Terima kasih Rani, Richard kau sudah datang untuk menghadiri acara kami” ucap Dhan,
“iya, Dhan. Maaf kami sedikit terlambat” ujar Richard.
”walaupun terlambat kalian tetap datang, Terimakasih sekali lagi.
(‘Aku bahagia melihatmu bahagia Dhan, dan kau libatkan Aku juga sangat bahagia hidup bersama Richard - Batin Rani)
__ADS_1
(‘Aku sangat menyukai kebahagiaan kalian, kalian terlihat seperti keluarga yang harmonis. Tuhan, rencanamu sangat indah. Aku memang tidak berjodoh dengan Rani apalagi dengan Lira, tapi Tuhan memberiku bidadari ini, Fahriye wanita yang baik. Andai saja Papa dan Mama masih hidup pasti senang bertemu dengan Fahriye. (Dhan menghela nafasnya sembari menatap ke sembarang Arah), Papa, Mama, lira aku pun Merindukan kalian” - batin Dhan)
“Dhan, lihatlah. Itu hadiah yang aku beli untuk mu” Ucap Zain dan Yofie.
”Apa ini Tuan?” Tanya Dhan.
”Kamu buka aja”
Dhan membuka hadiah yang Yofie dan Zain berikan, Dhan terlihat antusias saat membuka kado besar yang berada Dihadapannya itu.
”Tuan Zain, Tuan Yof.” Lirih Zain memanggil mereka dengan pelan, Aku dan Rido semakin senang melihat wajah sumringah Dhan. Sebuah foto keluarga yang sangat besar dipasangnya. Terlihat wajah lira pun terpampang di sana . Tak hanya itu, Yofie juga memberikan lukisan wajah Dhan dan Fahriye.
”bagaimana mungkin foto ini bisa disandingkan dengan wajahku dan lira sudah besar” ucap Dhan yang terlihat keheranan.
”dengan modal Foto tua yang om Gus berikan, kami menScan nya dan menyatukan fotomu dan lira disini lalu selanjutnya pihak editor yang bekerja” ujar Zain.
”Kami juga meminta pelukis handal untuk membuat lukisan ini” timpal Yofie.
”Aku dan Richard hanya memberikan ini Dhan,” seru Rani.
”Tiket honeymoon ke Paris beserta hotel dan jamuannya” sahut Richard.
”Terimakasih, kalian benar-benar keluargaku yang sangat baik”
”kalau Aku hanya ngasih ini Dhan” sela Shaloom dengan memberikan bungkusan kecil kepada Dhan, Dhan terlihat akan membuka bungkusan kecil itu. Namun, Shaloom dan Yofie berteriak secara bersamaan.
”Oh, No. Jangan Dhan. Nanti bukannya malam aja” teriak Yofie dan Shaloom, kami tertawa melihat tingkah mereka. Dhan dan Fahriye pun terlihat terkejut saat mereka dengan kerasnya berteriak.
.
.
.
.
__ADS_1
Hay, Hay... readers ku jangan lupa untuk Vote Poin atau koinnya iya, kalau gak juga Gak apa-apa yang penting kalian suka dengan ceritaku sudah sangat berarti untuk ku, Salam sehat dan sejahtera untuk kalian semua semoga kalian selalu dalam lindungan Tuhan Yang maha esa.. Lav yu..