
Faaz masih terdiam menatap jendela yang menghubungkannya ke taman. Faaz sedang melihat ayahnya sedang tertawa bersama cucu kesayangannya dan pengasuhnya itu bahkan mael dan maliQ pun ikut bersama mereka, Ayana menghampirinya dan mencoba meminta saran dari kaka sepupunya .
"kaka, apakah kaka sedang tidak sibuk ?" tanya Ayana sembari duduk di atas sofa ruangan kerjanya.
"Tidak ada apa Ayana. apa ada yang bisa kaka bantu ?" tanya Faaz yang juga duduk disampingnya.
"Kaka apakah Qabil akan ke Australia ? katanya lusa Qabil akan kesini" tanya Ayana dengan penuh semangat.
"Iya , Qabil akan menghampiriku hanya beberapa minggu saja karena dia juga merasa penat di Istanmbul. mengapa memangnya kau terlihat sangat senang sekali " tanya Faaz kepada Ayana, wajah Ayana sudah mulai merona dan ia tak mampu menutupi rasa malunya.
"Kamu menyukai Qabil ? " Tanya Faaz kembali semakin membuat ayana salah tingkah.
"kaka kau membuatku malu dengan pertanyaan mu ini " ungkap Ayana sembari menutup seluruh wajahnya dengan kedua tangannya ,
"ciyeee, ciyee kamu anak kecil kok udah cinta-cintaan sih" Ucap Fizzy yang datang menghampiri mereka.
"Kak Fizzy, aku sudah 23 tahun dan kata daddy sudah cukup untuk memiliki kekasih lagipula aku sangat tertarik kepadanya dan daddy sudah tau kalau aku menyukai Qabil" ungkap Ayana membuat kaka-kaka nya tertawa, karena melihat tingkah polosnya itu.
"Tapi Qabil kan masih sangat muda sayang, dia masih 21 tahun loh " ucap Fizzy.
"Qabil udah punya kekasih di istanbul dan akan segera menikah" goda Faaz membuat adiknya mengerucutkan bibir mungilnya itu, Faaz tertawa melihat wajah adik sepupunya .
"Tidak... tidak sayang Faaz bohong kok, nanti kaka akan mencoba mendekatkanmu dengan Qabil iya " ucap Fizzy seraya membela adik sepupunya itu, Ayana terlihat senang dan tersenyum menyeringai. Faaz dan fizzy senang melihat senyum adik sepupu yang sangat mereka sayangi.
"Kaka pamit dulu iya lanjutin aja curhatnya sama Fizzy tapi jangan tentang percintaan dia kan polos dalam percintaan" Faaz berpamitan dan sebelumnya menggoda Fizzy dengan kalimat berupa candaan membuat Ayana tertawa mendengar apa yang Faaz ucapkan .
Di taman mereka yang sedang bercanda gurau, sangat senang melihat Natasha yang sedang melakukan stand up comedy, "Natasha, kau sangat lucu kau belajar dari siapa stand up comedy seperti itu ?" tanya Mael kepada Natasha, Natasha tersenyum karena merasa senang telah menghibur Rido juga Aaleesya.
"ibu ku yang mengajarkanku dia pernah memiliki teman yang seperti itu " ucap Natasha, Rido masih tertawa melihat tingkah lucu Natasha .
"Papiih richard juga selera humornya tinggi iya kan papa ?" tanya Mael , kepada papa rido
"Kapan-kapan jika papih mu kemari kita suruh berduet dengan Natasha saja " ucap MaliQ yang masih dlam canda tawanya.
"iya dulu papih mu memang selalu membuat aku dan mama may tertawa, dia selalu menghibur kami dan papih mu lah yang membantu mama may melahirkan alea , saat itu kami sangat susah untuk pergi kerumah sakit dan karena kehebatan papih mu mama may mampu melahirkan Alea dengan normal dan tanpa merasakan sakit yang parah " ucap Rido, semua sangat menikmati cerita yang Rido suguhkan.
"nanti kalau Ayana melahirkan akulah yang akan membantunya" ucap Mael dengan bersemangat .
"Memang kamu dokter ? " tanya MaliQ dengan polos, membuat tawa karena melihat wajah Mael yang polos itu merasa kebingungan dengan pertanyaan maliQ, saat mereka sedang tertawa Faaz datang menghampiri dan meminta natasha untuk berbicara dengannya.
"Natasha apa bisa ikut dengan ku sebentar, ada yang harus aku bicarakan denganmu ? " Tanya Faaz sembari pergi terlebih dahulu, Natasha terlihat gugup saat Faaz mengajak nya berbicara namun Natasha tak bisa menolaknya .
"Tuan maafkan saya, saya menitipkan nona Aaleesya dulu karena ada hal penting yang ingin tuan Faaz bicarakan " seru nya sembari jantung nya sangat berdegup kencang, Natasha takut jika tuan Faaznya akan memecatnya . MaliQ menatap wajah natasha saat ia akan berdiri dari duduknya, MaliQ seperti tak menyukai jika Natasha berdekatan dengan kaka nya itu .
(' apa yang akan mereka bicaraka sepertinya sangat serius sekali ' - batin MaliQh )
"NATASHA, sebelumnya aku meminta maaf jika aku selalu merepotkanmu?" Tanya Faaz dengan nada yang sangat gelapan, Faaz tidak tahu harus memulai darimana pembicaraan ini. Natasha terlihat menundukan pandangannya keringat nya sudah mengucur deras di keningnya sesekali ia menyeka dengan sangat terlihat gusar.
"Tidak tuan, tidak merepotkan sama sekali aku sangat tahu betul apa tugasku dan itu sudah menjadi pekerjaaku" ucapnya Natasha masih menundukan kepalanya dia sangat gugup hingga tak mampu melihat mata Faaz.
__ADS_1
"Natasha apa kau pernah berbicara sesuatu hal yang sangat penting dengan papa atau siapapun yang berada di rumah ini , dan ku harap kau jujur untuk ku ?" tanya Faaz
"Tidak pernah Tuan, hanya saja saya sering bercerita saat saya sedang berada ditanah air saya dan tuan rido selalu meminta saya menceritakan masa kecil saya hanya itu tuan Faaz " ucap Natasha dengan sangat gugup
"baiklah , apa kah kau memiliki anak atau suami ? " tanya Faaz kembali.
"Tidak tuan, saya belum pernah menikah sama sekali " jawab Natasha, dia beberapa kali menyeka keringat di dahinya.
"Apa kau mau menikah denganku ? " Tanya Faaz dengan memegang tangan Natasha, Natasha hanya terdiam mendengar pertanyaan itu.
"Aku akan menikahimu tetapi hanya bersandiwara saja, demi kebahagiaan Aaleesya juga papa. jika kau bersedia aku akan memberikan apapun yang kamu mau Nat" seru Faaz, Natasha masih terdiam, Natasha tak mampu melepaskan genggaman tangan Tuannya.
"Apakah kau bersedia ? " tanya Faaz kembali.
"Tuan pernikahan bukan ajang untuk bersandiwara, pernikahan adalah ikatan suci dan saya tidak ingin mengotorinya. saya tidak bisa tuan saya minta maaf " ungkap Natasha, dia memang wanita yang baik .
"Aku mohon Natasha." ucap Faaz seraya memohon kepada Natasha, Natasha terdiam dia tak menyangka Faaz akan memohon kepadanya.
"baiklah tuan, tetapi apakah saya dapat memiliki hak saya sebagai istri tuan. maksud saya ' saya hanya ingin melaksanakan kewajiban saya terhadap tuan?" tanya Natasha.
"Baiklah kau akan mendapatkan hak mu dan kau juga harus menjalankan kewajibanmu, dan aku akan mencoba mencintaimu tetapi aku tak bisa menjanjikan cinta yang utuh untuk mu karena aku masih sangat mencintai Rayna . kumohon jangan menolaknya " ucap Faaz seraya mengatupkan kedua tangannya, Faaz memikirkan papanya jika ia menolaknya dan Faaz tak mungkin mampu melihat raut wajah kecewa dari papanya itu.
"Aku tak tahu harus berbicara apa kepada papa ku nat " seru Faaz kembali, Natasha terdiam mengingat bahwa tuan rido nya sangat lah baik.
"Baik tuan aku akan menerima pernikahan ini, tapi aku tak bisa memberitahu keluarga ku karena ayah ku saat ini sedang dalam keadaan koma dan adik juga ibu tiriku adalah orang jahat aku tak ingin mereka mencoba memanfaatkan kebaikan kalian. itulah syarat dariku" ucap Natasha yang segera menyeka air matanya.
Faaz masih menggenggam tangan natasha sembari menatapnya dengan lekat dia sebenarnya merasa iba dengan wajah natasha yang merasa kebingungan itu namun mau bagaimana lagi Faaz sangat memikirkan keinginan papanya itu .
(" Natasha maafkan aku jika aku membuatmu kebingungan aku pun sebenarnya tak menginginkan ini namun aku sangat memikirkan keinginan papa , terlebih akhir-akhir ini aku mengkhawatirkan kesehatan papa yang terkadang memburuk dan kesehatan papa pun membaik jika dekat dan berbincang denganmu , mama kumohon maafkan aku dan rayna selamanya kau akan menjadi cintaku maafkan aku ray " - batin Faaz sembari menatap natasha )
"Natasha, aku akan segera memberitahu papa juga adik-adik ku malam ini. kuharap kau tidak merubah pikiranmu . terimakasih natasha sudah mau membantuku " seru Faaz sembari berjalan meninggalkan Natasha, Natasha masih terdiam seraya melihat punguk Faaz yang berjalan membelakanginya.
"Apa yang aku lakukan mama, mengapa aku menerima pernikahan ini . aku tidak yakin tuan Faaz akan mencintaiku dan hidup denganku layaknya pasangan suami istri seperti biasanya tetapi mengapa aku tidak bisa menolaknya .. kuatkan aku mama. ku mohonn " - gumam natasha setelah Faaz meninggalkannya , dia merasa tidak percaya akan apa yang akan dilakukannya setelah menerima permintaan Faaz untuk menikahinya .
"Natasha , mengapa kau malah terdiam disini ? apa yang di bicarakan kaka sehingga membuat mu melamun seperti ini ? katakanllah padaku ?" seru maliQh yang berusaha menyadarkan natasha dari lamunannya .
"Tiidak tuan , aku baik-baik saja . aku permisi tuan .. aku harus menemui nona kecil " ucap natasha seraya meninggalkan maliQ , maliQ memikirkan sikap natasha yang sepertinya sedang kebingungan .
.
.
.
"Apa yang mereka bicarakan sehingga membuat Natasha kebingungan seperti itu , aku harus mencari tahu apa yang membuat natasha bersikap seperti itu " gerutu maliQ , sepertinya maliQ memang sudah menyukai natasha dan sebelumnya maliQ sudah berniat akan mengutarakan rasa sukanya itu . sebanrnya maliQ adalah typecal lelaki yang tidak suka mengejar wanita , dan banyak sekali wanita yang mengejar-ngejar dirinya namun maliQ melihat sosok yang sangat beda terhadap natasha yang membuatnya menyukai natasha .
.
__ADS_1
.
.
*****
di tempat lain Fizzy dan aidil sedang menunggu kedatangan Faaz karena aidil akan membicarakan Hal yang sangat penting mengenai perusahaan Asic group yang berada di indonesia . Fizzy memang wanita yang sangat tangguh dalam berbisnis dia membuktikan ketangguhannya dengan berhasil mengembangkan usaha-usaha dibidang lainnya walaupun masih memakai nama besar Asic group walau begitu bagi Faaz ' saudara kembarnya adalah partner terbaik untuk memajukan perusahaan peninggalan kakek dan ayahnya itu .
"maaf aku datang terlambat , tadi papa memintaku untuk menemani uncle zain ke bandara , " - ucap Faaz sembari duduk di kursi tepat disamping aidil , Faaz juga langsung memesan makanan Favoritnya . fizzy dan aidil terdiam tak bergeming hingga Faaz sempat memikirkan hal buruk mengenai perusahaannya .
"hey , Faaz disini loh . apa ada hal buruk mengenai perusahaan kita ? " tanya Faaz kembali dengan mengerutkan dahinya .
"baiklah kita makan saja dulu , jika kalian lapar pesan lah yang kalian mau jangan hanya meminum kopi . kata mama meminum kopi yang terlalu banyak tidak baik untuk kesehatan !! " seru Faaz , Faaz tetap melihat raut wajah Fizzy juga aidil yang tak bergeming walaupun Faaz menggoda mereka dengan kalimatnya itu . Faaz menajamkan kedua bola matanya menoleh ke arah bergantian .
"apa kau tau Faaz kami .............." ucap aidil , Fizzy melirik kearah aidil seolah ingin menghentikan apa yang akan aidil bicarakan , aidil terdiam Faaz semakin penasaran dengan apa yang akan mereka bicarakan .
"BAIKLAH.................." SERU FIZZY MENGHELA NAFAS PANJANG , LALU MELANJUTKAN KEMBALI KALIMAT YANG AKAN IA BICARAKAN ,,
"KITA.... BERHASIL MEMENANGKAN 10 TENDER TERBAIK DI INDONESIA , DAN ITU SEMUA KARENA MU FAAZ ... " SERU Fizzy seraya bersorak atas kemenangannya ,
"oh iya ... ini bukan karena ku ,, ini karena kerja kerasmu sodara kembar ku kau memang terbaik bagi kami " ucap Faaz sembari memeluk saudara kembarnya itu , Faaz sangat bahagia mendengar kabar ini dia juga tak segan memeluk aidil dan mengucapkan terimakasih karena telah membantu Fizzy mencapai kesuksesannya.
"terimakasih kau memang sahabatku , aku sangat bangga kepada kalian " ucap Faaz sembari menunjukan senyuman yang menyeringai di wajah nya
"tidak , bukan hanya aku yang membantunya tetapi ini juga berkat mu Faaz " ucap aidil
"ini kerja keras kita , bukan hanya aku dan aidil saja " seru Fizzy sembari tersenyum sangat manis , aidil sangat menyukai senyuman dari Fizzy itu baginya setelah melihat senyuman Fizzy terpancar membuatnya selalu bersemangat dalam menjalani tugas apapun .
mereka sedang merayakan pencapaian yang telah mereka Raih dengan memesan banyak makanan , tak lupa Faaz pun memberikan hadiah berlibur untuk aidil namun aidil menolaknya dan Faaz berjanji akan menggantinya dengan satu buah mobil yang sangat aidil inginkan . Faaz berpamitan terlebih dahulu kepada Fizzy juga aidil karena Faaz sudah janji kepada ayana akan menjemputnya di suatu tempat dan pulang bersama ayana .
"Fizzy kau sangat cantik memakai hijab ini , jika saja kau mau menjadi pendampingku aku akan sangat bahagia menjadi suamimu " goda aidil sembari memegang tangan Fizzy , fizzy hanya terdiam karena orang yang dicintainya hanyalah AliQ seorang namun Fizzy tak berani mengutarakannya karena Fizzy tau betul bahwa aliQ menyukai adiknya Alea .
__ADS_1